author-banner
Shappire
Shappire
Author

Novels by Shappire

Terjebak Cinta Kakak Angkatku

Terjebak Cinta Kakak Angkatku

Safna pulang ke Indonesia tanpa tahu satu hal-- rumah bukan lagi tempat yang aman. Kakak yang harusnya melindungi justru mengawasinya. Sentuhan yang ia tolak berubah menjadi obsesi yang tak bisa dihentikan.  Penolakan Safna membuat Edgar kehilangan kendali. Cinta berubah menjadi posesif dan perlindungan berubah menjadi penjara. Sebuah kecelakaan berdarah membuka rahasia yang seharusnya terkubur. Sejak saat itu, Safna sadar menjauh dari Edgar bukan lagi pilihan. Karena dalam penjara yang ia sebut cinta, jatuh hati bisa menjadi satu-satunya cara bertahan.
Read
Chapter: Bab 85
Pintu yang terbuka itu seperti memutus sesuatu yang hampir terjadi. Udara di ruang tamu mendadak berubah.Safna langsung menjauh setengah langkah, napasnya masih belum stabil. Sementara Edgar… tetap di tempatnya. Tatapannya masih tenang, tapi rahangnya sedikit mengeras—gangguan yang datang di momen yang tidak tepat.Di ambang pintu, Malik berdiri tegak. Matanya masih tertuju pada keduanya, lalu perlahan bergeser—menilai situasi dengan cepat, seperti kebiasaannya.“Maaf,” ucap Malik akhirnya, datar. “Sepertinya saya datang di waktu yang tidak tepat.”Nada suaranya sopan. Profesional. Seolah yang barusan ia lihat bukan sesuatu yang… personal.Safna menunduk sedikit, merasa canggung.Edgar tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Malik sekilas, lalu mengalihkan pandangannya.“Masuk,” ucapnya singkat.Malik menggeleng tipis. “Tidak perlu, Pak. Saya hanya ingin memastikan keadaan Nona Safna.”Kalimat itu terdengar formal. Terlalu formal untuk situasi seperti ini.Safna mengangkat wajahnya
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 84
“Astaga—Safna… Kak Edgar di depan.”Kalimat itu jatuh seperti petir di siang bolong. Safna tidak langsung bergerak. Napasnya tertahan di tenggorokan, jantungnya yang semula hanya berdegup cepat kini seperti menghantam dinding dadanya sendiri, liar, tak terkendali. Tidak. Tidak sekarang.“Buka,” ucapnya akhirnya, pelan—terlalu pelan untuk seseorang yang baru saja panik.Mila menatapnya ragu beberapa detik, seolah berharap Safna akan berubah pikiran. Tapi tidak. Pada akhirnya, ia tetap memutar gagang pintu. Dan di sanalah dia. Edgar berdiri tegak dengan setelan rapi yang selalu melekat pada dirinya, seolah dunia tidak pernah cukup berantakan untuk mengusik penampilannya. Wajahnya tenang, terlalu tenang—namun matanya… Llangsung menemukan Safna.Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan. Hanya tatapan dalam yang terasa seperti menarik Safna masuk ke sesuatu yang belum selesai.“Masuk dulu,” sela Mila cepat, suaranya sedikit lebih tinggi dari biasanya, mencoba menambal ketegangan yang tiba-tiba
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 83
Sudah satu minggu setelah berita skandal Edgar muncul. Kini kabar perselingkuhan dan kandasnya hubungan Maya dan Edgar sudah mulai hilang, tenggelam dengan berita lain. Bahkan, opini publik pun sudah mereda tidak sepanas beberapa waktu lalu.“Semua sudah selesai, Nak?” tanya Albert saat mereka sedang di halaman belakang rumah sambil minum teh di pagi hari.“Sudah. Semua sesuai rencana, Pah.”Albert mengangguk. Ia melipat koran di tangan lalu mengambil tablet di meja.“Bagus. Papa selalu percaya sama kamu. Coba lihat, perusahaan orang tua Maya mulai mencari klien baru yang mau investasi. Dia juga meminta papa supaya tidak membatalkan kerjasama. Menurutmu bagaimana?” ujar Albert sambil memperlihatkan tabletnya pada Edgar. Edgar mengambil gawai tersebut dan membaca email di dalamnya. Wajahnya masih datar seolah isi di dalamnya tak berarti apa-apa. Setelah selesai membaca, Edgar memgembalikan benda tersebut kepada papanya.Edgar terlihat berpikir sebentar sebelum akhirnya membuka suarany
