Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!
"Dok, aku udah basah, cepat periksa!"
Nayla Raharja, seorang gadis 25 divonis mengalami penyakit tak biasa di area paling intimnya. Namun, dia terkejut karena yang menanganinya kali ini bukanlah Dokter Lusi, melainkan dokter laki-laki bernama Naufal Mahendra.
Nayla awalnya menolak berganti dokter, lagipula dia malu jika ada laki-laki selain suaminya yang melihat 'miliknya'. Ia pun berniat untuk membatalkan pemeriksaan, tetapi rasa sakit di tubuhnya sudah tak tertahan. Apalgi setiap dia teringat suaminya, yang bahkan enggan menyentuhnya selama 6 bulan mereka menikah. Sungguh, sungguh menyakitkan menjadi istri yang tak pernah diberi nafkah, hanya karena alasan jijik!
Karena sakit itulah, Nayla akhirnya mau diperiksa, sampai akhirnya dia terjebak dalam hasrat yang dia ciptakan sendiri.
Read
Chapter: 53Suasana ruang keluarga yang semula hangat mendadak berubah dingin.Nayla, Naufal, dan Rianti sama-sama menoleh ke arah Dimas yang berdiri dengan wajah keras.“Aku nggak setuju Naufal sama gadis kampung itu.”Ucapan itu membuat Nayla membeku di tempat. Jemarinya yang tadi menggenggam tangan Naufal perlahan menegang.Rianti langsung berdiri.“Dimas! Jaga mulutmu!”Namun Dimas tetap melangkah masuk dengan santai, seolah tidak merasa bersalah sedikit pun.“Aku cuma bicara jujur, Ma.”Tatapannya jatuh pada Nayla.“Perempuan ini nggak pantas masuk keluarga kita.”Naufal maju satu langkah.“Cukup.”“Belum.” Dimas menatap adiknya dingin. “Selama ini aku diam karena kupikir kamu hanya main-main. Tapi ternyata kamu serius membawa dia ke rumah?”Nayla menunduk. Dadanya mulai sesak.Dimas tertawa kecil.“Aku sudah cari tahu semuanya.”Rianti mengernyit. “Apa maksudmu?”“Aku menyelidiki dia.” Dimas menunjuk Nayla. “Nayla Raharja. Seorang janda. Digugat cerai suaminya karena dianggap tidak bisa mem
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: 52Pelukan mereka tak langsung lepas.Nayla masih menangis di dada Naufal, sementara pria itu memeluknya erat seolah takut gadis itu menghilang lagi.Angin dari danau berhembus pelan, membawa kelopak bunga harum yang masih jatuh di sekitar mereka.Mereka sudah bertahun-tahun terpisah, dan sudah terlalu lama saling mencari tanpa tahu kalau mereka beberapa kali berada begitu dekat.“Nana,” lirih Nayla dengan suara bergetar.Naufal menunduk dan mengecup puncak kepala Nayla singkat.“Sekarang masih manggil Nana?” godanya pelan. “Padahal aku sudah setampan ini.”Perlahan Nayla mendongak dan menatap kesal, meski matanya masih sedikit basah.“Dasar nggak berubah. Kamu tetap aja nyebelin.”“Berarti benar kalau aku ini Nana,” sahut Naufal tak mau kalah.“Huh! Kamu selalu aja pinter ngeles." Nayla mendengus, lalu kembali memeluk pria itu sebentar. Namun beberapa detik kemudian, tubuhnya mendadak menegang.Ia teringat sesuatu. Wajahnya perlahan berubah. Naufal yang menyadari perubahan itu seketika
