Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
No One

No One

Aku berfikir sepertinya ada satu ruangan yang masih belum dicek. Aku pergi ke ruangan yang disebutkan dibawah batu tadi, ya itu adalah black room. Entah ruang apa itu, aku harus mencari Cia dan juga mengambil bendera tersebut. Hitung-hitung bisa dapat freepass juga kan hahahhaa Sesampainya di black room aku langsung mencari-cari Cia. Seperti namanya, ruangan ini sangatlah gelap dan aku tak bisa melihat apapun yang ada disini.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

"Bukan soal itu. Kalau soal nyaman atau enggaknya, aku nyaman kok di sini." "Tapikan, senior kita dari tim sebelah mandang Mbak sebelah mata. Takut ke saing lagi kali mereka," ujar Dela dengan santainya. "Kalau itu, aku enggak peduli. Biarkan mereka mau menilai bagaimana. Toh, ini hidup kita, kita yang jalanin. Kita cuma bisa memperlihatkan sikap baik kita dan buktikan bahwa kita itu pantas berada di sini, bagian dari perusahaan ini." Bagi Vitaloka omongan orang lain, ataupun tatapan tidak disukai bukanlah masalah besar.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
CINTAKU SALAH ALAMAT

CINTAKU SALAH ALAMAT

Tut…tut…tut Dan kemudian panggilan itu berhenti. Jantung Rika sudah mau copot karena begitu cepatnya degup jantung yang dia rasakan. Perasaannya campur aduk. Dia yang telah melemparkan putrinya ke pria yang tidak jelas asal usulnya hanya karena dia salah mengira bahwa pria itu adalah calon jodoh Zivana karena nama mereka sama. “Tidak, aku harus memastikannya sekarang. Sebelum semuanya terlambat.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
Perfect Mate

Perfect Mate

Chapter 9 Tuhan mempersatukan dan mempertemukan dua insan dengan jalannya, - Perfect Mate. Sesampainya di mansion Luicera terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun ia hanya melihat kesekitar mansion luas kepemilikan Jeff Lincoln namun berbeda dari Mexico, mansion ini begitu mewah serta elegan dengan perpaduan design dari rumah wilayah biverlyhills. "Apa ini mansion pribadimu?" Tanya Luicera dengan menghentikan langkah kakinya. Tak ada jawaban apapun dari Jeff Lincoln dengan dirinya berbalik melihat Luicera.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
Perfect Partner

Perfect Partner

Alhasil, memberikan kesempatan bagi para pria. “Bagaimana tidak kalah. Satu langkah kaki kita sama dengan dua langkah mereka. Jadi jelas kita kalah.” Mama Chika ikut menimpali. Flavia, Shera, Ghea, dan Dearra pun hanya bisa tersenyum. Tampak ibu-ibu begitu kesal sekali. Namun, mereka justru lucu ketika melihat para suami memilih baju.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
The First and Only One

The First and Only One

tukasnya dengan tegas. "Iya! Keduanya bersalah" "Mereka tidak bersalah!" Dua kalimat serupa terdengar riuh di balai desa itu hingga membuat perangkat desa harus melakukan voting untuk mengetahui hasil dari musyawarah kali ini dan mereka harus berdiskusi menentukan apa yang harus mereka lakukan pada Dimas dan Andrea setelah ini.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

Sialan! “Lo jual, gue beli. Berapapun itu, akan gue beli. Permainan ini, akan gue menangkan, Eriska. Kita liat, pada akhirnya nanti, lo akan kalah dan memutuskan untuk menyetujui permintaan gue. Gue yakin, hati nurani lo masih berfungsi dengan baik.” Eriska hanya diam. Gadis itu kembali melanjutkan langkah dan mulai gusar.
6.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

"tangan belum pulih di ajakin panco , yang beneran dong" "ck , pake tangan kanan". "kalah dapat apaan nih ?" "yang kalah traktir makan dong". "kalai gue memang gue cium lo" thea mendengus dia pun mengangguk sebagai jawaban . lagian thea gak mungkin ngebiarin adriell menang di sini . "oke deal". kata thea. mereka berdua pun langsung mengambil posisi mereka satu sama lain saling berhadapan .
8.712.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
LETUP

LETUP

Dan Kaila perlu mempersiapkan pikiran yang cukup jernih demi menghadapi pertanyaan-pertanyaan kurang penting dari Resya. Mendengar jawaban Kaila, Resya lantas menutup buku catatannya lalu menumpukan tangan pada meja. Tubuhnya kini lebih menghadap dan condong ke arah kanan, tempat Kaila berada. “Oke,” gadis itu menelengkan kepala. “Dari skala satu sampe sepuluh, nilai buat tampangnya si Fano-Fano ini berapa?”
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
Red in Us

Red in Us

Ada nama Rendra di sana. “Siapa?” tanya Katha. “Rendra,” jawab Rabu sambil menggeser tombol hijau pada layar. Telepon pun tersambung. Dan dia menyalakan mode loudspeaker. “Kenapa, Ren?” tanya Rabu usai mengucap salam. “Bu, gue punya sebuah keputusan.” Rendar berujar dengan suara mantap di seberang sana. “Keputusan apa?” tanya Rabu dengan kening berkerut. Dia pun melihat ekspresi yang sama muncul di wajah Katha.
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 719 kali sebagai let the right one in
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status