Chapter: 435. Apa yang Kalian Rahasiakan?Reza sudah menunggu di salah satu sudut kafe ketika Nayla tiba. Sejak tadi, ia terus meremas jemarinya sendiri yang berkeringat dingin. Kedua kakinya terus gelisah mengetuk lantai, dan sesekali ia tampak salah tingkah ketika membetulkan kerah kemeja dan lengan panjangnya."Mm, kenapa Nayla belum datang juga ya?" gumam Reza gugup, sambil sesekali melirik jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.Beberapa menit berlalu, akhirnya Nayla pun masuk ke cafe. Ia mengenakan pakaian casual, berupa dress sebatas lutut berwarna biru muda. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja, tapi tetap rapi dengan sebuah bando kucing yang menghiasi kepalanya.Begitu melihat perempuan itu masuk, Reza terperanjat. Matanya terpana dan nyaris tak berkedip saat menatap penampilan Nayla yang begitu memukau.Namun, pria itu cepat-cepat menggeleng. Ia pun segera berdiri dan menyambutnya dengan senyuman ramah dan bersahabat.“Nayla, kamu benar-benar datang? Aku sudah pesan minum untuk ….”“Dokter Reza, aku m
Huling Na-update: 2026-10-20
Chapter: 434. Aku Ingin Bicara Berdua“Halo, Dokter Reza.” Nayla menarik nafas panjang.Sebenarnya ia ingin menelfon Dokter Adrian, tetapi karena tak punya kontaknya, akhirnya ia hanya menghubungi Reza.“Halo, Nayla? Ada apa?” suara Reza terdengar sedikit terkejut di seberang telepon. “Aku mau bicara sama kamu. Bisa kita bertemu?”Reza terdiam sesaat. Rasanya ia masih tak percaya jika Nayla akan menelfonnya setelah sekian lama.“Bertemu? Kapan?”“Nanti aku kabari tempat dan waktunya. Aku cuma ingin membicarakan sesuatu secara langsung.”Reza tidak langsung menjawab. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di dadanya. Namun, setelah menarik napas, dia akhirnya menyetujui permintaan Nayla.“Baiklah. Kabari aku saja nanti.”“Terima kasih, Dokter Reza.”“Sama-sama, Nayla." Panggilan berakhir. Reza masih memandangi ponselnya, kemudian mengusap dadanya yang berdebar tidak karuan. Sudah lama dia berusaha mengubur perasaan yang pernah tumbuh untuk Nayla. Dia tahu perempuan itu adalah istri sahabatnya sendiri, sehingga perasaan
Huling Na-update: 2026-10-20
Chapter: 433. Kenapa Kamu Bohong?Tangan Nayla gemetar saat kembali membaca lembaran pemeriksaan yang ditemukan di bawah bantal Naufal. Matanya menyusuri setiap baris tulisan di atas kertas itu, berharap dirinya salah memahami sesuatu. Namun, semakin lama dia membaca, semakin sesak pula dadanya. Air matanya jatuh tanpa disadari. Nayla segera mengusap pipinya, tetapi air mata berikutnya kembali mengalir. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi, dia ingin membangunkan Naufal dan meminta penjelasan. Namun, di sisi lain, dia takut mendengar jawaban yang mungkin akan menghancurkan ketenangannya. Selama ini, Naufal selalu berusaha terlihat kuat di hadapannya. Bahkan setelah pingsan di rumah sakit, pria itu masih sempat bercanda dan meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja. Nayla sempat percaya, meskipun jauh di dalam hatinya ada sesuatu yang terasa janggal. Sekarang, keberadaan kertas itu membuatnya semakin yakin bahwa suaminya memang sedang menyembunyikan sesuatu. Tiba-tiba, Naufal menggeliat di atas ran
Huling Na-update: 2026-10-19
Chapter: 432. Menemukan Sesuatu“Astaga! Naufal!”Nayla langsung berlari menghampiri suaminya begitu melihat jari Naufal berdarah dan pisau tergeletak di lantai. Tanpa berpikir panjang, dia meraih tangan Naufal, lalu mengisap darah yang keluar dari luka di jarinya.“Aduh, Sayang!” Naufal meringis kesakitan. “Pelan-pelan. Itu jariku, bukan permen!”Nayla segera menjauhkan wajahnya, kemudian menatap Naufal dengan mata membulat. “Kamu masih sempat bercanda? Lihat, tangan kamu berdarah begini!”“Cuma kegores sedikit, kok. Nggak perlu panik begitu.”“Sedikit apanya? Darahnya sampai keluar begitu!”Naufal mengangkat tangannya, memperhatikan luka kecil di jari telunjuknya. “Aku baik-baik saja, Sayang. Kamu nggak perlu khawatir.”“Mulai sekarang, kamu nggak boleh masak lagi!”Naufal langsung menoleh. “Lho, kenapa?”“Kenapa? Kamu masih tanya kenapa?” Nayla menunjuk jari suaminya. “Tadi di rumah sakit kamu sampai pingsan, sekarang malah melukai diri sendiri saat memasak. Kalau begini terus, aku bisa gila karena khawatir!”“Ak
