KAKEK TUA itu SUAMIKU
Kutuntun suamiku dengan perlahan, aku pun menyesuaikan langkahnya yang sangat pelan seperti siput.
"Kenapa bisa mukanya item kayak gitu?" tanyaku daripada sepi.
"Tadi saat melawan hewan itu, Kanda kepleset terus masuk ke genangan air, jadilah seperti ini."
"Terus gimana tadi ularnya?"
"Mana ada ular orang cuma kadal."
"Kadal?"
"Iya, kadal bukan ular."
"Ha ha ha ha"
Akhirnya aku dan suamiku tertawa bersama. Sungguh kejadian yang tanpa aku duga. Sepanjang perjalanan aku terus menuntun suamiku, sepertinya kaki dan pinggangnya sakit. Ah, kasihan.