author-banner
OTHOR CENTIL
OTHOR CENTIL
Author

Novels by OTHOR CENTIL

ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

“Apa yang bisa saya lakukan supaya nilai saya bagus, Pak?” Diana bersandar di kursinya, menatap penuh arti pada pria yang dikenal sebagai dosen killer itu. Dosen dengan reputasi dingin bernama Damar Setyawan itu menaikkan satu alis. Senyum tipis melintas di wajahnya yang lebih mirip ejekan daripada keramahan. “Kamu sudah gagal empat kali, Diana. Kamu tahu artinya? Gelar sarjanamu bisa lenyap. Masa depanmu habis.” Diana pura-pura menggigit bibir bawahnya, lalu mencondongkan tubuhnya pada pria itu. “Kalau begitu … saya harus cari jalan lain, ‘kan?” suaranya terdengar manja, sengaja dibuat lirih. “Saya tahu Bapak bisa bantu. Saya bisa … membalas dengan cara lain.” Diana berhenti sebentar, menahan senyum nakal di bibir. “Saya bisa kok jadi sugar baby Bapak,” lanjutnya, pelan tapi jelas. “Anggap saja … kompensasi tutup mulut atas malam itu.” Tatapan Damar mengeras, seakan menimbang keseriusannya. Tapi Diana tidak bergeming. Ia justru semakin berani, bibirnya mendekat ke telinga pria itu. “Saya serius, Pak,” bisiknya dengan mata berkilat menantang. “Kapan kita mulai?”
Read
Chapter: 585. Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
Damar menarik senyum tipis di wajahnya. Melihat sorot mata anak-anaknya yang begitu serius menyimak, ia tahu bahwa mereka bukan lagi anak kecil yang hanya bisa diberi perintah. Mereka sudah dewasa, dan di balik diamnya mereka, pastilah tersimpan banyak pertanyaan tentang bagaimana menavigasi masa depan mereka sendiri. “Kalian pasti bertanya-tanya, apakah semua ini semudah yang kami bicarakan, ‘kan?” tanya Damar seolah bisa membaca pikiran ketiga anaknya. Ia bersandar di kursinya, memandang cahaya lampu yang memantul pada cairan minuman di dalam gelas yang ia pegangi. “Kenyataannya, tidak ada resep yang benar-benar instan. Ayah dan Bunda pun pernah berada di titik di mana kami nyaris menyerah. Tapi, saat kalian melihat ke samping dan menyadari bahwa orang di sebelah kalian adalah satu-satunya orang yang paling mengerti perjuangan kalian dari nol, maka di situlah kalian akan menemukan alasan untuk bertahan.” Shanum dan Sagara mengangguk paham. Mereka mulai menyadari bahwasanya tida
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: 584. Resep Pernikahan Harmonis
Biasanya, Damar akan langsung memasang wajah galak atau memberikan kuliah singkat tentang pentingnya mengelola keuangan pada anak-anaknya. Namun malam ini, ia hanya menanggapi dengan nada tenang yang tak terduga.“Hm, Ayah belum pikun, kok. Kalian tenang saja,” sahut Damar singkat sembari mengusap bahu Diana. Respon yang begitu santai itu justru membuat Sagara dan Darrel saling lirik kebingungan, seolah tidak percaya ayah mereka bisa se-presisi itu dalam memberi lampu hijau.“Kalau gitu, ayo duduk dulu di sana,” ajak Shanum pada semua orang. Ia menunjuk satu meja bundar besar di sudut ruangan yang memang sengaja belum dibereskan oleh staf hotel atas permintaan khusus. “Sejak sibuk dengan urusan masing-masing akhir-akhir ini, kita semua jarang berkumpul dan makan satu meja dalam suasana tenang begini.”“Ayo!” Darrel menyahut dengan semangat, langsung menarik kursi untuk bundanya.Mereka berlima akhirnya duduk melingkar di meja t
Last Updated: 2026-02-19
Chapter: 583. Cincin Berlian Mewah
Perlahan, pelukan itu terlepas satu sama lain. Diana, yang wajahnya masih basah oleh air mata haru, kini dikerumuni oleh anak-anaknya yang tampak begitu protektif dan menyayanginya.Sedangkan Sagara yang sejak tadi terlihat lebih tenang dibandingkan kedua saudaranya, merogoh kantong jasnya dengan gerakan mantap. Ia mengeluarkan sebuah benda, lalu berjalan ke dekat sang ayah dan menyodorkannya.“Yah, ambil ini. Kasih ke Bunda,” ucap Sagara pendek namun penuh arti.Damar tertegun saat telapak tangannya menerima sebuah kotak beludru kecil berwarna biru navy. Ketika ia membukanya, sebuah cincin berlian dengan potongan yang sangat indah berkilau tertimpa lampu ballroom. Sebagai orang yang paham barang mewah, Damar tahu persis bahwa cincin itu memiliki nilai yang fantastis.Damar hendak menolaknya karena merasa tak enak hati pada anak-anaknya. “Saga, apa maksudmu beli ini? Kamu bisa-bisanya menghamburkan uang sebanyak ini untuk membe
