Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!
"Dok, aku udah basah, cepat periksa!"
Nayla Raharja, seorang gadis 25 divonis mengalami penyakit tak biasa di area paling intimnya. Namun, dia terkejut karena yang menanganinya kali ini bukanlah Dokter Lusi, melainkan dokter laki-laki bernama Naufal Mahendra.
Nayla awalnya menolak berganti dokter, lagipula dia malu jika ada laki-laki selain suaminya yang melihat 'miliknya'. Ia pun berniat untuk membatalkan pemeriksaan, tetapi rasa sakit di tubuhnya sudah tak tertahan. Apalgi setiap dia teringat suaminya, yang bahkan enggan menyentuhnya selama 6 bulan mereka menikah. Sungguh, sungguh menyakitkan menjadi istri yang tak pernah diberi nafkah, hanya karena alasan jijik!
Karena sakit itulah, Nayla akhirnya mau diperiksa, sampai akhirnya dia terjebak dalam hasrat yang dia ciptakan sendiri.
Read
Chapter: 273. Tentang Tanda Lahir ItuSepanjang perjalanan pulang, Wiratmadja sama sekali tidak fokus menyetir.Bayangan tanda lahir kecil di belakang leher Nayla terus berputar di kepalanya. Berkali-kali ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu hanya kebetulan.Namun setiap kali mengingat bentuknya...Dadanya justru semakin gelisah."Tidak mungkin...."Ia bergumam pelan sambil menggenggam kemudi lebih erat."Mustahil ada tanda lahir yang begitu mirip."Mobil akhirnya memasuki halaman rumah.Biasanya Wiratmadja selalu menyapa para pelayan atau berbincang sebentar dengan Marina. Namun sore itu ia langsung berjalan menuju ruang kerjanya tanpa mengatakan apa pun.Marina yang melihat perubahan sikap suaminya hanya bisa saling pandang dengan Arunika."Papa kenapa ya?" tanya Arunika pelan.Marina menggeleng."Aku juga nggak tahu."---Malam harinya, setelah seluruh rumah mulai tenang, Wiratmadja kembali masuk ke ruang kerja.Ia membuka lemari kayu tua yang jarang sekali disentuh.Dari dalam laci paling bawah, ia mengeluarkan seb
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: 272. Sesuatu yang Mirip atau Hanya Kebetulan?Suasana ruang IT rumah sakit siang itu dipenuhi bunyi ketikan keyboard. Naufal dan Reza berdiri di depan meja seorang staf IT bernama Kevin. Meski bibir Reza masih tampak lebam akibat pukulan kemarin, keduanya memilih mengesampingkan masalah pribadi demi mencari tahu siapa dalang di balik foto-foto yang hampir menghancurkan rumah tangga Naufal."Jadi nomor ini yang mengirim fotonya?" tanya Kevin sambil menerima tangkapan layar dari Naufal."Iya," jawab Naufal singkat. "Apa masih bisa dilacak?"Kevin mulai mengetik cepat. Beberapa menit berlalu dalam keheningan."Hmm... aneh.""Ada apa?" Reza langsung mendekat."Nomor ini memang terdaftar sebagai kartu prabayar. Tapi terakhir aktif hanya sebentar, lalu tidak pernah dipakai lagi.""Maksudnya?" tanya Naufal."Setelah mengirim beberapa pesan, kartunya kemungkinan langsung dibuang."Naufal mengembuskan napas panjang."Berarti memang sengaja."Kevin mengangguk."Pelakunya tahu cara menghilangkan jejak."Ruangan kembali hening. Wajah Naufal
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: 271. Pesan Misterius dari Siapa?"Nayla Sayang?"Suara Naufal membuat seluruh perhatian di lorong rumah sakit beralih ke arah wanita yang berdiri sambil membawa kotak bekal makan siang.Nayla segera memaksakan senyum kecil meski hatinya masih sedikit terusik oleh pemandangan beberapa saat lalu."Aku cuma... nganter makan siang."Wajah Naufal langsung berubah hangat. Ia menghampiri istrinya tanpa ragu, lalu menerima kotak bekal itu dari tangan Nayla."Harusnya bilang dulu. Aku bisa turun jemput kamu.""Nggak apa-apa. Aku kebetulan habis nganter pesanan bunga di dekat sini."Meski sama-sama tersenyum, keduanya masih menyimpan sedikit kecanggungan. Bayangan pertengkaran semalam belum benar-benar hilang, begitu pula senyum Sinta yang sempat dilihat Nayla beberapa menit lalu.Melihat suasana itu, Dokter Revan tiba-tiba menepuk bahu Naufal."Eh, kenalin dong.""Iya nih, Dok. Dari dulu cuma dengar cerita soal Bu Nayla."Beberapa dokter junior ikut mendekat dengan wajah penasaran.Naufal tersenyum bangga."Kenalin. Ini istri
