Home / Romansa / Luka Asmara Adelia / Itu Jatuh Cinta!

Share

Itu Jatuh Cinta!

Author: Sikaa24
last update publish date: 2026-09-10 19:48:59

***

"Omaa!" seru seorang bocah yang baru saja keluar dari sekolah, diantar wali kelasnya. Adelia Franco, memang tak pernah gagal membuat sekitarnya ikut tertawa melihat tingkah gemas bocah satu itu.

"Halo, Bu Anita. Adel hari ini pintar sekali membuat gambarnya. Katanya mau diberikan ke Kakak Lia," ucap Miss Dian, wali kelas Adel di taman kanak-kanak.

"Ahaha. Oh ya, Adel? Mau dikasih kek Kakak Lia?" sahut Anita, wanita dengan tas mahalnya itu langsung mendapat pelukan dari sang cuc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Luka Asmara Adelia   Paracetamol untuk Hape

    *** "Ahahaha! Seru ya, Papi. Kita jadi ada Kakak Lia lagi. Apa kita langsung pulang ke rumah ya, Papi? Enggak main sama Kakak?" tanya Adel, bocah kecil itu duduknya saja memepet ke arah Lia. Dia benar-benar fans Lia garis keras. Katanya kalau sudah besar, mau secantik Kakak Lia yang punya rambut panjang. Padahal Lia sendiri saja minder karena dia tidak seperti gadis kota yang berpenampilan menarik. "Iya, Lang? Kamu masih sibuk hari ini?" tanya Anita. "Enggak sih, Ma. Semua kerjaan bisa dihandle Ari," jelas Elang. "Bagus kalau gitu," sahut Anita. "Rud, gimana kalau kita pergi belanja? Boleh aku bawa Lia pergi belanja?" Rudi jelas setuju, hitung-hitung supaya putrinya itu tau kota Jakarta. Karena sebentar lagi dia akan resmi jadi penduduk tetap. "Belanja, Tante?" tanya Lia. "Uangku dari Uti kalo dibelanjain di Jakarta dapet apa, ya?" batinnya, yang malah memikirkan uang. "Tapi sepertinya aku gak bisa ikut, Kak. Harus ada yang aku selesaikan," jawab Rudi. "Kamu nan

  • Luka Asmara Adelia   Bilang-bilang kalau Jatuh Cinta

    ***Makan siang bersama antara keluarga Franco dan Hartono membuat Adel sangat senang. Kali ini dia mau duduk antara Papi Elang dan Kakak Lia. Katanya itu dua orang favoritnya sekarang. "Kakak suka ikan, ya? Adel sukanya ayam," ucap Adel seraya makan ayam goreng yang sudah dipisah-pisah Elang. Mulutnya sekarang penuh dengan nasi. "Suka buanget. Ikan itu nanyak gizinya. Adel ndak ma'em ikan?" tanya Lia. "Ahaha. Kakak lucu deh bicaranya. Buanget, sama ma'em," kekeh bocah yang sekarang duduk sambil menyenderkan tubuh di kursi. Celotehannya jadi hiburan makan siang para orang dewasa hari ini. "Hahaha. Lucu, ya? Dah biasa ngomongnya begitu, nanti tak belajar ngomongnya kayak orang Jakarta ya. Adel mau ngajarin, ndak?" tanya Lia. "Mau. Adel bisa kok, Kakak. Itu ikannya enak, ya?" "Mau coba, ndak?" tanya Lia. "Biar nanti Adel saya pesankan yang lain, kamu makan aja," timpal Elang yang sejak tadi itu hanya diam saja mendengarkan obrolan dua manusia yang m

  • Luka Asmara Adelia   Tidak Punya Pacar

    "Kamu jangan sok mahal gitu dong, Cia. Nanti malam pergi sama aku bisa?" tanya Aksa, laki-laki yang getol sekali mendekati Cia, karena gadis itu anak orang terpandang. "Terimakasih banyak atas tawarannya ya, Buaya Buntung. Alicia malam ini mau pergi sama Papanya." Terang saja Aksa yang kaget dengan kedatangan Aldo, langsung mengalihkan pandangannya dari Cia. Wajahnya kelihatan muak. "Hai," sapa Aldo. Senyum tengil khas putra bungsu keluarga Franco itu muncul lagi. "Lo lagi!" sentak Aksa. "Ya emang gue lagi. Lo berharap siapa yang dateng? Malaikat? Hiii! Serem! Takutnya Lo digeret ke neraka, karena tampang Lo kayak setan. Minggat dari meja ini!" "Gue masih sabar sama Lo, ya!" sentak Aksa, sampai bangkit dari kursinya dan menatap tajam ke arah adik Elang Franco itu, tapi respon Aldo justru sangat santai. Mata pemuda itu memutar, pertanda dia menganggap remeh lawan di depannya. "Kak Aldo. Jangan," ucap Cia. "Jangan apa? Maksudnya jangan nonjok dia, Cia? Begini?"