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: 51. Akhirnya Kita Bertemu LagiMelihat foto yang ditunjukkan oleh Naufal, tatapan mata Nayla segera tertuju ke layar. Dan saat itulah, Tubuh Nayla langsung bergetar hebat. Wajahnya seketika pucat.Ia kenal betul dengan sosok dalam foto itu.Di layar tampak seorang anak laki-laki kecil yang sedang tersenyum sambil memegang setangkai mawar. Dan di sampingnya, berdiri Nayla kecil dengan rambut yang dikepang dua.“Ya Tuhan, ini … ini kan?” Bibir Nayla rasanya bergetar, lidahnya kelu, nyaris tak ada sepatah kata pun yang bisa terucap.Itu foto lama, foto yang tak mungkin ia lupakan sepanjang hidupnya. Tanpa sadar, air mata Nayla jatuh menitik begitu saja. Ia menatap lekat-lekat foto anak kecil itu, lalu mengangkat wajah dan beralih ke Naufal.Ia lihat foto itu sekali lagi, dan kali ini tangisnya benar-benar pecah tanpa bisa ia bendung lagi.“Na ... Nana?” Suara Nayla sesenggukan, ia menangis sampai bahunya berguncang.Ponsel di tangan Naufal perlahan turun. Tatapan pria itu kini tak lagi dingin. Ia menyimpan ponselnya k
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 50. Apakah Masih Menolakku?“Aku nggak akan pernah mau jawab!” sentak Nayla dingin.Pagi itu suasana florist kembali panas.Nayla masih berdiri di dekat meja kasir dengan tangan bersedekap di dada, menatap Naufal penuh kesal. Sementara pria itu berdiri santai di depannya, seolah tidak merasa bersalah sedikit pun karena masuk ke toko orang tanpa izin.“Aku tidak menerima penolakan itu. Aku tanya sekali lagi,” ucap Naufal tenang. “Apa jawabanmu?”“Jawabanku tetap sama.” Nayla mendengus keras.“Kamu belum jawab apa-apa.”“Ya sudah, sekarang aku jawab.” Nayla menatap tajam. “Nggak.”Renata yang berdiri di dekat rak bunga langsung menahan napas melihat kedua orang itu terus berdebat sejak tadi.“Nggak?” Naufal mengangkat satu alis.“Ya, aku nggak mau.” Nayla menunjuk wajah pria itu. “Sampai kapan pun aku nggak akan pernah nikah sama laki-laki gila sepertimu.”“Berarti kamu sudah memikirkannya semalaman.”“Hah?” Nayla tersentak. “Bukan itu maksudku!”Namun Naufal justru tampak puas. Pria itu menarik sebelah sudut bibi
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 49. Menagih JawabanmuPagi itu langit tampak cerah, tetapi kepala Nayla justru terasa penuh sesak sejak membuka mata.Semalaman ia hampir tidak tidur.Setiap kali memejamkan mata, yang terngiang selalu kalimat Naufal.“Menikahlah denganku.” Kata-kata itu masih terngiang di telinga Nayla.Pria gila itu benar-benar mengatakannya dengan wajah tenang, seolah sedang meminta segelas air.“Dasar dokter mesum, gila! Nyebelin banget,” gerutu Nayla sambil mengikat rambutnya asal.Ia berdiri di depan cermin kamar, sembari menatap pantulan wajah sendiri yang tampak lelah. Ada lingkar samar di bawah mata, dan pipinya masih sedikit panas kalau mengingat kejadian semalam.“Nikah katanya? Amit-amit aku nikah sama laki-laki mesum seperti dia.”Namun anehnya, jantungnya justru berdegup lebih cepat.“Nay! Jadi berangkat nggak?” suara Renata terdengar dari luar rumah.“Iya, sebentar! Bawel!”Beberapa menit kemudian, Nayla sudah duduk di atas motor bersama Renata menuju deretan ruko tempat kantor pemilik bangunan berada.Hari
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: 48. Jangan Hina Dia!Deg!Tubuh Nayla rasanya membeku total.Matanya melebar sempurna. Napasnya seperti berhenti selama beberapa detik. Otaknya benar-benar gagal memproses kalimat Naufal barusan.“A … apa?”Naufal menatapnya tenang, seolah baru saja mengatakan hal biasa.“Aku bilang, menikahlah denganku. Apa telinga mungilmu itu nggak dengar?” suaranya kali ini lebih jelas, membuat jantung Nayla benar-benar berdetak tak normal.Ia mundur satu langkah secara refleks.“Kamu lagi demam ya?” tanyanya spontan. “Atau obat penenangnya kebanyakan?”Naufal menghela napas tipis. Ia membuang wajah sekilas.“Huft! Aku serius.”“Serius apanya?” Nayla hampir setengah berteriak. “Kita ini tiap ketemu selalu saja bertengkar. Dan kamu ngajak aku nikah? Rasanya nggak mungkin!” Gadis itu menggeleng.“Itu bukan masalah.”“Naufal! Dasar kamu nyebelin!”“Ya, aku tahu.”“Ihh, dasar kamu dokter mesum!” Nayla kesal dan memukul lengan Naufal dengan keras.“Aw! Itu fitnah,” protes Naufal tak terima.“Lihat! Bahkan sekarang pun kamu