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: 431. Perasaan GelisahAdrian mengatupkan rahang begitu mendapat peringatan dari Naufal. Dia benar-benar ingin menjewer telinga sahabatnya itu, tetapi tentu saja tidak mungkin melakukannya di depan Nayla.Akhirnya, pria itu hanya bisa menarik napas panjang.“Baiklah. Kamu boleh pulang, tetapi dengan beberapa syarat.”Naufal langsung tersenyum puas mendengar itu. “Apa saja syaratnya?”“Kamu harus beristirahat. Jangan bekerja, jangan melakukan aktivitas berat, dan jangan mengabaikan keluhan sekecil apa pun. Kalau kamu merasa pusing, nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar tidak biasa, atau merasa akan pingsan lagi, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu sampai keadaanmu memburuk!” tegas Adrian dengan nada sungguh-sungguh.“Siap, Dokter." Naufal mengangguk dengan tertawa kecil.“Dan pemeriksaan lanjutan tetap harus dilakukan. Secepatnya. Aku tidak mau mendengar alasan apa pun darimu.”“Iya, Dokter Adrian yang terhormat.”“Jangan menyindirku!”"Astaga!” Reza menghela napas. “Aku akan memastikan dia t
Huling Na-update: 2026-10-13
Chapter: 430. Kenapa Tak Diizinkan Pulang?“Aku mau pulang.”Naufal mengucapkan kalimat itu begitu Adrian selesai memeriksa hasil pemeriksaan awalnya. Dokter spesialis jantung tersebut langsung mengernyit, sementara Reza yang berdiri di dekat ranjang hanya mengembuskan napas panjang.“Pulang ke mana? Kamu masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan, Fal,” tegas Adrian.“Aku sudah merasa lebih baik. Kepalaku juga nggak pusing lagi. Jadi, buat apa aku terus berada di rumah sakit?” Naufal angkat bahunya.“Karena kamu tadi pingsan, Naufal!” Adrian menatapnya tajam. “Kamu pikir kejadian seperti itu bisa dianggap sepele hanya karena sekarang kamu merasa baik-baik saja?”Naufal menyandarkan punggungnya ke ranjang. “Aku nggak bilang kejadian tadi sepele. Aku cuma bilang ingin pulang.”“Dan aku bilang kamu belum boleh pulang.”“Adrian.”“Naufal.”Keduanya saling menatap dengan ekspresi tidak mau mengalah. Reza yang menyaksikan perdebatan itu akhirnya mengusap wajahnya sendiri. Dia sudah mengenal Naufal selama bertahun-tahun. Kalau sahab
Huling Na-update: 2026-10-12
Chapter: 52. Keputusan JuanHari demi hari mulai silih berganti. Siang dan malam saling bertukar untuk memanjakan penduduk bumi. Tak terasa beberapa minggu pun berlalu dengan sangat cepat.Terik sang mentari terasa menyengat apapun yang berada di bawahnya. Hamparan langit biru nan bersih, membuat sinar sang surya semakin leluasa menerpa bumi.Kini Juan terlihat tengah berendam di dalam kolam renang apartemennya. Kedua mata pria itu nampak terpejam, tetapi berulang kali pula ia membuka kedua matanya, menatap birunya langit cerah di atas sana.Dada pria itu masih bergemuruh sangat kencang, mengingat kepingan kejadian yang beberapa minggu ini sudah menimpa kehidupannya, dan membuat setengah hidupnya terasa hancur."Jasmine," lirih Juan sembari menatap pada langit biru di atas sana.Kini rasa rindu terasa begitu menyerang perasaannya. Semenjak berita viral saat dirinya tengah berpelukan dengan Naomi, selama itu pula dia tak pernah mendengar kabar dari Jasmine lagi. Juan berulang kali mencoba untuk menghubunginya, te
Huling Na-update: 2025-12-20
Chapter: 51. DilemaJasmine terus memohon supaya abinya tidak mengusir Juan. Akan tetapi, kyai Maulana tampaknya tidak mengindahkan ucapan putrinya itu, dengan putrinya bersikap seperti itu, itu justru membuat kyai Maulana sangat membenci Juan dan tidak ingin Juan mendekati putrinya lagi, karena menurut kyai Maulana Juan membawa pengaruh buruk untuk Jasmine.Dan sebagai tokoh yang sangat disegani masyarakat kyai Maulana tidak mau Jasmine mencoreng nama baiknya. Jadi lebih baik kyai Maulana tidak mengizinkan lagi Jasmine untuk bertemu dengan Juan."Sudah saya bilang kan, saya gak mau lihat kamu lagi!" ujar Kyai Maulana murka terhadap Juan karena Juan tampaknya menghiraukan ucapan Kyai Maulana tempo hari.Padahal tempo hari kyai Maulana sudah benar-benar memberikan peringatan kepada Juan jika Juan tidak boleh datang lagi ke rumahnya dan bertemu dengan Jasmine."Maaf, Abi. Tapi say—""Saya gak mau dengar penjelasan kamu, sekarang kamu pergi dari sini!" perintah kyai Maulana kepada Juan, meminta Juan segera
