author-banner
OTHOR CENTIL
OTHOR CENTIL
Author

Novels by OTHOR CENTIL

Anak Rahasia Dosenku

Anak Rahasia Dosenku

“Apa yang bisa saya lakukan supaya nilai saya bagus, Pak?” Diana bersandar di kursinya, menatap penuh arti pada pria yang dikenal sebagai dosen killer itu. Dosen dengan reputasi dingin bernama Damar Setyawan itu menaikkan satu alis. Senyum tipis melintas di wajahnya yang lebih mirip ejekan daripada keramahan. “Kamu sudah gagal empat kali, Diana. Kamu tahu artinya? Gelar sarjanamu bisa lenyap. Masa depanmu habis.” Diana pura-pura menggigit bibir bawahnya, lalu mencondongkan tubuhnya pada pria itu. “Kalau begitu … saya harus cari jalan lain, ‘kan?” Suaranya terdengar manja, sengaja dibuat lirih. “Saya tahu Bapak bisa bantu. Saya bisa … membalas dengan cara lain.” Diana berhenti sebentar, menahan senyum nakal di bibir. “Saya bisa kok jadi sugar baby Bapak,” lanjutnya, pelan tapi jelas. “Anggap saja … kompensasi tutup mulut atas malam itu.” Tatapan Damar mengeras, seakan menimbang keseriusannya. Tapi Diana tidak bergeming. Ia justru semakin berani, bibirnya mendekat ke telinga pria itu. “Saya serius, Pak,” bisiknya dengan mata berkilat menantang. “Kapan kita mulai?”
Read
Chapter: 585. Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
Damar menarik senyum tipis di wajahnya. Melihat sorot mata anak-anaknya yang begitu serius menyimak, ia tahu bahwa mereka bukan lagi anak kecil yang hanya bisa diberi perintah. Mereka sudah dewasa, dan di balik diamnya mereka, pastilah tersimpan banyak pertanyaan tentang bagaimana menavigasi masa depan mereka sendiri. “Kalian pasti bertanya-tanya, apakah semua ini semudah yang kami bicarakan, ‘kan?” tanya Damar seolah bisa membaca pikiran ketiga anaknya. Ia bersandar di kursinya, memandang cahaya lampu yang memantul pada cairan minuman di dalam gelas yang ia pegangi. “Kenyataannya, tidak ada resep yang benar-benar instan. Ayah dan Bunda pun pernah berada di titik di mana kami nyaris menyerah. Tapi, saat kalian melihat ke samping dan menyadari bahwa orang di sebelah kalian adalah satu-satunya orang yang paling mengerti perjuangan kalian dari nol, maka di situlah kalian akan menemukan alasan untuk bertahan.” Shanum dan Sagara mengangguk paham. Mereka mulai menyadari bahwasanya tida
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: 584. Resep Pernikahan Harmonis
Biasanya, Damar akan langsung memasang wajah galak atau memberikan kuliah singkat tentang pentingnya mengelola keuangan pada anak-anaknya. Namun malam ini, ia hanya menanggapi dengan nada tenang yang tak terduga.“Hm, Ayah belum pikun, kok. Kalian tenang saja,” sahut Damar singkat sembari mengusap bahu Diana. Respon yang begitu santai itu justru membuat Sagara dan Darrel saling lirik kebingungan, seolah tidak percaya ayah mereka bisa se-presisi itu dalam memberi lampu hijau.“Kalau gitu, ayo duduk dulu di sana,” ajak Shanum pada semua orang. Ia menunjuk satu meja bundar besar di sudut ruangan yang memang sengaja belum dibereskan oleh staf hotel atas permintaan khusus. “Sejak sibuk dengan urusan masing-masing akhir-akhir ini, kita semua jarang berkumpul dan makan satu meja dalam suasana tenang begini.”“Ayo!” Darrel menyahut dengan semangat, langsung menarik kursi untuk bundanya.Mereka berlima akhirnya duduk melingkar di meja t
Last Updated: 2026-02-19
Chapter: 583. Cincin Berlian Mewah
Perlahan, pelukan itu terlepas satu sama lain. Diana, yang wajahnya masih basah oleh air mata haru, kini dikerumuni oleh anak-anaknya yang tampak begitu protektif dan menyayanginya.Sedangkan Sagara yang sejak tadi terlihat lebih tenang dibandingkan kedua saudaranya, merogoh kantong jasnya dengan gerakan mantap. Ia mengeluarkan sebuah benda, lalu berjalan ke dekat sang ayah dan menyodorkannya.“Yah, ambil ini. Kasih ke Bunda,” ucap Sagara pendek namun penuh arti.Damar tertegun saat telapak tangannya menerima sebuah kotak beludru kecil berwarna biru navy. Ketika ia membukanya, sebuah cincin berlian dengan potongan yang sangat indah berkilau tertimpa lampu ballroom. Sebagai orang yang paham barang mewah, Damar tahu persis bahwa cincin itu memiliki nilai yang fantastis.Damar hendak menolaknya karena merasa tak enak hati pada anak-anaknya. “Saga, apa maksudmu beli ini? Kamu bisa-bisanya menghamburkan uang sebanyak ini untuk membe
