Chapter: Rahasia Adelia"Uti katanya kenal sama Pak Rudi, ya?" tanya Liadengan polos."Kamu ngomong apa, Lia! Uti nggak kenal! Kalianpergi!" sentak Uti. Wanita yang sudah berusia lebih dari setengah abad itumemalingkan wajahnya dari hadapan Rudi."Saya Rudi, Bu." Tiba-tiba saja Rudi maju danberusaha meraih tangan Uti, tapi wanita itu malah menghempasnya begitu saja.Senyum tetap mengembang di wajah laki-laki yang sama sekali tak mendapatrespons baik dari Uti itu."Lia, masuk rumah. Istirahat!" ucap Uti."Yanto! Aku ndak jadi jualan, tutup saja warungnya!""Iya, Mbak," sahut Pakde Yanto."Uti, tapi Mas Elang sama Pak Rudi capek loh, Ti.Kasian mereka kan dari Jakarta, perjalanan jauh. Biar minum teh anget dulu, ya,Ti?"Uti memang tak bisa menolak permintaan cucu satu-satunyaitu.Setelah menikmati habis secangkir teh dan suguhan ubi rebusbuatan Lia, Elang dan Rudi merasa tubuh mereka segar kembali. Bayangkan saja,perjalanan begitu jauh untuk sampai ke desanya Lia. Apalagi Rudi memutuskanmereka berang
Huling Na-update: 2026-07-24
Chapter: Dia AnakkuRudi termenung dengan beribu pertanyaan di perjalananpulangnya dari rumah sakit. Ia pernah melihat kalung itu, kalung yangdikenakan Lia di lehernya. Persis seperti,"Kalung Ayu," gumam laki-laki itu. "Apa dia ?Ah, mana mungkin. Mereka pindah ke luar pulau, kata orang-orang di sana dulu.Tapi, dia memang mirip Ayu waktu muda."Sudah dua puluh satu tahun berlalu, tapi rasa itu tak pernahhilang meski mata Rudi tak pernah lagi melihat wanita bernama Ayu itu.Berkali-kali Rudi mencoba kembali ke desa, berkali-kali juga kegagalan yangmenemuinya."Siapa Lia ini?" gumam Rudi.Ia tak mau berlarut-larut begini. Rasa penasarannya tak bisadicegah. Rudi lantas menepikan mobilnya, meraih ponsel yang sejak tadi ada disaku celana.Rudi kembali menghubungi Elang untuk membuktikan siapa Liasebetulnya. Tapi, kebetulan itu terlalu aneh karena kalung yang dipakai Liahanya ada satu, khusus dibuatkan Rudi untuk Ayu.["Halo, Elang? Om bisa minta tolong kirimkan alamatgadis yang tadi? Segera, ya."]
Huling Na-update: 2026-07-08
Chapter: Penyesalan"Sudah malambegini, apa Nduk nggak mengabari juga, Mbak?" tanya laki-laki tua yangtadi pagi mengantar Lia ke jalan besar untuk mendapat bus ke stasiun.Suasana desa yang sepi, ditambah hujan yang mengguyur sejaksore, membuat Uti memikirkan cucunya semata wayang itu yang kini ada di tanahorang.Bukan apa-apa, Lia jarang pergi jauh. Sekalinya jauh, yapasti cuma ke pasar dan sekolah. Meskipun bilangnya mau bertemu dengan calonsuaminya, tetap saja hati seorang nenek yang sudah seperti ibu bagi Lia itu taktenang."Aku ndak tenang, To," ucap Uti pada Pakde Yanto.Sambil menghembuskan asap rokok yang keluar dari cerutunya,Pakde Yanto tersenyum. Ia ingat sekali kejadian ini sama persis dengan saatAyu, anaknya Uti, pergi dari rumah.Bilangnya mau merantau ke kota mencari pekerjaan supaya bisamembawa ibunya keluar dari kemiskinan, tapi pulang-pulang justru membawaseorang bayi kecil di gendongannya.Harapan Uti sirna seketika itu juga. Dia membesarkan Liaseorang diri sepeninggal Ayu,
Huling Na-update: 2026-07-07
Chapter: Selingkuhan Suami OrangNamaku Adelia, dan hari ini aku baru tau kalau aku ternyatajadi selingkuhan suami orang."Jauh-jauh ke Jakarta dari Jawa Tengah mau apa,Sayang?" tanya ibu penjual soto yang melihatku makan lahap. Mungkin jugadia melihat air mataku yang menetes masuk ke dalam mangkuk soto."Mau cari kerja di sini, Bu," sahutku. Terpaksamulut ini berbohong karena bingung harus menjawab apa.Lama sekali aku menunggu Mas Arga yang katanya mau datangmenjemputku. Yang jelas, aku belum memberitahunya kalau aku sudah tau tentangkemunafikan laki-laki itu.Hatiku masih sakit memikirkan Uti di rumah. Bagaimana kalaudia tau Arga itu suami orang? Pantas laki-laki itu tak mau kalau teman-temankerjanya tau dia melamarku, takut ketahuan belangnya!Dulu alasannya karena tak mau teman-teman kerjanya itumengutang di warung Uti atas namanya, tapi dasar manusia licik! Ternyata diapunya bini dan anak.Sebuah sinar lampu motor mengejutkan mataku, seperti sengajatepat menyorot sebagai hukuman."Lia!" seru seseoran
Huling Na-update: 2026-07-05
Chapter: Kedatanganku Membuka KebenaranDua bulan berlalu sejak hari pertunangan kami. Pikirankumasih diisi bayangan kedatangan calon suamiku, tapi kenyataan berbandingterbalik. Mas Arga tak pernah pulang dari Jakarta barang sebentar untukmenengok keadaanku. Sibuk, katanya. Pesanku hanya dibalas singkat. Bahkan,pernah satu minggu dia sama sekali tak membalas pesanku yang hanya berisikata-kata penyemangat kerja.Hingga hari ini, aku memutuskan menyusulnya ke kota orang.Kota yang katanya lebih kejam daripada ibu tiri: Jakarta."Lia, Uti mau bawain bekal untuk di jalan. Masih muatapa ndak tasmu?" tanya Mbah Utiku.Mbah Uti, orang tua sekaligus satu-satunya keluarga yang akupunya. Aku anak yatim piatu yang tinggal di desa, sekolah hanya sampai SMA.Sehari-harinya aku membantu Uti membuka warung makan di dekat kebun perusahaan,dan Mas Arga adalah salah satu pekerja di sana.Perkenalan kami singkat. Tahu-tahu Mas Arga datang danmemintaku menjadi istrinya tanpa kami berpacaran. Uti tampak senang cucunyaakan dipinang or
Huling Na-update: 2026-07-04