Cinta Yang Salah
rengekku menghambur padanya, aku menjatuhkan tubuh ke dada Pria berkumis tipis, bertubuh tegap yang dibalut piyama warna coklat lengan pendek itu.
"Sini. Tenang ada Mas!" ucap Mas Arkan lembut seraya merengkuh tubuhku, lalu ia mengusap-usap puncak rambut menenangkanku. Kami berdua masih berdiri di depan kamar, tepatnya di ruang tengah, dengan posisi saling berpelukan.