Last Updated: 2026-02-19
Chapter: 582. Surprise Dari Anak-anak
Damar justru semakin merapatkan dekapannya di pinggang sang istri untuk menjaga keseimbangan mereka.“Nggak masalah kali, Yang. Kejepit berulang kali aja aku nggak marah, apalagi cuma keinjek gini. Ya, nggak?” goda Damar dengan kerlingan nakal yang membuat Diana langsung mencubit pelan lengan suaminya.Diana cemberut, meski tak bisa menyembunyikan senyum yang tertahan. “Di saat-saat seperti ini, bisa-bisanya kamu mesum, Mas. Ingat umur, ingat cucu!”Tapi setelahnya, suasana berubah menjadi lebih teduh. Diana perlahan mengalungkan lengannya ke leher Damar, sementara Damar merapatkan tangannya di pinggang sang istri, membawa tubuh mereka bergerak dalam ayunan yang lebih harmonis.Lagu A Thousand Years masih mengalun lirih dari sisa playlist yang belum sempat dimatikan oleh operator suara. Di bawah temaram lampu ballroom yang mulai meredup, dunia seolah berhenti berputar hanya untuk mereka berdua. Mereka kembali menyatukan bibir, memagut lembut, dan benar-benar tak mempedulikan apa pun
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: 581. Terinjak dan Terjepit
Damar ikut menimbrung pembicaraan antara Shanum dan Kim dengan binar mata yang mendadak jenaka, seolah baru saja menemukan sekutu untuk urusan yang satu ini. “Wah, cocok tuh! Shanum ini memang butuh laki-laki yang lebih muda biar hidupnya tidak terlalu serius, Jeng Kim,” celetuknya tanpa beban, yang langsung dihadiahi pelototan tajam dari putri sulungnya itu.Kim semakin bersemangat, ia merapatkan posisi duduknya lalu memegang telapak tangan Shanum dengan gerakan akrab seolah mereka sudah saling mengenal bertahun-tahun. “Tuh, ‘kan? Ayah kamu saja sudah setuju. Jadi, kapan nih kita agendakan besanan lagi? Biar enak kalau mengunjungi cucu, rumahnya pasti nggak jauhan dari kami nenek kakeknya,” todongnya dengan nada bicara yang penuh antusiasme seorang ibu-ibu pemburu menantu.Shanum hanya bisa meringis canggung, otot-otot wajahnya terasa kaku karena harus mempertahankan senyum sopan di tengah tekanan batin yang luar biasa. “Mungkin bisa kita pikirkan sambil jalan saja, Tante. Lagian,
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: 580. Jadilah Menantuku
“Adik?”Damar, yang baru bergabung di meja keluarganya memekik cukup kencang. Ia mendengar sang putra berbicara mengenai adik untuk Gallen.Lalu ia dengan tegas memberitahu, “Tidak ada adik sampai beberapa tahun kedepan. Pokoknya, kami akan mengatur agar kalian tidak memproduksi anak terus setiap tahun!”Sagara mencebikkan bibirnya, sedikit cemberut sebab ia dilarang memberikan adik untuk Baby Gallen dalam waktu dekat. “Yah, Yah. Kok gak seru gitu, sih. Padahal enak loh kalau ngerawat anak dua. Gedenya bareng, ngurusnya enak. Ya gak?” Setelahnya, Sagara menaikkan turunkan alisnya ke arah sang ayah, dan alhasil, ia mendapat cubitan keras sekali dari damar yang berada tepat di sisinya.“Aaawh! Ayah kejam bener, deh!” gerutunya sembari mengusap paha yang panas akibat capitan keras tadi dari Damar.Saat Sagara menanggapi santai, Damar justru semakin emosi. “Kamu tuh ya! Apa di otak kamu gak ada yang lain selain buat itu? Apa kamu gak mikir konsekuensinya, huh? Ara baru aja habis SC, piki
Last Updated: 2026-02-14
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

“Tiduri suamiku. Lahirkan anak untuknya, dan uang setengah miliar jadi milikmu.” Aurin ingin menolak permintaan Dea—majikannya. Tapi, kebutuhan memaksanya mengangguk. Ia mengira semuanya akan selesai dalam satu malam tanpa perasaan. Namun saat pintu kamar terbuka dan Rayden menatapnya dengan dingin, Aurin sadar ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar perjanjian rahasia. Ketika dua garis merah muncul di testpack, semuanya menjadi kacau. Aurin mulai sadar, sejak awal dirinya memang tidak pernah benar-benar ‘aman’ berada di dekat Rayden.
