author-banner
Senjaaaaa
Senjaaaaa
Author

Novel-novel oleh Senjaaaaa

Gadis Kesayangan si Raja Neraka

Gadis Kesayangan si Raja Neraka

Nares Maheswari, cucu tunggal keluarga konglomerat Mahesa. Saat remaja dia membawa pulang gadis kecil bernama Anya Pricilla. Anya sendiri sebelumnya hidup dengan penuh derita, dihina, direndahkan, dirundung bahkan sengaja disakiti hanya karena dia miskin. Hidup dan tumbuh bersama, Nares sangat menyayangi Anya. Hingga suatu kejadian mengerikan menimpa adik angkatnya itu. Anya dilecehkan oleh dua belas orang geng motor, hingga ia hampir gila. Nares dewasa yang terkenal dengan julukan si Raja Neraka yang kejam, kehilangan kendalinya. Dia membalaskan dendam Anya dengan kekuasaan yang dia miliki. Setelah Anya sembuh, ia menjadi gadis pendendam dingin dan tak punya belas kasihan. Perlahan perasaan yang lebih dalam tumbuh dihati Anya pada Nares yang sebenarnya sudah lebih dulu memiliki perasaan itu. Mereka berdua terlibat dalam cinta terlarang. Hingga fakta terkuak bahwa Anya ternyata adik kandung dari pria yang membuatnya dilecehkan. Akankah Anya kembali ke keluarga kandungnya? atau lebih memilih cinta terlarangnya bersama Nares?
Baca
Chapter: Kebenaran yang Baru Leon Tahu
Di depan kelas, suasana mendadak hening. Alex berdiri di depan papan tulis dengan kepala tertunduk. Tangannya saling meremas, jelas tidak nyaman. Guru kelas berdiri di sampingnya. “Alex ingin menyampaikan sesuatu,” ujar sang guru. Alex menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Kiara. “Aku… aku minta maaf, Kiara,” katanya pelan. “Aku salah. Aku gak boleh ngomong jahat. Aku janji gak akan ngulangin lagi.” Kiara berdiri dari bangkunya. Wajahnya masih polos, matanya jernih. “Kiara maafin,” ucapnya lirih tapi tulus. “Asal kamu gak jahat lagi.” Alex mengangguk cepat. Namun sebelum suasana benar-benar reda, sebuah kursi bergeser kasar. Kyan berdiri. Matanya menatap Alex tajam. “Jadi kamu?” suaranya bergetar menahan marah. “Kamu yang bikin adikku sedih?” Alex menelan ludah. Kyan melangkah satu langkah ke depan. Tubuhnya kecil, tapi sorot matanya jauh dari kekanak-kanakan. “Kalau sekarang aku masih dianggap anak kecil, gak apa-apa,” katanya dingin. “Tapi kamu tunggu
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: Mereka Anak Kita
Leon tidak langsung pergi setelah memastikan Kyan dan Kiara masuk kelas. Wajahnya kaku, rahangnya mengeras. Ia berbelok menuju gedung administrasi dan berhenti tepat di depan pintu bertuliskan Ruang Kepala Sekolah. Tok tok tok. Tanpa menunggu jawaban, Leon masuk. Kepala sekolah yang tengah merapikan berkas mendongak. “Ah, selamat pagi, Pak…?” Leon langsung meletakkan ponselnya di atas meja, menyalakan layar. “Saya mau bicara soal ini.” Video CCTV diputar. Adegan Kiara dihadang, diejek, ditertawakan. Kata anak haram terdengar jelas. Wajah kepala sekolah berubah. Ia berdehem, berusaha tenang. “Anak-anak, Pak. Biasalah… bercanda.” Leon mencondongkan tubuhnya ke depan. Tatapannya dingin. “Bercanda yang membuat anak perempuan lima tahun menangis dan trauma?” Kepala sekolah tersenyum kaku. “Kita bisa selesaikan secara kekeluargaan. Lagipula… anak-anak itu kan hanya anak dari bu Anya. Tidak perlu dibesar-besarkan.” Leon terkekeh pelan. Bukan karena lucu melainkan marah. “Dan menu
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: Anak Haram?