  • Luka Asmara Adelia   Itu Jatuh Cinta!

    *** "Omaa!" seru seorang bocah yang baru saja keluar dari sekolah, diantar wali kelasnya. Adelia Franco, memang tak pernah gagal membuat sekitarnya ikut tertawa melihat tingkah gemas bocah satu itu. "Halo, Bu Anita. Adel hari ini pintar sekali membuat gambarnya. Katanya mau diberikan ke Kakak Lia," ucap Miss Dian, wali kelas Adel di taman kanak-kanak. "Ahaha. Oh ya, Adel? Mau dikasih kek Kakak Lia?" sahut Anita, wanita dengan tas mahalnya itu langsung mendapat pelukan dari sang cucu. "Adel malu," kekehnya. "Makasi ya, Miss Dian. Sampai jumpa besok," ucap Anita mewakili cucunya. "Salim dulu sama Miss, Sayang." "Dadah, Miss," ucap Adel. "Dah, Adel!" Sepasang nenek dan cucu itu lalu berjalan bersama sambil melempar senyum satu sama lain, Adelia rupanya sudah tak sabar ingin pulang dan menunjukkan gambar miliknya ke Papi Elang dan Kakak Lia nya. "Oma, ayo kita ketemu Papi Elang, Oma. Papi Elang sudah di rumah sama Kakak?" tanya Adel, sambil la

  • Luka Asmara Adelia   Di pikiranku Hanya Kamu

    Sejak Rudi dan putrinya pergi meninggalkan kediaman Franco, gadis manis yang duduk di sebelah sang ayah yang sedang menyetir itu beberapa kali ketahuan tersenyum sendiri. Rudi jelas menebak sesuatu. Apakah mungkin ini karena tadi pagi Elang memberinya bunga? "Kenapa, Lia? Mukanya cerah sekali," tanya Rudi Hartono, ayah gadis berusia dua puluh satu tahun itu. "Mosok to, Pak?" sahut Lia malu-malu. "Rumah sakitnya masih jauh to, Pak?" "Sebentar lagi sampai. Lia nanti kalau mau beli apa-apa bilang sama Papa ya. Kita sekalian mampir," ucap Rudi. Lia hanya mengangguk, tapi mana mungkin dia meminta sesuatu pada orang selain Uti nya. Hasil tes DNA pasti tidak akan keluar secepat itu, makanya Lia tak mau merepotkan Rudi sampai semuanya terbukti, bahwa dia adalah putri kandung Rudi Hartono. Di saat bersamaan, ponsel gadis itu berbunyi. Lia cepat-cepat merogoh tas kecil yang ia selempang kan di leher. Rupanya satu panggilan masuk dari sang nenek. Wajahnya kembali berubah sumr

  • Luka Asmara Adelia   Sementara Sendiri

    Beni melewati teman-temannya saat jam istirahat tiba, desas-desus kabar kedengaran di telinga Ariel soal hubungan rumah tangga ibu dan ayahnya sejak kejadian terbongkarnya perselingkuhan sang ayah. "Katanya nyokap gue, Bokapnya Beni selingkuh sama cewek lain. Itu dibongkar sama temen arisan nyokap gue. Seru banget katanya, nyokap nya Beni sampe pingsan," cerita seorang teman sekelas keduanya, Asila. "Beneran Lo, Sil? Kasian amat si Beni. Padahal Bokap nyokap nya kalau nganterin dia ke sekolah romantis banget," sahut yang lain lagi. Ariel mendengar semuanya, tapi dia tak berani tiba-tiba bertanya pada Beni apakah diam nya dia hari ini karena masalah perselingkuhan sang ayah. Remaja empat belas tahun itu memutuskan pergi dan membeli beberapa cemilan di kantin, alih-alih ikut makan menu spesial hari ini bersama teman-teman nya yang lain. Matanya melayang ke seluruh bagian sekolah, mencari di mana Beni di setiap gerombolan murid, atau bangku-bangku taman. Tapi tak kunjun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status