Read
Chapter: 432. Happy Ending
Begitu mereka menginjakkan kaki di Hong Kong Disneyland, jarum jam baru saja menunjuk tepat pada pukul 9 pagi. Udara pagi yang bersih dan hangatnya sorot mentari menyambut kedatangan mereka, bersinergi dengan alunan musik khas Disney yang menggema ceria di sepanjang jalan.Begitu melewati gerbang pemeriksaan, mereka langsung disuguhkan oleh pemandangan Main Street, U.S.A. yang dipenuhi bangunan-bangunan berarsitektur klasik dengan warna-warni megah yang memanjakan mata. Di ujung jalan, kemegahan Castle of Magical Dreams berdiri dengan anggun, menara-menaranya yang menjulang tinggi seolah mengundang siapa saja untuk masuk ke dalam dunia dongeng.Pemandangan menakjubkan itu seketika menerbitkan senyum lebar di wajah Nora dan Aurin. Nora bahkan sampai melompat-lompat kecil di tempatnya, menunjuk-nunjuk ke arah kastel dengan pekikan heboh yang tidak bisa ia tahan lagi. Rasa lelah akibat perjalanan sama sekali tidak bersisa, digantikan oleh
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 431. Kebahagiaan Keluarga Besar
Setelah empat jam mengudara membelah langit, jet pribadi mereka akhirnya mendarat dengan selamat. Sesampainya di gerbang kedatangan, perlahan Nora membuka kedua matanya. Sisa kantuk yang masih menggelayut membuat bocah kecil itu merengek pelan sembari mencari-cari kehangatan yang familiae di setiap paginya.“Mommy ... Mommy .…”Aurin, yang kebetulan baru saja dari toilet, segera melangkah cepat menghampiri sang putri lantaran Rega mencarinya. “Nyonya, Nora menangis.”“Saya akan ke sana.” Aurin mempercepat langkah. Begitu di dekat stroller anak-anaknya, Nora sudah terbangun. Sementara kedua putranya masih terlelap. “Oh, Princess Mommy sudah bangun rupanya. Mau apa, hm?”Nora yang masih setengah sadar merentangkan kedua tangan mungilnya ke atas, menuntut untuk didekap dengan sikap yang teramat manja.Namun, tepat setelah Aurin mengangkat dan menggendongnya, sepasang mata biru jernih milik Nora mengerjap beberapa kali. I
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 430. Nora Merajuk
“Hoaaaa! Daddyyyyy!”Teriakan Nora yang melengking tidak wajar dari seberang telepon seketika membuat Rayden tersentak dan langsung beranjak dari posisi duduknya. Jantungnya berdegup kencang. Ia menelan ludah dengan susah payah sebelum akhirnya bertanya dengan nada setengah memekik panik, “Nora?! Ada apa? Kamu terluka?!”Rayden sudah bersiap menyambar ponsel dan dompetnya di atas meja, bersiap menarik kedua putra kembarnya untuk berlari menyusul sang istri dan putrinya. Namun, seruan heboh Nora selanjutnya yang menggema lewat pesan suara yang baru masuk ke ponsel Aurin—dan diteruskan ke ponselnya—malah membuat pria itu termenung bodoh di tempatnya.“Tidak! Ini seru sekali, Daddy! Hoaaaaa! Seru banget!”Rayden mengerutkan keningnya dalam-dalam. ‘Seru? Memangnya mereka sedang di mana dan melakukan apa?’ pikir Rayden bingung, campur aduk antara lega dan kesal.Saking paniknya mengira anak dan istrinya kenapa-napa di tempat umum, Rayden tetap tidak bisa tenang. Ia bergegas menatap Reinh
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 429. Universal Studio Singapore