Last Updated: 2026-02-19
Chapter: 582. Surprise Dari Anak-anak
Damar justru semakin merapatkan dekapannya di pinggang sang istri untuk menjaga keseimbangan mereka.“Nggak masalah kali, Yang. Kejepit berulang kali aja aku nggak marah, apalagi cuma keinjek gini. Ya, nggak?” goda Damar dengan kerlingan nakal yang membuat Diana langsung mencubit pelan lengan suaminya.Diana cemberut, meski tak bisa menyembunyikan senyum yang tertahan. “Di saat-saat seperti ini, bisa-bisanya kamu mesum, Mas. Ingat umur, ingat cucu!”Tapi setelahnya, suasana berubah menjadi lebih teduh. Diana perlahan mengalungkan lengannya ke leher Damar, sementara Damar merapatkan tangannya di pinggang sang istri, membawa tubuh mereka bergerak dalam ayunan yang lebih harmonis.Lagu A Thousand Years masih mengalun lirih dari sisa playlist yang belum sempat dimatikan oleh operator suara. Di bawah temaram lampu ballroom yang mulai meredup, dunia seolah berhenti berputar hanya untuk mereka berdua. Mereka kembali menyatukan bibir, memagut lembut, dan benar-benar tak mempedulikan apa pun
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: 581. Terinjak dan Terjepit
Damar ikut menimbrung pembicaraan antara Shanum dan Kim dengan binar mata yang mendadak jenaka, seolah baru saja menemukan sekutu untuk urusan yang satu ini. “Wah, cocok tuh! Shanum ini memang butuh laki-laki yang lebih muda biar hidupnya tidak terlalu serius, Jeng Kim,” celetuknya tanpa beban, yang langsung dihadiahi pelototan tajam dari putri sulungnya itu.Kim semakin bersemangat, ia merapatkan posisi duduknya lalu memegang telapak tangan Shanum dengan gerakan akrab seolah mereka sudah saling mengenal bertahun-tahun. “Tuh, ‘kan? Ayah kamu saja sudah setuju. Jadi, kapan nih kita agendakan besanan lagi? Biar enak kalau mengunjungi cucu, rumahnya pasti nggak jauhan dari kami nenek kakeknya,” todongnya dengan nada bicara yang penuh antusiasme seorang ibu-ibu pemburu menantu.Shanum hanya bisa meringis canggung, otot-otot wajahnya terasa kaku karena harus mempertahankan senyum sopan di tengah tekanan batin yang luar biasa. “Mungkin bisa kita pikirkan sambil jalan saja, Tante. Lagian,
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: 580. Jadilah Menantuku
“Adik?”Damar, yang baru bergabung di meja keluarganya memekik cukup kencang. Ia mendengar sang putra berbicara mengenai adik untuk Gallen.Lalu ia dengan tegas memberitahu, “Tidak ada adik sampai beberapa tahun kedepan. Pokoknya, kami akan mengatur agar kalian tidak memproduksi anak terus setiap tahun!”Sagara mencebikkan bibirnya, sedikit cemberut sebab ia dilarang memberikan adik untuk Baby Gallen dalam waktu dekat. “Yah, Yah. Kok gak seru gitu, sih. Padahal enak loh kalau ngerawat anak dua. Gedenya bareng, ngurusnya enak. Ya gak?” Setelahnya, Sagara menaikkan turunkan alisnya ke arah sang ayah, dan alhasil, ia mendapat cubitan keras sekali dari damar yang berada tepat di sisinya.“Aaawh! Ayah kejam bener, deh!” gerutunya sembari mengusap paha yang panas akibat capitan keras tadi dari Damar.Saat Sagara menanggapi santai, Damar justru semakin emosi. “Kamu tuh ya! Apa di otak kamu gak ada yang lain selain buat itu? Apa kamu gak mikir konsekuensinya, huh? Ara baru aja habis SC, piki
Last Updated: 2026-02-14
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

“Lahirkan anak untuk suamiku!” Dea menyodorkan cek tepat di depan Aurin. “Begitu hamil, 500 juta ini milikmu.” Jantung Aurin berhenti berdetak. Tatapannya berpindah, dari Dea ke cek itu. Tangannya dingin, tenggorokan ikut kering. Aurin bahkan tak yakin apakah salah dengar, atau memang permintaan itu segila yang ia pikirkan. “Nyonya ... saya tidak bisa.” Dea mengangkat dagu, kesal. “Apa kurang?” Aurin menggeleng. “Bukan masalah nominal. Ini ... terlalu beresiko.” “Kalau mau uang, harus terima resiko.” Malam itu, Aurin tidak tidur. Nominal yang ditawarkan majikannya, amat menggiurkan. Paginya, ia kembali dan berucap, “Saya setuju, Nyonya.” Pintu kamar terbuka, Rayden tidur di sana. Harusnya, Aurin naik ke atas tubuh majikannya, memberikan goyangan, klimaks, dan selesai. Tapi setelah melakukannya, mengapa ia enggan berhenti?
