author-banner
Cassian Story
Cassian Story
Author

Novels by Cassian Story

Gairah Membara Paman Tunanganku

Gairah Membara Paman Tunanganku

Serena Collins bekerja di sebuah perusahaan ternama di London. Hidupnya terasa sempurna, apalagi ia memiliki kekasih bernama Ethan. Namun, segalanya hancur ketika Serena mendapati penghianatan Ethan dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kepedihan itu, Serena justru terjerat dalam sebuah perjanjian dengan Steave Alexander, Presdir karismatik sekaligus paman Ethan. Awalnya hanya demi keuntungan masing-masing, tapi perlahan muncul hasrat yang tak terbendung di antara mereka. Mampukah Serena bertahan menghadapi permainan hati yang penuh resiko, atau justru menemukan cinta sejatinya di tempat yang tak terduga?
Read
Chapter: BAB 319
Bandara malam itu dipenuhi lalu lalang penumpang. Namun di sudut khusus keberangkatan, suasana terasa lebih intim.Serena memeluk Luna dengan hati-hati, tangannya mengusap punggung menantunya penuh kasih. “Jaga diri baik-baik, ya. Jangan terlalu lelah,” ucapnya. Luna mengangguk patuh. “Iya, Bu.”Serena lalu menoleh ke arah Rion. Tatapannya berubah sedikit tegas, khas seorang ibu. “Kamu juga. Jangan terlalu keras kepala.”Rion mengangguk paham. “Iya, Bu.”Sementara itu, Steave berdiri di depan Leo yang sedang menggendong Azzura yang tidak bisa diam.“Awas kamu,” ujar Steve setengah mengancam, tapi dengan nada bercanda. “Kalau Azzura jatuh lagi dan terus menangis–”“Iya Ayah! Intruksi diterima!” Leo langsung panik. “Aku akan menjaga princess Whitmore dengan baik.”Steave mendengus, lalu mengusap kepala Azzura yang malah tertawa tanpa mengerti apa-apa. “Kamu bisa perintahkan apa saja pada Om-mu,” gumamnya pada sang cucu. Leo memutar mata kesal, kalau ayahnya tidak menjanjikan bahwa ia
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: BAB 318
Beberapa hari setelah malam itu, suasana megah menyelimuti sebuah hotel bintang lima di pusat London.Resepsi pernikahan yang selama ini tertunda akhirnya digelar.Aula besar itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan, dihiasi bunga-bunga segar yang elegan. Tamu undangan datang dari berbagai kalangan pebisnis besar, relasi internasioal, hingga keluarga dekat. Jumlahnya bukan lagi kalanga, tapi hampir mencapai ribuan.Di atas pelaminan, Rion dan Luna berdiri berdampingan.Luna tampak begitu anggun dalam balutan gaun putih panjang yang menjuntai sempurna. Senyumnya tidak pernah lepas, dan matanya berbinar penuh kebahagiaan.Sementara di sampingnya, Rion berdiri tegap dengan setelan jas elegan. Wajahnya tetap tenang seperti biasa, tapi sesekali sudut bibirnya terangkat saat menatap istrinya.Tangannya tidak pernah lepas dari Luna.“Kamu capek?” tanya Rion sedikit menunduk ke arah Luna.Luna menggeleng sambil tersenyum. “Tidak. Aku sangat senang.”Rion menatapnya beberapa detik le
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: BAB 317
Di ruang keluarga, Serena tampak duduk santai di sofa sambil memangku Azzura. Tangan wanita itu dengan sabar menggoyangkan mainan kecil, membuat balita mungil itu tertawa riang tanpa henti.“Pintarnya,” ujar Serena, matanya penuh kasih.Azzura merespons dengan suara celoteh yang belum jelas, tetapi cukup membuat Serena semakin gemas. Ia mengecup pipi kecil itu berkali-kali.Kemudian, ia mendengar langkah kaki yang mendekat, Serena menoleh, lalu mendapati Luna berdiri tidak jauh dari sana. Wajah menantunya itu tampak berbeda, dan sedikit gugup, bahkan cenderung malu.“Luna?” panggil Serena. “Ada yang kamu butuhkan?”Luna menggigit bibir bawahnya sebentar, ragu untuk berbicara. Tangannya saling menggenggam, terlihat sedang menahan rasa canggung.“Ibu…” suaranya sekecil mungkin. “Ya?” Serena tersenyum, menunggu dengan sabar.Luna menarik napas, lalu akhirnya memberanikan diri. “Malam ini… apakah Ibu bisa menjaga Azzura?”Serena terdiam sepersekian detik, lalu matanya langsung menyipit p
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: BAB 316