Setelah menuntaskan seluruh urusan administrasi dan memastikan masa depan Daisy terjamin dengan baik di panti asuhan, Rayden menepati janjinya. Akhir pekan itu, ia memboyong Aurin dan ketiga anak mereka untuk bersenang-senang di Universal Studios Singapore.Wahana Transformers: The Ride menjadi destinasi pertama yang mereka tuju. Suasana antrean yang dirancang mirip seperti markas rahasia N.E.S.T. langsung menyambut kedatangan keluarga tersebut dengan dekorasi militer futuristik dan layar-layar digital raksasa yang menampilkan pesan darurat dari Optimus Prime.Begitu melangkah masuk ke area dalam, Reinhard dan Reynand yang memang sangat menggilai robot-robot alien ini langsung berdecak kagum dengan mata berbinar-binar. Atmosfer tegang namun seru di dalam wahana benar-benar membuat mereka merasa seperti sedang berada di dalam film.“Dad, lihat! Itu Bumblebee!” tunjuk Reinhard heboh, jarinya mengarah lurus ke sebuah replika mobil Chevrolet Camaro kuning ikonis yang dipajang di salah sat
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: 428. Daisy
“Halo, saya Rayden dan ini istri saya, Aurin. Kami ada keperluan mendesak dengan salah satu anak di yayasan ini. Apakah benar di sini ada anak dari saudari Dea Estrella? Namanya Daisy, dan ini foto mendiang Dea.”Setelah dipersilakan masuk dan berkenalan singkat, Rayden kini bertemu dengan kepala yayasan bernama Noor.Ketua yayasan bernama Noor itu meraih ponsel yang disodorkan oleh Rayden. Usai mengamati wajah Dea di layar dengan saksama, ia langsung mengangguk mantap untuk membenarkan.“Benar, Tuan,” tutur Noor ramah. “Nyonya Dea memang kerap berkunjung ke sini setiap satu bulan sekali untuk menemui Daisy.”“Apakah Daisy adalah putri kandungnya?” tanya Rayden memastikan.“Benar. Usianya kini hampir empat belas tahun, tapi dia memiliki sedikit keterbatasan fisik dan mental. Bisa disebut dia adalah anak istimewa,” terang Noor lembut. Raut wajah wanita paruh baya itu mendadak berubah sendu setelah membahas Dea. “Tapi sejak beberapa tahun b
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: 427. Berkunjung Ke Panti Asuhan
“Nanti kita langsung serahkan saja pada walinya di panti asuhan itu. Bagaimana menurutmu? Apa nama panti asuhannya sudah tertulis di surat wasiat itu, atau justru kita harus menebak-nebak lagi?”Setelah keheningan yang sempat merayap selama beberapa saat, akhirnya Aurin kembali bersuara. Ekspresi wajahnya tampak biasa-biasa saja. Rayden yang sejak tadi memperhatikannya dengan saksama tidak mendapati adanya guratan kecemburuan atau rasa iri yang kentara di sana. Ternyata, gumaman ‘oh’ tadi murni karena istrinya sedang berfokus pada kelanjutan nasib anak tersebut.Rayden pun mengembuskan napas lega dan mengesampingkan kekhawatiran konyolnya. Ia langsung menanggapi pertanyaan sang istri dengan anggukan pelan. “Boleh, Sayang. Nama panti asuhannya sudah tertera jelas di lembar akhir surat wasiat. Tapi letaknya cukup jauh dari sini. Kamu ... tidak keberatan kalau kuajak melakukan perjalanan jauh?”“Kenapa harus keberatan?” Aurin membalas dengan senyuma
Last Updated: 2026-07-11
Gugat! Aku Bukan Istri Pilihanmu!

Gugat! Aku Bukan Istri Pilihanmu!

