Ketika Suamiku Memintaku Pergi
Naira Adhisti telah menikah dengan Raka Pradipta selama tujuh tahun. Pernikahan mereka tak selalu mulus. Ada pertengkaran, kesulitan keuangan, dan campur tangan keluarga Raka. Namun bagi Naira, selama pria itu masih mencintainya, ia yakin semua bisa mereka lewati bersama.
Sampai suatu malam, satu kalimat menghancurkan seluruh keyakinannya. "Mari kita bercerai."
Tanpa banyak kata, Naira menyetujui perceraian itu. Naira pergi bahkan tanpa membawa apa pun. Yang tak diketahui Raka dan keluarganya adalah, selama ini Naira bukan sekadar wanita rumahan. Ia adalah pemilik saham terbesar yang diam-diam menyelamatkan perusahaan itu menggunakan harta pribadi yang ia miliki sebelum menikah.
Ketika Raka akhirnya menyadari seluruh pengorbanan Naira, dan ingin membawa wanita itu kembali, semuanya sudah terlambat. Wanita yang selama tujuh tahun selalu menunggunya pulang kini tak lagi mau membukakan pintu hatinya.
Baca
Chapter: bab 13.Raka menatap tangan Naira selama beberapa detik sebelum akhirnya menyambutnya. Jari-jari mereka bersentuhan untuk pertama kalinya setelah perceraian, dan hanya sentuhan singkat itu saja sudah cukup membuat dada Raka terasa sesak.Pria itu pun mengangguk pelan seraya berucap, “Terima kasih.”Hanya itu yang mampu ia katakan. Padahal ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan. Kenapa wanita itu datang bersama Arsen? Sejak kapan mereka dekat? Apa hubungan wanita itu dengannya? Dan yang terutama, kenapa wanita itu terlihat begitu baik-baik saja? Apakah perpisahan mereka sama sekali tidak berarti bagi Naira.Namun Raka menahan semuanya. Dirinya adalah pengantin pria hari ini. Di hadapan ratusan tamu, tidak mungkin dirinya menunjukkan bahwa kemunculan mantan istrinya mampu mengguncang seluruh ketenangan yang selama ini susah payah ia bangun.Raka tersenyum, berpura-pura bahwa kehadiran Naira tidak berarti apa-apa. Ia berusaha terlihat biasa saja, seolah hatinya tidak bergetar ket
Terakhir Diperbarui: 2026-09-26
Chapter: Bab 12. Hadir di Pernikahan Mantan 2.“Dia?”Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Raka. Pria itu bahkan tidak menyadari bahwa sejak tadi pandangannya sudah terpaku pada sosok yang berjalan di samping Naira. Ia mengenal wajah pria tersebut, sangat mengenal dan tidak mungkin dirinya salah mengenali. Arsen Adikara Salah satu pengusaha muda paling terkenal di negeri ini, pemilik sekaligus pemimpin Adikara Group yang memiliki jaringan bisnis besar di berbagai bidang. Namanya bukan hanya dikenal karena kekayaannya, tetapi juga karena sikapnya yang sangat selektif dalam urusan bisnis.Pradipta Group sendiri sudah lama berusaha menjalin kerja sama dengan Adikara Group. Berkali-kali mengirimkan proposal, meminta pertemuan bisnis juga pernah dilakukan, bahkan Raka beberapa kali mencoba mencari kesempatan untuk bertemu langsung dengan Arsen. Namun sampai hari ini, tidak satu pun usaha tersebut berhasil menghasilkan kerja sama. Arsen selalu memiliki pertimbangan sendiri dalam memilih perusahaan yang akan menjadi mitranya.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-26
Chapter: Bab. 11. Hadir di Pernikahan Mantan. Hari itu akhirnya tiba.Pernikahan antara Raka Pradipta dan Vania Wijaya digelar dengan sangat mewah di salah satu hotel bintang lima paling bergengsi di kota itu. Ballroom utama dihiasi rangkaian bunga putih dan kristal yang menjuntai dari langit-langit, sementara nama kedua mempelai terpampang besar di belakang panggung.RAKA PRADIPTA & VANIA WIJAYAPara pengusaha, kolega bisnis, kerabat, dan orang-orang penting dari kedua keluarga memenuhi ruangan. Tidak ada yang menyangka bahwa di balik kemewahan pesta tersebut, pernikahan itu sebenarnya lahir dari sebuah kesepakatan bisnis.Di atas panggung, Raka berdiri dengan setelan jas hitam yang membuat penampilannya terlihat semakin berwibawa. Wajahnya tenang, tetapi sebenarnya di balik ketenangan itu ada sesuatu yang hingga saat ini tak bisa ia lepaskan sepenuhnya.Sementara Vania, gadis itu tampak begitu percaya diri dengan gaun pengantinnya. Senyum yang terukir di bibirnya seolah menunjukkan kepada semua orang bahwa hari ini adalah ha
