author-banner
SanASyachan
Author

Nobela ni SanASyachan

Nona Incaran Ketua Mafia

Nona Incaran Ketua Mafia

Bella, wanita sederhana dengan senyum hangat dan kehidupannya yang damai, tak pernah menyangka akan terjerat dalam dunia mafia yang dulu sangat dijauhinya. Pertemuannya dengan seorang pria yang ia tolong di malam hari, membawanya ke dalam pusaran konflik, rahasia, dan cinta yang tak terduga. Selain memiliki aura dingin dan tatapan tajam, Shin adalah sosok yang keras dan kejam tindakannya. Sebagai pemimpin dan penguasa kota, ia dikenal sulit didekati seakan ada dinding tak kasat mata. Akan tetapi dinding itu tidak berlaku untuk Bella. Saat cinta tumbuh dalam bayangan antara cahaya dan kegelapan, keduanya harus berjuang melawan tekanan batin antara rasa takut dan keberanian. Mampukah Bella tetap menjadi cahaya di dunia Shin yang gelap? Atau keduanya akan tenggelam bersama dalam kegelapan yang memburu mereka?
Basahin
Chapter: Bab 171 Mempengaruhi.
Melihat arah pembicaraan dan kesalahan yang ia tuduhkan mulai berbalik menjadi bumerang bagi faksi lain, Tuan Marco tidak bisa lagi menahan diri. Ia tiba-tiba berdiri dari kursinya, menggebrak meja, lalu mendengus dingin."Humph! Shin bisa bicara seringan itu tentu saja karena dia sama sekali tidak mengkhawatirkan nasib bisnisnya!" seru Marco, suaranya menggema penuh kedengkian. "Dia sudah bergerak di belakang kita untuk membantu Wali Kota DeLuca. Tentu saja, akan ada imbalan besar yang nantinya ia dapatkan secara eksklusif!"Shin tidak terpancing. Ia hanya melirik Marco sekilas dengan tatapan meremehkan, lalu menyandarkan punggungnya kembali sembari berujar, "tentu saja, harus ada imbalan yang setimpal untuk setiap kerja sama di dunia ini. Namun, tuduhan Tuan Marco terhadapku sangatlah tidak berdasar. Menurut kalian semua yang ada di ruangan ini... apakah Wali Kota DeLuca adalah tipe orang yang mudah diajak bekerja sama oleh seorang mafia?"Pertanyaan retoris Shin melemparkan kehenin
Huling Na-update: 2026-06-17
Chapter: Bab 170 Kekacauan yang tidak penting.
Shin yang duduk bersandar di kursi kebesarannya sama sekali tidak terkejut. Ia sudah menduga sejak awal bahwa pria tua seperti Marco ini pasti akan mengendus pergerakannya cepat atau lambat. Alih-alih menunjukkan riak ketakutan atau kepanikan karena rahasianya telah terbongkar di depan publik, Shin justru menarik sudut bibirnya dan melepaskan sebuah tawa kecil.Heh...Tawa itu singkat, dan tidak keras. Namun, nada yang terkandung di dalamnya membawa kengerian dan teror yang pekat. Seketika itu juga, suhu di dalam ruang pertemuan terasa turun drastis. Tekanan aura sarat kekejaman yang biasa ditunjukkan oleh pemimpin tertinggi Red Line itu menguar hebat, menyelimuti setiap sudut ruangan hingga membuat para pemimpin kelompok di bawahnya merinding ketakutan.Bahkan, empat pemimpin dari kelompok terbesar yang duduk sejajar dengan Shin pun mulai menegang dan menaruh waspada. Mereka saling pandang dengan tatapan penuh selidik, mereka tidak tahu konspirasi atau rencana mengerikan apa lagi yan
Huling Na-update: 2026-06-16
Chapter: Bab 169 Perdebatan.
Dua hari kemudian, kota Whitesand secara perlahan kembali mendapatkan kedamaiannya. Di sepanjang jalan, masyarakat mulai bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kekacauan. Warga yang tidak terluka secara sukarela membantu tetangga mereka yang rumah atau tokonya hancur didobrak musuh. Mereka bahu-membahu agar kota kembali rapi dan indah seperti semula. Semangat itu begitu menular, bahkan orang-orang yang mengalami luka ringan pun menolak untuk bermalas-malasan dan tetap ikut membantu pekerjaan-pekerjaan ringan. Suasana damai dan penuh kehangatan itu benar-benar terasa hampir di seluruh penjuru kota.Bella, di dalam mobilnya, memandangi aktivitas masyarakat tersebut dengan hati penuh kelegaan. Hari ini, ia berencana untuk bertemu dengan Adrian dan Chiara di rumah sakit pusat. Mereka akan menjenguk para korban yang masih dirawat, termasuk meninjau beberapa posko medis darurat di dekat sana.Pengaturan posko medis ini berasal dari ide Bella. Ia meminta semua korban dirawat di satu
