author-banner
vrimerose
vrimerose
Author

Novels by vrimerose

100 Hari Menjadi Istri Pengganti

100 Hari Menjadi Istri Pengganti

Nirmala harus menggantikan kakaknya, Paramitha yang kabur di hari pernikahan. Calon suaminya, pangeran Arya tahu dan menghukum keluarga Nirmala: Selama 100 hari, keluarga Nirmala harus mencari Paramitha. Apabila tidak ketemu, maka seluruh keluarga Nirmala akan dihukum mati. Apabila Paramitha ditemukan, maka Nirmala akan diceraikan. Bagaimana kehidupan Nirmala di istana? Mampukah ia bertahan menghadapi arogansi Pangeran Arya dan wanita lain yang selalu ada di hati pangeran itu. Apa yang akan terjadi setelah 100 hari? Akankah Paramitha kembali atau justru kematian yang menunggu Nirmala? #pengantinpengganti #bangsawan #takhta
Read
Chapter: 157 - TAMAT
Pagi-pagi sekali, Yudhistira sudah menyapa Bramantya dengan mengajak sang mantan raja itu sarapan bersama.“Pemandangan di sini sungguh indah. Sepagi ini, bisa melihat matahari terbit dari kediaman jenderal,” puji Bramantya sambil memandang matahari yang mulai menampakkan diri.“Terima kasih, Pangeran. Maafkan saya jika semalam belum menemui Pangeran. Jika boleh saya tahu … apa Pangeran hendak tinggal di Jayastamba? Atau sekadar berkunjung ke negeri kami ini?” Yudhistira bertanya sopan.Berita tentang Bramantya yang menyerahkan takhta pada Arya sudah menyebar sampai ke Jayastamba. Para nelayan atau pun pedagang sudah sering membicarakannya. Ada yang mengasihani Bramantya, tetapi ada juga yang berharap kepemimpinan Arya bisa lebih baik.Bramantya menghela napas berat. Setelah keluar istana, dirinya benar-benar menikmati hidup sebagai rakyat biasa, melakukan banyak hal yang dulu tidak pernah bisa dilakukannya.“Sebenarnya … maksud saya ke Jayastamba adalah mencari seseorang … saya dengar
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: 156 - Kabar dari Amartapura
Tok! Tok!Suara ketukan pintu membangunkan Nirmala. Untuk sesaat, ia merasa linglung. “Bukankah tadi aku sedang bicara dengan Pangeran Bramantya di kamar ini?” tanyanya dalam hati. Kepalanya terasa pusing.Ketukan itu kembali terdengar. “Nirmala … ini aku,” ucap suara dari luar.Mendengar suara Yudhistira, Nirmala menjadi lega. Ternyata kejadian tadi hanyalah mimpi. Tidak mungkin Bramantya berani ke kamar Nirmala. Di depan kamar itu selalu ada penjaga yang diperintahkan Yudhistira untuk menjaga Nirmala.“Kamu sudah pulang? Bukankah kamu akan menginap di istana?” tanya Nirmala setelah membuka pintu dan melihat suaminya berdiri di hadapannya.“Ada sesuatu yang harus kusampaikan padamu.” Yudhistira masuk dan segera mengunci pintu. “Maaf jadi membangunkanmu.”Nirmala menggeleng pelan. “Aku belum lama tidur. Ada Pangeran Bramantya di kamar tamu. Apa pelayan sudah memberitahumu? Maaf karena aku tidak meminta izin terlebih dahulu padamu.”“Tidak apa-apa, Nirmala. Saat aku ke Amartapura, mema
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: 155 - Rindu Terlarang
Nirmala ingin mundur dan berbalik agar tidak menemui dua orang yang tak asing baginya. Namun, pelayan yang berjalan di depannya, langsung membuka suara sehingga kedua orang itu menyadari keberadaan Nirmala yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.“Tenang, Nirmala, mereka tidak akna mengenalimu,” ucap Nirmala dalam hati. Ia melangkah mendekati dua tamu itu.“Maaf mengganggu Nyonya Yudhistira sore hari begini,” ucap salah satu lelaki yang memakai baju biru muda. Pembawaan lelaki itu tetap tidak menghilangkan statusnya yang pernah menjadi raja Amartapura.Nirmala menatap lelaki itu, Bramantya yang juga menatapnya lekat. “Tidak apa-apa, Tuan. Maaf kalau Jenderal sedang tidak ada di sini. Kemungkinan nanti malam baru pulang,” ucap Nirmala sedikit canggung.Bramantya mengangguk, matanya tidak lepas dari kedua mata Nirmala. Seolah-olah ingin mencari tanda yang meyakinkannya kalau wanita di hadapannya adalah Nirmala, wanita yang dicarinya.“Kalau tidak keberatan, kami bermaksud untuk menumpan
