
Melintasi Garis Waktu; Sekarang Elena Bukan Elina
Setelah kepalanya tertembak, Elina bukannya mati justru malah terbangun di dunia yang asing dan tubuh yang asing.
Dengan bola mata berwarna coklat terang kemerahan sangat kontras dengan rambutnya yang berwarna merah. Nama wanita, ah- atau kita sebut saja dia gadis? Kenapa? Karena, meskipun statusnya seorang istri tapi suaminya belum pernah sekalipun menyempurnakan pernikahan mereka. Dia adalah Elena Van Padrisa.
Meski begitu, status istri yang di sandangnya tak main-main. Karena sang pemilik tubuh merupakan istri dari seorang miliarder bernama Liandra Van Padrisa.
Jadi, dia harus senang atau sedih? Dengan status istri sang miliarder yang tak di anggap keberadaannya itu?
....
"Hehe baguslah jika dia tak menganggap keberadaanku, yang aku butuhkan hanya kekayaannya!"
"Aku bisa foya-foya dan menikmati kehidupan kedua yang di berikan padaku."
....
"Mau kemana, hmm? Apa kamu menghindariku?"
"Terima hukumanmu, sayang!"
....
"Aaaa dasar bajingan penipu! Apanya yang gak di anggap dia justru pria gila yang tak bisa lepas dariku!"
"Menjauh dariku bajingan mesum!"
.....
Entahlah bagaimana kelanjutan dari kehidupan kedua Elina as Elena di dunia barunya?
Semakin banyak chapter, semakin seru dan penuh ketegangan serta plot twist!
Read
Chapter: Bab 85 - MGW [kebahagiaan yang hangat]Matahari pagi baru saja menyembul di balik ufuk, menyiram kediaman mereka dengan cahaya keemasan yang hangat. Namun, hiruk-pikuk di dalam rumah sudah menyamai keriuhan pasar di siang bolong. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah Twins L—Lisanders dan Lilian. Dua bocah kembar itu sudah rapi dengan pakaian terbaik mereka sejak jarum jam belum genap menunjuk angka tujuh."Daddy! Cepetan patai cepatuna! Nati adik bayina kebuyu bobo lagi kalau kita telat!" seru Lisanders sembari menarik-narik ujung kemeja Liandra yang masih berusaha mengancingkan lengan bajunya."Iya, Daddy! Lili mau yiat mukana adik bayi hayi ini. Lili mau bisikin kalau Kakak Lili udah beyiin dia bando keyinci!" timpal Lilian tidak kalah heboh, melompat-lompat kecil di dekat sofa ruang tamu sambil memeluk sebuah tas kecil berisi mainannya.Liandra terkekeh geli melihat tingkah kedua buah hatinya. Ia berjongkok, merapikan kerah baju Lisanders lalu mencubit gemas hidung Lilian. "Sabar, Sayan
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 84 - MGW [drama klasik lainnya]Lobi utama L.E Corporation mendadak terasa lebih hidup siang itu. Pintu kaca besar terbuka, memperlihatkan Elena yang melangkah masuk dengan anggun dalam balutan pakaian formal namun modis, menggandeng dua malaikat kecilnya: Lisanders dan Lilian.Begitu melangkah masuk, atmosfer lobi langsung berubah khidmat. Para karyawan senior yang mengenali siapa wanita di depan mereka segera menghentikan aktivitas, membungkuk hormat dengan senyum tulus. Elena membalasnya dengan senyuman hangat dan anggukan elegan.Dari koridor lift eksekutif, muncul Gabe. Langkah kakinya terdengar konstan, wajahnya datar tanpa ekspresi, dan postur tubuhnya tegak sempurna bak prajurit. Bagi seluruh karyawan L.E Corporation, Gabe adalah sosok 'robot bernyawa' yang dingin dan tidak tersentuh.Namun, begitu berdiri di hadapan Elena, wajah kakunya sedikit melunak tanpa mengubah ekspresi yang berarti. Gabe langsung membungkuk dalam—memberi penghormatan pada istri Tuannya."Selamat siang, Nyonya Muda. Suatu kehormatan A
Last Updated: 2026-06-21
