author-banner
Nhaya_Khania
Nhaya_Khania
Author

Novels by Nhaya_Khania

Penghangat Ranjang Majikanku

Penghangat Ranjang Majikanku

Ana, gadis muda berwajah cantik dan bertubuh menawan, melamar pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga demi membiayai pengobatan ibunya di kampung. Ia diterima bekerja di rumah Kevin—pria mapan dan tampan, namun kesepian karena istrinya, Clara, sering pergi ke luar kota untuk urusan bisnis. Ketika Ana hadir dengan pesona polosnya yang menggoda, batas profesional dan godaan mulai kabur, dan Kevin mulai terperangkap dalam hasrat yang tak seharusnya ia rasakan.
Read
Chapter: 57. Larangan Istirahat
Kevin berdiri dari kursinya dengan gerakan yang sangat kasar hingga kaki kursi berderit di atas lantai marmer. Ia menatap mangkuk sup yang masih dipegang Ana dengan tangan bergetar. Wajah Kevin merah padam, tidak lagi bisa menyembunyikan amarahnya di depan para tamu.“Cukup, Clara! Ana, taruh mangkuknya. Masuk ke kamarmu sekarang dan istirahat,” perintah Kevin. Suaranya berat dan tidak menerima bantahan.Ana sempat ragu, ia melirik ke arah Clara dengan mata yang mulai berair karena rasa asin yang menyengat di tenggorokannya. Namun, Clara segera menimpali dengan tawa sinis yang sengaja dikeraskan.“Jangan ikut campur, Mas. Ini urusan domestik, urusan aku sebagai nyonya rumah dengan pelayannya. Kamu urus saja bisnismu di kantor,” sahut Clara sambil tetap menekan bahu Ana agar tidak beranjak.“Ini bukan urusan domestik kalau sudah menyangkut penyiksaan, Clara! Dia manusia, bukan binatang!” bentak Kevin.Keheningan yang canggung menyelimuti ruang makan. Para tamu mulai saling lirik, meras
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: 56. Sabotase di Dapur
Malam itu, dapur rumah utama terasa seperti zona perang yang panas dan menyesakkan. Ana sudah berdiri di depan kompor selama hampir lima jam, menyiapkan menu makan malam mewah untuk sepuluh orang kolega sosialita Clara.Keringat membasahi dahi dan punggungnya, namun ia tidak punya waktu untuk mengeluh. Semua harus sempurna jika ia tidak ingin mendengar makian Clara lagi.“Ana, pastikan sup asparagusnya sudah siap. Tamu sebentar lagi duduk,” teriak Clara dari ruang makan, suaranya terdengar sangat manis di depan para tamunya, kontras dengan nada tajam yang biasa ia gunakan.“Sedikit lagi, Nyonya,” sahut Ana sambil mengaduk panci besar berisi sup yang aromanya sudah menggugah selera.Perut Ana mendadak melilit. Mungkin karena ia belum makan sejak pagi karena tugas yang bertumpuk. Ia mematikan api kecil pada sup, lalu bergegas menuju toilet di dekat area servis untuk urusan mendesak. Ia hanya pergi tidak lebih dari dua menit.Namun, dalam dua menit itu, sebuah bayangan merah menyelinap k
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: 55. Daftar Pekerjaan Mustahil
Pagi itu, rumah besar milik Kevin dan Clara terasa jauh lebih sunyi namun sangat mencekam. Dua asisten rumah tangga lainnya, Bi Siti dan Sari, sudah mengepak barang-barang mereka sejak subuh.Clara berdiri di ruang tengah dengan angkuh, memegang map berisi laporan keuangan rumah tangga yang ia klaim sebagai alasan pemecatan.“Efisiensi,” ucap Clara dingin saat Ana baru saja selesai menyiapkan sarapan.“Mulai hari ini, Bi Siti dan Sari tidak lagi bekerja di sini. Mas Kevin bilang kita harus mulai berhemat demi stabilitas perusahaan, jadi saya rasa satu orang pelayan saja sudah cukup untuk mengurus rumah ini.”Ana terpaku di depan meja makan. “Nyonya? Tapi rumah ini terlalu besar untuk saya urus sendiri. Saya harus masak, menyapu, mengepel, mencuci baju, sampai mengurus taman...”“Kamu mengeluh?” Clara memotong dengan nada tajam, matanya menyipit penuh kebencian.“Bukankah kamu asisten 'istimewa' pilihan suamiku? Kalau kamu merasa tidak sanggup, pintu keluar terbuka lebar. Tapi ingat, u