Read
Chapter: 138. Rasa Khawatir Yang Pelik
“Pulang!” potong Rayden cepat. Hatinya tidak tenang sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri Aurin benar-benar sehat. “Saya harus memastikan triplets aman. Baru saya bisa tenang.”Rega terbelalak, ia melangkah lebar menyamai langkah sang tuan. Bukan masalah mereka kembali ke Indonesia sekarang, ada jet pribadi, dan mereka tak perlu bingung soal tiket. Tapi yang jadi masalah, bagaimana kalau Dea mengamuk lagi karena ditinggal sendiri di sini?“Lalu, bagaimana dengan Nyonya Dea, Tuan? Beliau sudah menunggu di hotel dan—”“Apa peduli saya?” tanggap Rayden cepat. “Dia yang marah, dia sendiri yang nekat ingin pulang sendiri, dan dia juga yang ingin kembali ke hotel tanpa memberitahu saya. Jadi kalau saya tinggal dia di sini sendiri, bukan salah saya, ‘kan?”Rega membenarkan itu. Jadi, ia segera menghubungi pihak bandara agar jet pribadi tuannya bersiap.Saat perjalanan menuju ke bandara, Rayden menimbang-nimbang ponselnya. Dia ingin menghubungi sang anak buah, meminta mereka membaw
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: 137. Apa Peduliku?
“Mengapa Anda bersama asisten rumah tangga Tuan saya, Dokter?”Dua jam kemudian, mereka mendarat dengan mulus di bandara. Aurin, yang masih pusing dan mual, langsung dipapah oleh kakak kandungnya, Ken.Namun, baru saja melangkah keluar dari lobby bandara, langkah mereka terhenti. Dua pria berbadan tegap dengan wajah sangar, datar dan juga dingin langsung menghadang di depan—menghalangi langkah mereka. Dua orang tersebut telah menatap sengit, sehingga membuat Aurin menelan ludah dengan susah payah. Ia mengenali mereka, jelas ini anak buah Rayden yang pasti curiga melihatnya bersama pria asing.Sebenarnya, mulut Aurin terbuka untuk menjelaskan. Namun, Ken lebih cepat bertindak. Ucapan Aurin tertahan di ujung lidah saat kakak kandungnya itu bicara lebih dulu.“Saya kebetulan satu pesawat dengannya. Tadi, dia hampir pingsan di pesawat, saya hanya membantunya,” potong Ken datar, dingin, tapi tatapannya menusuk pada dua pria itu.Dua pria itu saling bertukar pandang, kedua alis mereka tera
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: 136. Warisan?
“Kenapa? Kamu keberatan meninggalkan semua hal menyedihkan ini? Atau justru, kamu lebih suka ditindas dan diperlakukan semena-mena oleh majikanmu itu—daripada hidup bebas dan tenang?” Sindiran halus itu bak pisau bermata dua, menyayat namun sekaligus menyadarkan logikanya. Aurin sontak mendongak, tubuhnya merespons secara impulsif. Iris hitam matanya menatap lurus ke wajah Ken yang tampak begitu serius, tak main-main. “B-bukan begitu, Dok. Saya ….” Suaranya tercekat di tenggorokan, bersikap defensif seolah ingin membantah namun tidak punya kata-kata. “Kalau bukan, apa yang menjadi pertimbanganmu untuk tidak langsung pindah dan menempati mansion peninggalan Papa kita?” Aurin ternganga, mulutnya membulat membentuk huruf O besar, ia kaget setengah mati. “M-mansion peninggalan papa kita? Papamu?” “Iya.” Ken mengangguk. Sengaja mengatakan ini karena ia sedih melihat Aurin tinggal bersama Dea, dan yang pastinya Aurin selalu mendapatkan tekanan. “Karena masing-masing dari kita telah
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: 135. Kamu Adikku!