Huling Na-update: 2025-12-20
Chapter: 50. DiusirDengan cepat Juan membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kepada orang yang sudah menarik mundur dirinya.Tatapan tajamnya seketika berubah menjadi tatapan jengkel ketika dia melihat Ustad Rayyan adalah pelaku tersebut.“Mau apa kamu?” tanya Ustadz Rayyan kepada Juan.Juan mengernyit tidak suka dengan keberadaan Ustadz Rayyan di hadapannya itu. Dia merapikan sedikit bajunya yang agak kusut karena tarikan dari Ustadz Rayyan tadi.“Bukan urusanmu. Pergilah dan jangan ganggu aku,” ucap Juan berniat kembali melangkah mendekati pintu rumah Kyai Maulana. Dia masih harus menjelaskan apa yang terjadi kepada Jasmine karena itu jauh lebih penting dari pada berdebat dengan Ustadz Rayyan.Namun lagi-lagi tubuhnya dipaksa mundur oleh Ustadz Rayyan yang menariknya sekali lagi. Juan yang kesal kembali menatap ke arah Ustadz Rayyan. “Kamu mau apa sih?” tanya Juan dengan kesal.Ustadz Rayyan tidak suka melihat Juan yang segigih itu karena ingin bertemu dengan Jasmine. Dia sudah bertekad ingin menjaga J
Huling Na-update: 2025-12-20
Chapter: 49. Cemburu ya?"Jadi ternyata dia bertemu dengan wanita seksi ini?” gumam Jasmine pelan sembari terus menatap ke arah layar ponselnya yang masih memperlihatkan foto berserta video ketika Juan memeluk wanita dengan tubuh seksi itu.Jasmine memejamkan matanya sejenak. Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya secara tidak langsung.“Aku nggak harus melihat ini terus,” ucap Jasmine lalu menutup layar ponselnya.Dia meletakkan ponselnya itu di atas nakas dan duduk di pinggir kasur dengan tatapan yang menatap lurus ke depan.Hatinya kembali merasa gelisah yang tidak karuan. Dia penasaran dan ingin tahu apakah video tadi benar adanya atau ada alasan di balik video itu.“Aku telepon aja kalau gitu.” Jasmine akhirnya kembali meraih ponselnya dan mencari nomor kontak milik Juan untuk dihubunginya.Setelah menemukan nomor Juan, tangannya masih mengambang di atas layar ponselnya. Dia masih ragu untuk menghubungi Juan atau tidak.Tapi karena rasa penasarannya jauh lebih besar, Jasmine tanpa berpi
Huling Na-update: 2025-12-20
Chapter: 48. Naomi?Juan mengerutkan keningnya, mencoba berpikir siapa wanita yang dimaksud oleh kepala pelayan di restoran mamanya itu. "Wanita seksi?" gumam Juan.Karena merasa sangat penasaran Juan pun segera ke luar dan melihat siapa wanita seksi itu. Baru saja Juan keluar dia langsung dipeluk oleh wanita itu Juan yang lagi itu langsung mendorong wanita itu dengan kasar.Wanita itu kaget karena Juan langsung mendorongnya dengan begitu kasar tapi Juan jauh lebih kaget karena tiba-tiba dia dipeluk oleh wanita yang tidak ia kenali sebelumnya karena belum melihat wajahnya."Juan!" Tegur wanita itu saat Juan mendorongnya.Saat itu pula Juan bisa melihat wajah wanita itu yang ternyata adalah Naomi. Juan mengerutkan keningnya merasa bingung karena Naomi datang ke restoran mamanya dan mencari dirinya.Juan bisa melihat Naomi yang sangat cantik dan seksi, iya tertegun saat melihat Naomi di mana dulu Juan sangat menyukai wanita itu dan sangat terobsesi pada wanita itu.Tapi entah kenapa sekarang dia merasa tid
Huling Na-update: 2025-12-20
Chapter: 47. Siapa Wanita Itu?"Mama, ada apa?" Juan cukup terkejut saat melihat Marina yang sedang menangis sesenggukan di sofa ruang tamu.Bergegas ia melangkah cepat, menghampiri sang mama yang tengah tertunduk, lalu ia pun segera duduk berlutut di hadapan mamanya."Mama, apa yang terjadi? Kenapa mama menangis?" tanya Juan dengan suara bergetar, karena sungguh ia tak pernah tega jika melihat wanita yang sangat dicintainya itu sampai menitikkan air matanya.Perlahan Marina mengangkat wajahnya, kemudian menatap pada Juan dengan mata yang masih terlihat memerah. Wajahnya terlihat basah, karena air mata yang terus mengalir di sana."Juan, papa kamu ….""Kenapa, Ma? Apa yang dilakukan sama papa?" tanya Juan kian tak sabarnya."Papa kamu marah-marah dan ngamuk sama mama. Lihat, dia melempar semua barang-barang ini. Mama benar-benar kecewa sama papa kamu," jawab Marina di sela isak tangisnya."Apa yang dilakukan papa, Ma? Kenapa papa melakukan semua ini?"Marina kembali terdiam, namun tak lama ia kembali menatap pada J
Huling Na-update: 2025-12-20