
Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa
Nana hidup dalam kegelapan ketika ia memergoki tunangannya, Dikta, berselingkuh—bukan hanya dengan wanita lain, tapi dengan adiknya sendiri. Dalam keputusasaan, ia menyerahkan dirinya pada seorang pria asing, sebuah keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Namun, takdir menimpanya ke dalam tragedi: kecelakaan yang membuatnya koma selama tiga bulan. Saat sadar, ia menghadapi kenyataan pahit—hamil, kehilangan ingatan, dan percaya bahwa anak yang dikandungnya adalah milik Dikta. Dikta, yang sejak awal hanya mengincar warisan Nana, dengan mudah mengakuinya, sementara cinta dan perhatian hanyalah kata-kata kosong. Pernikahan mereka menjadi neraka bagi Nana, hidup dalam kepalsuan dan penderitaan.
Segalanya berubah ketika Andreas, pria yang sebenarnya adalah ayah dari bayi dalam kandungannya, muncul kembali. Selama ini Andreas tak pernah berhenti mencari Nana. Bersamanya, Nana menemukan cinta sejati, kemewahan, dan kasih sayang yang selama ini hilang. Bersama Andreas, ia juga merencanakan balas dendam terhadap mereka yang pernah menyakitinya, menutup luka lama dengan kekuatan dan kemuliaan.
Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, kehilangan ingatan, dan kebangkitan dari kepedihan untuk menemukan kebahagiaan sejati.
Read
Chapter: 326Bella langsung menunjuk Reyhan sambil mengunyah makanan."Makanya kak Reyhan punya pacar dong.""Inget umur."Leo langsung tertawa kecil setuju."Bener tuh.""Jangan sok dingin terus.""Pangkat boleh dokter bedah terkenal…""Tapi urusan cinta?"Leo sengaja menggantung kalimatnya sambil terkekeh meledek. Reyhan langsung menyipitkan mata kesal."Berisik."Namun dalam hati Reyhan justru makin kacau.Cinta? Ia bahkan belum sempat memikirkan hal lain selain rasa bersalahnya pada Nessy. Tentang semalam. Tentang bagaimana ia harus bertanggung jawab. Dan sekarang... Bella juga sudah punya pacar. Reyhan memijat pelipisnya pelan."Astaga...""Bocah itu udah punya pacar."Namun akhirnya Reyhan mendengus lalu membalas Leo."Leo, jangan bisanya ngeledekin aku.""Lihat diri lo sendiri.""Bahkan kamu gak punya orang yang kamu suka."Dan detik berikutnya... Bella langsung nyeletuk polos tanpa dosa."Ada kok.""Tapi Leo ditolak terus ditinggalin."Semua langsung menoleh ke Bella. Leo langsung membelal
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: 325Malam itu suasana meja makan ramai seperti biasanya. Aku duduk di samping Andreas. Di seberang kami ada Bella dan Leo yang sejak tadi sudah ribut sendiri.Di meja sudah tersaji berbagai makanan hangat.Namun bukannya makan tenang… Bella justru sibuk ngoceh sambil tersenyum sendiri."Ya ampun… Bela masih gak nyangka bakal ke Tiongkok.""Bela nanti mau foto banyak sama Sean."Leo langsung mendengus jijik."Najis."Bella langsung melotot."Leo!""Aku laporin ya sama mama!"Leo santai menyendok sup."Lapor aja.""Aku tetap muak lihat gaya bucin kamu."Bella langsung nyolot."Emangnya kenapa kalau Bela sayang sama pacar sendiri?!"Leo memutar mata malas."Soalnya kamu lebay.""Sean napas aja kamu senyum-senyum sendiri."Andreas langsung nyeletuk dingin,"Itu juga yang papa rasain."Aku spontan tertawa kecil. Sementara Bella langsung manyun."Papa kok ikut-ikutan sih."Aku akhirnya mencoba mengalihkan pembicaraan."Leo, kamu yakin gak mau ikut ke Tiongkok?""Bela sama Sean kan berangkat lus
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: 324Sinar matahari pagi mulai masuk melalui celah tirai hotel. Reyhan perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa berat.Pening.Tubuhnya juga terasa pegal dengan cara yang aneh. Pria itu mengernyit sambil memijat pelipisnya pelan."Akh..."Ia mencoba duduk. Namun begitu bergerak... Potongan-potongan ingatan semalam mulai muncul satu persatu. Reuni SMA. Suasana ramai.Minuman. Tawa teman-teman lamanya. Lalu...Clara.Teman sekelasnya dulu. Reyhan langsung mengingat jelas bagaimana wanita itu terus menempel padanya semalam. Dan kemudian... Tatapan Reyhan berubah dingin. Ia ingat. Minumannya bermasalah. Tubuhnya mulai panas tidak normal. Kesadarannya kacau.Dan Clara justru membawanya masuk ke kamar hotel. Ingatan berikutnya membuat rahang Reyhan mengeras. Clara menyentuhnya. Menggodanya. Mencoba membuka kancing bajunya. Namun bukannya terbawa suasana...Reyhan justru mencekik wanita itu ke dinding. Tatapannya gelap dan bengis malam itu."Keluar."Suara Reyhan saat itu benar-benar mengerikan
