Chapter: Cermin yang BerbicaraElara terpaku di ambang pintu bangunan tua itu, menatap sosok yang berdiri beberapa meter di depannya. Wanita itu memiliki sorot mata yang sama, bahkan bekas luka kecil di dahi yang didapat Elara saat jatuh dari pohon waktu kecil pun ada di sana."Jangan dengarkan dia, Elara! Dia cuma gumpalan daging yang diisi data digital oleh Diana!" teriak Aris sambil mengarahkan senjatanya ke arah klon tersebut.Wanita itu tidak bergerak, ia justru tersenyum tipis yang terlihat sangat tulus sekaligus menyedihkan. "Ingat boneka beruang tanpa telinga yang Ayah berikan saat kita ulang tahun ke-tujuh? Namanya Barny, dan kita selalu menyembunyikannya di bawah kasur agar tidak diambil Diana."Elara merasa lututnya lemas mendengarkan rahasia kecil yang bahkan tidak pernah ia ceritakan kepada Aris maupun Master Rama. "Bagaimana kamu bisa tahu soal Barny? Ayah bilang boneka itu sudah dibuang saat kita pindah rumah!""Ayah tidak membuangnya, dia mengambil memori itu dan menanamkannya di kepalaku agar aku m
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: Sisa-sisa RahasiaSekoci kecil itu terombang-ambing di tengah luasnya Samudera Hindia yang gelap gulita. Elara menatap ke belakang, menyaksikan kapal induk raksasa itu perlahan ditelan ombak sambil membawa ribuan rahasia mengerikan ke dasar laut."Sudah berakhir, Aris? Semua klon itu... mereka benar-benar hilang?" tanya Elara dengan suara yang hampir hilang ditelan deru angin.Aris yang sedang berusaha menyalakan mesin motor sekoci hanya bisa terdiam dengan wajah yang sangat pucat. "Seharusnya begitu, tapi aku tidak yakin api bisa menghapus dosa sebesar yang Adrian lakukan di sana."Cahaya fajar mulai mengintip di ufuk timur, memberikan sedikit penerangan pada wajah Elara yang penuh dengan noda oli dan darah. Ia teringat lambaian tangan klon dirinya di pinggir dek tadi, sebuah ingatan yang membuatnya merasa sangat kedinginan."Tadi aku melihat salah satu dari mereka tersenyum, Aris, rasanya bukan seperti robot yang diprogram," bisik Elara sambil memeluk dirinya sendiri.Aris akhirnya berhasil menyalaka
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Pasukan Tanpa WajahElara menyentuh kaca tangki yang dingin, menatap wajah di dalam cairan yang benar-benar serupa dengan cerminannya sendiri. "Ini tidak mungkin, Aris, wajah-wajah ini... mereka semua adalah aku?"Aris menarik tangan Elara agar menjauh dari barisan tangki yang mengerikan itu dengan wajah penuh ketegangan. "Ayahmu tidak hanya menciptakan kode, dia menciptakan pasukan yang punya detak jantung sama agar sistem kuncinya tidak pernah mati."Lampu di dalam ruangan itu mendadak berubah menjadi merah pekat, diiringi suara desisan uap dari mesin-mesin pendingin. Satu per satu tabung kaca itu mulai mengeluarkan gelembung udara, menandakan proses pembangunan paksa sedang berjalan otomatis."Kita harus pergi sekarang, Elara, kalau mereka bangun, kita tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini!" seru Aris sambil menyeret Elara ke arah pintu keluar.Tiba-tiba, suara tawa Adrian menggema melalui pengeras suara di sudut ruangan, terdengar sangat puas melihat keterkejutan korbannya. "Selamat datang di
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Markas di Tengah SamuderaKapal induk itu terlihat seperti raksasa besi yang membelah kegelapan samudera dengan lampu-lampu sorot yang sangat terang. Elara berjalan dengan langkah gontai keluar dari helikopter, tangannya dicengkeram erat oleh dua anak buah Adrian yang bertubuh kekar."Jangan mencoba lari, Elara. Di sini tidak ada tempat untuk bersembunyi selain terjun ke mulut hiu," ucap Adrian sambil berjalan mendahuluinya dengan angkuh.Lantai kapal yang terbuat dari baja terasa dingin dan bergetar karena suara mesin raksasa di bawah mereka. Elara menoleh ke belakang, melihat Aris diseret secara kasar oleh penjaga lain menuju arah yang berbeda dari tujuannya."Lepaskan Aris, Adrian! Dia tidak tahu apa-apa soal kode itu, dia cuma mencoba menolongku!" teriak Elara dengan suara yang hampir habis.Adrian berhenti melangkah dan berbalik, menatap Elara dengan pandangan meremehkan seolah sedang melihat mainan yang rusak. "Di tempat ini, orang yang hanya 'mencoba menolong' biasanya berakhir menjadi umpan pancing di
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Jatuh ke Dasar LautHelikopter yang ditumpangi Elara berguncang hebat setelah misil kedua menghantam bagian ekor dengan telak. Alarm di dalam kabin berbunyi nyaring, bercampur dengan suara peringatan dari jantung Elara yang semakin cepat."Pegangan yang kuat, Elara! Kita akan jatuh ke laut!" teriak Aris sambil berusaha melindungi kepala Elara dengan lengannya.Asap hitam pekat memenuhi ruangan sempit itu, membuat semua orang terbatuk-batuk karena sesak napas. Diana terlihat panik, ia mencoba meraih parasut di bawah kursi namun helikopter mendadak menukik tajam ke arah air."Sialan! Adrian benar-benar ingin membunuh kita semua demi kode itu!" teriak Diana sambil memaki-maki di tengah guncangan.Helikopter itu menghantam permukaan laut dengan benturan yang sangat keras hingga kaca depannya pecah berkeping-keping. Air laut yang dingin mulai masuk dengan cepat, menenggelamkan kabin helikopter ke dalam kegelapan samudera yang sangat dalam."Aris, tolong! Borgolnya macet, aku tidak bisa keluar!" teriak Elara s
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Hitung Mundur KematianDada Elara terasa seperti dihimpit bongkahan batu panas yang membara hingga ia sulit untuk menghirup oksigen. Aris segera membaringkan Elara di atas meja besi yang dingin sambil memasang kabel pemantau ke pergelangan tangannya."Tahan napasmu, Elara! Aku harus menstabilkan frekuensi detak jantungmu sebelum sistemnya mencapai titik didih!" teriak Aris dengan tangan yang bergerak lincah di atas papan ketik.Layar monitor di ruangan itu mendadak berubah menjadi merah darah dengan angka hitung mundur yang terus berjalan mundur. Elara melihat angka 02:00:00 berkedip-kedip dengan suara detak yang sangat memekakkan telinganya."Dua jam? Jadi aku cuma punya waktu dua jam sebelum jantungku sendiri meledak?" tanya Elara dengan suara yang parau dan penuh ketakutan.Aris tidak menjawab, ia justru sibuk menyuntikkan cairan penenang ke dalam selang infus yang baru saja ia pasang di lengan Elara. "Ini bukan bom biasa, Elara. Ini adalah sistem pengamanan terakhir agar kunci rahasia itu tidak jatuh ke
Last Updated: 2026-04-15