MasukNana hidup dalam kegelapan ketika ia memergoki tunangannya, Dikta, berselingkuh—bukan hanya dengan wanita lain, tapi dengan adiknya sendiri. Dalam keputusasaan, ia menyerahkan dirinya pada seorang pria asing, sebuah keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Namun, takdir menimpanya ke dalam tragedi: kecelakaan yang membuatnya koma selama tiga bulan. Saat sadar, ia menghadapi kenyataan pahit—hamil, kehilangan ingatan, dan percaya bahwa anak yang dikandungnya adalah milik Dikta. Dikta, yang sejak awal hanya mengincar warisan Nana, dengan mudah mengakuinya, sementara cinta dan perhatian hanyalah kata-kata kosong. Pernikahan mereka menjadi neraka bagi Nana, hidup dalam kepalsuan dan penderitaan. Segalanya berubah ketika Andreas, pria yang sebenarnya adalah ayah dari bayi dalam kandungannya, muncul kembali. Selama ini Andreas tak pernah berhenti mencari Nana. Bersamanya, Nana menemukan cinta sejati, kemewahan, dan kasih sayang yang selama ini hilang. Bersama Andreas, ia juga merencanakan balas dendam terhadap mereka yang pernah menyakitinya, menutup luka lama dengan kekuatan dan kemuliaan. Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, kehilangan ingatan, dan kebangkitan dari kepedihan untuk menemukan kebahagiaan sejati.
Lihat lebih banyakBella langsung menunjuk Reyhan sambil mengunyah makanan."Makanya kak Reyhan punya pacar dong.""Inget umur."Leo langsung tertawa kecil setuju."Bener tuh.""Jangan sok dingin terus.""Pangkat boleh dokter bedah terkenal…""Tapi urusan cinta?"Leo sengaja menggantung kalimatnya sambil terkekeh meledek. Reyhan langsung menyipitkan mata kesal."Berisik."Namun dalam hati Reyhan justru makin kacau.Cinta? Ia bahkan belum sempat memikirkan hal lain selain rasa bersalahnya pada Nessy. Tentang semalam. Tentang bagaimana ia harus bertanggung jawab. Dan sekarang... Bella juga sudah punya pacar. Reyhan memijat pelipisnya pelan."Astaga...""Bocah itu udah punya pacar."Namun akhirnya Reyhan mendengus lalu membalas Leo."Leo, jangan bisanya ngeledekin aku.""Lihat diri lo sendiri.""Bahkan kamu gak punya orang yang kamu suka."Dan detik berikutnya... Bella langsung nyeletuk polos tanpa dosa."Ada kok.""Tapi Leo ditolak terus ditinggalin."Semua langsung menoleh ke Bella. Leo langsung membelal
Malam itu suasana meja makan ramai seperti biasanya. Aku duduk di samping Andreas. Di seberang kami ada Bella dan Leo yang sejak tadi sudah ribut sendiri.Di meja sudah tersaji berbagai makanan hangat.Namun bukannya makan tenang… Bella justru sibuk ngoceh sambil tersenyum sendiri."Ya ampun… Bela masih gak nyangka bakal ke Tiongkok.""Bela nanti mau foto banyak sama Sean."Leo langsung mendengus jijik."Najis."Bella langsung melotot."Leo!""Aku laporin ya sama mama!"Leo santai menyendok sup."Lapor aja.""Aku tetap muak lihat gaya bucin kamu."Bella langsung nyolot."Emangnya kenapa kalau Bela sayang sama pacar sendiri?!"Leo memutar mata malas."Soalnya kamu lebay.""Sean napas aja kamu senyum-senyum sendiri."Andreas langsung nyeletuk dingin,"Itu juga yang papa rasain."Aku spontan tertawa kecil. Sementara Bella langsung manyun."Papa kok ikut-ikutan sih."Aku akhirnya mencoba mengalihkan pembicaraan."Leo, kamu yakin gak mau ikut ke Tiongkok?""Bela sama Sean kan berangkat lus