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: 54. Aku Hidup Karenamu
Malam itu, rumah besar tersebut terasa sangat dingin. Acara pesta perusahaan baru saja berakhir dua jam yang lalu, namun ketegangan masih tertinggal di setiap sudut ruangan.Ana sudah melepas setelan blazernya dan kembali mengenakan seragam pelayan yang biasa. Ia berdiri sendirian di dapur yang luas, mencuci tumpukan piring terakhir dengan gerakan mekanis.Suara gemericik air dari keran adalah satu-satunya bunyi yang mengisi kesunyian. Ana terus menunduk, mencoba membuang bayangan wajah Clara yang memegang antingnya di taman hotel tadi. Ia tahu hari-hari tenangnya di rumah ini sudah berakhir.Tiba-tiba, langkah kaki yang berat terdengar mendekat. Ana tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang. Bau kayu cendana yang familiar mulai memenuhi indra penciumannya.“Tuan, ini sudah malam. Nyonya Clara pasti menunggu di kamar,” ucap Ana tanpa menghentikan pekerjaannya.Kevin tidak menjawab. Ia justru melangkah maju, melewati batas privasi yang biasanya Ana jaga.Sebelum Ana sempat berea
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: 53. Menemukan Sesuatu
Di dalam ballroom, musik masih mengalun, tapi Clara sudah tidak bisa lagi memasang senyum palsunya. Ia menoleh ke kanan dan kiri, mencari sosok suaminya yang seharusnya berdiri di sampingnya untuk menyalami tamu-tamu penting.Kevin sudah menghilang lebih dari lima belas menit. Matanya beralih ke sudut ruangan, ke arah meja registrasi, dan ia menyadari asisten “tambahan” itu juga tidak ada di posisinya.“Permisi, saya mau cari angin sebentar,” ucap Clara pada Pak Hendra yang sedang asyik bercerita.Clara melangkah cepat menuju pintu samping yang mengarah ke taman hotel. Instingnya mengatakan ada yang tidak beres.Ia tidak memedulikan gaun merahnya yang sedikit terseret di lantai kayu teras. Begitu sampai di area luar, suasana sangat sunyi, hanya ada suara air mancur dan hembusan angin malam.Di balik pohon besar, Kevin melepaskan tautan bibirnya dari Ana. Napas mereka masih berburu, namun telinga Kevin menangkap suara langkah kaki yang mendekat. Suara hak sepatu yang beradu dengan lant
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: 52. Pelarian ke Taman
Ballroom yang megah itu mendadak terasa sesak bagi Ana. Suara denting gelas kristal dan tawa basa-basi para sosialita terdengar seperti dengungan lebah yang menyakitkan telinga.Ia tidak sanggup lagi berdiri di sana, menyaksikan Kevin yang masih betah merangkul pinggang Clara di bawah sorotan lampu panggung. Dengan langkah terburu-buru, Ana menyelinap keluar melalui pintu samping menuju taman belakang hotel yang remang-remang.Udara malam yang dingin langsung menyergap kulitnya, sedikit meredakan panas di dadanya. Ana berjalan menjauh dari kebisingan, menuju sudut taman yang hanya diterangi lampu-lampu hias kecil di sela pepohonan. Ia berhenti di dekat air mancur kecil, mencoba mengatur napasnya yang tersengal.“Kenapa kamu di sini?”Suara itu membuat Ana tersentak. Ia berbalik dan menemukan Kevin sudah berdiri beberapa meter darinya. Jas tuxedo-nya masih rapi, tapi dasi kupu-kupunya sudah sedikit dilonggarkan.“Tuan? Kenapa Tuan di sini? Nyonya Clara pasti mencari Tuan,” ucap Ana sam
Last Updated: 2026-04-27
Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku

Godaan Hasrat Terlarang Ayah Temanku

Dikhianati sahabat dan kekasihnya yang berselingkuh, Joanna mencari pelarian dalam pelukan pria asing di bar. Malam panas itu seharusnya hanya sekali, sampai dia tahu pria itu adalah Damian Jovanca—ayah temannya sendiri. Damian tak ingin berhenti. Ia menginginkan Joanna sepenuhnya. Mampukah Joanna melawan godaan terlarang, atau justru terjebak dalam cinta yang penuh dosa?