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: 154 - Tamu
Bab 154-“Apa yang membuatmu datang ke sini?” tanya Arya begitu Paramitha berdiri di hadapannya. Wanita itu terlihat rapi dan masih cantik seperti trakhir kali Arya melihatnya.“Hamba datang untuk memberi penghormatan kepada Yang Mulia Raja Arya,” ucap Paramitha sembari membungkukkan badannya.Mata Arya menyipit, mencoba menebak apa yang diinginkan perempuan itu. Tidak mungkin Paramitha datang begitu saja hanay untuk memberi salam kepadanya. Apa perempuan itu tidak takut dengan kemarahan Arya?Meskipun Arya sudah menerima Nirmala dan mencintainya, tetap saja ia masih tak terima kalau mengingat Paramitha kabur di hari pernikahan mereka.“Apa yang kamu inginkan setelah dulu kabur karena tidak ingin menikah denganku, Nona Paramitha?” tanya Arya dengan wajah tanpa senyuman. Sorot matanya tajam penuh intimidasi.Perlahan, Paramitha menegakkan badannya, senyum tipis terukir di wajahnya yang cantik, walau ada sedikit gurat kecemasan di kedua matanya. Ia tahu betul pertanyaan itu pasti akan
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: 153 - Paramitha?
Tiga bulan telah berlalu setelah penobatan Arya menjadi Raja. Sempat terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh para pendukung Bramantya, tetapi bisa Arya hadapi dan menangkap pelakunya.Fraksi kanan sudah menyatakan diri bergabung dengan Arya, hal itu membuat kepemimpinan Arya semakin kuat.“Yang Mulia, petisi yang meminta Anda mundur sudha berkurang. Rakyat sudah mulai menerima Yang Mulia dna merasakan perubahan ke arah yang lebih baik,” ucap Prama yang sedang menemani Arya membaca laporan.Tiga bulan ini, Arya melakukan perombakan di dalam jajaran pemerintahan. Beberapa menteri fraksi kanan yang terbukti bersih tetap ia pertahankan untuk menjaga keseimbangan, sementara posisi-posisi penting lainnya kini diisi oleh orang-orang kepercayaannya dari fraksi kiri dan para petinggi aliansi gunung.Di bawah kepemimpinannya yang tegas dan tanpa kompromi, Amartapura yang semula goyah pasca-kudeta perlahan mulai stabil. Rakyat yang awalnya cemas kini bisa bernapas lega karena roda ekonomi dan k
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: 152 - Penobatan
Penobatan Arya sebagai raja baru di Amartapura, harus dihiasi duka karena kematian Ibu Suri. Tadi pagi, saat pelayan hendak membangunkan Ibu Suri, wanita itu sudah tergeletak tak bernyawa di pembaringan.Bramantya tak menyangka kalau sang ibu lebih memilih mengakhiri hidup daripada menyerahkan diri. Ia merasa telah gagal menjadi raja dan juga gagal menjadi anak. Hidupnya kini berubah dalam semalam.“Acara penobatan akan dilakukan setelah pemakaman Ibu Suri,” ucap Arya. Ia memakai baju berkabung yang sama seperti Bramantya. Kini, hanya tersisa mereka berdua pewaris kerajaan ini. Perlahan, istana semakin sunyi karena penghuninya pergi satu per satu.“Terima kasih karena kamu mau mendahulukan pemakaman ibuku,” sahut Bramantya. Meski berusaha tegar, matanya terlihat berkaca-kaca.Tak ada anak yang baik-baik saja ditinggalkan oleh orang tuanya. Ia bisa membayangkan bagaimana dulu Arya kecil harus menangis sendirian saat tahu ibunya meninggal. Tanpa pernah melihat jasadnya.Meski tak dibena
Last Updated: 2026-05-18
Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti

Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti

“Pernikahan kita hanya formalitas saja. Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu, Irish.” Setelah menyaksikan pengkhianatan kekasihnya, Jane tertabrak mobil dan bertransmigrasi ke dalam tubuh Irish, wanita kejam yang ditakdirkan mati di tangan suaminya, Leon. Leon membenci Irish, sementara Jane hanya ingin melarikan diri demi menyelamatkan hidupnya. Namun, ketika Jane membalikkan keadaan dengan menuntut kebebasan yang sama untuk mencari pria lain, Kapten Leon yang kaku justru mulai terusik oleh pesona baru istrinya yang dianggap asing.