“Dokter, ini ….”Suara Aurin bergetar hebat. Usai melihat foto berupa hasil tes DNA di ponsel milik Ken, ia tak tahu lagi harus berkata apa. Sedangkan Ken hanya bertanya dengan nada pelan. “Sudah lihat hasilnya?”Aurin menganggukkan kepalanya. “S-sudah. Tapi, Bagaimana mungkin ini terjadi? Dokter pasti bercanda, ‘kan? Mana mungkin saya saudara Dokter dan Kak Kylie?”Sejujurnya, Aurin ingin menjerit histeris setelah melihat kabar mengejutkan itu. Tetapi, ia sadar bahwa ia harus menjaga ketenangannya di sini.Ia kemudian membantah dengan mata yang berkata-kata, tidak percaya dengan kenyataan yang ada. “Ini tidak masuk akal. Dokter pasti salah! Ini tidak benar! Hasil pemeriksaannya pasti tertukar dengan milik orang lain!”Ken perlahan berjalan mendekat dan duduk di samping wanita itu. Ia menepuk bahu Aurin lembut, berusaha memberikan kekuatan melalui sentuhannya. “Tapi, faktanya memang begitu. Kamu benar-benar adik kandung saya. Kemarin, Kylie nekat melakukan tes DNA menggunakan sampel
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: 134. Berhenti Mencurigai Saya
“Dokter? Kenapa Dokter di sini?”Aurin terkejut menatap sosok yang tiba-tiba berdiri di sampingnya itu. Dia adalah Ken.Pria itu tampil sangat berbeda hari ini.Ia tidak menggunakan jas kedokteran putih seperti biasanya, melainkan terlihat santai dengan kaos oblong putih, celana pendek krem dan sneakers berwarna senada. Di tangannya, tergenggam kopi Starbuck yang ia sesap pelan. Gerakan itu menambah kesan kasual yang jauh dari image kaku di klinik obgyn miliknya.“Saya liburan sejak kemarin,” kata Ken santai. “Ayo kalau ingin pulang ke Indonesia sama saya. Kebetulan, saya satu pesawat dengan kamu.”Aurin mengerutkan kening, ia rasa ada yang ganjil dengan perubahan sikap Ken yang terasa lebih santai daripada biasanya. Ia lantas menyahut dengan nada sedikit menyindir, “Oh ya? Kebetulan sekali, ya, Dok.”Ken tidak langsung menanggapi sindiran tersebut. Ia justru memiringkan kepalanya sedikit, lalu berujar pelan, “Saya melihatnya.”“Melihat apa?” tanggap Aurn pelan.“Wanita yang memperl
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: 133. Jangan Menangis, Ada Aku
“Saat kamu makan malam dengan suamiku kemarin, Apa yang dia lakukan?” Dea ragu. Apakah perubahan sikap Rayden ini karena dirinya yang melakukan kesalahan, atau memang mood pria itu saja yag buruk karena banyak tekanan. Makanya, ia tanyakan hal itu pada Aurin. Aurin mipat kening. Ia mengingat kejadian kemarin dan berujar santai, apa adanya. “Tuan? Beliau tidak melakukan apa-apa, Nyonya.” Dea masih belum percaya. Ia kembali mengulik lebih dalam agar semuanya gamblang. Karena bisa jadi, Rayden telah mencium gelagatnya yang aneh kemarin. Apalagi, Rayden itu tipe pria yang kritis. “Apakah dia tidak bertanya kenapa aku sangat lama dan kenapa aku tidak segera menyusulnya?” Aurin meletakkan garpu di tangannya. Ia menatap Dea lebih lama. Meski ia telah disakiti kemarin oleh majikannya itu, namun tak ada niatan jahat pada wanita itu. Ia berkata jujur tentang apa yang terjadi di meja makan, tidak berbohong, tidak menutup-nutupi. “Beliau bertanya pada Rega tentang Anda, Nyonya, tetapi
Last Updated: 2026-04-26
JANGAN NAKAL, TUAN CEO!

JANGAN NAKAL, TUAN CEO!