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 82
Safna menghela napas panjang begitu pintu kamarnya tertutup. Bahunya terasa berat, bukan hanya karena pekerjaan yang menumpuk atau macetnya jalanan, tapi juga karena sesuatu yang sejak tadi ia tahan—rindu yang tak bisa ia akui.Ia sengaja menyibukkan diri seharian. Menumpuk pekerjaan, menahan diri untuk tidak membuka chat, tidak mengetik satu pesan pun untuk Edgar. Menjaga jarak seperti yang pria itu minta. Namun, semakin ia mencoba menjauh, semakin terasa kosong.“Sampai kapan ini akan berakhir,” gumam Safna pelanIa merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa tenaga. Tatapannya kosong ke langit-langit, seolah berharap jawabannya ada di sana.Baru saja matanya hendak terpejam tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.Safna mengernyit pelan. “Ya?”Pintu terbuka sedikit, dan kepala seorang perempuan paruh baya menyembul dengan senyum hangat.“Boleh mama masuk, sayang?” ujar Sofia lembut.Sofia melangkah masuk setelah Safna mengangguk pelan. Pintu ditutup perlahan di belakangnya, seolah ia tida
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 81
Edgar duduk santai di ruangannya. Suasana hatinya tidak terlalu buruk, tapi juga jauh dari kata baik. Ada sesuatu yang menggantung—seperti menunggu momen yang pasti akan datang.Tangannya sibuk membalik lembar demi lembar dokumen, sementara punggungnya bersandar malas pada kursi. Namun, gerakannya tiba-tiba terhenti saat suara ketukan pintu terdengar..“Masuk.”Suara Edgar tenang. Terlalu tenang.Pintu terbuka. Malik masuk dengan langkah cepat, ekspresinya lebih serius dari biasanya.“Pak, orang tua Nona Maya ada di depan. Mereka ingin bertemu.”Edgar mengangkat kepala. Tatapannya langsung berubah—lebih fokus, lebih tajam.Seperti predator yang akhirnya melihat mangsanya datang sendiri.“Biarkan mereka masuk.”Pintu ruang kerja Edgar terbuka tanpa banyak basa-basi. Sepasang pria dan wanita paruh baya melangkah masuk dengan wajah tegang—lebih tepatnya, marah yang ditahan.Malik menutup pintu di belakang mereka, lalu berdiri di samping dengan sikap profesional seperti biasa.“Silakan
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: Bab 80
Ruang keluarga itu biasanya terasa hangat. Interiornya mewah, tertata rapi, dengan sentuhan klasik yang menunjukkan status pemiliknya. Namun, pagi itu… suasananya berubah drastis.Televisi besar di dinding menyala sejak tadi. Berita yang sama diputar berulang-ulang. Headline yang sama. Foto yang sama. Nama yang sama—meski disamarkan.Namun, bagi keluarga itu… tidak ada yang benar-benar samar.BRAK!Remote televisi dilempar keras ke meja marmer. Suara benturannya menggema, membuat beberapa pelayan yang berdiri di sudut ruangan langsung menunduk takut.“Cukup!” bentak pria paruh baya itu dengan suara menggelegar.Maya yang berdiri beberapa meter darinya hanya diam. Wajahnya masih terjaga sempurna seperti biasa. Rambut tersisir rapi. Make up flawless. Seolah tidak ada yang terjadi. Padahal… seluruh hidupnya sedang dipertaruhkan.“Lihat apa yang kamu lakukan!” lanjut pria itu—ayahnya—dengan tatapan tajam penuh kemarahan. “Kamu pikir ini cuma soal reputasi kamu saja?”Maya tidak langsung m
Last Updated: 2026-04-17
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status