Malam itu, lampu kamar Kiara masih menyala. Jam di dinding sudah melewati tengah malam, tapi anak kecil itu belum juga terlelap. Leon berdiri di ambang pintu sebentar, lalu melangkah masuk dan duduk di tepi ranjang. Kiara memeluk bantal kecilnya, matanya terbuka, menatap langit-langit. “Kenapa Kiara belum tidur?” tanya Leon pelan. Kiara menoleh. Suaranya kecil, hampir bergetar. “Ayah Leon… anak haram itu apa?” Leon mengernyit. Jantungnya berdetak lebih keras. “Kenapa Kiara nanya begitu?” Ia mencoba tetap tenang. Leon mengusap rambut Kiara. “Nggak ada yang namanya anak haram, Kiara.” Kiara menelan ludah. “Bukannya aku sama Kyan itu anak haram ya?” Tubuh Leon menegang seketika. Dadanya seperti diremas. “Siapa yang bilang begitu?” suaranya menurun, tertahan marah. “Kamu anak Mama. Kamu anak Ayah.” Kiara memalingkan wajah, matanya berkaca-kaca. “Katanya… aku sama Kyan anak yang nggak diinginkan. Terus itu namanya anak haram.” Leon langsung memeluk Kiara erat. Ia menahan nap
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: Perundungan
Pagi itu Anya berjongkok di depan dua anak kembarnya. Kyan dan Kiara berdiri rapi dengan seragam sekolah, tas kecil menggantung di punggung mereka. Anya mengelus pipi keduanya bergantian, menahan rasa berat di dadanya. “Mama pergi beberapa hari ya,” ucapnya lembut. “Temani tante Delia,” tambahnya, mencoba tersenyum. Kiara langsung memeluk leher Anya. “Jangan lama-lama, Ma.” Kyan ikut merapat, memegang tangan ibunya erat. “Mama hati-hati.” Anya mencium kening mereka satu per satu. “Mama pasti cepat pulang.” Tiga tahun terakhir, Anya bekerja di perusahaan properti. Ia adalah sekretaris pribadi Delia, CEO tempat ia bekerja perempuan tegas yang mempercayainya sepenuh hati. Hari ini ia harus keluar kota, dan sebelumnya ia sudah menitipkan Kyan dan Kiara pada Juan dan Leon. Tak lama, Leon datang. Ia berdiri di ambang pintu, menatap pemandangan kecil itu dengan dada menghangat. “Kamu berangkat sekarang?” tanya Leon. “Iya,” jawab Anya. “Nitip anak-anak ya.” Leon mengangguk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: Kenersamaan
Lima tahun kemudian Anya menghela napas panjang ketika potongan sayuran yang sudah rapi di talenan tiba-tiba tumpah ke lantai. “Ups...” Kiara berdiri kaku. Tubuh kecilnya menegang, kepalanya tertunduk. Mata bulat itu langsung berkaca-kaca, jelas merasa bersalah. Anya baru saja pulang bekerja. Bahunya pegal, kepalanya sedikit berdenyut, dan lelahnya sedang di puncak. Tapi ia menahan diri. Ia tahu, lelah bukan alasan untuk melukai hati anak. Hidup tanpa orang tua, tumbuh bersama nenek, lalu diasuh oleh orang asing semua itu mengajarkannya satu hal, anak kecil tak butuh teriakan, mereka butuh rasa aman. “Kiara… minta maaflah,” bisik Kyan pelan dari belakang, mencoba membantu adiknya. Dapur mendadak hening. Padahal tadi dua anak kembar itu berlarian sambil tertawa. “Mama…” Suara lembut itu langsung meluruhkan pertahanan Anya. Kiara yang suka dikepang dua itu memeluk kaki Anya erat-erat, menengadah dengan wajah polosnya. “Mama yang cantik… maafin Kiara, hum?” Anya t
Terakhir Diperbarui: 2026-02-10
Chapter: Dua Ayah yang Membingungkan
Pintu ruang bersalin terbuka. Juan melangkah keluar dengan mata sembab, wajah basah oleh air mata namun bibirnya justru tertarik ke atas. “Haha…” tawanya pecah, terdengar aneh, campuran lega, haru, dan nyaris gila. Leon yang berdiri mondar-mandir langsung menoleh. Melihat ekspresi Juan, darahnya seketika mendidih. Ia maju dan mencengkeram kerah kemeja Juan keras. “Harusnya aku,” geram Leon. “Aku yang di dalam. Aku yang nemenin Anya!” Juan tak melawan. Ia hanya menatap Leon dengan mata merah, lalu berkata pelan tapi mantap, “Anaknya lahir. Sehat. Dua-duanya.” Ia tersenyum lagi, air mata kembali jatuh. “Anya hebat. Dia berjuang… hidup dan mati.” Cengkeraman Leon melemah. Tangannya jatuh perlahan. Dadanya naik turun. “Anya…” gumamnya lirih. Tanpa kata lagi, Leon menarik Juan ke dalam pelukan. Keduanya berpelukan erat, dua pria yang selama berbulan-bulan memendam amarah, cemburu, dan takut yang sama. Mereka tertawa sambil menangis. “Kita ikut berjuang,” ucap Juan terengah.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa

Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa

Nana hidup dalam kegelapan ketika ia memergoki tunangannya, Dikta, berselingkuh—bukan hanya dengan wanita lain, tapi dengan adiknya sendiri. Dalam keputusasaan, ia menyerahkan dirinya pada seorang pria asing, sebuah keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Namun, takdir menimpanya ke dalam tragedi: kecelakaan yang membuatnya koma selama tiga bulan. Saat sadar, ia menghadapi kenyataan pahit—hamil, kehilangan ingatan, dan percaya bahwa anak yang dikandungnya adalah milik Dikta. Dikta, yang sejak awal hanya mengincar warisan Nana, dengan mudah mengakuinya, sementara cinta dan perhatian hanyalah kata-kata kosong. Pernikahan mereka menjadi neraka bagi Nana, hidup dalam kepalsuan dan penderitaan. Segalanya berubah ketika Andreas, pria yang sebenarnya adalah ayah dari bayi dalam kandungannya, muncul kembali. Selama ini Andreas tak pernah berhenti mencari Nana. Bersamanya, Nana menemukan cinta sejati, kemewahan, dan kasih sayang yang selama ini hilang. Bersama Andreas, ia juga merencanakan balas dendam terhadap mereka yang pernah menyakitinya, menutup luka lama dengan kekuatan dan kemuliaan. Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, kehilangan ingatan, dan kebangkitan dari kepedihan untuk menemukan kebahagiaan sejati.