Setelah diputuskan secara sepihak, sepulang kerja Shanum seharusnya langsung pulang. Namun, ia memilih menunda kepulangannya, mencoba mengalihkan pikirannya dengan minum. Tapi segalanya berubah ketika ia dihubungi bosnya untuk diambilkan barang. tanpa sengaja melihat barang ‘pribadi’ bosnya. Rasa ‘penasaran’ yang salah tempat mendorongnya melakukan hal konyol, yaitu membeli ‘pengaman’ ukuran besar hanya untuk membandingkan isi dibalik barang pribadi bosnya. Sayangnya, Michael, bosnya bukan tipe pria yang mudah dilewati begitu saja. Ia terlalu observatif untuk tidak menyadari perubahan sikap bawahannya. “Saya perhatikan, fokusmu dari tadi ke sini?” Michael menunjuk jari ke pangkal pahanya. “Yang ini ... ingin lihat?”
Read
Chapter: 150. I Love You For Now, Tomorrow, And Forever (TAMAT)
“Sekarang, aku paham mengapa Allah mempertemukan kita, Shine. Itu karena... kita memang sudah ditakdirkan bersama, bahkan sejak kita belum dilahirkan.”Shanum mendongak, menatap lekat manik mata suaminya yang berkilat di bawah cahaya lampu kristal. “Dan apa kau bersyukur karena itu?” tanyanya dengan senyum tipis yang menggoda.“Tentu saja. Aku sangat bersyukur karena sekarang kamu resmi menjadi istriku. Kita akan bersama selamanya,” jawab Michael mantap.Seolah tak lagi memedulikan ribuan pasang mata yang memerhatikan mereka, Michael langsung menangkup wajah Shanum dengan kedua tangannya. Di atas lantai dansa yang megah itu, ia mendaratkan ciuman dalam yang penuh perasaan, menyalurkan seluruh emosi yang sempat tertahan sejak pagi tadi.Disaksikan oleh seluruh tamu undangan di tengah dekorasi biru muda yang magis, Michael tak ragu lagi menghujani istrinya dengan kecupan-kecupan hangat, merayakan kemenangan cinta mereka yang kini telah sah Kilat lampu blitz menyambar bertubi-tubi, men
Last Updated: 2026-03-11
Chapter: 149. Jodoh Lauhul Mahfudz
“Memberi cucu untuk Mama?” Shanum mengulang kalimat itu. Dia lantas tersenyum simpul ke arah Michael yang juga tersenyum malu-malu.Michael maka mendekati mamanya dan membisikkan sesuatu, pelan sekali, “Tentu saja kami akan memberikannya. Bukankah sejak dulu, kami sudah membuatnya? Jadi, potensi Mama memiliki cucu tahun depan akan terlaksana.”Lucy tersenyum bahagia mendengarkan itu. Kini, ia peluk anak dan menantunya itu dengan penuh kasih. “Ya sudah kalau begitu. Berbahagialah kalian berdua.”Usai pelukan itu terlepas, Shanum dan Michael mengambil tempat duduk di samping Damar, ayahnya Shanum.Tak lama berselang, penghulu pun tiba. Setelah mengecek kelengkapan berkas-berkas pernikahan dan memastikan tak ada yang salah, barulah penghulu itu memulai acara dengan cara menjabat tangan Michael dan mengucapkan ikrar ijab kabul.Dan dalam satu tarikan napas, Michael akhirnya mampu melakukannya. Lancar, dan tanpa hambatan. Begitu para saksi berkata ‘Sah’, ia menangis lantaran haru. Usai p
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: 148. Berikan Mama Cucu Segera
“Mempelai wanita sudah siap, Tuan. Anda harus segera turun.”Suara ketukan di pintu itu memecah keheningan di dalam ruang ganti. Pukul 07.45, Michael sudah berdiri tegak di depan cermin besar. Ia tampil berbeda dengan setelan baju kurung putih lengkap dengan kopyah berwarna senada. Biasanya, ia lebih akrab dengan potongan jas atau tuksedo yang kaku, namun pagi ini, kesederhanaan pakaian tradisional itu justru membuatnya tampak jauh lebih tenang sekaligus berwibawa.Ia tersenyum tipis pada bayangannya sendiri, sembari sesekali membetulkan posisi kopyah yang sebenarnya sudah pas. Jemarinya sedikit bergetar saat ia mencoba mengatur napas yang mulai pendek. Tidak ada persiapan yang berlebihan, fokusnya hanya satu: kalimat ijab kabul nanti harus tuntas dalam satu tarikan napas.“Saya terima nikahnya Shanum ….”Kalimat itu terus ia tancapkan dalam memori, mengulanginya berulang kali di dalam hati. Ada ketakutan konyol yang membayangi. Jika ia sampai salah berucap ijab kabul sebanyak tiga
