author-banner
vrimerose
vrimerose
Author

Novels by vrimerose

100 Hari Menjadi Istri Pengganti

100 Hari Menjadi Istri Pengganti

Nirmala harus menggantikan kakaknya, Paramitha yang kabur di hari pernikahan. Calon suaminya, pangeran Arya tahu dan menghukum keluarga Nirmala: Selama 100 hari, keluarga Nirmala harus mencari Paramitha. Apabila tidak ketemu, maka seluruh keluarga Nirmala akan dihukum mati. Apabila Paramitha ditemukan, maka Nirmala akan diceraikan. Bagaimana kehidupan Nirmala di istana? Mampukah ia bertahan menghadapi arogansi Pangeran Arya dan wanita lain yang selalu ada di hati pangeran itu. Apa yang akan terjadi setelah 100 hari? Akankah Paramitha kembali atau justru kematian yang menunggu Nirmala? #pengantinpengganti #bangsawan #takhta
Read
Chapter: Bab 75 - Tak Sama
Tepat setelah cambukan ke-20, Wistara tak sadarkan diri. Alih-alih iba, Arya yang melihatnya justru semakin murka. Ia membayangkan saat Nirmala duduk di kursi pesakitan dan menerima cambukan. Apa yang diterima Wistara belum seberapa dibanding dengan penderitaan yang dialami Nirmala.“Bawa ia ke ruang tahanan!” seru Arya. “Obati lukanya. Pastikan ia hidup untuk menerima cambukan besok. Setiap hari, beri 20 kali cambukan, hingga genap seribu sampai hari ke-50.”Kepala Tahanan yang mendengarnya langsung menerima perintah dengan sikap tegap. “Kami akan melakukan perintah Anda, Pangeran.”Arya kemudian melangkah menuju ruangannya. Ia menatap ruangan berisi sebuah meja di depan dan beberapa meja yang dibuat melingkar. Kalau bukan karena Nirmala, mungkin Arya tidak pernah terpikirkan untuk masuk ke ruangan peradilan ini. Beberapa bukti kematian ibunya sudah ia dapatkan dari orang-orang di pemukiman pegunungan. Mereka mencari informasi dari mulut ke mulut. Namun, Arya tahu bukti sesungguhnya
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: Bab 74 - Hukuman
“Setelah melakukan penyelidikan kembali terhadap kejadian Putri Nirmala, maka Yang Mulia Raja memutuskan bahwa itu bukanlah kejahatan ….” Sekretaris Kerajaan membacakan keputusan Raja di hadapan para menteri. Ketiga pangeran berdiri sejajar paling depan. Ini adalah rapat pertama bagi Arya. Tadi, sebelum matahari terbit, dirinya baru sampai ke istana bersama utusan Putra Mahkota.Suasana hening menyelimuti aula besar itu. Semua orang menunggu pengumuman selanjutnya. Kalau Putri Nirmala tidak bersalah, maka pihak yang melaporkan dan memberi hukuman semena-mena harus diberi sanksi.Wajah Wistara sudah pucat. Ia hanya bisa menunduk menerima tatapan tajam dari sang raja. Para menteri juga melirik ke arahnya, ia benar-benar tidak punya wajah saat ini. Fraksi kanan benar-benar telah membuangnya.“... dan membebaskan Putri Nirmala dari segala tuduhan. Adapun kepada Pejabat Wistara yang telah membuat tuduhan palsu, akan dihukum dengan hukuman cambuk seratus kali dan diturunkan jabatannya dari
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 73 - Tunggu Aku
Nirmala terbangun saat hari semakin gelap. Di ruangan itu hanya ada sebuah lentera kecil yang menyinari. Cahaya redupnya tak mampu menerangi seluruh ruangan. Pemandangan yang biasa ia temui saat masih di rumahnya.“Kamu sudah bangun?” Suara Arya membuat Nirmala menengok ke arah kursi. Di sana, Arya sedang duduk ditemani secangkir teh.Nirmala merasa punggungnya sedikit berat, ada selimut tebal yang menyelimuti tubuhnya. Ia merapikan baju belakangnya di balik selimut sebelum mengangkat kepala dan duduk di pinggir ranjang.Meski tidak sebesar tempat tidur di istana, ranjang itu cukup untuk dua orang dengan posisi yang saling rapat. Gerakan perempuan itu tak luput dari perhatian Arya. Dengan rambut sedikit berantakan dan wajah polos tanpa riasan, Nirmala membuat gairah sang pangeran perlahan bangkit.“Sepertinya aku tidur sangat lama, sampai tidak sadar kalau Daya sudah pergi.” Nirmala coba mencairkan kecanggungan di ruangan itu.Sejak bertemu lagi dengan Arya, Nirmala merasa dadanya jad
