author-banner
vevenulis
vevenulis
Author

Novels by vevenulis

AKU MENYAMAR JADI MAID DI MANOR HANTU

AKU MENYAMAR JADI MAID DI MANOR HANTU

"Di rumah ini, kau punya dua pilihan: mati membusuk atau mematuhi rahasia sang Tuan Tanah." Menjadi pelayan di Manor Weatherwoods adalah keputusan paling gila yang pernah diambil Caelia. Rumah tua itu tak hanya miskin dan hantu, tapi juga dipimpin oleh Tuan Tanah berwujud telur yang bisa meledak sewaktu-waktu jika rahasianya terbongkar!
Read
Chapter: 017 : Luka Bakar dan Sumpah yang Mulai Retak
Dapur manor hanya diterangi satu lampu minyak yang sumbunya mulai menghitam. Cahaya temaram menari di dinding kayu, menciptakan bayangan panjang yang meliuk seperti hantu yang tidak diundang. Bau mesiu dan hangus yang menempel pada pakaian mereka masih tertinggal, bercampur dengan aroma tajam antiseptik yang Caelia keluarkan dari lemari penyimpanan.Lucian duduk di kursi kayu dengan kaki terentang, bersandar pada meja dapur yang permukaannya sudah tergores oleh pisau koki selama bertahun-tahun. Lengan kemejanya digulung hingga siku, memperlihatkan kulit pucat yang kini dihiasi bercak merah keunguan dan lepuhan bakar akibat sihir api lawan.Caelia meletakkan baskom berisi air hangat dan kain perban kasar di atas meja. Bunyi denting porselen baskom yang beradu dengan kayu memecah keheningan. Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Gerakannya presisi, dingin, dan efisien."Jika kau ingin memotong tanganku, lakukan saja dengan cepat. Tidak perlu menyiksa dengan air hangat itu," Lucian meny
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: 016 : Penyergapan Dini Hari dan Pertahanan Lapisan Pertama
Pukul 03.00 pagi. Waktu di mana dunia seharusnya mati dalam keheningan, Manor Weatherwoods justru meledak dalam kekacauan.Dentuman keras mengoyak udara malam. Pagar besi di sisi timur manor terbang menghantam tanah, menciptakan dentang logam yang memekakkan telinga. Debu mengepul, membawa aroma mesiu dan besi hangus yang menusuk hidung. Bayangan-bayangan hitam merangsek masuk—dua belas pria berzirah rantai ringan, bergerak dengan sinkronisasi predator."Valerie! Tetap di ruang bawah tanah. Kunci segelnya dari dalam dan jangan buka pintu apa pun yang terjadi!"Caelia tidak menunggu jawaban. Ia memutar tubuh di balkon lantai dua, menggenggam sebilah pedang latihan dari kayu ek padat yang ia ambil dari gudang beberapa jam lalu. Berat senjata itu memuaskan di tangannya. Dingin, padat, dan mematikan.Ia melompat.Tubuhnya melayang di udara,
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: 015 : Penyelidikan Ganda di Perpustakaan Terlarang
Lantai lorong sayap utara manor itu sedingin es. Debu setebal lapisan salju menutupi permukaan batu, tidak terganggu oleh sapu pelayan selama puluhan tahun. Caelia berdiri di depan pintu kayu ek yang menjulang, dihiasi ukiran naga yang mulutnya terbuka lebar, seolah menolak siapa pun yang berani masuk.Lucian berdiri dua langkah di belakang, tangannya bersedekap di dada. Cahaya lilin yang ia pegang menari-nari, memantulkan bayangan panjang di dinding."Sejarah keluarga Weatherwoods bukan sekadar dongeng pengantar tidur," Lucian berbisik. "Keluarga itu menyegel perpustakaan ini dengan sisa darah terakhir sang komandan. Jika kau bukan keturunan langsung atau memegang segel komandan, pintu itu akan merobek tanganmu sebelum kau sempat menyentuh gagang kunci."Caelia tidak menoleh. Ia menarik belati kecil dari balik manset jasnya. Ujung tajamnya mengiris ibu jari kiri dengan gerakan efisie
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: 014 : Retakan Pertama di Cangkang Telur
Manor Weatherwoods menelan langkah kaki mereka dengan keheningan yang menyesakkan. Udara malam yang biasanya dingin dan lembap kini terasa kering, dipenuhi aroma ozon yang menusuk hidung—tanda jelas adanya kebocoran sihir murni dalam skala besar. Caelia melepaskan pegangan pada gagang pedangnya, namun jari-jarinya tetap siap di dekat saku celemek, tempat ia menyembunyikan sisa ramuan penstabil."Kau merasakannya?" Lucian berhenti di tengah aula utama. Ia memiringkan kepala, telinganya bergerak tipis, seolah menangkap frekuensi suara yang tidak bisa didengar manusia biasa.Caelia tidak menjawab. Ia merasakan getaran merambat dari tulang tumit hingga ke tengkorak. Lantai kayu di bawah mereka mengerang, seolah-olah fondasi bangunan itu sedang dipaksa menahan beban yang jauh melampaui kapasitasnya. Tanpa peringatan, seluruh lampu minyak di lorong padam secara bersamaan. Kegelapan pekat menyelimuti mereka, pekat dan dingin."Bawah tanah," Caelia meluncur menuju pintu masuk ruang bawah tana
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: 013 : Ancaman Kereta Kuda dan Aliansi Terselubung
Roda kereta berguncang keras saat melindas lubang di jalanan berbatu menuju pinggiran kota. Caelia menyandarkan punggung pada dinding kabin yang sempit. Korset penekan dada itu terasa seperti jeratan yang perlahan menghentikan aliran napasnya. Ia masih mengenakan pakaian pria, jubahnya tergeletak di samping tempat duduk.Kabin kereta tiba-tiba berderit. Pintu yang terkunci dari luar terbuka dengan sentakan paksa. Sesosok bayangan meluncur masuk seolah-olah ia adalah bagian dari kegelapan itu sendiri.Lucian De Eris duduk di hadapan Caelia. Ia tidak terlihat seperti baru saja melompati atap kereta yang sedang melaju. Kemejanya tetap rapi. Rambut birunya tersisir sempurna. Ia memegang cangkir porselen berisi teh mengepul, seolah ia baru saja duduk di ruang tamu Manor Eshla, bukan di tengah kereta sewaan yang bau debu.Caelia tidak membuang waktu. Dalam satu gerakan kilat yang nyaris tak kasat mata, ia menghunus belati dari balik manset jasnya. Ujung tajam belati itu menempel tepat di na
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: 012: Pertemuan dengan Sang Mantan Sahabat
Suasana aula sidang membeku. Debu-debu yang beterbangan di bawah sinar cahaya lampu gantung kristal tampak berhenti bergerak. Hanya detak jam dinding besar di sudut ruangan yang memecah keheningan, terdengar seperti palu yang menghantam landasan besi.Grand Duke Raphael Von Vaelen berdiri satu langkah di depan podium. Bayangannya jatuh menutupi tubuh Caelia, menciptakan kepungan kegelapan yang menyesakkan. Pria itu tidak berkedip. Matanya yang kelelahan—dihiasi lingkaran hitam yang menceritakan malam-malam tanpa tidur—terkunci pada cincin segel di jari telunjuk Caelia."Desain ini," suara Raphael rendah, bergetar di sela napas yang tertahan. "Sudah lama aku tidak melihatnya. Terakhir kali benda ini ada di medan tempur Pulau Quin."Caelia mengeraskan rahang di balik kerah jas yang tinggi. Korset penekan dada membuatnya sulit menghirup oksigen, namun ia memaksa paru-parunya bekerja dengan ritme stabil. Ia tidak boleh gemetar. Ia adalah Viscount Weatherwoods. Ia adalah orang asing. Ia ad
Last Updated: 2026-09-21
TOXIC (INDONESIA)

