author-banner
GamilaNZ
GamilaNZ
Author

Novels by GamilaNZ

Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina

Setelah kepalanya tertembak, Elina bukannya mati justru malah terbangun di dunia yang asing dan tubuh yang asing. Dengan bola mata berwarna coklat terang kemerahan sangat kontras dengan rambutnya yang berwarna merah. Nama wanita, ah- atau kita sebut saja dia gadis? Kenapa? Karena, meskipun statusnya seorang istri tapi suaminya belum pernah sekalipun menyempurnakan pernikahan mereka. Dia adalah Elena Van Padrisa. Meski begitu, status istri yang di sandangnya tak main-main. Karena sang pemilik tubuh merupakan istri dari seorang miliarder bernama Liandra Van Padrisa. Jadi, dia harus senang atau sedih? Dengan status istri sang miliarder yang tak di anggap keberadaannya itu? .... "Hehe baguslah jika dia tak menganggap keberadaanku, yang aku butuhkan hanya kekayaannya!" "Aku bisa foya-foya dan menikmati kehidupan kedua yang di berikan padaku." .... "Mau kemana, hmm? Apa kamu menghindariku?" "Terima hukumanmu, sayang!" .... "Aaaa dasar bajingan penipu! Apanya yang gak di anggap dia justru pria gila yang tak bisa lepas dariku!" "Menjauh dariku bajingan mesum!" ..... Entahlah bagaimana kelanjutan dari kehidupan kedua Elina as Elena di dunia barunya? Semakin banyak chapter, semakin seru dan penuh ketegangan serta plot twist!
Read
Chapter: MGW - S2
BLAM!Suara ledakan logam yang dihantam paksa membuat bumi di bawah kaki mereka seolah bergetar. Pintu besi gudang tua yang tertembok gembok itu terpental hingga lepas dari engselnya, menghantam lantai beton dengan dentuman memekakkan telinga.Dari balik kepulan debu malam dan sorot lampu mobil SUV yang menembus kegelapan, sebuah siluet tinggi melangkah masuk.Bukan dengan terburu-buru, melainkan dengan langkah lebar yang konstan, berat, dan membawa tekanan atmosfer yang sanggup meremukkan udara di dalam ruangan.Lisanders Emmanuel Van Padrisa.Kemeja hitamnya sedikit terbuka di bagian kerah, rambutnya acak-acakan oleh angin malam, tetapi kedua matanya—mata kelam yang mewarisi langsung darah dingin Liandra Van Padrisa—menyorot tajam bagaikan predator yang baru saja menemukan mangsanya.Di belakangnya, Lilian melangkah dengan pistol kejut di tangan
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: MGW - S2
Beberapa hari berlalu setelah pertemuan singkatnya dengan Neona.Di suatu Malam yang merayap semakin pekat. Pada pukul dua pagi ketika sebuah getaran panjang memecah keheningan kamar Mika. Suara itu bukan berasal dari ponsel pribadinya yang sudah disita oleh Elena sejak kejadian di kafe, melainkan dari sebuah ponsel pintar berwarna hitam yang secara diam-diam diselipkan Neona ke dalam saku jas sekolah Mika tempo hari.Mika yang sejak tadi hanya duduk memeluk lutut di atas tempat tidur segera menyambar ponsel tersebut. Di layar kecilnya, tertera sebuah pesan singkat dari Neona yang membuat darahnya berdesir dingin.Mika, tolong aku! Orang-orang suruhan ayahmu menyerang kantor Papa dan mengancam akan membakar gudang penyimpanan kami malam ini. Mereka bilang ini balasan karena aku berani membawamu pergi. Aku terjebak di gudang tua Pelabuhan Barat. Kalau kamu gak datang sekarang untuk bicara sama Lisanders, keluarga ka
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: MGW - S2
Seminggu berlalu sejak malam yang mencekam itu, dan kehidupan Mika berubah sepenuhnya menjadi simulasi penjara berbalut kemewahan. Mansion Van Padrisa tidak lagi terasa seperti rumah, melainkan sangkar besi berlapis emas yang kedap udara.Perkataan Liandra bukan sekadar gertakan. Pengawasan terhadap Mika ditingkatkan ke taraf yang hampir tidak masuk akal. Setiap langkah kaki Mika, setiap detik helaan nafasnya, selalu berada di bawah intaian mata-mata suruhan keluarga Van Padrisa. Bahkan untuk sekadar melangkah ke kamar mandi sekolah pun, dua orang pengawal bertubuh tegap berdiri kaku di balik pintu kayu, sementara Lilian atau Lisanders memantau dari kejauhan lorong. Mika merasa seperti barang pecah belah berharga yang dikunci rapat di dalam kotak kaca, terus diawasi hingga rasanya ia tak punya ruang lagi bahkan hanya untuk menghela napas lega.Di sekolah, situasi tak jauh berbeda. Pada dua hari pertama, Neona Gwinnett masih berani menunjukkan batang hidungnya. Cewek itu terus berusaha