Read
Chapter: 51 - Hadiah
Bab 51-“Sandiwaramu sungguh bagus, Leon,” cibir Irish menoleh pada Leon saat mereka telah meninggalkan ruangan itu. Dia sangat lega karena sang ayah tidak akan memaksanya untuk menikah dengan Tuan Harrington.“Sepertinya kamu salah paham, Irish. Aku tidak bersandiwara.” Leon meyejajarkan langkah Irish yang berjalan cepat di depannya.Sebelum keluar ruangan, Tuan Arlo menyuruh Irish dan Leon untuk menemui Ratu. Katanya, ada yang ingin Ratu sampaikan terkait kejadian semalam.Irish menoleh sekilas, mengerutkan dahi dan menatap Leon penuh selidik. “Jangan katakan kalau kamu benar-benar jatuh cinta padaku, Leon. Aku tidak mengharapkan itu. Kamu sudah memiliki kekasih, begitu juga denganku. Mari kita lanjutkan pernikahan formalitas ini dengan damai. Aku akan mencabut gugatan pembatalan pernikahan kita, dan sebagai imbalannya … jangan melarangku melakukan apa pun yang kuinginkan.”Setelah mengatakan itu, Irish melanjutkan langkahnya. Leon segera mengejar Irish. Saat sudah dekat, dia menar
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: 50 - Janji
Irish dan Leon terus melangkah menuju paviliun paling ujung. Langkah kaki mereka menelusuri koridor yang panjang di istana samping. Meski hari libur, tampak beberapa petugas yang berlalu lalang. Ada juga para kerabat kerajaan dari luar kota yang menginap di istana setelah pesta semalam.Begitu tiba di depan ruangan Kanselir Arlo, Irish langsung membuka pintu. Di dalam, kedua orang tua Irish sudah menunggu. Kanselir Arlo tampak tak senang saat tahu kalau Irish tak datang sendiri. Wajahnya yang dari tadi menahan kesal, tampak semakin masam.Irish langsung masuk dan menyapa kedua orang tuanya singkat. Leon yang mengikuti dari belakang, hanya mengangguk dan berdiri di samping Irish.“Kemasi barangmu sekarang. Siang ini kamu harus ikut kami pulang dan menyelesaikan pembatalan pernikahanmu,” ujar Kanselir Arlo dengan suara lantang. “Sudah cukup kamu mempermalukan keluarga kita, Irish. Setelah pembatalan selesai, kamu akan segera menikah dengan Tuan Harrington. Jangan membantah lagi!”Kata-ka
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: 49 - Kepergok
Matahari sudah bersinar cerah saat Irish membuka mata. Sebuah tangan yang melingkar di perutnya membuat Irish terkesiap. Dia menoleh perlahan ke samping. Wajah tampan Leon yang terlelap begitu dekat dengannya. Embusan napas teratur sang kapten menyapu lembut pucuk kepalanya.Mengingat apa yang terjadi semalam, kening Irish berkerut. Rasa pusing yang berdenyut di pelipisnya seketika menyadarkan Irish akan kebodohannya sendiri. Dia ingat rasa manis anggur ungu yang diberikan Tuan Harrington di balkon, ingatan samar tentang tatapan lapar pria paruh baya itu, lalu ... suara bentakan seseorang sebelum semuanya menggelap.Irish berusaha menggeser lengan kekar Leon yang mengunci pinggangnya, namun gerakan kecil itu justru membuat pelukan sang suami semakin mengerat. Leon melenguh pelan, lalu perlahan membuka kelopak matanya dan langsung menatap lurus pada Irish.“Sudah bangun?” seru Leon serak. Alih-alih melepaskan tangannya, Leon justru menarik tubuh Irish sedikit merapat.“Lepaskan, Leon,
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: 48 - Bicara
