
Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina
Setelah kepalanya tertembak, Elina bukannya mati justru malah terbangun di dunia yang asing dan tubuh yang asing.
Dengan bola mata berwarna coklat terang kemerahan sangat kontras dengan rambutnya yang berwarna merah. Nama wanita, ah- atau kita sebut saja dia gadis? Kenapa? Karena, meskipun statusnya seorang istri tapi suaminya belum pernah sekalipun menyempurnakan pernikahan mereka. Dia adalah Elena Van Padrisa.
Meski begitu, status istri yang di sandangnya tak main-main. Karena sang pemilik tubuh merupakan istri dari seorang miliarder bernama Liandra Van Padrisa.
Jadi, dia harus senang atau sedih? Dengan status istri sang miliarder yang tak di anggap keberadaannya itu?
....
"Hehe baguslah jika dia tak menganggap keberadaanku, yang aku butuhkan hanya kekayaannya!"
"Aku bisa foya-foya dan menikmati kehidupan kedua yang di berikan padaku."
....
"Mau kemana, hmm? Apa kamu menghindariku?"
"Terima hukumanmu, sayang!"
....
"Aaaa dasar bajingan penipu! Apanya yang gak di anggap dia justru pria gila yang tak bisa lepas dariku!"
"Menjauh dariku bajingan mesum!"
.....
Entahlah bagaimana kelanjutan dari kehidupan kedua Elina as Elena di dunia barunya?
Semakin banyak chapter, semakin seru dan penuh ketegangan serta plot twist!
Read
Chapter: Final - MGWSementara itu, saat Lisanders dan Mika mendekati area Liandra dan Elena, para tamu undangan memberikan jalan seraya berbisik kagum. Semua orang tahu, gadis di samping Lisanders bukan sekadar pendamping biasa—dialah calon ratu dari dinasti Van Padrisa."Kalian tampak sangat serasi, Nak," puji Elena hangat seraya memeluk Mika dan mengecup kedua pipinya. "Mommy sangat bangga pada kalian."Liandra menatap Lisanders lurus-lurus. Dua pria dengan kepribadian paling keras dan dingin di keluarga itu beradu pandang selama beberapa detik, sebelum akhirnya Liandra menepuk bahu kanan Lisanders dengan sangat kuat—sebuah pengakuan tulus dari seorang ayah kepada penerusnya."Perusahaan ini ada di tanganmu sekarang, Lisanders," kata Liandra dengan suara beratnya yang penuh otoritas. "Urus bisnis kita di luar. Dan seperti yang selalu kukatakan... lindungi keluargamu, terutama wanita di sampingmu itu."Lisanders menundukkan kepalanya tipis. "Baik, Dad. Tidak ada satu pun yang bisa menyentuh milikku."Di
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: MGW - S2Empat tahun berlalu dari hari di mana cincin janji itu pertama kali terlingkar di jari manis Mika.Malam ini, cuaca di luar diselimuti hujan gerimis yang membiaskan cahaya lampu-lampu megah dari gedung pencakar langit keluarga Van Padrisa. Di lantai lima puluh—ruang kerja utama CEO yang berdinding kaca transparan menatap langsung ke jantung kota—keheningan terasa begitu pekat dan berwibawa.Di belakang meja kerja kayu mahoni yang luas, Lisanders Emmanuel Van Padrisa berdiri tegak. Mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung rapi hingga siku, pria berusia dua puluh dua tahun itu memegang segelas kopi hitam yang uapnya perlahan menghilang. Garis rahangnya makin tegas, guratan ketampanannya makin tajam dan intimider, mewarisi secara mutlak aura dominan yang dulu dimiliki Liandra.Sejak enam bulan lalu, Liandra secara resmi menyerahkan kursi kepemimpinan utama seluruh anak perusahaan Van Padrisa kepada Lisand