Selesai makan malam, Luna mengganti lampu kamar dengan lampu tidur yang lebih gelap. Azzura akhirnya tertidur setelah cukup lama bermain lagi di atas tempat tidur. Napas kecilnya terdengar teratur, dan wajah mungilnya tampak damai. Luna mengelus kepala putrinya sebelum berdiri. Ia melangkah keluar kamar, menutup pintu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.Tubuhnya terasa lelah. Hari ini cukup panjang, jadi ia berniat mandi sebentar untuk merilekskan diri.Namun, baru saja ia tiba di dalam kamar mereka, dua tangan tiba-tiba melingkar dari belakang melingkupi pinggangnya.Luna tersentak dan tubuhnya sempat menegang. “Rion?!” ucapnya kaget.Napas hangat menyentuh lehernya. “Hemm.”Suara rendah itu langsung membuat tubuh Luna melemas. “Kamu ini,” gumamnya, tangannya menyentuh lengan Rion yang masih memeluknya erat.Rion semakin mendekat. Wajahnya bersandar di bahu istrinya. Ia benar-benar lelah.“Kapan pulang?” tanya Luna. “Dari tadi.”Luna tersenyum kecil. “Kenapa tidak bila
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: BAB 315
Beberapa bulan kemudian…Suasana terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Rion membawa Luna dan anaknya untuk tinggal kembali di mansion karena Serena terus memohon, dan Rion tidak tega melihat ibunya. Tawa kecil bercampur teriakan riang memenuhi ruangan, membuat siapa pun yang ada di sana sulit untuk tidak ikut tersenyum.Di tengah ruang keluarga, seorang bocah kecil dengan langkah belum sempurna berlari ke sana kemari.“Azzura, pelan-pelan!” seru Leo yang sudah mulai kewalahan.Namun bocah perempuan itu sama sekali tidak berhenti.nKakinya yang mungil terus melangkah cepat, sesekali hampir tersandung karpet, lalu.. Bruk!Ia terjatuh.Semua orang refleks menoleh.Luna yang duduk di sofa langsung menegakkan tubuhnya, tapi belum sempat berdiri, Serena sudah lebih dulu menahan tangannya.“Biarkan saja,” ujar Serena lembut. “Tidak apa-apa.”Luna menggigit bibirnya menahan diri.Sementara itu, Azzura hanya diam satu detik lalu tertawa. Ia bangkit lagi, lalu kembali berlari.“Lihat kan?” gu
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: BAB 314
Ruangan VIP yang ditempati Luna mulai di penuhi aroma makanan yang baru datang. Luna tengah bersandar lemah di ranjang dengan wajah pucat, tapi jauh lebih tenang dibanding beberapa jam lalu.Serena duduk di samping ranjang, memegang mangkuk sup. Dengan penuh perhatian, ia meniupnya sebelum menyuapkan ke arah Luna. “Pelan-pelan, saja,” ucapnya. Luna sempat ragu, matanya melirik ke arah Rion sekilas, seolah meminta izin. Rion yang berdiri tak jauh dari sana hanya mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari tablet di tangannya. Bukannya apa, ia masih bingung harus bagaimana setelah status barunya di akui ibu mertuanya. “Buka mulutmu,” kata Serena.Luna akhirnya mengikuti, menerima suapan itu. “Terima kasih… Bu,” ucapnya malu-malu.“Kamu tidak perlu sungkan. Mulai sekarang, kamu bagian dari keluarga ini,” ujar Serena. Ucapan itu membuat dada Luna terasa hangat. Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, hampir membuatnya ingin menangis.Di sisi lain ruangan, Rion berdiri
Last Updated: 2026-03-29
Kehidupan Kedua: Ku Pilih Sang Penguasa

Kehidupan Kedua: Ku Pilih Sang Penguasa

Livia Montesinos seharusnya hidup sebagai pewaris tunggal keluarga terkaya. Namun takdir merampas segalanya sejak ia masih bayi, membuangnya ke pulau terpencil dan dibesarkan dalam keterbatasan. Di sanalah ia menyelamatkan seorang pria asing yang nyaris mati, Alessandro De Luca, sosok berbahaya yang menguasai dunia gelap. Tanpa ia sadari, satu tindakan itu mengikat takdir mereka selamanya. Ketika akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, Livia justru terjebak dalam kehidupan penuh kepalsuan. Ia direndahkan, diabaikan, dan dipermainkan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. Buta oleh cinta, ia memilih menikahi Santiago Torres, pria yang ternyata hanya menginginkan hartanya. Suaminya berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Mereka menertawakannya, lalu membunuhnya tanpa ampun. Namun kematian bukanlah akhir. Livia membuka mata pada masa sebelum semuanya hancur. Kali ini, ia takkan menjadi gadis naif yang sama. Ia akan membalas setiap luka dan menghancurkan mereka satu per satu. Ia memilih pria yang dulu ia takuti Pria yang mencintainya dan rela menghancurkan dunia demi dirinya.