Chapter: Bab 83 - MGW [perselisihan antar bocil]Mentari pagi bersinar cerah, menerobos masuk melalui jendela besar kediaman megah keluarga Van Padrisa. Setelah badai drama dan serangkaian peristiwa tak terduga yang sempat menguji ketahanan keluarga ini, kedamaian akhirnya berlabuh. Rumah yang dulunya sering tegang, kini bertransformasi menjadi panggung penuh canda tawa dan celotehan menggemaskan dari si kembar, Twins L.Waktu berlalu begitu cepat. Menginjak usia yang semakin bertambah, perkembangan Lisanders dan Lilian menunjukkan kurva yang luar biasa. Terutama Lisanders. Sang Abang kini sudah lebih fasih berbicara, bahkan bisa dikatakan hampir lancar untuk anak seusianya. Sementara itu, Lilian sang adik, tidak mau kalah. Sebagai adik kembar, ia dengan gigih berusaha meniru dan mengikuti perkembangan Lisanders yang melesat cepat seperti roket.Namun, ada satu hal unik yang mulai disadari oleh seluruh penghuni rumah. Lisanders sama sekali tidak tertarik pada mainan batita normal. Ketika anak-anak lain merengek memin
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Bab 82 -GW [Rendy dead]Kita mundur ke beberapa Minggu lalu. Ke situasi Rendy.________________Dua minggu telah berlalu sejak Rendy dipaksa meninggalkan Elena yang terkurung di markas rahasianya. Perintah mendadak dari Ketua The Poison Rose yang di sampaikan oleh wakilnya benar-benar tidak bisa dibantah. Rendy dikirim ke wilayah perbatasan yang gersang dan terisolasi untuk mengawasi transaksi besar senjata ilegal dan pasokan obat-obatan terlarang. Misi ini seharusnya berlangsung selama satu bulan penuh.Namun, pikiran Rendy tidak pernah benar-benar ada di perbatasan.Setiap detik, otaknya dipenuhi oleh bayangan Elena. Ia mengutuk waktu keberangkatannya yang sial. Padahal, tepat sebelum panggilan organisasi itu datang, ia sudah hampir berhasil menyentuh Elena, hampir memaksakan kehendaknya agar wanita itu menjadi miliknya sepenuhnya, melupakan fakta bahwa Elena sudah menjadi istri orang lain.Malam itu, di dalam sebuah gudang kontainer di area perbatasan yang gelap, Rendy sedang memeriksa manifes senjata den
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: Bab 81 - MGW [tamparan telak]Bibi Sofia berdeham keras, mencoba menetralisasi rasa malu akibat sindiran halus Elena barusan. Ia langsung menjatuhkan dirinya ke sofa beludru, lalu meletakkan tas bermerek yang terlihat mencolok di atas meja dengan sengaja."Kamu ini, masih muda tapi bicaranya sudah pintar memutarbalikkan fakta ya," sahut Bibi Sofia sambil mengibaskan tangan, mencoba bersikap superior. Matanya kemudian melirik ke arah Lilian yang sedang memperhatikan dengan polos namun menyiratkan sesuatu yang lain dari atas karpet berbulu tebal."Lagipula, Serli, menantumu ini kok kurang berpendidikan ya cara menyambut tamunya? Dan apa itu? Anak pertamanya perempuan? Aduh, Liandra... penerus bisnis sebesar ini kok malah anak perempuan. Makanya, kalau cari istri itu yang jelas asal-usul rahimnya, biar langsung dapat anak laki-laki yang bawa hoki."Serli yang baru saja duduk di seberang sofa langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rahangnya mengeras. Ia sudah menahan sabar sepanjang jalan, da
Last Updated: 2026-06-19
Chapter: Bab 80 - MGW [tamu tak di undang]Satu bulan berlalu sejak kepulangan Elena dari rumah sakit. Kehamilan Elena kini sudah menginjak bulan ke-4, sedangkan untuk Twins L kini berusia 1 setengah tahun. Perut Elena sudah mulai tampak sedikit membuncit. Lisanders dan Lilian hampir setiap hari menempel pada perut Mommy mereka, mengajak sang calon adik mengobrol atau sekadar memamerkan mainan baru mereka dengan penuh celotehan jenaka.Kediaman keluarga Van Padrisa tak pernah benar-benar sunyi, selalu ada suara-suara yang di timbulkan oleh Twins L. Entah itu tangisan, rengekan bahkan perdebatan kecil mereka yang sangat terlihat lucu di mata orang-orang.Pagi itu, suasananya terasa begitu hidup dan hangat. Sinar matahari menerobos masuk melalui jendela besar ruang tengah, menyinari Twins L yang sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri di atas karpet bulu."Abang San! Ngan mbak bebi Lili akai pitol itu! Nati ambutna yucak!" pekik Lilian, buru-buru menyembunyikan boneka barunya di balik punggung gembulnya. (Jangan tembak barbie L
Last Updated: 2026-06-19