Read
Chapter: 99. Manipulasi Clara pada Angel
Udara dingin Pegunungan Alp menyambut Clara saat ia turun dari sedan hitam yang membawanya ke Institusi St. Jude. Gedung rehabilitasi mewah itu tampak lebih menyerupai kastel tua daripada sebuah rumah sakit.Clara merapikan mantel bulunya dan melangkah masuk dengan langkah mantap. Ia telah membayar mahal agar mendapatkan waktu kunjungan istimewa di luar jadwal resmi.Di sebuah ruang tamu pribadi dengan dinding kayu ek yang berat, Angel duduk dengan bahu merosot. Wajahnya pucat, dan matanya tampak kosong menatap taman bersalju di luar jendela. Begitu melihat ibunya masuk, pertahanannya runtuh.“Ma, bawa aku pergi dari sini. Aku mohon,” isak Angel, suaranya terdengar pecah dan rapuh.Clara duduk di hadapannya, menggenggam tangan Angel yang terasa sedingin es. “Sabar, Sayang. Mama sedang mengusahakannya. Tapi Papa-mu... dia sudah benar-benar menutup semua akses.”“Dia benci aku, kan? Dia lebih memilih asisten itu daripada darah dagingnya sendiri,” gumam Angel dengan nada getir.Clara men
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: 98. Menantang Gairah Damian
Ponsel di atas meja rias terus bergetar, menampilkan notifikasi berita yang semakin liar, namun Joanna tidak lagi meliriknya. Amarah yang tadinya berupa isak tangis kini telah berubah menjadi sesuatu yang dingin dan berapi-api.Ia muak merasa rendah diri. Ia muak dianggap sebagai korban yang rapuh. Jika dunia ingin menganggapnya sebagai wanita penggoda yang licik, maka ia akan menjadi wanita itu untuk satu-satunya pria yang ia inginkan.Damian masih berada di dalam walk-in closet miliknya yang luas, baru saja meletakkan ponselnya setelah memerintahkan tim hukum untuk memblokir penyebaran foto tersebut. Ruangan itu dipenuhi dengan deretan setelan jas mahal dan aroma kayu cendana yang maskulin.Joanna masuk tanpa suara. Ia sudah menanggalkan pakaiannya yang berantakan dan hanya mengenakan salah satu kemeja kerja putih milik Damian.Kemeja itu terlalu besar di tubuhnya, menutupi paha atasnya, namun tetap membiarkan kaki jenjangnya terekspos. Dan di baliknya, ia sama sekali tidak mengenak
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: 97. Pelindung yang Tangguh
Damian tidak menuliskan angka apa pun di atas cek tersebut. Ia justru merobek lembaran kertas itu menjadi dua di depan wajah Bambang dan Rita. Suasana apartemen yang tadinya bising oleh teriakan mendadak senyap. Tatapan Damian begitu tajam, seolah sanggup menembus kulit siapa pun yang berani menentangnya.“Anthony ada di bawah bersama empat pengawal,” ujar Damian dingin. “Kalian punya waktu tepat dua menit untuk keluar dari gedung ini. Jika dalam waktu itu kalian masih terlihat di CCTV apartemen, aku akan memastikan kasus penipuan asuransi yang kalian lakukan di kampung halaman dibuka kembali malam ini juga.”Bambang tertegun, wajahnya memucat. “Apa maksudmu? Kami ini orang tua Joanna!”“Kalian adalah parasit yang sedang dimanfaatkan oleh mantan istriku,” sahut Damian tanpa ragu. Ia melangkah maju, membuat Bambang mundur hingga menabrak rak sepatu. “Aku tahu semua tentang kalian. Setiap sen yang kalian terima dari Clara, setiap hutang judi yang kalian punya. Pergi sekarang, atau kalia
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: 96. Serangan Dua Arah