Read
Chapter: BAB 13 - Takdir Yang Tergeser
Livia mencoba menyingkirkan bayangan mengerikan itu dari kepalanya. Genggaman tangan Alessandro membantunya kembali ke realita. Ia menarik napas panjang, menepuk punggung kokoh Alessandro agar pria itu melepaskan pelukannya sejenak. "Ale," panggil Livia. Alessandro mengurai pelukan mereka, menatap Livia dengan alis bertaut. "Ada apa? Apa pundakmu sakit lagi?" Livia menggeleng dengan senyum kecil yang dipaksakan. Ia memegangi perutnya yang tiba-tiba berbunyi kecil. "Tidak. Hanya saja... aku merasa sangat lapar sekarang. Aku ingin makan sesuatu." Mendengar itu, rahang Alessandro yang semula tegang tampak sedikit rileks. "Aku akan menghubungi chef rumah ini untuk membuat makanan." Pria itu bersiap meraih ponselnya. Namun, Livia dengan cepat menahan pergelangan tangan Alessandro. "Tunggu, Ale." Alessandro menoleh kembali, menatapnya bingung. "Kenapa?" "Kalau... kalau tidak keberatan, aku ingin sekali memakan makanan yang dibuat olehmu. Apa boleh?" tanya Livia dengan mata bulatn
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: BAB 12 - Apa Aku Akan Mati Lagi?
Alessandro menatap lekat tubuh Livia yang terbaring lemah di atas tempat tidur kamarnya. Dokter pribadi mansion De Luca baru saja selesai memeriksa kondisi wanita itu. Alessandro bersedekap di sebelah dokter, rahangnya mengeras dengan sorot mata yang sulit diartikan."Bagaimana kondisinya?" tanya Alessandro. Dokter paruh baya itu berbalik, lalu menunduk hormat sebelum menjawab. "Nona Livia tidak mengalami luka dalam yang fatal di pundaknya, Tuan Besar. Pukulan itu hanya meninggalkan memar yang cukup lebar. Namun.... Nona Livia mengalami kelelahan yang cukup parah. Tekanan mental dan fisik yang dia terima belakangan ini tampaknya menumpuk, membuat imun tubuhnya merosot drastis hingga kehilangan kesadaran."Alessandro tidak menyahut. Ia hanya mengangguk sembari memberi isyarat agar dokter tersebut segera keluar.Setelah pintu kamar tertutup rapat, Alessandro melangkah mendekat lalu menarik kursi di sisi tempat tidur. Alessandro mengulurkan tangan. Jemari kekarnya yang biasa memegang
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: BAB 11 - Kamulah Rumahku
Mobil hitam mewah yang di membawa Livia akhirnya berhenti dengan di halaman luas mansion De Luca. Begitu pintu mobil dibukakan, Livia berusaha melangkah turun. Namun, rasa perih yang teramat sangat di pundaknya akibat hantaman dari anak buah Lucas tadi kembali menjalar, membuat keseimbangannya sempat goyah.Salah satu pengawal dengan cekatan langsung mengulurkan tangan untuk memapah. "Mari saya bantu, Nona Livia."Livia menarik napas dalam-dalam, menahan ringisan yang hampir lolos dari bibirnya. Ia tersenyum tipis, lalu menepis tangan pengawal itu dengan gerakan yang sangat halus."Terima kasih," ucap Livia dengan suara yang masih agak parau. "Tapi tidak perlu. Aku bisa berjalan sendiri ke dalam. Kalian sudah melakukan tugas dengan sangat baik hari ini."Kedua pengawal itu saling berpandangan sejenak, mengagumi ketegaran wanita yang baru saja melewati situasi berbahaya di rumah lamanya. Mereka kemudian menunduk hormat. "Baik, Nona. Kami permisi."Dengan langkah yang diatur seanggun
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: BAB 10 - Bukan Lagi Seorang Montesinos