Baca
Chapter: Mengusik Orang Yang Salah
Kami bahkan belum benar-benar masuk ke inti pembahasan ketika kursi di sebelahku bergeser kasar. Seseorang duduk terlalu dekat. Terlalu mempet. Bahkan kepalanya sengaja dicondongkan ke arahku. Sial. Yohanes. Aroma parfum menyengatnya langsung memenuhi ruang privat itu. Aku bisa merasakan perubahan udara di sekitarku dan yang paling terasa adalah perubahan ekspresi Andreas. Rahangan suamiku mengeras. Yohanes menyandarkan siku di sandaran sofa, seolah ia bagian dari pertemuan penting ini. “Nadira,” katanya santai namun penuh ejekan, “kamu berani ya jual mahal denganku. Kamu gak tahu siapa aku?” Aku tak menjawab. Tapi Andreas sudah berhenti bergerak sama sekali. Yohanes melirik pria di seberang kami Sean, pemilik perusahaan tekstil itu lalu tertawa kecil. “Eh, Tuan Muda Sean?” katanya sok akrab. Sean hanya menatap datar. Ia melirikku, lalu melirik Andreas. Situasi mulai terasa tidak nyaman. “Wanita ini teman kuliahku dulu,” lanjut Yohanes. “Dia...” Belum selesai.T
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Chapter: Ditawar?
Di dalam mobil, ponselku bergetar tanpa henti. Satu notifikasi. Dua. Puluhan. Aku mengernyit pelan saat membuka layar. Grup kantor. Foto itu terpampang jelas aku masuk ke mobil mewah, seorang pria paruh baya membukakan pintu. Caption dari Cleo. Ternyata simpanan pria tua. Aku membaca sekali. Lalu dua kali. Ekspresiku datar. Tak ada panik. Tak ada marah. Aku malah menghela napas pendek. Malas sekali rasanya harus klarifikasi untuk sesuatu yang bahkan tak layak dijelaskan. Kupadamkan layar ponsel dan menatap ke luar jendela mobil. Biarkan saja. Orang yang hidupnya kosong memang butuh bahan gosip untuk merasa penting. Esok paginya. Andreas mengantarku seperti biasa. Mobil berhenti agak jauh dari kantor. Sebelum aku turun, ia menarik tanganku dan mengecupnya singkat. “Nanti siang kita pergi cari bahan,” katanya tenang. Aku mengangguk. “Baiklah.” Tatapannya lembut, seolah tak ada kekacauan apa pun di dunia ini. Di kantor, suasana terasa… berbeda. Bisik-bisik. Tatapan miring. Se
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Chapter: Mawar Merah
Aku keluar dari ruangan Andreas sambil merapikan kerah bajuku. Jantungku masih berdetak tidak beraturan. Kulirik pantulan diriku di dinding kaca leherku sedikit memerah. Bekas gigitan itu masih terasa perih, seperti pengingat kecil atas emosi yang tadi meledak lalu mereda dengan cara yang… terlalu intim. Aku menurunkan rambutku, berusaha menutupinya. Aku tidak tahu, di ujung lorong, sepasang mata sedang mengamatiku tajam. Cleo. Ia berdiri bersandar di dinding, tangannya terlipat di dada. Tatapannya menyapu gerakku dari atas ke bawah, lalu berhenti di leherku. Bibirnya melengkung sinis. Tangannya mengepal. “Dasar murahan,” desisnya pelan namun penuh racun. “Atas dasar apa, hah?” matanya menyala iri. “Aku kerja di sini lima tahun. Lima tahun!” suaranya bergetar menahan amarah. “Tapi CEO bahkan nggak pernah melihat aku.” Ia melangkah setengah langkah ke depan, berbisik dengan kebencian yang tak disembunyikan. “Awas kamu, Nadira. Aku bakal bikin kamu nggak betah
Terakhir Diperbarui: 2026-02-05
Chapter: CEO ternyata Suamiku