TOXIC (INDONESIA)

"We called it love, but it hurts me."Zia tidak pernah menyangka bahwa kisah cinta yang awalnya manis lantas berubah menjadi suatu hubungan 'toxic'. Antara tetap mencintai Eza atau mencintai dirinya sendiri, Zia harus memilih.
Read
Chapter: Part 15: Pulang Sekarang!
Ponsel Zia terus berdering sepanjang dia mengerjakan tugas Aljabar Linear Elementar.“Angkat dulu ponselmu Zi, kayaknya bordering terus itu. Siapa tau penting?” ujar Elang kepada Zia.Merasa apa yang diusulkan oleh Elang benar, Zia menganggukkan kepalanya dan menarik ponsel dari atas mejanya. “Aku angkat dulu y
Last Updated: 2020-11-01
Chapter: Part 14: Story Gea
Lima bulan kemudian ...“Iya, iya. Ini aku lagi makan, kok! Kamu juga jangan lupa makan, ya!”Zia sibuk menuangkan bubuk oat ke dalam mangkuk, kemudian menyeduhnya dengan segelas air susu hangat. Ia mengaduk perlahan isi dalam mangkuk tersebut, sementara ia mengapitkan ponselnya di antara bahu kanan dan telinganya.
Last Updated: 2020-09-07
Chapter: Part 13: Tentang Eza
“Dia sudah banyak terluka sejak kecil.” Bayu menyelesaikan kalimatnya. “Mamanya pergi meninggalkan dia dan Papanya untuk laki-laki lain, sementara Papanya harus terpuruk selama bertahun-tahun dan tak jarang melampiaskan amarah kepadanya.”“Baik verbal maupun fisik, dia menerima semuanya. Dia menerima amukan yang Papanya layangkan untuk Mamanya, dia menerima pukulan yang tak seharusnya dia terima. Dia sudah menderita sejak kecil. Tapi ... akhir-akhir ini sepertinya dia bahagia.”
Last Updated: 2020-09-07
Chapter: Part 12: LDR?
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE
Last Updated: 2020-09-05
Chapter: Part 11: Melepas Kutukan Jomblo
Keduanya terkekeh mendengar ucapan Eza.“Abis ini ada kelas, ga?” tanya Eza.Zia menggelengkan kepalanya. “Ga ada, kan hari ini cuma dua makul aja.”“Oh, ya udah.
Last Updated: 2020-09-05
Chapter: Part 10: Kita Jadian, Nih?
Zia berhenti mengerjakan kalkulus di hadapannya, menggantinya dengan layar ponsel yang sedang digunakan olehnya.Satu pesan baru dari Eza.E Z A : Zi, lagi sibuk?Zia Anastasya : Ngga, kenapa?
Last Updated: 2020-09-05
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status