Gadis Kecil

Gadis Kecil

last updateLast Updated : 2026-05-05
By:  nura0484Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lucas tidak menyukai sahabat adiknya yaitu Anggi, baginya Anggi sangat berisik dan tidak dewasa. Wanita yang disukainya adalah Poppy, wanita yang mempunyai sikap dewasa dan memiliki sifat yang sama dengan maminya. Lucas tidak suka Anggi, tapi seluruh keluarganya menyukai Anggi. Sang mami tercinta menginginkan Lucas menikah dengan Anggi dan mengakhiri hubungannya dengan Poppy. Lucas mengira jika Anggi yang meminta pada maminya agar mereka bisa dekat, padahal Anggi tidak pernah melakukan hal yang dituduh Lucas. Apa yang Lucas lakukan setelah tahu jika tuduhannya salah? Bagaimana kelanjutan dengan Poppy?

View More

Chapter 1

1

"Papi selalu ikut campur sama masalah aku! Aku sudah besar, Pi!

"Dia bukan cewek baik-baik! Papi nggak mau kamu sama cewek begitu!"

Lucas menatap tidak terima atas apa yang sudah dilakukan papinya, bayangkan di usianya yang kepala dua menuju kepala tiga masih saja diatur dan parahnya mengatur tentang masalah percintaan. Lucas menjalin hubungan dengan wanita yang berusia diatasnya beberapa tahun, bisa dikatakan lima tahun lebih. Mengenalkan wanita tersebut dihadapan orang tuanya beberapa bulan lalu dan responnya luar biasa, mereka tidak ada yang menyukai wanita itu, bukan hanya sang papi tapi mami juga saudara-saudaranya.

"Poppy nggak seperti apa yang papi katakan," ucap Lucas dengan wajah lelahnya.

"Papi hidup lebih lama dari kamu, tahu mana yang baik dan nggak." Wijaya mengatakan dengan nada tidak mau kalah.

"Baik buat papi belum tentu baik buat aku," tambah Lucas.

"Kalian bisa diam?" suara Tania membuat kedua pria terdiam "Mami tahu kalian sering berdebat atau apalah itu, tapi bisa nggak sekali saja nggak begini?"

"Tergantung anak kamu."

"Tergantung papi, kenapa malah aku?" Lucas menatap tidak terima kearah sang papi yang tampak tidak peduli "Mi, kenapa sih nggak ada yang setuju aku sama Poppy? Dia baik loh, mi. Jangan bilang karena faktor usia?" Lucas mengalihkan pandangan kearah sang mami.

"Abang, mami mau tanya. Apa yang buat abang suka sama Poppy?"

"Dia dewasa dan mirip mami," jawab Lucas tanpa keraguan.

"Mana ada dia mirip mami? Mami itu lebih dari segalanya dibandingkan dia!" Wijaya tampak tidak terima dengan jawaban Lucas.

"Pi, bisa diam?" Tania memberikan tatapan memohon yang membuat Wijaya langsung diam, mengalihkan tatapan kearah Lucas kembali "Abang percaya sama perasaan mami? Selama ini abang tahu kalau feeling mami nggak pernah salah, mami merasakan itu ke Poppy."

"Nggak bisa begitu dong, mi. Masa harus ngikutin feeling mami." Lucas langsung tidak terima "Abang mencintai Poppy...."

"Abang tahu cinta itu apa?" Tania memotong kalimat Lucas membuatnya terdiam "Abang itu bukan cinta sama Poppy, tapi menganggap Poppy sama kaya mami. Apa itu bisa dibilang cinta?"

"Nggak! Abang nggak begitu." Lucas langsung menolak.

"Mami nggak suka sama Poppy. Abang bisa jalani hubungan sama Poppy tapi nggak usah hubungi mami lagi karena abang udah bukan abang yang mami kenal, abang sudah berani melawan mami dan papi." Tania mengatakan dengan tegas sebelum beranjak dari tempatnya meninggalkan kedua pria yang masih duduk di sofa.

"Pi?" Lucas menatap Wijaya yang hanya mengangkat bahu "Kenapa sih nggak ada yang dukung aku sama Poppy? Apa salah dia, Pi?"

"Dia nggak baik buat kamu. Jangan meragukan penilaian kita, kita lebih tahu dibandingkan kamu." Wijaya melanjutkan kalimatnya ketika melihat Lucas akan membela dirinya "Kamu pikirkan memilih dia atau kami."

Lucas menatap tidak percaya dengan kalimat papinya, menatap punggung pria tersebut yang tampaknya menyusul sang istri. Lucas mengusap kasar wajahnya, pembahasan yang sama dimana mereka tidak pernah menyetujui hubungan dirinya dengan Poppy. Lucas tidak tahu lagi bagaimana cara meyakinkan mereka jika memang Poppy adalah wanita yang dicintainya, kembali mengusap kasar wajahnya berharap bisa mendapatkan jawaban.