Livia berusaha mengeluarkan suara, namun tenggorokannya tercekat karena menahan sakit. Hantaman di pundaknya tadi benar-benar telak membuat energinya terkuras habis.Lucas mendekat dengan senyum puas. Ia menunduk, menatap Livia yang bersimpuh di lantai dengan pandangan merendahkan. “Ini pelajaran untukmu, Adik Kecil. Jangan pernah lancang menantang kami, apalagi membawa nama mafia itu untuk menakut-nakuti keluarga ini.”Sementara itu, Santiago hanya berdiri diam sembari bersedekap. Alih-alih membela atau membantu seperti sosok pria pencinta yang sedari tadi ia mainkan, ia justru tampak menikmati pemandangan Livia yang tak berdaya. Livia mencengkeram lantai sambil meringis menahan perih di pundaknya, ia mengangkat wajah dan menatap tajam ke arah Lucas dan Mateo. “Jika kalian… berani menyentuhku sekali lagi… aku bersumpah akan membuat kalian memohon kematian,” ancam Livia dengan suara serak. “Cukup, Livia!” Tuan Jhon Montesinos berdiri dari kursi kebesarannya, menatap anak kandungn
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: BAB 9 - Rencana Licik
Keesokan paginya, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan pintu besar kediaman Montesinos. Livia melangkah keluar dengan anggun, mengenakan pakaian memancarkan kesan berkelas. Sebelum melangkah lebih jauh, ia menoleh ke arah dua pengawal berbadan tegap kiriman Alessandro yang berdiri siaga di dekat mobil.“Tunggu aku di sini,” perintah Livia. Kedua pengawal itu menunduk patuh tanpa sepatah kata pun.Livia berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah yang pernah menjadi saksi bisu kenaifannya. Baru saja pintu utama terbuka, dua sosok yang sangat ia kenal langsung setengah berlari menghampirinya. Santiago dan Iris menatapnya dengan raut wajah yang sedemikian rupa agar tampak cemas.“Livia! Ya Tuhan, kau ke mana saja?” seru Santiago, ia mencoba meraih tangan Livia namun wanita itu cepat menghindar dengan berpura-pura merapikan tasnya. “Alessandro… apa dia menyakitimu? Aku sangat mengkhawatirkanmu!”“Benar, Livia. Kami semua tidak bisa tidur memikirkan nasibmu di tangan pria
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: BAB 8 - Kunci Aku Sesukamu
Tanpa membuang waktu atau memberikan peringatan, Alessandro langsung menyambar pinggang Livia. Dengan satu gerakan, ia mengangkat tubuh wanita itu dan memanggulnya di atas bahu seperti sekarung beras.“Eh? Alessandro! Apa yang kau lakukan?! Turunkan aku!” pekik Livia terkejut. Posisinya yang terbalik membuat kepalanya pusing, namun Alessandro mengabaikan protesnya.Dengan langkah besar, sang pimpinan mafia membawa Livia kembali naik menuju kamar utama di lantai atas.Brak!Alessandro membuka pintu kamar dengan tendangan kakinya, lalu melangkah lebar menuju ranjang king-size di tengah ruangan. Tanpa kelembutan, ia melemparkan tubuh Livia ke atas kasur empuk itu.Livia mengernyitkan dahi sembari mendengkus kesal. Walaupun kasur itu sangat empuk dan tubuhnya tidak terasa sakit sedikit pun, tetap saja tindakan kasar itu membuatnya jengkel. *Pria ini benar-benar tidak tahu cara memperlakukan wanita dengan baik-baik,* batin Livia gusar.Belum sempat Livia memprotes atau memperbaiki posi
Last Updated: 2026-05-23
You may also like
Sexiest Journalist
Sexiest Journalist
Romansa · Kanietha
165.3K views
Menikah dengan Tetangga Jutek
Menikah dengan Tetangga Jutek
Romansa · ET. Widyastuti
165.3K views
IZINKAN AKU MENCINTAIMU
IZINKAN AKU MENCINTAIMU
Romansa · NawankWulan
163.9K views
Gelora Cinta Enrico
Gelora Cinta Enrico
Romansa · Taurus Di
163.9K views
Mantan Jadi Bos
Mantan Jadi Bos
Romansa · Aufa
162.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status