Ada satu momen yang selalu membuat mataku berkaca-kaca setiap mengingatnya. Waktu itu aku baru putus dengan pacar, dan rasanya dunia seperti runtuh. Tanpa diminta, sahabatku datang dengan sekotak es krim favoritku dan duduk di sampingku sepanjang malam. Dia tidak banyak bicara, hanya sesekali menepuk punggungku atau menyelipkan lelucon receh untuk membuatku tertawa. Yang paling berkesan? Dia bilang, 'Aku tahu kamu sakit, tapi ingat, aku ada di sini sampai kamu bisa tersenyum lagi.' Kata-kata sederhana itu, justru jadi pengingat bahwa ada orang yang selalu memilih untuk tetap ada, bahkan di saat kita merasa paling tidak layak.
Sahabat seperti itu bukan sekadar teman, melainkan keluarga yang kita pilih sendiri. Mereka mengerti tanpa penjelasan, hadir tanpa diminta, dan mencintai kita dalam versi terburuk sekalipun. Aku pernah membaca kutipan, 'Sahabat sejati adalah mereka yang masuk ke dalam hidupmu ketika seluruh dunia keluar.' Dan dia membuktikannya.