Sinar matahari pagi mulai masuk melalui celah tirai hotel. Reyhan perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa berat.Pening.Tubuhnya juga terasa pegal dengan cara yang aneh. Pria itu mengernyit sambil memijat pelipisnya pelan."Akh..."Ia mencoba duduk. Namun begitu bergerak... Potongan-potongan ingatan semalam mulai muncul satu persatu. Reuni SMA. Suasana ramai.Minuman. Tawa teman-teman lamanya. Lalu...Clara.Teman sekelasnya dulu. Reyhan langsung mengingat jelas bagaimana wanita itu terus menempel padanya semalam. Dan kemudian... Tatapan Reyhan berubah dingin. Ia ingat. Minumannya bermasalah. Tubuhnya mulai panas tidak normal. Kesadarannya kacau.Dan Clara justru membawanya masuk ke kamar hotel. Ingatan berikutnya membuat rahang Reyhan mengeras. Clara menyentuhnya. Menggodanya. Mencoba membuka kancing bajunya. Namun bukannya terbawa suasana...Reyhan justru mencekik wanita itu ke dinding. Tatapannya gelap dan bengis malam itu."Keluar."Suara Reyhan saat itu benar-benar mengerikan
Sinar matahari pagi menembus celah tirai hotel. Nessy perlahan membuka matanya. Dan detik berikutnya... "Astaga…" Tubuhnya terasa remuk. Pinggangnya seperti patah. Tulang-tulangnya terasa hancur. Seolah habis terlindas truk. Nessy meringis sambil memegangi pinggangnya pelan. "Ya Tuhan…" Ia perlahan menoleh ke samping. Dan di sana… Reyhan masih tertidur pulas. Wajah pria itu terlihat damai. Rambutnya sedikit berantakan. Dasi dan kemejanya bahkan masih setengah terbuka. Melihat itu... Ingatan Nessy langsung kembali ke semalam. Tentang ciuman mereka. Pelukan itu. Tentang bagaimana semuanya terasa begitu memabukkan. Wajah Nessy langsung merah padam. Ia buru-buru menutup wajahnya sendiri dengan bantal. "AAAAA malu banget!" Namun beberapa detik kemudian... Nessy langsung membeku lagi. Karena tiba-tiba otaknya bekerja normal. Kalau Reyhan sadar nanti… Dan ingat semuanya… Nessy langsung duduk panik. "Kalau dia bunuh aku gimana?!" Namun beberapa detik kemudian Nessy malah menghela n
Pagi di rumah besar keluarga Vaughan berbeda dari pagi mana pun yang pernah Alina rasakan. Cahaya matahari merembes lewat tirai tipis, menyentuh kulitnya yang masih terasa hangat.Ia terbangun pelan, tubuhnya terasa sedikit lelah tapi… nyaman. Sangat nyaman.Ada sesuatu atau tep
Malam sudah sangat larut. Lampu-lampu di rumah besar keluarga Vaughan mulai dimatikan satu per satu. Pesta ulang tahun Nadine berakhir sejak dua jam lalu, namun rumah tua itu masih menyimpan sisa riuhnya.Andreas sebenarnya ingin membawa Alina kembali ke mansion pribadinya, tapi Nadine d
Setelah pengumuman mengejutkan Andreas tentang pernikahannya, pesta kembali berjalan. Namun pusat perhatian bergeser bukan lagi pada ulang tahun Nadine, melainkan pada Alina.Di ruang VIP kecil di belakang ballroom, Nadine langsung menarik Alina masuk begitu suasana agak tenang.“Andreas, kamu tung
Ballroom hotel terbesar di Selvara berubah menjadi lautan kemewahan malam itu. Lampu kristal menggantung tinggi, memantulkan cahaya ke dinding-dinding berlapis marmer. Para tamu—pebisnis, pemilik perusahaan besar, bangsawan sosial, dan tokoh berpengaruh—memenuhi ruangan dengan setelan jas mahal d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.