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 147. Butuh Kehangatanmu
“Bajingan kamu, Mike! Mikeeee! Lepaskan aku! Lepaskan!”Di dalam jet pribadi, Felice diikat kencang oleh bawahan Michael. Ia meronta berulang kali meminta dilepaskan. Bahkan saat Michael mendekat, ia meludahi pria itu hingga membuatnya marah.Telapak tangan kanannya kemudian bergerak mencapit dagu wanita itu. “Kamu menyebutku bajingan, tetapi kamu sendiri brengsek, Sialan. Kalau kamu tidak membuatku marah—mengadu dombaku dengan Shanum, mungkin aku tidak akan begini.”Sebelum Felice meludahinya lagi, ia menambahkan, “Sekarang, kamu tahu kemarahanku, ‘kan? Aku bukan pria yang bisa kamu singgung, Felice. Sudahi kegilaanmu itu!”Michael segera mengempaskan wajah Felice. Dengan napas terengah, ia bersiap pergi dari kabin itu. Tapi, langkahnya melambat ketika ia mendengar rintihan wanita itu yang menyayat hati.“Bagaimana aku bisa menyudahi kegilaanku, sementara sejak dulu aku sangat-sangat menginginkanmu,” katanya getir. Felice kembali terisak dan dia berteriak-teriak, “Bahkan, kita sejak
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 146. Mencicil Buat Bayi
“Apa itu tidak akan mengganggu bayi kita?” tanya Michael dengan nada yang benar-benar khawatir. Ia kemudian menyentuh perut Shanum dengan telapak tangannya, lembut sekali. Takut kalau gerakannya akan membuat bayinya terkejut.“Hah?” Shanum sempat melongo selama beberapa detik, namun sedetik kemudian tawanya pecah. Ia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Michael yang tampak sangat polos dan tulus mengkhawatirkan hal itu. Saking gelinya, ia sampai merebahkan diri di atas ranjang dan menatap langit-langit kamar. Tak lupa, ia juga sambil memegangi perutnya yang kaku karena tertawa.Michael sama sekali tidak ikut tertawa. Ia justru menegakkan punggungnya dan menatap Shanum dengan serius. “Apanya yang lucu? Bukannya itu larangan dokter, ya? Tidak boleh berhubungan saat kandungan masih muda. Jadi untuk beberapa bulan ke depan, aku akan menyimpan hasratku. Dan kumohon, jangan memancingku, Shine.”Mendengar permintaan serius itu, Shanum perla
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: 145. Aku Hamil
“Bagaimana? Sanggup atau tidak? Kalau tidak, silakan keluar dan carilah istri baru.”Michael terpaku, lidahnya mendadak kelu. Ia terjebak dalam keheningan yang menyesakkan.Di dalam benaknya, gejolak batin sedang bertarung hebat. Tentu saja, ia sudah bersumpah dalam hati untuk menjaga Shanum seumur hidupnya. Ia tidak akan lagi membiarkan tangannya bertindak kasar atau hatinya berpaling.Namun, syarat yang diajukan Damar terasa seperti jerat yang mustahil. Bagaimana mungkin ia bisa menjamin Shanum tidak akan pernah menangis? Hidup tidak pernah selembut itu. Tangis bisa terjadi karena rindu, karena duka kehilangan, atau bahkan karena perselisihan kecil yang lumrah dalam sebuah pernikahan.Michael tahu, satu tetes air mata Shanum yang jatuh karena kesalahannya dan sekecil apa pun itu bisa berarti maut jika ia mengiyakan sumpah berdarah sang calon mertua.“Tuan Damar ....” Michael memulai dengan suara serak, mencoba mencar
Last Updated: 2026-03-03
You may also like
DIAMNYA ISTRIKU
DIAMNYA ISTRIKU
Romansa · RENA ARIANA
979.2K views
ME AND PRINCE
ME AND PRINCE
Romansa · Jemyadam
972.8K views
Terpaksa Menikah dengan CEO
Terpaksa Menikah dengan CEO
Romansa · desstinna1201
971.5K views
Pesona Presdir Posesif
Pesona Presdir Posesif
Romansa · catatanintrovert
970.7K views
ONE NIGHT STAND
ONE NIGHT STAND
Romansa · Herofah
958.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status