Kereta kuda itu berjalan menuju rumah dinas. Sepanjang jalan, Irish yang sudah tak sadarkan diri, tertidur di bahu Julian. Sama sekali tidak terusik dengan kehebohan yang telah terjadi.Sementara itu, setelah Julian membawa Irish pergi, Leon kembali ke dalam istana untuk mengambil pakaian Irish yang basah. Suasana pesta sudah kembali meriah, seolah-olah yang terjadi beberapa menit lalu tak mengganggu berlangsungnya acara sang Ratu.Akan tetapi, bisik-bisik dan dugaan para tamu mulai bermunculan liar. Masing-masing menerka berbagai kemungkinan yang terjadi antara Irish, Leon, Julian dan Celia.Leon segera menuju kudanya. Dia akan menyusul Julian dan membawa Irish pulang. Saat sudah berada di halaman luar, Celia datang menghampiri Leon dengan wajah pucat.“Kapten Leon, maafkan kelancanganku yang memintamu untuk berdansa,” ujar Celia dengan mata berkaca-kaca, “seharusnya aku bisa menahan diri untuk berdansa denganmu. Maafkan aku karena menganggap kalau kita bisa berdansa dengan bebas sep
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: 47 - Mabuk
Julian berlari menghampiri Irish yang tidak sadar dengan apa yang dilakukan Tuan Harrington. Dengan satu hentakan, Julian menarik tubuh Irish hingga terhuyung. Tangannya memegang erat pergelangan tangan Irish agar berdiri di sampingnya.Julian menatap Tuan Harrington dengan kilatan amarah yang membara. Rahangnya mengeras, urat-urat di lehernya menegang menahan dorongan untuk melayangkan tinju ke wajah bangsawan paruh baya itu.“Jaga perilaku Anda, Tuan Harrington!” seru Julian penuh amarah. Tangannya mengepal, siap melayangkan pukulan pada lelaki di hadapannya itu. Namun, pikirannya masih waras, Julian tidak ingin membuat masalah dengan keluarga kerajaan.Bukannya merasa bersalah, Tuan Harrington justru tertawa kencang. Dia merapikan jubah luarnya dan menatap Julian dengan angkuh. “Seharusnya Anda tidak ikut campur dan mengganggu waktuku dengan Lady Irish. Kami sedang berdansa dan menikmati pesta. Serahkan Lady Irish! Saya akan mengantarnya pulang,” ucap Tuan Harrington yang kesal kar
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: 46 - Dansa
Tak mendapat jawaban dari Leon, Irish menyimpulkan kalau dugaannya itu benar. Gaun biru muda itu memang untuk Celia. Dadanya semakin bergejolak mengetahui Leon tak membantah sama sekali.“Jangan pernah melakukan hal itu lagi, Leon. Aku tidak akan pernah menjadi Celia, dan tidak ingin menjadi wanita mana pun. Aku adalah diriku seperti ini. Jika kamu tidak bisa menerimaku, jangan memaksaku menjadi seperti wanita lain yang kamu inginkan,” lirih Irish dengan tatapan tajam ke depan.Leon memandang wajah Irish dari samping. Ada kilat ketegasan bercampur kesal yang kentara di wajah sang istri. Bahkan, saat ini Irish seperti tak sudi untuk menoleh pada Leon. Padahal mereka sedang berdiri berdampingan dan sangat dekat.Ingin sekali Leon menarik tubuh Irish dan membawanya ke tempat yang tenang untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Gaun biru itu murni dia pesan untuk Irish. Leon sengaja memilih model kerah tertutup karena tak ingin leher dan bahu Irish terlihat lelaki lain. Jika model g
Last Updated: 2026-08-31
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status