Huling Na-update: 2026-06-15
Chapter: Bab 168
"Dua unit maju, ikuti arah asap itu!" perintah sang komandan lapangan melalui interkom saat mereka sampai di pinggir hutan, suaranya berbisik dan tegas.Beberapa personel pengintai bergerak senyap menembus semak-semak. Ketika mereka melihat rombongan kelompok penyerang mulai menaiki kendaraan dengan terburu-buru, para pengintai itu langsung menghubungi rekan-rekan mereka yang berjaga di luar area hutan."Target bergerak keluar menggunakan kendaraan kap terbuka dan motor. Mereka menuju ke arah Tenggara hutan. Bersiap!"Informasi kilat itu membuat pasukan keamanan yang memblokade jalan di luar hutan langsung memindahkan titik penyergapan dan menempatkan posisi. Mereka menyambut kedatangan sisa kelompok penyerang itu dengan hujan peluru yang mematikan. Hasil pertempuran akhir itu sungguh memuaskan. Pasukan keamanan akhirnya berhasil melumpuhkan dan menghabisi seluruh kelompok mafia kejam yang selama hampir satu bulan ini telah meresahkan kota mereka.Setelah memastikan anggota mafia yang
Huling Na-update: 2026-06-14
Chapter: Bab 167 Akhir dari pertempuran.
Begitu rombongan sisa pasukan itu memasuki kawasan hutan lebat yang menjadi pintu masuk markas sementara mereka, para anggota mafia tersebut merasa lega sekaligus dikuasai kemarahan yang meluap-luap. Sepanjang karir mereka di dunia kriminal, tidak pernah sekalipun mereka mengalami kekalahan memalukan seperti ini, hingga dipaksa mundur dan bersembunyi layaknya tikus tanah.Tepat ketika para pemimpin dan sisa anggota turun dari kendaraan mereka, sebuah suara siulan panjang yang saling bersahut-sahutan mendadak bergema membelah keheningan hutan. Seketika itu juga, sekelompok penjahat itu tersentak waspada. Suara siulan bernada konstan tersebut jelas bukan kicauan burung liar, melainkan sebuah kode dari pihak lawan."Musuh datang! Bersiap!" teriak pemimpin dari kelompok Iron Vultures dengan urat leher yang menegang.Tanpa membuang waktu, mereka langsung menodongkan moncong senjata ke atas, membidik dengan tajam ke arah kanopi pepohonan yang rimbun demi mencari posisi musuh yang diduga ten
Huling Na-update: 2026-06-14
Chapter: Bab 166 Mundur.
Kelompok penyerang kembali memasuki pusat kota. Begitu turun dari kendaraan, mereka langsung menargetkan tempat-tempat yang belum mereka sentuh sebelumnya. Karena masyarakat sudah diimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan mengunci pintu, keadaan sekitar terasa cukup sepi. Melihat hal itu, para pemimpin kelompok mafia segera memberi perintah pada bawahannya untuk menghancurkan pintu atau jendela, lalu menarik paksa keluar para penghuni di dalamnya.Namun, sebelum kelompok penyerang itu sempat melukai warga yang berhasil mereka tarik, deru langkah kaki yang berirama konstan seketika bergema di sepanjang jalan. Sekelompok pasukan keamanan yang mengenakan pakaian tempur berwarna hitam lengkap dengan rompi antipeluru dan senjata taktis di tangan masing-masing, mendadak bergerak masuk ke area konflik.Kelompok penyerang sempat tertegun menyaksikan pasukan keamanan kota yang biasanya pasif, kini justru datang dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hilang ketertarikan pada calon korban
Huling Na-update: 2026-06-12
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status