“Setelah apa yang kau lakukan di luar sana semalam, kau masih berharap aku tetap berdiri di sisimu, tersenyum manis di depan kamera—seolah-olah kita adalah pasangan paling bahagia di seluruh dunia?” . Nora tak pernah menyangka dirinya mampu bertahan selama tiga tahun sebagai istri pengganti Erlangga. . Tiga tahun menjalani pernikahan yang tampak sempurna di mata orang lain, tetapi tak pernah benar-benar terasa seperti pernikahan baginya. . Sampai akhirnya, Nora menemukan celah untuk mengakhirinya, ada wanita lain di sisi Erlangga. . Tak pernah dicintai, bahkan tak pernah disentuh—untuk apa lagi ia bertahan? . Nora pun mengajukan gugatan cerai, yakin Erlangga tak punya alasan untuk mempertahankan istri yang sejak awal bukan pilihannya. . Namun bagaimana jika Erlangga tidak berniat melepaskannya? Alasan apa pria itu menahannya selain citranya sebagai penguasa?
Read
Chapter: 88. Menghubungkan Teka Teki
“Apa setelah itu kamu sempat meminum obat kontrasepsi darurat?” tanya Erlangga dengan dada berdebar.Dia hanya ingin memastikan apakah Nora telah melakukan pencegahan kehamilan malam itu atau tidak. Mengingat hubungan mereka saat itu belum berada dalam kondisi yang baik, Erlangga bisa memahami jika istrinya memilih untuk mengonsumsi obat tersebut.Jika memang iya, tidak masalah. Namun, jika Nora tidak melakukan pencegahan apa pun, berarti dia perlu menggali lebih jauh kemungkinan lain.Pikirannya kembali tertuju pada beberapa kejadian belakangan ini. Mual dan muntah yang dialaminya berulang kali, keinginan aneh untuk menyantap buah-buahan tertentu, hingga perubahan selera makannya, yang mengarah pada satu hal yaitu ‘ngidam’.Jangan-jangan, semua itu memiliki kaitan dengan kemungkinan Nora sedang mengandung anaknya, calon buah hati yang sangat dia nanti-nantikan.Nora menghentikan gerakan tangannya di dalam wastafel. Dia membiarkan air keran terus mengalir selama beberapa saat, sementa
Last Updated: 2026-11-06
Chapter: 87. Menanyakan Kontra-sepsi
“Jadi ... itu benar?”Erlangga mengamati Nora yang tak kunjung memberikan jawaban. Satu menit telah berlalu sejak pertanyaan itu terlontar, tetapi wanita itu masih bungkam. Nora bahkan memalingkan wajah, seolah enggan menatap mata suaminya, dan tampak tidak ingin membahas lebih jauh tentang malam yang telah berlalu tersebut.Erlangga tak lagi berniat mengajukan pertanyaan. Kebisuan Nora sudah cukup menjawab segala hal yang sejak tadi berkecamuk dalam pikirannya.Pria itu meraih tangan Nora, lalu menggenggamnya erat. “Kalau memang kenyataannya seperti itu, mengapa kamu tidak mengatakannya sejak awal kepada saya? Kenapa kamu membiarkan saya berspekulasi hingga salah paham dan mengira kamu telah menjalin hubungan dengan pria lain?”Nora masih bungkam, membuat Erlangga benar-benar geram. Mengapa wanita itu begitu sulit mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi, padahal kesalahpahaman di antara mereka bisa dihindari jika saja Nora mau menjelaskan sejak awal.“Seandainya kamu mengatakan ba
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: 86. Menanyakan Kebenaran
“Tuh, ‘kan? Benar! Berat badanku naik satu setengah kilogram! Astagaaaa!” Erlangga sampai menyumbat kedua telinganya dengan jari telunjuk ketika Nora berteriak begitu. Sejak Theo mengantarkan timbangan badan ke rumah sewa mereka, Nora tak berhenti mengeluh. Wanita itu bahkan sudah mondar-mandir selama lebih dari satu jam saat menunggu timbangan itu diantarkan. Dan kini, Nora berulang kali naik dan turun ke atas timbangan, seolah berharap angka yang tertera akan berubah dengan sendirinya. Namun, hasilnya tetap sama. Berat badan Nora kini mencapai 46,3 kilogram. “Astaga, bagaimana bisa naik sebanyak ini?” Nora kembali berdecak kesal. Erlangga yang sejak tadi berusaha bersabar akhirnya mendekatinya. Dia menatap angka pada timbangan, lalu melirik istrinya yang masih tampak frustasi. “Nora, berat badanmu hanya 46 kilogram, bukan 50 kilogram. Kenapa kamu sampai sebegitu frustasinya?” “Kamu tahu?” Nora langsung melayangkan tatapan tajam. “Biasanya berat badanku kurang dari 45 kil
