Kalau dilihat dari penggunaan sehari-hari, saya biasanya mengartikan 'interesting' sebagai padanan yang cukup pas untuk 'menarik', tapi bukan pengganti sempurna dalam semua konteks.
Saya sering memakai 'menarik' ketika menerjemahkan artikel atau menilai ide—misalnya, "Gagasan itu menarik"—karena keduanya sama-sama memberi sinyal bahwa sesuatu layak diperhatikan. Namun, perbedaan nuansa muncul: 'interesting' di bahasa Inggris terkadang lebih netral atau bahkan sekadar pengisi percakapan ("Oh, that's interesting") tanpa pujian kuat. Di bahasa Indonesia, 'menarik' bisa terasa lebih formal atau lebih tegas tergantung konteks. Untuk tulisan ilmiah atau resensi yang ingin terdengar rapi, saya cenderung memilih padanan yang lebih spesifik seperti 'menggugah', 'menimbulkan ketertarikan', atau 'layak dikaji'.
Intinya, ya — 'interesting' sering bermakna sama dengan 'menarik', tapi saya selalu melihat konteks, intensitas, dan fungsi kalimat sebelum memutuskan kata yang paling pas; kadang saya malah pakai variasi lain agar nuansanya sesuai dengan maksud saya.