Andreas tiba ketika api sudah sepenuhnya padam. Bau hangus masih pekat di udara. Asap tipis menggantung seperti kabut kelabu, menyelimuti bangunan gudang yang separuh tubuhnya menghitam. Sebagian atap runtuh, rangka besi melengkung kepanasan, dan yang paling menusuk tumpukan kain musim semi itu tinggal abu dan sisa arang. Dirga menghampir dengan wajah tegang. “Api sudah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa.” Andreas mengangguk, sorot matanya menyapu kerusakan. “CCTV?” Dirga menghela napas. “Dimatikan total, tuan. Sejak sebelum kejadian. Tidak ada rekaman.” Rahang Andreas mengeras. “Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua kemungkinan. Jangan ada yang terlewat.” “Siap.” Andreas menatap gudang itu lama tenang di luar, namun di dalam kepalanya, satu simpulan mulai terbentuk.** Aku terbangun dengan tubuh masih berada dalam pelukan Andreas. Lengannya melingkari pinggangku, napasnya teratur di tengkukku. Aku terdiam sejenak, heran. Kapan dia pulang? Perlahan aku bergera
Terakhir Diperbarui: 2026-02-05
Chapter: Kebakaran Gudang
Aku tenggelam dalam pekerjaanku tanpa menyadari waktu merayap begitu cepat. Jemariku lincah di atas meja kerja, menyesuaikan detail terakhir desain, mengecek ulang potongan pola, dan memastikan setiap sampel kain tersusun rapi. Di sekelilingku, anggota tim mulai berkemas satu per satu. “Besok dilanjut lagi ya,” ujar salah satu dari mereka. Aku mengangguk sambil tersenyum. “Hati-hati di jalan.” Lampu kantor perlahan meredup. Suara langkah kaki menjauh. Hingga akhirnya, lantai desain itu tinggal aku dan Cleo. Aku merapikan mejaku, tak melirik sedikit pun ke arahnya. Lalu ponselku bergetar. Pesan dari rumah. Aku bergegas memasukkan barang ke tas. Aku tidak tahu… begitu pintu lift menutup di belakangku, mata Cleo berubah. Cleo berdiri. Menatap meja kerjaku dengan senyum tipis yang penuh iri. “Berani-beraninya kamu,” gumamnya pelan. Ia melangkah mendekat. Tangannya menyapu tumpukan sketsa... bruk! Kertas-kertas itu berhamburan ke lantai. Belum puas, ia meraih beberapa sampel ka
Terakhir Diperbarui: 2026-02-05
Chapter: Kopi yang Tumpah ke Baju
Di ruang rapat lantai desain, suasana pagi itu terasa berbeda. Manager berdiri di depan whiteboard, menatap satu per satu wajah yang duduk di hadapannya. “Untuk proyek koleksi musim semi ini,” ucapnya tegas, “kita akan membentuk tim khusus. Nadira akan menjadi lead designer.” Beberapa pasang mata langsung mengarah padaku. Ada yang antusias, ada yang datar, dan tentu saja ada yang tidak senang. “Aku butuh tiga orang untuk bagian teknis pola, dua untuk riset bahan, dan satu untuk color palette,” lanjut manager. “Kita mulai hari ini. Deadline ketat.” Aku menarik napas pelan, lalu berdiri. “Terima kasih atas kepercayaannya. Aku harap kita bisa kerja sama dengan profesional.” Mita tersenyum lebar dan mengangguk penuh semangat. Beberapa rekan lain ikut merespons positif. Cleo hanya menyilangkan tangan, bibirnya mengulum senyum tipis yang sulit diartikan. Hari itu kami langsung tenggelam dalam pekerjaan. Meja dipenuhi sketsa, swatch warna, dan katalog kain. Aku dan tim riset bahan ber
Terakhir Diperbarui: 2026-02-05
Anda juga akan menyukai
Sukses setelah ditalak Tiga
Sukses setelah ditalak Tiga
Romansa · Rianievy
19.8K Dibaca
I Hate You, I Love You
I Hate You, I Love You
Romansa · Miss L
19.8K Dibaca
Budak Cinta Mrs. CEO
Budak Cinta Mrs. CEO
Romansa · Vazio Nove Doiz
19.8K Dibaca
KELAMBU MERAH JAMBU
KELAMBU MERAH JAMBU
Romansa · Humairah Samudera
19.8K Dibaca
Aku Perawan
Aku Perawan
Romansa · Okta Diana
19.8K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status