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: 85. Pembahasan Sensitif
“Selamat makan!”Erlangga sudah bersiap menyantap porchetta yang tersaji di atas meja. Namun, Nora seketika menggeram pelan sambil meliriknya dengan tatapan tajam.“Hhhhmmm ....”Erlangga menoleh kepada istrinya yang tengah menyatukan kesepuluh jari di depan wajah. Keningnya berkerut. “Kenapa? Ada yang salah?”Nora memutar bola mata dengan malas. Tanpa menjawab, dia memilih memejamkan mata dan memasang wajah serius.Erlangga pun segera memahami maksudnya. Rupanya, mereka harus berdoa terlebih dahulu sebelum mulai makan.Setelah berdoa, Nora segera mengambil peralatan makannya, sementara Erlangga mulai menyantap porchetta yang sejak tadi diinginkannya. Lelaki itu tampak begitu menikmati hidangan tersebut, seolah rasa mual yang sempat mengganggunya terhadap daging sapi benar-benar lenyap.Di sela-sela makan, Nora melirik Erlangga yang tampak menikmati hidangannya. “Kamu sudah tidak mual mencium aroma daging sapi ini, Mas?”Erlangga menggeleng. Mulutnya masih penuh makanan. Setelah mene
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: 84. Titik Terang
Ting!Notifikasi pesan yang masuk ke ponsel Theo membuat Erlangga melirik ke arahnya.Theo segera memeriksa pesan tersebut, sementara Erlangga memilih diam dan tidak mengusiknya. Beberapa saat kemudian, Theo mengangkat pandangan ke arahnya dan mulai berbicara serius, “Pesan dari orang kita. Hasil rekaman CCTV-nya udah gue kirim ke surel lo.”“Oke,” jawab Erlangga singkat.Setelah itu, keduanya berpisah. Theo entah pergi ke mana, sementara Erlangga memutuskan untuk kembali ke rumah.Sesampainya di sana, dia tidak langsung membuka pesan yang dikirimkan Theo ke surel-nya. Langkahnya justru berbelok menuju dapur setelah mendengar suara aktivitas dari ruangan tersebut. Sepertinya Nora sedang sibuk melakukan sesuatu di sana.Erlangga pun menghampiri, ingin melihat apa yang tengah dikerjakan istrinya.Saat duduk di kursi meja makan, Erlangga melihat Nora mengeluarkan daging wagyu dari lemari pendingin. Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu beranjak mendekati sang istri, berniat memba
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: 83. Saran
“Ngidam bukannya cuma dialami perempuan hamil?” Erlangga menatap asistennya dengan sorot bingung. Dia tahu Theo suka bercanda. Namun, untuk kali ini, entah mengapa dia merasa asistennya itu tidak sedang asal bicara. “Huum. Tapi bisa aja dialami sama laki-laki,” sahut Theo santai. Dia merebahkan punggungnya di rerumputan, lalu menopang kepala dengan kedua tangan di belakang tengkuk. Sesaat kemudian, dia melirik Erlangga. “Jangan-jangan si Nyonya lagi hamil sampai lo ikut ngidam kayak gini?” Kening Erlangga berkerut semakin dalam. Dia menatap Theo dengan ekspresi tak percaya, seolah ucapan pria itu terdengar terlalu mengada-ada untuk diterima begitu saja. Theo mengimbuhi, “Gue pernah baca artikel, juga beberapa komentar di media sosial. Katanya, ada suami yang ikut ngidam saat istrinya hamil.” Dia menoleh kepada Erlangga, menopang kepala dengan satu tangan. “Pertanyaannya, beneran nggak sih si Nyonya hamil? Kalau iya, congrats! Akhirnya, setelah tiga tahun menunggu, lo bakal p
Last Updated: 2026-10-30
JANGAN NAKAL, TUAN CEO!

JANGAN NAKAL, TUAN CEO!