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: MGW - S2 Aula besar SMA Vilarius diselimuti atmosfer megah yang tak biasa. Kirab bunga lily putih dan mawar krem menghiasi sepanjang lorong utama, sementara alunan instrumental musik klasik mengalun lembut di udara. Hari ini adalah momentum pelepasan angkatan kelas XII—sebuah tanda bahwa masa-masa sekolah menengah atas yang riuh dan penuh dinamika akhirnya menemui muara resminya.Di dalam ruangan transit bernuansa elegan di samping aula, Mika berdiri terpaku di depan cermin berbingkai ukiran emas. Gadis itu mengenakan kebaya wisuda berwarna krem lembut dengan balutan kain batik bernuansa netral yang jatuh anggun mengikuti lekuk tubuhnya. Penampilannya tampak begitu bersahaja namun memancarkan keanggunan yang sukar diabaikan.Di sebelah Mika, Lilian sibuk memoleskan pewarna bibir yang pas. Rambutnya ditata dalam sanggul modern yang presisi, melengkapi kebaya berwarna merah marun yang membuatnya terlihat semakin menawan."Gak
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: MGW - S2Mika tersenyum manis, menyandarkan kepalanya di dada bidang Lisanders seraya menggenggam erat tangan pria itu."Mika udah sangat bahagia di sini, San. Bersamamu."Lisanders mempererat dekapannya, melingkarkan lengan di pinggang Mika seolah ingin memastikan bahwa seluruh kehangatan ini nyata, bukan sekadar ilusi di tengah pusaran badai keluarga Gwinnett yang baru saja mereka lewati. Dentang bel istirahat yang menggema di seluruh sudut gedung SMA Vilarius tak sedikit pun mengusik dunia kecil yang tercipta di sudut koridor lantai dasar tersebut."Janji satu hal padaku," bisik Lisanders, helaan napas hangatnya menyapu lembut pucuk kepala Mika yang tersandar nyaman di dadanya.Mika sedikit mendongak, menatap manik mata kelam Lisanders yang kini tidak lagi memancarkan dorongan posesif yang membahayakan, melainkan ketenangan yang begitu dalam dan matang. "Janji apa, San?""Jangan pernah sembunyikan apa pun lagi dariku. Sekecil apa pun masalahmu di kelas XII nanti—tentang beban pelajaran, ten
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: MGW - S2Empat bulan telah berlalu sejak badai keluarga Gwinnett mereda, dan suasana di mansion Van Padrisa membawa angin perubahan yang baru.Seragam putih-abu-abu dengan bet kelas XI yang lama kini telah berganti. Di lengan kanan seragam Mika, Lisanders, dan Lilian, kini tertera bordiran bertuliskan XII-1—kelas unggulan teratas di SMA Vilarius. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, pihak yayasan (yang tentu saja tak lepas dari arahan halus Liandra Van Padrisa) menggabungkan ketiganya di dalam satu kelas yang sama.Sementara itu, dinasti Van Padrisa di SMA Vilarius makin lengkap dengan hadirnya Liam. Si bungsu yang dulu selalu mengocehkan stik PS itu, kini sudah mengenakan seragam putih-abu-abu sebagai siswa kelas X.Pagi hari di koridor lantai tiga gedung SMA terasa sedikit lebih riuh dari biasanya.Liam berjalan di samping Mika seraya terus memprotes dasi seragam barunya yang terasa terlalu mencekik. "Kak Mika, liat deh! Kak Lili pasangin dasinya kencang banget, sengaja banget mau bik
Last Updated: 2026-08-07
Chapter: MGW - S2Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar Mika, membiaskan cahaya keemasan di atas sprei putih yang halus. Suasana mansion Van Padrisa terasa jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa mencekam yang menindih dada Mika setiap kali ia terbangun.Mika perlahan membuka matanya. Rasa hangat di punggungnya membuatnya sadar bahwa Lisanders masih di sana. Cowok itu tidur menyamping, merekatkan tubuhnya pada Mika dengan satu lengan kokoh melingkari pinggang Mika secara posesif—sebuah kebiasaan baru yang tak lagi ditutupi di balik topeng 'seorang abang'."Sudah bangun?" bisik Lisanders pelan. Suara seraknya khas orang baru bangun tidur terdengar begitu dekat di ceruk leher Mika, disusul kecupan singkat yang hangat di bahu gadis itu.Mika berbalik perlahan dalam dekapan Lisanders, menatap wajah cowok yang kini tak lagi memancarkan kilatan dingin yang menakutkan. Ada ketenangan yang begitu pekat di mata kelam Lisanders."San..." cicit Mika, meremas pelan ujung kaus hitam ya
Last Updated: 2026-08-07