SENYAWA
ucap Varo sambil meletakkan uang di telapak tangan pria tadi dan mengepalkan tangan pria tersebut.
“Makasih, loh, Mas.” Pria tadi tersenyum kemudian menundukkan kepalanya dan pamit dari hadapan Varo.
Varo memperhatikan pria tadi, dari dandanannya Varo bisa menebak bahwa ia adalah pengurus masjid. Saat Varo menoleh lagi ke arah pria tadi yang belum terlalu jauh darinya, ia tercengang. Pria tadi memasukkan beberapa lembar uang yang diberikan Varo kepadanya ke kotak amal masjid, dan menyisakan selembar uang saja untuknya. Varo tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya.
Hot Chapters