登入Aku memang istri yang naif. Selama ini, ternyata suami dan sahabat baikku sendiri telah bermain api di belakangku. Mereka mengkhianatiku, bahkan tega merencanakan kematianku demi menguasai seluruh harta. Akan tetapi, tepat di hari kematianku, tiba-tiba aku kembali hidup satu tahun sebelum kejadian kecelakaan tragis itu. Aku sangat bingung kenapa ini bisa terjadi, tetapi di sisi lain aku merasa ini adalah hadiah besar untukku. Aku sangat bersyukur karena semesta memihakku dan memberiku kesempatan kedua untuk membalas pengkhianatan mereka.
查看更多Bagaimana dia tahu aku sedang menunggu broker?Adrian seolah bisa membaca pikiranku. Dia tersenyum tipis, senyum pertama yang kulihat darinya, tapi senyum itu tidak menunjukkan kehangatan sama sekali."Tenang, saya tidak membuntuti Anda," jelasnya. "Hanya orang-orang tertentu yang datang ke kafe ini di jam kerja sambil membawa tas dokumen dan terus-menerus melirik ke arah pintu. Cukup mudah ditebak. Apalagi setelah saya mengenali siapa Anda."Aku menelan ludah. Pria ini berbahaya. Analisanya terlalu cepat dan akurat. Aku tidak punya pilihan selain duduk kembali, memeluk blazerku yang rusak di pangkuan."Apa mau Anda, Tuan Adrian?" tanyaku dengan nada sedingin mungkin, mencoba menyamai auranya."Tidak ada. Awalnya," jawabnya. "Tadinya saya hanya ingin minta maaf dan mengganti rugi. Tapi sekarang setelah tahu siapa Anda, saya jadi sedikit penasaran.""Penasaran tentang apa?""Tentang apa yang dilakukan seorang Nyonya Marco Alexander di kafe kelas menengah seperti ini, sendirian, dengan
Pagi berikutnya, aku menyelinap keluar dari rumah seperti pencuri. Aku sengaja menunggu hingga Marco berangkat ke kantor. Kepada Bi Inah, asisten rumah tangga kami, aku hanya berpesan singkat. "Bi, saya mau ke butik bunga sebentar, mungkin agak siang baru pulang," kataku sambil merapikan syal sutra yang menutupi leherku. "Baik, Nyonya. Perlu saya siapkan bekal makan siang?" tawar Bi Inah dengan ramah. "Tidak perlu, Bi. Terima kasih." Tentu saja aku tidak pergi ke butik. Aku mengendarai mobil kompak milikku, bukan sedan mewah yang biasa kusopiri, menuju sebuah kafe kecil yang terletak di distrik bisnis pinggiran. Namanya "The Daily Grind Cafe". Tempat ini jauh dari jangkauan lingkaran sosialita dan kolega bisnis Marco. Sempurna untuk pertemuan rahasiaku. Di dalam, aroma kopi yang pekat dan roti panggang menyambutku. Aku memilih meja di sudut paling belakang, dekat jendela yang menghadap ke sebuah gang sempit. Aku mengenakan kacamata hitam besar dan sebuah blazer sederhana berwarn
"Ada apa, Marco? Kenapa reaksimu begitu?" tanyaku pura-pura bingung. Sarah menyela dengan nada sedikit menggurui, "Clara sayang, Lumina Tech itu saat ini sedang berada di ambang kehancuran. Saham mereka anjlok parah minggu ini karena CEO mereka dituduh menggelapkan dana riset. Perusahaan itu sedang diselidiki otoritas keuangan." "Benarkah?" Aku membulatkan mata, berpura-pura terkejut. "Tapi ... tapi Datin Rossa bilang justru saat harganya murah begini kita harus beli! Nanti kalau masalahnya selesai, harganya akan naik tajam!" "Itu namanya spekulasi buta, Clara!" tegur Marco sedikit keras. "Datin Rossa itu hanya sosialita yang kelebihan uang dari suaminya. Lumina Tech adalah investasi yang sangat berisiko tinggi. Sangat berisiko! Hampir bisa dipastikan perusahaan itu akan bangkrut bulan depan." Aku menahan senyum dalam-dalam. Tentu saja Marco akan bilang begitu. Semua orang di kota ini berpikir Lumina Tech akan hancur. Beritanya tersebar di mana-mana. CEO mereka dituduh korupsi, i
"Kamu mengambil ponselku?!" Suaranya melengking tajam, topeng sahabat baiknya nyaris retak sepenuhnya. Jemarinya dengan panik menekan tombol daya, memeriksa layarnya.Aku menatapnya dengan tatapan terluka dan mata berkaca-kaca. "Sarah ... kenapa kamu membentakku? A-aku melihat ponselmu tergeletak begitu saja di meja dekat prasmanan setelah insiden minuman tadi. Aku takut ponselmu dicuri pelayan atau tamu lain, jadi aku mengamankannya ke dalam tasku."Sarah menatap layarnya yang masih menampilkan gambar kunci secangkir kopi. Dia mencoba menggeser layarnya, dan matriks kata sandi muncul, seolah tidak pernah terbuka sebelumnya. Bahunya tampak sedikit rileks, tapi matanya masih memicing menatapku."Kanu tidak membukanya?" tanyanya dingin."Membukanya?" Aku memiringkan kepala, memasang ekspresi sangat bingung dan tersinggung. "Tentu saja tidak! Layarnya terkunci, Sarah. Lagipula, untuk apa aku membuka ponselmu? Apa ... apa ada rahasia penting di sana yang tidak boleh kulihat?"Pertanyaanku
Kepalaku terasa pusing. Ingatan terakhirku adalah dinginnya suasana rumah sakit, suara tawa Marco dan Sarah yang kejam, dan sumpah yang kuucapkan dalam kegelapan. Tapi di sini ... di sini hangat. sangat nyaman. Mataku liar memindai sekeliling. Ini kamarku. Kamar tidur utama yang aku rancang sen
"Clara, Sayang ... kamu bisa mendengarku?" Sebuah tangan yang hangat dan kuat menggenggam tanganku yang dingin. Itu tangan Marco, suamiku. Aku mencoba menjawab, bahkan hanya untuk menggerakkan jariku sebagai balasan, tetapi tubuh ini bukan lagi milikku. Dia seolah telah menyerah. "Bertahanlah
"Kalian pikir rencana kalian sempurna?" bisikku tajam ke arah layar, seakan mereka berdua bisa mendengarku dari sana. "Kalian pikir kalian adalah sutradara dari takdirku?" Aku keluar dari aplikasi pesan dan dengan cepat membuka aplikasi Email di ponsel Sarah. "Aku akan menjadikan semua pesan ini s
"Sial," umpatku tertahan. Kepanikan mulai merambat naik di dadaku. Waktuku tidak banyak. Jika aku salah lagi, ponsel ini akan terkunci permanen selama beberapa menit. "Berpikirlah, Clara. Berpikirlah! Apa hari yang paling bersejarah bagi mereka berdua? Hari di mana mereka ..." Mataku melebar saat s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論