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: 52. Keputusan JuanHari demi hari mulai silih berganti. Siang dan malam saling bertukar untuk memanjakan penduduk bumi. Tak terasa beberapa minggu pun berlalu dengan sangat cepat.Terik sang mentari terasa menyengat apapun yang berada di bawahnya. Hamparan langit biru nan bersih, membuat sinar sang surya semakin leluasa menerpa bumi.Kini Juan terlihat tengah berendam di dalam kolam renang apartemennya. Kedua mata pria itu nampak terpejam, tetapi berulang kali pula ia membuka kedua matanya, menatap birunya langit cerah di atas sana.Dada pria itu masih bergemuruh sangat kencang, mengingat kepingan kejadian yang beberapa minggu ini sudah menimpa kehidupannya, dan membuat setengah hidupnya terasa hancur."Jasmine," lirih Juan sembari menatap pada langit biru di atas sana.Kini rasa rindu terasa begitu menyerang perasaannya. Semenjak berita viral saat dirinya tengah berpelukan dengan Naomi, selama itu pula dia tak pernah mendengar kabar dari Jasmine lagi. Juan berulang kali mencoba untuk menghubunginya, te
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 51. DilemaJasmine terus memohon supaya abinya tidak mengusir Juan. Akan tetapi, kyai Maulana tampaknya tidak mengindahkan ucapan putrinya itu, dengan putrinya bersikap seperti itu, itu justru membuat kyai Maulana sangat membenci Juan dan tidak ingin Juan mendekati putrinya lagi, karena menurut kyai Maulana Juan membawa pengaruh buruk untuk Jasmine.Dan sebagai tokoh yang sangat disegani masyarakat kyai Maulana tidak mau Jasmine mencoreng nama baiknya. Jadi lebih baik kyai Maulana tidak mengizinkan lagi Jasmine untuk bertemu dengan Juan."Sudah saya bilang kan, saya gak mau lihat kamu lagi!" ujar Kyai Maulana murka terhadap Juan karena Juan tampaknya menghiraukan ucapan Kyai Maulana tempo hari.Padahal tempo hari kyai Maulana sudah benar-benar memberikan peringatan kepada Juan jika Juan tidak boleh datang lagi ke rumahnya dan bertemu dengan Jasmine."Maaf, Abi. Tapi say—""Saya gak mau dengar penjelasan kamu, sekarang kamu pergi dari sini!" perintah kyai Maulana kepada Juan, meminta Juan segera
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 50. DiusirDengan cepat Juan membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kepada orang yang sudah menarik mundur dirinya.Tatapan tajamnya seketika berubah menjadi tatapan jengkel ketika dia melihat Ustad Rayyan adalah pelaku tersebut.“Mau apa kamu?” tanya Ustadz Rayyan kepada Juan.Juan mengernyit tidak suka dengan keberadaan Ustadz Rayyan di hadapannya itu. Dia merapikan sedikit bajunya yang agak kusut karena tarikan dari Ustadz Rayyan tadi.“Bukan urusanmu. Pergilah dan jangan ganggu aku,” ucap Juan berniat kembali melangkah mendekati pintu rumah Kyai Maulana. Dia masih harus menjelaskan apa yang terjadi kepada Jasmine karena itu jauh lebih penting dari pada berdebat dengan Ustadz Rayyan.Namun lagi-lagi tubuhnya dipaksa mundur oleh Ustadz Rayyan yang menariknya sekali lagi. Juan yang kesal kembali menatap ke arah Ustadz Rayyan. “Kamu mau apa sih?” tanya Juan dengan kesal.Ustadz Rayyan tidak suka melihat Juan yang segigih itu karena ingin bertemu dengan Jasmine. Dia sudah bertekad ingin menjaga J