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: 323Sinar matahari pagi menembus celah tirai hotel. Nessy perlahan membuka matanya. Dan detik berikutnya... "Astaga…" Tubuhnya terasa remuk. Pinggangnya seperti patah. Tulang-tulangnya terasa hancur. Seolah habis terlindas truk. Nessy meringis sambil memegangi pinggangnya pelan. "Ya Tuhan…" Ia perlahan menoleh ke samping. Dan di sana… Reyhan masih tertidur pulas. Wajah pria itu terlihat damai. Rambutnya sedikit berantakan. Dasi dan kemejanya bahkan masih setengah terbuka. Melihat itu... Ingatan Nessy langsung kembali ke semalam. Tentang ciuman mereka. Pelukan itu. Tentang bagaimana semuanya terasa begitu memabukkan. Wajah Nessy langsung merah padam. Ia buru-buru menutup wajahnya sendiri dengan bantal. "AAAAA malu banget!" Namun beberapa detik kemudian... Nessy langsung membeku lagi. Karena tiba-tiba otaknya bekerja normal. Kalau Reyhan sadar nanti… Dan ingat semuanya… Nessy langsung duduk panik. "Kalau dia bunuh aku gimana?!" Namun beberapa detik kemudian Nessy malah menghela n
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: 322Nessy duduk lemas di sofa sambil menatap Reyhan yang kini memejamkan mata dengan napas berat dan tidak teratur. Wajah pria itu masih memerah. Keringat membasahi leher dan dahinya.bNamun bahkan dalam keadaan seperti itu… Reyhan tetap terlihat tenang dan tampan. Perlahan Nessy mengusap batang hidung Reyhan dengan jemarinya yang gemetar. "Reyhan…" "Bahkan dalam situasi kayak gini kamu masih tetap tenang…" Nessy tertawa kecil pahit. Lalu berbisik lirih pada dirinya sendiri, "Aku ngapain sih…" "Mentang-mentang mau mati malah gali neraka sendiri." Ia terkekeh kecil walau matanya mulai berkaca-kaca. Namun saat jemari Nessy tanpa sadar menyentuh bibir Reyhan.. Pria itu perlahan membuka matanya.bTatapan mereka bertemu. Dan sebelum Nessy sempat bicara... Reyhan langsung membalik posisi Nessy pelan ke sofa. Membuat Nessy menahan napas. Tanpa banyak kata… Reyhan kembali mencium bibir Nessy. Kali ini lebih dalam. Lebih putus asa. Lebih penuh emosi yang tak mampu dijelaskan. Ne
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: 321"Tolong aku"Nessy masih membeku saat melihat sosok di depannya."Reyhan…?"Pria itu benar-benar berbeda dari biasanya. Wajahnya memerah. Napasnya tidak teratur. Keringat membanjiri tubuhnya.Bahkan tatapan matanya terlihat kacau.Nessy langsung panik."Kak Reyhan…""Kakak kenapa?"Namun Reyhan seperti tidak benar-benar sadar. Ia menatap Nessy dengan mata berat lalu kembali berbisik lirih,"Tolong aku…""Aku akan bertanggung jawab…"Nessy makin bingung. Namun detik berikutnya... Reyhan tiba-tiba menarik Nessy lalu mencium bibirnya.Mata Nessy langsung membelalak lebar. Tubuhnya refleks mendorong Reyhan menjauh.PLAK. "Brengsek!!!" Tamparan kecil mendarat di pipi Reyhan. Nessy memegangi bibirnya sendiri dengan napas gemetar.Ciuman pertamaku…Namun saat melihat Reyhan tersungkur lemah di lantai… Nessy mulai sadar ada yang tidak beres. Pria itu terlihat benar-benar kehilangan kendali. Nessy buru-buru berjongkok membantu Reyhan."Kak…""Aku panggil dokter ya... "Namun sebelum sempat pe
Last Updated: 2026-05-12

Gadis Kesayangan si Raja Neraka
Nares Maheswari, cucu tunggal keluarga konglomerat Mahesa. Saat remaja dia membawa pulang gadis kecil bernama Anya Pricilla. Anya sendiri sebelumnya hidup dengan penuh derita, dihina, direndahkan, dirundung bahkan sengaja disakiti hanya karena dia miskin.