Setelah diputuskan secara sepihak, sepulang kerja Shanum seharusnya langsung pulang. Namun, ia memilih menunda kepulangannya, mencoba mengalihkan pikirannya dengan minum. Tapi segalanya berubah ketika ia dihubungi bosnya untuk diambilkan barang. tanpa sengaja melihat barang ‘pribadi’ bosnya. Rasa ‘penasaran’ yang salah tempat mendorongnya melakukan hal konyol, yaitu membeli ‘pengaman’ ukuran besar hanya untuk membandingkan isi dibalik barang pribadi bosnya. Sayangnya, Michael, bosnya bukan tipe pria yang mudah dilewati begitu saja. Ia terlalu observatif untuk tidak menyadari perubahan sikap bawahannya. “Saya perhatikan, fokusmu dari tadi ke sini?” Michael menunjuk jari ke pangkal pahanya. “Yang ini ... ingin lihat?”
Read
Chapter: 150. I Love You For Now, Tomorrow, And Forever (TAMAT)
“Sekarang, aku paham mengapa Allah mempertemukan kita, Shine. Itu karena... kita memang sudah ditakdirkan bersama, bahkan sejak kita belum dilahirkan.”Shanum mendongak, menatap lekat manik mata suaminya yang berkilat di bawah cahaya lampu kristal. “Dan apa kau bersyukur karena itu?” tanyanya dengan senyum tipis yang menggoda.“Tentu saja. Aku sangat bersyukur karena sekarang kamu resmi menjadi istriku. Kita akan bersama selamanya,” jawab Michael mantap.Seolah tak lagi memedulikan ribuan pasang mata yang memerhatikan mereka, Michael langsung menangkup wajah Shanum dengan kedua tangannya. Di atas lantai dansa yang megah itu, ia mendaratkan ciuman dalam yang penuh perasaan, menyalurkan seluruh emosi yang sempat tertahan sejak pagi tadi.Disaksikan oleh seluruh tamu undangan di tengah dekorasi biru muda yang magis, Michael tak ragu lagi menghujani istrinya dengan kecupan-kecupan hangat, merayakan kemenangan cinta mereka yang kini telah sah Kilat lampu blitz menyambar bertubi-tubi, men
Last Updated: 2026-03-11
Chapter: 149. Jodoh Lauhul Mahfudz
“Memberi cucu untuk Mama?” Shanum mengulang kalimat itu. Dia lantas tersenyum simpul ke arah Michael yang juga tersenyum malu-malu.Michael maka mendekati mamanya dan membisikkan sesuatu, pelan sekali, “Tentu saja kami akan memberikannya. Bukankah sejak dulu, kami sudah membuatnya? Jadi, potensi Mama memiliki cucu tahun depan akan terlaksana.”Lucy tersenyum bahagia mendengarkan itu. Kini, ia peluk anak dan menantunya itu dengan penuh kasih. “Ya sudah kalau begitu. Berbahagialah kalian berdua.”Usai pelukan itu terlepas, Shanum dan Michael mengambil tempat duduk di samping Damar, ayahnya Shanum.Tak lama berselang, penghulu pun tiba. Setelah mengecek kelengkapan berkas-berkas pernikahan dan memastikan tak ada yang salah, barulah penghulu itu memulai acara dengan cara menjabat tangan Michael dan mengucapkan ikrar ijab kabul.Dan dalam satu tarikan napas, Michael akhirnya mampu melakukannya. Lancar, dan tanpa hambatan. Begitu para saksi berkata ‘Sah’, ia menangis lantaran haru. Usai p
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: 148. Berikan Mama Cucu Segera
“Mempelai wanita sudah siap, Tuan. Anda harus segera turun.”Suara ketukan di pintu itu memecah keheningan di dalam ruang ganti. Pukul 07.45, Michael sudah berdiri tegak di depan cermin besar. Ia tampil berbeda dengan setelan baju kurung putih lengkap dengan kopyah berwarna senada. Biasanya, ia lebih akrab dengan potongan jas atau tuksedo yang kaku, namun pagi ini, kesederhanaan pakaian tradisional itu justru membuatnya tampak jauh lebih tenang sekaligus berwibawa.Ia tersenyum tipis pada bayangannya sendiri, sembari sesekali membetulkan posisi kopyah yang sebenarnya sudah pas. Jemarinya sedikit bergetar saat ia mencoba mengatur napas yang mulai pendek. Tidak ada persiapan yang berlebihan, fokusnya hanya satu: kalimat ijab kabul nanti harus tuntas dalam satu tarikan napas.“Saya terima nikahnya Shanum ….”Kalimat itu terus ia tancapkan dalam memori, mengulanginya berulang kali di dalam hati. Ada ketakutan konyol yang membayangi. Jika ia sampai salah berucap ijab kabul sebanyak tiga