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 49. Cemburu ya?"Jadi ternyata dia bertemu dengan wanita seksi ini?” gumam Jasmine pelan sembari terus menatap ke arah layar ponselnya yang masih memperlihatkan foto berserta video ketika Juan memeluk wanita dengan tubuh seksi itu.Jasmine memejamkan matanya sejenak. Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya secara tidak langsung.“Aku nggak harus melihat ini terus,” ucap Jasmine lalu menutup layar ponselnya.Dia meletakkan ponselnya itu di atas nakas dan duduk di pinggir kasur dengan tatapan yang menatap lurus ke depan.Hatinya kembali merasa gelisah yang tidak karuan. Dia penasaran dan ingin tahu apakah video tadi benar adanya atau ada alasan di balik video itu.“Aku telepon aja kalau gitu.” Jasmine akhirnya kembali meraih ponselnya dan mencari nomor kontak milik Juan untuk dihubunginya.Setelah menemukan nomor Juan, tangannya masih mengambang di atas layar ponselnya. Dia masih ragu untuk menghubungi Juan atau tidak.Tapi karena rasa penasarannya jauh lebih besar, Jasmine tanpa berpi
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 48. Naomi?Juan mengerutkan keningnya, mencoba berpikir siapa wanita yang dimaksud oleh kepala pelayan di restoran mamanya itu. "Wanita seksi?" gumam Juan.Karena merasa sangat penasaran Juan pun segera ke luar dan melihat siapa wanita seksi itu. Baru saja Juan keluar dia langsung dipeluk oleh wanita itu Juan yang lagi itu langsung mendorong wanita itu dengan kasar.Wanita itu kaget karena Juan langsung mendorongnya dengan begitu kasar tapi Juan jauh lebih kaget karena tiba-tiba dia dipeluk oleh wanita yang tidak ia kenali sebelumnya karena belum melihat wajahnya."Juan!" Tegur wanita itu saat Juan mendorongnya.Saat itu pula Juan bisa melihat wajah wanita itu yang ternyata adalah Naomi. Juan mengerutkan keningnya merasa bingung karena Naomi datang ke restoran mamanya dan mencari dirinya.Juan bisa melihat Naomi yang sangat cantik dan seksi, iya tertegun saat melihat Naomi di mana dulu Juan sangat menyukai wanita itu dan sangat terobsesi pada wanita itu.Tapi entah kenapa sekarang dia merasa tid
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 47. Siapa Wanita Itu?"Mama, ada apa?" Juan cukup terkejut saat melihat Marina yang sedang menangis sesenggukan di sofa ruang tamu.Bergegas ia melangkah cepat, menghampiri sang mama yang tengah tertunduk, lalu ia pun segera duduk berlutut di hadapan mamanya."Mama, apa yang terjadi? Kenapa mama menangis?" tanya Juan dengan suara bergetar, karena sungguh ia tak pernah tega jika melihat wanita yang sangat dicintainya itu sampai menitikkan air matanya.Perlahan Marina mengangkat wajahnya, kemudian menatap pada Juan dengan mata yang masih terlihat memerah. Wajahnya terlihat basah, karena air mata yang terus mengalir di sana."Juan, papa kamu ….""Kenapa, Ma? Apa yang dilakukan sama papa?" tanya Juan kian tak sabarnya."Papa kamu marah-marah dan ngamuk sama mama. Lihat, dia melempar semua barang-barang ini. Mama benar-benar kecewa sama papa kamu," jawab Marina di sela isak tangisnya."Apa yang dilakukan papa, Ma? Kenapa papa melakukan semua ini?"Marina kembali terdiam, namun tak lama ia kembali menatap pada J
Last Updated: 2025-12-20