author-banner
Pena Asoka
Author

Novels by Pena Asoka

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

CERITA DEWASA 21+. Bijaklah dalam memilih bacaan. Aryo (33) menghadapi kenyataan pahit dalam rumah tangganya bersama Dinda (30). Tiga tahun pernikahan tanpa anak yang terasa sempurna seketika hancur setelah rekan kerjanya, Andri, secara tak sengaja menunjukkan foto Dinda bersama pria lain. Kecurigaan Aryo makin menjadi saat Dinda tak dapat dihubungi seharian, dan ia menemukan bukti-bukti tak terbantahkan: tiga helai rambut keriting asing dan bekas cairan aneh di celana dalam istrinya. Akankah Aryo mengungkap kebenaran di balik senyum dan cinta palsu Dinda?
Read
Chapter: Pak Rendra Datang ke Rumah
Pagi itu terasa berbeda. Rutinitas yang biasanya berjalan otomatis kini diselimuti oleh ketegangan yang tak kasatmata. Aku mengeluarkan mobil Dinda dari garasi lebih dulu, mesinnya menderu halus di udara pagi yang sejuk. Tak lama kemudian, Dinda dan Dewi keluar rumah. Mereka tampak seperti wanita karier profesional pada umumnya; rapi, anggun, dan berwibawa, sangat kontras dengan kegilaan yang kami bicarakan di meja makan tadi.Dinda sempat menatapku ragu sebelum masuk ke kemudi, sementara Dewi hanya melambaikan tangan dengan senyum penuh arti yang selalu berhasil menyulut saraf-sarafku. Setelah mereka pergi, aku mengeluarkan mobilku sendiri dan berangkat menuju kantorku.Namun, fokusku hancur total hari itu.Di balik meja kerja, mataku terus tertuju pada layar ponsel. Bayangan Dinda yang berada di ruangan yang sama dengan Pak Rendra membuat darahku mendidih, namun bukan oleh amarah murni, melainkan oleh campuran adiksi akan rasa cemburu dan keinginan untuk berkuasa. Aku tidak bisa mem
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Undang Pak Rendra Ke Rumah?
Dinda tidak memberikan celah bagiku untuk memprotes. Ia duduk tegak di atas tubuhku, membusungkan dada dengan keangkuhan yang asing namun sangat memabukkan. Di bawah cahaya lampu yang temaram, keringat yang membasahi kulitnya berkilau seperti lapisan porselen mahal.Ia mulai bergerak. Bukan dengan ritme kasar yang tadi kulakukan, melainkan dengan putaran pinggul yang lambat, presisi, dan sangat menyiksa. Setiap inci pergerakannya terasa seperti ia sedang memetakan kembali wilayah kekuasaannya di atas tubuhku. Aku mencoba mengangkat pinggulku untuk menyambutnya, namun Dinda segera menekan dadaku dengan kedua tangannya, memaksaku tetap terbaring pasrah.Aku hanya bisa menatapnya dari bawah. Pandanganku terkunci pada wajahnya yang mendongak, matanya terpejam rapat saat ia menikmati sensasi yang ia ciptakan sendiri. Rambutnya yang hitam tergerai jatuh, menyentuh perutku setiap kali ia merunduk untuk memberikan kecupan-kecupan singkat yang membakar.Ia mulai bergerak dengan liar, menunggan
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Permainan Lama Waktu Itu
Dinda tidak melanjutkan kalimatnya. Kata-kata seolah sudah tidak lagi dibutuhkan saat ia melihat betapa reaktifnya tubuhku terhadap setiap jengkal cerita pengkhianatannya. Ia melepaskan sisa kain yang menghalangiku, membiarkan aku terekspos sepenuhnya di bawah lampu kamar yang temaram.Aku mencoba mengatur napas, namun paru-paruku terasa menyempit saat melihat Dinda perlahan turun dari posisinya di atas pinggangku. Ia merangkak dengan gerakan kucing yang mengintai mangsa, lalu berlutut di antara kedua kakiku."Dinda..." desisku, suaraku nyaris tak keluar.Ia mendongak sejenak, menatapku dengan mata sayu yang masih menyimpan bayangan kemewahan dari perlakuan Pak Rendra, namun tangannya kini menggenggamku dengan kepemilikan yang mutlak. Tanpa peringatan, ia mendekatkan wajahnya dan mulai menggunakan mulut serta lidahnya untuk memanjakanku.Sensasi hangat dan basah yang menyergap secara tiba-tiba membuatku tersentak. Lidahnya bekerja dengan sangat lincah, bergerak dengan ritme yang seola
