Desahan di Kamar Pembantu
ujar Mayang lembut.
Nala langsung menepuk-nepuk bantalnya dengan semangat. "Iya, Oma! Cerita Kancil!"
Nathan tidak seantusias adiknya. Ia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Namun Mayang tahu, cucu laki-lakinya itu tetap mendengarkan.
Mayang membuka halaman pertama.
"Pada suatu hari, di sebuah hutan yang sangat lebat, hiduplah seekor kancil yang sangat cerdik..." suara Mayang mengalun lembut, seperti lagu pengantar tidur.