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: Bab 72 - Gangguan
Wangi tubuh Nirmala yang beberapa hari ini Arya rindukan, menyelusup ke dalam indra penciumannya. Memberi ketenangan dan juga gairah yang tak mungkin dihentikan. Mereka masih memakai pakaian lengkap karena Arya tak ingin buru-buru. Ia memiliki banyak waktu untuk menyentuh istrinya itu. Tok! Tok! Tok!Suara ketukan pintu seketika membuat sepasang manusia itu terdiam. Mereka lupa kalau mereka bukan di kediaman Arya yang bisa bebas tanpa gangguan. Di pemukiman kecil ini, orang-orang terbiasa berkunjung ke rumah satu sama lain.“Pangeran, sudah waktunya mengobati luka Nona Nirmala.” Suara Daya di luar pintu.Tiba-tiba, Arya langsung mendorong tubuh Nirmala hingga terjatuh dari ranjang. Ia mengabaikan suara rintihan kecil perempuan itu. Arya melangkah menuju pintu.“Apa harus sekarang?” tanya Arya dingin begitu membuka pintu dan melihat Daya berdiri di hadapannya dengan membawa obat-obatan.“Kenapa? Apa aku mengganggumu? Meskipun kalian suami istri, bukankah masih terlalu siang untuk sali
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: 71 - Pertemuan (2)
“Bagaimana Pangeran bisa ada di sini?” Nirmala masih tak percaya kalau lelaki di hadapannya adalah Arya. “Bukankah Seharusnya Pangeran ke Jayastamba?”“Kenapa? Apa kamu tidak senang bertemu denganku?” Arya menatap Nirmala datar. Harusnya ia langsung memeluk perempuan di hadapannya itu, bersyukur karena akhirnya bisa menemukan Nirmala.“Bu-bukan begitu, Pangeran.” Nirmala merasa serba salah. Ia hanya tak menyangka akan bertemu Arya di sini, di atas gunung. “Apakah … penduduk di pemukiman ini adalah orang-orang Pangeran?Nirmala teringat ucapan Daya yang mengatakan kalau pemimpin di sini adalah seseorang dari istana. Sepertinya itu adalah Arya. Mengabaikan pertanyaan Nirmala, Arya menarik tangan perempuan itu dan membawanya ke sebuah bangunan kayu yang berada di paling ujung. Saat masuk, Nirmala melihat ada ranjang dan kursi. Tempat itu juga lebih besar dari rumah Daya.“Ini tempat tinggalku di sini. Kamu bisa menggunakannya … hanya untuk sementara, karena setelah lukamu sembuh, kita h
Last Updated: 2026-03-02
Chapter: 70 - Pertemuan
Sudah tiga hari Arya tinggal sementara di kedai hiburan untuk mencari Nirmala. Belum ada jejak ke mana perginya perempuan itu. Petugas istana pun mengabarkan kalau Nirmala belum kembali.Arya mulai menduga kalau Nirmala sengaja kabur dari istana. Namun, bukan berarti ia melarikan diri dari hukuman, dari awal Arya yakin kalau Nirmala tidak bersalah. Kemungkinan yang masuk akal adalah, Nirmala kabur dari istana untuk hidup bebas dan pergi sebelum perjanjian seratus hari selesai. Jika itu yang terjadi, Arya tidak akan mengampuni Nirmala dan akan mencarinya sampai ketemu.“Pangeran, lebih baik Anda kembali ke istana. Biar petugas yang mencari di sini,” ucap Prama yang dua hari lalu menemui Arya.Dari Prama pula, Arya tahu bagaimana Anila berusaha mengabari Putra Mahkota untuk meminta bantuan. Arya menyesal, andai saja ia tidak ikut mengantar rombongan Jayastamba, mungkin Nirmala masih ada di istana.“Saya benar-benar tidak tahu kalau Putri Nirmala yang dimaksud Anila adalah istri Pangera
Last Updated: 2026-03-01
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status