Hidup dan tumbuh bersama, Nares sangat menyayangi Anya. Hingga suatu kejadian mengerikan menimpa adik angkatnya itu. Anya dilecehkan oleh dua belas orang geng motor, hingga ia hampir gila.
Nares dewasa yang terkenal dengan julukan si Raja Neraka yang kejam, kehilangan kendalinya. Dia membalaskan dendam Anya dengan kekuasaan yang dia miliki.
Setelah Anya sembuh, ia menjadi gadis pendendam dingin dan tak punya belas kasihan. Perlahan perasaan yang lebih dalam tumbuh dihati Anya pada Nares yang sebenarnya sudah lebih dulu memiliki perasaan itu. Mereka berdua terlibat dalam cinta terlarang.
Hingga fakta terkuak bahwa Anya ternyata adik kandung dari pria yang membuatnya dilecehkan.
Akankah Anya kembali ke keluarga kandungnya? atau lebih memilih cinta terlarangnya bersama Nares?
Read
Chapter: 118Setelah turun dari mobil, Anya langsung menggenggam tangan Kyan dan Kiara lalu berjalan menuju rumah. Namun baru beberapa langkah, Kyan tiba-tiba menarik pelan ujung baju ibunya. “Mama…” Wajah bocah itu merah sampai ke telinga. Bahkan ia terlihat salah tingkah sambil menunduk malu-malu. Anya menoleh bingung. “Apa?” Kyan menggigit bibirnya kecil lalu berkata pelan, “Om ganteng tadi… panggil aku sayang…” Kiara yang berjalan di sisi lain langsung ikut memeluk lengan Anya sambil tertawa malu-malu. Wajah kecilnya ikut merah. “Aku juga dipanggil sayang…” gumamnya pelan. Anya langsung menatap kedua anak itu beberapa detik sebelum menghela napas geli. “Tiap hari Mama juga panggil kalian sayang.” Ia menyipitkan mata curiga. “Tapi kalian nggak pernah malu kayak gitu.” Kyan dan Kiara langsung menjerit malu bersamaan lalu memeluk kaki Anya erat-erat sambil tertawa kecil. “Kan beda…” gumam Kyan. “Iya… Om ganteng soalnya…” tambah Kiara polos. Anya langsung memijat pelipis. “Ya Tuhan
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 117Sebuah suara bariton terdengar dari arah depan. “Mama…?” Langkah mereka langsung terhenti. Kyan dan Kiara spontan menoleh bersamaan.nSementara wajah Anya perlahan berubah datar saat melihat siapa yang berdiri beberapa meter di hadapan mereka. Nares. Pria itu melangkah perlahan. Tatapannya jatuh pada Kyan dan Kiara beberapa detik sebelum kembali menatap Anya. “Mama?” ulangnya pelan. “Mereka berdua anakmu?” Suasana langsung berubah aneh. Anya melirik Juan yang berdiri di sampingnya. Sementara dalam hati Juan terasa seperti ada sesuatu yang menghantam keras. Dia… kembali? Tatapan Juan langsung berubah waspada. Sedangkan Nares kini melirik Juan sinis. Ada rasa kesal sekaligus penasaran dalam matanya. Anak Anya sama dia? Juan segera mengusap kepala Kyan lalu berkata lembut, “Sayang, panggil Om.” Kyan langsung tersenyum manis pada Nares. “Om… kamu sangat tampan.” Kiara langsung ikut mengangguk semangat. “Benar! Wajah Om ganteng banget!” Nares sedikit terd
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 116Anya berjalan menuruni tangga sekolah dengan langkah perlahan. Tangannya menggenggam tangan kecil Kyan erat, sementara Kiara berada dalam gendongan Juan sambil memeluk leher pria itu manja. Suasana yang tadi penuh amarah perlahan mulai mereda. Anya menoleh pada putranya lalu berkata lembut, “Masalah hari ini bukan salahmu. Ibu nggak akan nyalahin kamu.” Kyan langsung mendongak. Wajah kecilnya masih sedikit cemberut, tapi matanya berbinar mendengar ucapan itu. “Aku tahu,” katanya penuh percaya diri. “Mama memang paling baik.” Kiara langsung ikut mengangguk cepat dari gendongan Juan. “Kyan benar. Mama memang terbaik!” Juan tertawa kecil mendengar keduanya kompak membela ibunya. “Itu sebabnya aku sangat menyukai ibu kalian.” Anya langsung melirik Juan malas. “Jangan ngomong sembarangan di depan anak-anak.” Namun Kyan justru langsung menyeringai jahil. “Ayah Juan suka Mama lagi…” Kiara langsung ikut menimpali dengan mata bulat polosnya. “Ayah Juan nanti nikah sama Mama?” Jua