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: MGW - S2
Sesampainya di mansion Van Padrisa, suasana rumah megah itu sudah seperti medan perang yang tak bersuara. Liandra dan Elena berdiri di dekat tangga utama, menyambut kedatangan anak-anak mereka dengan raut wajah yang luar biasa tegang.Begitu Lisanders melangkah masuk seraya menuntun—atau lebih tepatnya mencengkeram lembut—pergelangan tangan Mika, Elena langsung mendekat."Mika..." panggil Elena dengan nada penuh kecemasan seorang ibu. Ia meraih tubuh Mika yang gemetar dan merengkuhnya erat-erat. "Kamu tidak apa-apa, Nak? Ada yang terluka?"Mika hanya menggeleng pelan di dalam pelukan Elena. Air matanya sudah mengering, menyisakan rasa lelah luar biasa yang meremukkan seluruh sendinya. Di balik bahu Elena, mata Mika yang sembap tak sengaja beradu pandang dengan Lisanders.Cowok itu berdiri kaku beberapa langkah di depannya. Manik mata Lisanders yang biasanya penuh kontrol, kini memancarkan kilatan emosi yang sangat pekat—perpaduan antara amarah yang tertahan, dominasi, dan rasa takut ke
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: MGW - S2
Di sebuah kafe privat di pinggiran kota, Neona menyesap tehnya dengan amat tenang, menikmati keputusasaan yang terpancar murni dari raut wajah Mika.Mika duduk menunduk, jemarinya terus memilin ujung rok seragamnya. Tatapannya kosong, menatap uap teh hangat yang perlahan menghilang di udara. Bayangan Lisanders yang murka saat tahu ia kabur terus membayang-bayangi benaknya. Namun, di saat yang sama, ada sebentuk rasa lega yang ganjil. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Mika tidak merasakan sepasang mata tajam Lisanders yang mengunci gerak-geriknya."Mika," panggil Neona halus, memecah keheningan di antara mereka. "Kamu kelihatan panik banget. Napas kamu masih belum teratur.""A-aku gak apa-apa, Neona," sahut Mika pelan, suaranya parau. "Aku cuma... aku bingung. Aku harus pulang lewat mana nanti? Pengawal Abang San pasti udah nunggu di depan rumah."Neona tersenyum manis, mengusap punggung tangan Mika dengan kehangatan yang amat menipu. "Kamu gak usah pulang dulu kalau belum s
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: MGW - S2
Keringat dingin membasahi telapak tangan Mika saat ia menggenggam erat lipatan kertas dari Neona. Dari sudut matanya, ia bisa melihat pantulan bayangan pengawal Lisanders yang berdiri tegap di luar pintu kelas.Sesak. Setiap kali Mika bernapas di gedung sekolah ini, bayangan Lisanders selalu membuntutinya. Namun, yang paling menyiksa Mika bukanlah keberadaan pengawal-pengawal itu, melainkan alasan di balik rasa frustrasinya sendiri.Mika memejamkan mata rapat-rapt, mencoba meredam degup jantungnya yang tak beraturan. Ia tidak membenci Lisanders karena sikap posesifnya semata. Yang membuat Mika paling menderita adalah kenyataan bahwa ia mencintai Lisanders—bukan sekadar sebagai sosok abang angkat, melainkan sebagai seorang pria.Setiap sentuhan Lisanders di pipinya, setiap tatapan protektif yang begitu pekat, hingga aroma kayu cendana yang selalu tertinggal di udara... semua itu mengikis pertahanan batin Mika. Mika
Last Updated: 2026-08-03
You may also like
Suami Pengganti
Suami Pengganti
Romansa · Rafizqi
1.1K views
Seatap dengan Mantan Suami
Seatap dengan Mantan Suami
Romansa · Aster Diamond
1.1K views
Jodoh Dalam Perjanjian
Jodoh Dalam Perjanjian
Romansa · MamGemoy
1.1K views
MENGAJAR CINTA
MENGAJAR CINTA
Romansa · Nd.park
1.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status