Terakhir Diperbarui: 2026-09-25
Chapter: Bab. 10. Kenangan Yang Kembali Hadir.Menjelang malam, Raka akhirnya tiba di rumah. Mobilnya berhenti di halaman, lalu pria itu turun dan berjalan masuk seperti biasa. Tangannya terulur untuk membuka pintu sambil mengucapkan kalimat yang selama tujuh tahun hampir selalu keluar dari mulutnya setiap kali pulang.“Aku pulang.”Namun langkahnya terhenti karena tidak mendapat jawaban. Raka menoleh ke ruang keluarga yang tampak kosong. Biasanya, beberapa detik setelah mendengar suaranya, Naira akan muncul dari dapur atau kamar sambil tersenyum. Kadang wanita itu membawa segelas air, kadang hanya berdiri di ambang pintu sambil bertanya, “Sudah pulang, Sayang? Capek, ya?”Tetapi malam ini tidak ada siapa-siapa. Raka menelan ludah. Raka kembali teringat bahwa wanita yang selama ini selalu menunggunya sudah tidak tinggal di rumah ini lagi.“Kamu benar-benar lucu, Raka,” gumamnya lirih sambil terkekeh pelan. “Dia sudah tidak mungkin lagi menunggumu.”Dengan langkah gontai, pria itu berjalan menuju ruang makan. Tidak ada perubahan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-24
Chapter: Bab 9. Pertemuan dengan Vania.Raka melangkah dengan wajah datar menuju ruang privat sebuah restoran. Sampai di sana sudah ada seorang gadis yang menunggu dengan sambil memainkan ponselnya.Dialah Vania Wijaya, putri dari Surya Wijaya yang akan menikah dengan Raka Pradipta. Dari tempatnya berdiri saja Raka bisa melihat bahwa gadis itu begitu cantik mengenakan pakaian bermerek dari ujung kepala sampai kaki. Namun, entah kenapa kecantikan gadis itu malah membuat Raka teringat pada Naira, istri yang baru diceraikan beberapa waktu lalu. Perbedaan yang sangat jauh di mata pria itu. Naira memang tidak pernah mengenakan gaun atau perhiasan mewah meskipun mereka bisa membeli. Namun, kesederhanaan wanita itu malah menunjukkan kecantikan yang alami. “Anda terlambat lima menit, Tuan Raka Pradipta,” ucap wanita itu sebelum Raka sempat mengambil tempat duduk. Sorot matanya seolah ingin menunjukkan bahwa Raka kini berada dalam kuasanya. Raka mengangguk tanpa bantahan. “Saya bukan pengangguran,” ucap Raka tanpa meminta maaf
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: Bab. 8. Tuan Surya menagih janji.Siang itu, Raka baru saja kembali ke ruangannya setelah rapat bersama jajaran direksi ketika ponselnya berdering. Ada nama Tuan Surya Wijaya sebagai pemanggil dan Raka segera mengangkatnya.“Selamat siang, Tuan Surya,” sapa Raka ramah sambil menahan degup jantungnya. Entah kenapa ia merasa akan ada sesuatu yang tidak ia inginkan. “Bagaimana kondisi Pradipta Group?” tanya Surya tanpa basa-basi. Orang itu bahkan tidak mau repot-repot menjawab sapaan dari Raka.“Sudah mulai stabil,” jawab Raka. “Beberapa proyek yang sempat dihentikan juga sudah bisa berjalan kembali.”“Berarti sekarang waktunya kamu menepati janji. Sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda pernikahanmu dengan Vania.”Raka terdiam. Ia sudah menduga pembicaraan ini akan datang, tetapi tetap saja dadanya terasa berat. Apa harus secepat itu? Sementara dirinya saja baru beberapa hari bercerai dari Naira.“Tuan Surya, mengenai pernikahan itu—”“Jangan membuat alasan untuk menunda.” potong tuan Surya dengan suara yang begitu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18