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 147. Butuh Kehangatanmu
“Bajingan kamu, Mike! Mikeeee! Lepaskan aku! Lepaskan!”Di dalam jet pribadi, Felice diikat kencang oleh bawahan Michael. Ia meronta berulang kali meminta dilepaskan. Bahkan saat Michael mendekat, ia meludahi pria itu hingga membuatnya marah.Telapak tangan kanannya kemudian bergerak mencapit dagu wanita itu. “Kamu menyebutku bajingan, tetapi kamu sendiri brengsek, Sialan. Kalau kamu tidak membuatku marah—mengadu dombaku dengan Shanum, mungkin aku tidak akan begini.”Sebelum Felice meludahinya lagi, ia menambahkan, “Sekarang, kamu tahu kemarahanku, ‘kan? Aku bukan pria yang bisa kamu singgung, Felice. Sudahi kegilaanmu itu!”Michael segera mengempaskan wajah Felice. Dengan napas terengah, ia bersiap pergi dari kabin itu. Tapi, langkahnya melambat ketika ia mendengar rintihan wanita itu yang menyayat hati.“Bagaimana aku bisa menyudahi kegilaanku, sementara sejak dulu aku sangat-sangat menginginkanmu,” katanya getir. Felice kembali terisak dan dia berteriak-teriak, “Bahkan, kita sejak
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: 146. Mencicil Buat Bayi
“Apa itu tidak akan mengganggu bayi kita?” tanya Michael dengan nada yang benar-benar khawatir. Ia kemudian menyentuh perut Shanum dengan telapak tangannya, lembut sekali. Takut kalau gerakannya akan membuat bayinya terkejut.“Hah?” Shanum sempat melongo selama beberapa detik, namun sedetik kemudian tawanya pecah. Ia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Michael yang tampak sangat polos dan tulus mengkhawatirkan hal itu. Saking gelinya, ia sampai merebahkan diri di atas ranjang dan menatap langit-langit kamar. Tak lupa, ia juga sambil memegangi perutnya yang kaku karena tertawa.Michael sama sekali tidak ikut tertawa. Ia justru menegakkan punggungnya dan menatap Shanum dengan serius. “Apanya yang lucu? Bukannya itu larangan dokter, ya? Tidak boleh berhubungan saat kandungan masih muda. Jadi untuk beberapa bulan ke depan, aku akan menyimpan hasratku. Dan kumohon, jangan memancingku, Shine.”Mendengar permintaan serius itu, Shanum perla
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: 145. Aku Hamil
“Bagaimana? Sanggup atau tidak? Kalau tidak, silakan keluar dan carilah istri baru.”Michael terpaku, lidahnya mendadak kelu. Ia terjebak dalam keheningan yang menyesakkan.Di dalam benaknya, gejolak batin sedang bertarung hebat. Tentu saja, ia sudah bersumpah dalam hati untuk menjaga Shanum seumur hidupnya. Ia tidak akan lagi membiarkan tangannya bertindak kasar atau hatinya berpaling.Namun, syarat yang diajukan Damar terasa seperti jerat yang mustahil. Bagaimana mungkin ia bisa menjamin Shanum tidak akan pernah menangis? Hidup tidak pernah selembut itu. Tangis bisa terjadi karena rindu, karena duka kehilangan, atau bahkan karena perselisihan kecil yang lumrah dalam sebuah pernikahan.Michael tahu, satu tetes air mata Shanum yang jatuh karena kesalahannya dan sekecil apa pun itu bisa berarti maut jika ia mengiyakan sumpah berdarah sang calon mertua.“Tuan Damar ....” Michael memulai dengan suara serak, mencoba mencar
Last Updated: 2026-03-03
You May Also Like
Adakah Jalan Untuk Kembali
Adakah Jalan Untuk Kembali
Romansa · Lis Susanawati
148.0K views
Suami Kontrak Pura-Pura Miskin
Suami Kontrak Pura-Pura Miskin
Romansa · Nainamira
147.1K views
My Dearest Cahaya
My Dearest Cahaya
Romansa · Kanietha
146.3K views
Wajah Asli Adikku
Wajah Asli Adikku
Romansa · Syarlina
146.2K views
My Sweet Young Husband
My Sweet Young Husband
Romansa · Fatimah Rohim
146.0K views
Mas Duda (Indonesia)
Mas Duda (Indonesia)
Romansa · Ade Tiwi
145.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status