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Mendengar Pengakuannya
Pijatan Dinda di punggungku terasa semakin lembut, namun setiap tekanannya kini seolah membawa beban cerita yang baru saja dimulai. Suaranya terdengar lirih, nyaris berbisik di dekat telingaku."Malam itu, setelah Pak Rendra memanggilku dari kamar yang aku tempati bersama Dewi, dia tidak membawaku ke ruang rapat atau bar hotel," Dinda memulai, jemarinya kini berpindah ke tengkukku. "Dia membawaku ke penthouse miliknya di lantai paling atas."Aku tetap terdiam, mencoba mengatur napas agar tidak terdengar seperti orang yang sedang terbakar cemburu."Di sana, Mas... aku merasa seperti bukan karyawan lagi," lanjutnya. "Dia sudah menyiapkan gaun tidur sutra di atas tempat tidur. Dia memintaku mandi, lalu dia sendiri yang menuangkan wine untukku. Dia meratukanku. Benar-benar memanjakanku dengan kata-kata yang membuatku merasa sangat berharga.""Lalu?" tanyaku singkat, suaraku sedikit serak.Dinda terkekeh pelan, sebuah tawa yang terdengar sangat feminin dan penuh rahasia. "Dia bilang, dia l
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: Tak Kunjung Bercerita
Setelah mandi, aku segera berpakaian dan kembali ke meja makan di dapur. Dinda dan Dewi sudah duduk menungguku dengan senyum yang sulit kutebak. Ada sesuatu di raut wajah mereka, semacam kode rahasia yang sengaja disembunyikan dariku.Aku menarik kursi dan duduk, menatap mereka bergantian. "Jadi, bagaimana acara kalian? Seru?"Dinda hanya tersenyum sambil menyendokkan nasi ke piringku. "Makan dulu, sayang. Nanti juga aku cerita.""Iya, Mas Aryo. Makan dulu. Pasti lapar kan seharian kerja?" Dewi menimpali dengan senyum yang sama menggemaskannya.Aku menatap mereka curiga. Mereka kompak sekali, seolah sudah berkomplot untuk membuatku penasaran. Tapi aku menurut saja. Selera makanku memang sedang bagus, terutama setelah mencium aroma ayam rica-rica yang memenuhi ruang makan.Kami makan dalam suasana santai. Sesekali Dinda dan Dewi saling melempar pandangan, lalu tertawa kecil tanpa alasan yang jelas. Aku hanya menggeleng sambil terus menyuap nasi. Mereka benar-benar menikmati momen ini,
Last Updated: 2026-01-27
Chapter: Dinda Dan Dewi Sudah Pulang
Jam delapan pagi, kami akhirnya meninggalkan rumah. Udara pagi masih terasa sejuk ketika aku menyetir mobil melewati jalanan kota yang mulai ramai. Claudia duduk di sampingku dengan senyum tipis yang terlihat berbeda dari biasanya. Blazer hitamnya sudah kembali rapi menutupi tubuhnya, rambut yang tadi pagi masih basah kini sudah ditata kembali menjadi gaya profesional yang biasa ia kenakan.Tak banyak yang kami bicarakan selama perjalanan. Hanya sesekali pandangan kami bertemu, lalu salah satu dari kami tersenyum, sebuah kode rahasia yang hanya kami berdua yang paham. Aku mengantarnya ke sebuah minimarket tidak jauh dari gedung kantornya. Tempat yang cukup aman untuk berpisah tanpa menarik perhatian."Sampai di sini saja, ya," ucapnya sambil melepas sabuk pengaman.Aku mengangguk. "Baik, Kak."Sebelum turun, ia menoleh sejenak, menatapku dengan pandangan yang sulit kuterjemahkan. Ada rasa terima kasih di sana, mungkin juga sedikit penyesalan, atau justru kelegaan. Entahlah."Terima ka
Last Updated: 2026-01-24
You may also like
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.4M views
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M views
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M views
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M views
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Urban · Kata Memecah Venice
3.9M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status