HOW TO BE GOOD IN BED

HOW TO BE GOOD IN BED

last updateLast Updated : 2026-04-22
By:  MeyrnaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
27Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Elara merasa terabaikan karena suaminya mengalami disfungsi ereksi dan selalu bersikap kasar untuk menutupi kelemahannya. Akhirnya, ia menyewa Julian, seorang instruktur atletis yang mengajarkan teknik Kamasutra hingga membangkitkan sisi liar Elara dan menciptakan ketergantungan emosional yang berbahaya. Kini Elara harus memilih antara mempertahankan pernikahannya atau memberikan tubuhnya untuk Julian.

View More

Chapter 1

Malam yang Dingin

"Ke dokter? Seorang Adrian Atmajaya harus mengemis pada dokter agar bisa melayani istrinya? Tidak akan pernah!"

Suara Adrian menggelegar. Elara terpaku di tepi ranjang, menatap suaminya yang berdiri kaku seolah baru saja melarikan diri dari sebuah pertempuran.

"Aku tidak bermaksud mempermalukanmu, Adrian. Aku hanya ingin kita memperbaiki ini secara medis agar pernikahan kita terselamatkan."

Elara mencoba mendekat, namun langkahnya terhenti saat melihat kilatan amarah di mata suaminya. Tatapannya begitu tajam, harga diri Elara menciut di bawah pendar lampu kristal.

"Memperbaiki? Kau pikir aku ini mesin rusak yang perlu dibawa ke bengkel ?"

Adrian mencengkeram pinggiran meja rias hingga buku jarinya memutih dan urat lehernya menegang. Napasnya memburu hingga menyesakkan dada Elara.

"Sudah hampir tujuh bulan kita tidak berhubungan suami istri sama sekali, Adrian. Aku mandi parfum mahal dan memakai sutra transparan ini hanya untuk menyambutmu."

Elara menunjuk pakaian tipis yang melekat di tubuhnya dengan sisa keberanian yang ia miliki. Air mata mulai menggenang di sudut matanya, memperlihatkan keputusasaan seorang istri yang diabaikan.

"Aku melihatmu! Tapi cara kau menatapku itu memuakkan, seolah kau sedang mengasihani pria yang lumpuh!"

Adrian melangkah maju, aroma alkohol tercium dari napasnya yang panas. Ia tampak seperti raksasa yang siap menelan mangsanya bulat-bulat demi menutupi kelemahannya sendiri.

"Itu hanya pikiran kotormu sendiri. Aku istrimu, aku merindukan sentuhanmu sebagai seorang pria yang normal."

Suara Elara bergetar hebat saat mengucapkan kata "normal". Ia tahu kata itu akan menjadi pemantik bom waktu yang siap meledakkan emosi Adrian yang sudah di ujung tanduk.

"Sentuhan? Kau sudah punya berlian di lehermu, kartu kredit tanpa batas, dan mansion megah ini!"

Adrian tertawa pahit, sebuah tawa kering yang terdengar sangat hambar dan menyakitkan di telinga. Ia menepis tangan Elara saat wanita itu mencoba menyentuh lengannya untuk mencari kehangatan.

"Aku bukan pajangan museum yang cukup diberi makan dan uang! Aku butuh suamiku kembali ke ranjang ini!"

Elara akhirnya berteriak, melepaskan segala sesak yang menghimpit dadanya selama berbulan-bulan. Isakannya pecah, membasahi kain sutra merah yang seharusnya menjadi saksi malam yang indah.

"Mungkin aku menjauh karena kau terlalu menuntut! Gairahmu itu beban bagiku yang sedang mengurus bisnis triliunan rupiah!"

Adrian menyambar bantalnya dengan gerakan kasar, tidak peduli pada Elara yang kini terduduk lemas di lantai. Ia berbalik menuju pintu, memilih melarikan diri daripada mengakui kegagalannya sebagai pria.

"Jadi kau benar-benar menyuruhku mencari kepuasan di tempat lain? Kau tidak peduli jika pria lain menyentuhku?"

Elara bertanya dengan nada yang sangat dingin, hampir membeku karena kekecewaan yang mendalam. Ia menatap punggung suaminya dengan pandangan yang mulai kehilangan binar cinta.

"Selama kau tidak mempermalukan namaku, lakukan apa saja dengan uangku! Aku sudah muak melihat rengekanmu!"

Pintu terbanting keras, menyisakan keheningan yang menyesakkan di dalam kamar yang luas itu. Elara memeluk dirinya sendiri di tengah ranjang yang terasa seluas padang es yang mematikan.

Setelah satu jam tenggelam dalam amarah yang membara, Elara bangkit dan menyambar ponselnya. Jemarinya dengan cepat mencari sebuah nomor rahasia yang selama ini ia simpan rapat.

"Halo? Ini Julian." Suara di seberang sana terdengar berat, dalam, dan sangat tenang.

"Saya Elara Atmajaya. Saya butuh instruktur yoga privat besok pagi jam sembilan tepat di mansion saya."

"Ah, Ny. Atmajaya. Anda butuh latihan fisik biasa, atau untuk 'energi' Anda yang tersumbat?" tanya Julian dengan nada provokatif.

"Ajarkan saya apa pun agar saya merasa hidup lagi. Saya ingin seseorang yang tahu cara mengendalikan tubuh saya sepenuhnya."

"Setuju. Tapi di ruangan itu nanti, saya adalah penguasa Anda. Tidak ada Nyonya Atmajaya, hanya ada murid yang patuh. Deal?"

"Deal. Jangan terlambat, Julian."

Elara mematikan ponselnya dengan tangan gemetar namun penuh tekad. Ia menatap pintu kamar tamu tempat Adrian tidur dengan rasa jijik, lalu tersenyum tipis membayangkan bagaimana Julian akan membangkitkan sisi liarnya besok pagi.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
27 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status