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 115“Sekarang sudah mengerti belum?”Guru itu langsung mengangguk cepat. “Sudah, Bu… sudah.”Anya tersenyum tipis lalu melirik wanita paruh baya itu sambil mengangguk pelan penuh kemenangan. Sementara itu Kyan dan Kiara langsung menjulurkan lidah ke arah Ronald dengan wajah puas. Juan sendiri sampai harus memalingkan wajah karena menahan tawa. Kekalahan telak wanita tua itu benar-benar memalukan.Namun wanita paruh baya itu menghentakkan kaki dengan kesal. Wajahnya merah padam menahan malu.“Anya! Kau sombong apa? Bahkan kau sudah dibuang oleh keluarga Mahesa!” bentaknya. “Dan sekarang kau malah punya dua beban kecil!”Ia menunjuk Kyan dan Kiara dengan sinis.“Kau pikir dengan masa lalumu itu masih bisa menikah dengan orang kaya dan menjamin hidup dua bocah sialan itu? Hah? Siapa yang kasih kau muka setebal ini? Apalagi kau berani menamparku!”Anya langsung membentak balik.“Bukannya itu kau?”Ruangan langsung hening.“Muka sebesar dan setebal itu terus maju mendekat. Kalau nggak ditampar
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 114Saat Anya hendak pergi, Nares tiba-tiba menarik tangannya kuat hingga tubuh wanita itu terhuyung dan menabrak dada bidang pria tersebut. Belum sempat Anya mengeluh, Nares sudah menangkup pinggangnya, menarik wajah itu semakin dekat. Tatapannya tajam, penuh rasa possessif yang nyaris menyesakkan.“Aku belum selesai sama kamu,” gumamnya pelan.Nares menunduk hendak mencium bibir Anya lagi, namun tiba-tiba ponsel Anya berdering nyaring.Anya langsung menoleh. Nama wali kelas Kiara dan Kyan muncul di layar.Entah kenapa, dada Anya langsung terasa tidak enak. Ia buru-buru mengangkat telepon itu.“Halo, Bu?”Di seberang sana terdengar suara panik.“Bu Anya bisa datang ke sekolah sekarang? Kyan berkelahi… dan Kiara menangis dari tadi, tidak bisa berhenti.”Wajah Anya langsung pucat.“Apa?”Anya langsung mendorong tubuh Nares tanpa pikir panjang. Wajahnya yang tadi masih kesal kini berubah penuh kecemasan.“Kyan berantem…” bisiknya panik.Ia bahkan tidak peduli lagi pada Nares. Tidak peduli p
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 113Nares masih bertelanjang dada saat jemarinya menyentuh ujung hidung Anya yang kini terkurung di dalam pelukannya. Wajah pria itu tampak begitu cerah, bahkan ia terkekeh pelan melihat reaksi Anya yang geli. Namun ketika jarinya turun menyentuh bibir Anya, wanita itu bergerak lalu perlahan membuka mata. Begitu menyadari wajah Nares berada sangat dekat di hadapannya, Anya langsung terkejut setengah mati. "Eh… kamu gila, ya?" katanya spontan sambil menggeser wajah, berusaha menjauh sedikit. Alih-alih melepaskan, Nares justru menarik lengannya kembali. Senyum jahil terukir di bibirnya. "Ya, aku memang gila," ucapnya santai. "Nona Anya mau obati aku nggak?" Wajah Nares semakin mendekat. Refleks, Anya menarik selimut hingga menutupi dadanya. Tatapan pria itu benar-benar seperti binatang buas yang siap menerkam kapan saja. Dan tepat saat Nares hendak mencium bibirnya, Anya buru-buru menahan leher pria itu dengan kedua tangan. "Kau benar-benar sudah gila," gerutunya. "Aku harus pergi. A
Last Updated: 2026-05-13