Melangkahkan kakinya menuju kamar, pikirannya selalu tidak menentu setiap kali selesai berbicara dengan kedua orang tuanya dan itu berkaitan dengan sang kekasih. Setiap mencari hal yang tidak disukai orang tuanya pada sang kekasih, Lucas tidak pernah menemukannya. Hal tidak baik bagaimana yang diberikan kekasihnya pada dirinya, Lucas tidak mengalami perubahan sikap selama bersama dengan Poppy.

"Abang disini?" Lucas menatap wanita yang menjadi sahabat adiknya, Anggi "Mami didalam?" Lucas menganggukkan kepalanya "Kuset banget wajahnya, bang? Ada masalah?"

"Kamu kedalam sana, tapi mami lagi sama papi. Leo juga nggak tahu dimana, Zee mungkin di kamarnya." Lucas memilih menjawab hal yang menjadi tujuan Anggi.

"Baiklah, abang lagi mode nggak bisa diganggu. Aku kedalam ketemu sama mami."

Lucas menatap kepergian Anggi yang masuk kedalam, menggelengkan kepalanya melihat sahabat adiknya yang sudah menganggap rumah ini sebagai rumahnya. Anggi sendiri sudah dianggap saudara, Lucas sempat berpikir jika adiknya terjebak friendzone tapi nyatanya sama sekali tidak dimana mereka murni sebagai sahabat tidak lebih.

Beranjak dari tempatnya menuju dapur, langkahnya terhenti melihat sikap maminya pada Anggi. Lucas menginginkan sang mami bisa begini juga pada Poppy, tapi sayangnya tidak akan pernah bisa terjadi. Maminya menutup pintu untuk bersikap baik dengan Poppy, bahkan beberapa kali mami menunjukkan ketidaksukaannya pada Poppy saat bertemu dan Lucas bersyukur Poppy tidak memasukkan hati perbuatan mami padanya.

"Abang. Malah diam disana! Sini cobain, aku buat cake." Anggi memanggil Lucas dengan suara khasnya.

Melangkah malas kearah kedua wanita yang tampak sibuk, lebih tepatnya Anggi sibuk memotong cake dengan maminya yang berbicara. Melihat itu kembali Lucas masih dengan harapan yang sama, duduk di kitchen set menunggu Anggi menyerahkan piring berisi cake.

"Kenapa nggak dijual?" Tania menatap Anggi yang langsung menggelengkan kepalanya "Mami bantuin promosi nanti."

"Nggak usah, mi. Aku cuman iseng aja buatnya, nanti kalau aku buat restoran nanti yang ada bakal saingan sama punya papi."

Tania tertawa mendengarnya "Nggak ampe buka restoran kali, Nggi. Kalau buka begitu dan kamu jadi saingan mending mami mundur."

Lucas hanya diam mendengar pembicaraan mereka yang tidak pernah dipahami, memilih menikmati cake buatan Anggi yang memang enak seperti kata maminya. Semua yang dibawa Anggi tidak pernah gagal dengan lidah mereka, dari dulu memang Anggi bisa membuat lidah mereka semua menyukai apapun buatannya.

"Mi, aku mau ke kamar Zee."

Menatap Anggi yang menaiki tangga menuju kamar adiknya, gadis itu dari dulu bisa dengan mudah masuk kedalam kamar Zee, sedangkan dirinya perlu mendapatkan izin terlebih dahulu untuk masuk kedalam sana.

"Mami itu pengen Anggi jadi mantu disini."

Lucas menatap sang mami "Leo suruh nikah sama Anggi, masa mau jadi friendzone terus."

Tania menggelengkan kepalanya "Mereka nggak saling cinta, nggak akan mau nikah."

"Terus siapa? Jimmy dan Rey? Mereka masih kecil, mi. Walaupun Anggi memang cocok aja secara tingginya hampir sama."

"Kamu itu kalau ngomong. Ya kali mami mau dia sama mereka berdua."

"Terus siapa?" tanya Lucas malas dengan menatap sang mami, seketika membelalakkan matanya melihat tatapan sang mami "Aku? Mami yang benar aja? Aku udah ada Poppy. Anggi pastinya sudah ada cowok, mi. Kenapa nggak mami nikahin sama Leo aja? Mereka pasti cocok."

"Mami maunya kamu, biar kamu nggak Poppy-Poppy melulu."

"Mami tega jadikan Anggi pelampiasan? Alat? Mami kan sayang sama Anggi." Lucas masih dengan tujuan menolak permintaan sang mami.

"Mami yakin kalau kamu akan mencintai dia setelah tahu buruknya Poppy." Tania mengatakan dengan nada misterius.

"Aku tetap dengan pendirian untuk mengajak Poppy menikah, aku nggak peduli sama persetujuan mami dan papi." Lucas masih dengan pendiriannya "Pasti mami mencari-cari bukti buruknya Poppy dan aku yakin nggak ada."

"Kalau mami dapat dan benar, kamu menikah sama Anggi."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status