Joanna berdiri mematung di depan pintu apartemennya. Keringat dingin merembes di balik blazernya saat ia melihat dua sosok yang seharusnya tetap menjadi kenangan buruk di masa lalu kini duduk dengan santai di sofa ruang tamunya.Ibunya, Rita, sedang asyik mengunyah kacang sambil menonton televisi, sementara ayahnya, Bambang, sibuk memeriksa botol-botol parfum di meja rias dekat lorong.“Bagaimana kalian bisa masuk ke sini?” suara Joanna terdengar parau.Rita menoleh, wajahnya yang penuh kerutan dan riasan tebal yang berantakan tersenyum lebar. “Oh, anakku sayang. Ada wanita cantik dan baik hati yang membukakan pintu untuk kami. Katanya dia teman calon suamimu.”Joanna memejamkan mata sejenak. Clara. Wanita itu benar-benar bergerak lebih cepat dari yang ia duga.“Keluar. Sekarang juga,” perintah Joanna dingin. Ia tidak mendekat, tetap berdiri di dekat pintu yang masih terbuka.Bambang meletakkan botol parfum dengan kasar. “Keluar? Begitu caramu menyambut orang tua yang sudah jauh-jauh
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: 95. Pertemuan dengan Clara
Setelah insiden di lobi, Clara tidak langsung naik ke ruang kerja Damian. Ia justru meminta Joanna menemuinya di sebuah kafe privat yang terletak tepat di seberang gedung Global Group.Dengan posisi Damian yang sedang rapat tertutup dengan dewan komisaris, Joanna merasa tidak punya pilihan selain menghadapi wanita ini secara langsung agar tidak terjadi keributan di depan publik kantor.Kafe itu sepi, hanya ada beberapa eksekutif yang duduk berjauhan. Clara duduk di pojok ruangan dengan menyilangkan kaki, menyesap espresso tanpa gula.Ia menatap Joanna yang duduk di hadapannya dengan ekspresi yang sangat tenang, seolah sedang mengamati spesimen di bawah mikroskop.“Kau tahu, Joanna,” Clara memulai pembicaraan tanpa basa-basi. “Ada perbedaan yang tidak bisa dijembatani oleh uang atau cincin berlian sekalipun. Itu disebut kelas.”Joanna tetap tenang, meskipun tangannya di bawah meja saling meremas. “Saya di sini bukan untuk membicarakan kelas, Bu Clara. Saya asisten Pak Damian, dan jika
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: 94. Bayangan dari Masa Lalu
Kedatangan Maya atau yang lebih dikenal di kalangan sosialita Eropa sebagai Clara ke Jakarta tidak terjadi dengan hiruk-pikuk. Ia mendarat dengan jet pribadi pada tengah malam, melewati jalur VIP yang sudah diatur rapi, dan langsung menuju penthouse miliknya di jantung kota.Clara bukanlah wanita yang mengandalkan amarah meledak-ledak seperti Angel. Ia adalah tipe wanita yang bergerak dalam bayang-bayang, licik, dan selalu memiliki rencana cadangan di balik senyum glamornya.Pagi itu, Clara duduk di meja riasnya, menatap pantulan wajahnya yang masih tampak awet muda berkat perawatan ribuan dolar. Ia meraih ponsel satelit yang tidak bisa dilacak oleh tim keamanan Damian.“Sambungkan aku ke St. Jude. Kamar Angel,” perintahnya pada suara di seberang telepon.Hanya butuh beberapa menit sampai suara isakan pelan Angel terdengar di ujung sana. “Mama? Kenapa baru telepon sekarang? Tempat ini mengerikan, mereka mengambil ponselku, mereka memperlakukanku seperti orang gila!”Clara menyesap kop
Last Updated: 2026-05-09
You may also like
BUKAN OB BIASA
BUKAN OB BIASA
Romansa · sutan sati
170.6K views
Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara
Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara
Romansa · Ria Abdullah
170.1K views
Crazy Rich Baby
Crazy Rich Baby
Romansa · Adinasya Mahila
169.9K views
DENDAM LUKA LAMA
DENDAM LUKA LAMA
Romansa · Lis Susanawati
169.5K views
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami
Romansa · Zizara Geoveldy
168.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status