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: 270. Memancing Cemburu (Lagi)Suasana rumah sakit pagi itu kembali sibuk seperti biasa. Dokter dan perawat berlalu-lalang di lorong, sementara pasien mulai memenuhi ruang tunggu. Namun ada satu hal yang langsung menjadi perhatian banyak orang.Bibir Dokter Reza masih tampak lebam. Sudut bibirnya yang kemarin robek kini ditutupi plester tipis, sedangkan pipi kirinya masih sedikit membengkak."Dokter Reza, wajahnya kenapa?" tanya salah seorang dokter junior penasaran."Iya, Dok. Kok sampai lebam begitu?" sahut perawat lain.Reza hanya tersenyum tipis sambil merapikan jas dokternya."Nggak apa-apa. Cuma kecelakaan kecil."Jawaban singkat itu justru membuat mereka semakin penasaran, tetapi tak ada yang berani bertanya lebih jauh.Tak lama kemudian, Naufal datang dari arah lorong. Begitu melihat Reza, langkahnya langsung melambat. Rasa bersalah kembali menghantam dadanya saat mengingat bagaimana ia menghajar sahabatnya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan."Reza."Pria itu menoleh pelan."Kita bisa bicara sebenta
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: 269. Hukuman yang Panas (21+)"Ahh! Ahh, enak banget , Sayang!" desah Nayla sambil memeluk erat tubuh sang suami. Ia sudah sangat basah, sehingga memudahkan Naufal untuk memasukkan miliknya dan menggenjot tubuh istrinya itu dengan gerakan pelan yang semakin lama semakin berubah dengan tempo lebih cepat. “Ahh! Ahh! Shhh!" "Enak kan, sayang?" tanya Naufal sambil terus menggenjot tubuh Nayla yang ada di bawah tubuhnya. Ia juga mengecup kening sang istri yang sudah berpeluh itu dengan penuh kasih sayang. “Ah! Ah! I ... Iya. Ini ... Ini enak," sahut Nayla dengan suara terbata-bata, merasakan miliknya di bawah sana terasa sangat penuh dan hangat saat digempur habis-habisan oleh senjata milik sang suami yang panjang dan super jumbo itu. Suara desahan dan lenguhan saling bersahutan terdengar memenuhi kamar itu. Mereka bermain dengan beberapa gaya, karena Nayla pun juga sudah semakin lihai. Sampai akhirnya setelah hampir satu jam bermain, tubuh Naufal pun menegang. Tubuhnya melengkung, sembari menghentakkan miliknya k
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: 268. Malam Panas Suami IstriNayla masih memegang kotak lingerie itu dengan tangan gemetar. Tatapannya terpaku pada kain merah marun yang terlipat rapi di dalam kotak. Ia sama sekali tidak menyangka, jika hukuman yang dimaksud oleh Naufal adalah hal seperti ini. Beberapa saat, tak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Keheningan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada pertengkaran mereka beberapa menit lalu. Naufal akhirnya duduk di sebelah sang istri sembari menghela napas panjang. "Itu sebenarnya hadiah buat kamu, Sayang." “Hah?" Nayla perlahan mengangkat wajah. "Sejak di pegunungan, aku sudah kepikiran mau beliin sesuatu buat kamu." Tatapan Naufal pun mulai melembut. "Aku mampir ke butik sebelum pulang cuma buat beli lingerie itu, karena aku kangen sama kamu." "Aku bahkan membayangkan kalau kamu bakal senyum waktu nerima hadiah itu." Naufal pun tertawa hambar. Hati Nayla bergetar mendengar itu. Tatapannya kembali turun ke arah kotak di pangkuannya. "Tapi semua bayangan itu langsung hancur
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: 52. Keputusan JuanHari demi hari mulai silih berganti. Siang dan malam saling bertukar untuk memanjakan penduduk bumi. Tak terasa beberapa minggu pun berlalu dengan sangat cepat.Terik sang mentari terasa menyengat apapun yang berada di bawahnya. Hamparan langit biru nan bersih, membuat sinar sang surya semakin leluasa menerpa bumi.Kini Juan terlihat tengah berendam di dalam kolam renang apartemennya. Kedua mata pria itu nampak terpejam, tetapi berulang kali pula ia membuka kedua matanya, menatap birunya langit cerah di atas sana.Dada pria itu masih bergemuruh sangat kencang, mengingat kepingan kejadian yang beberapa minggu ini sudah menimpa kehidupannya, dan membuat setengah hidupnya terasa hancur."Jasmine," lirih Juan sembari menatap pada langit biru di atas sana.Kini rasa rindu terasa begitu menyerang perasaannya. Semenjak berita viral saat dirinya tengah berpelukan dengan Naomi, selama itu pula dia tak pernah mendengar kabar dari Jasmine lagi. Juan berulang kali mencoba untuk menghubunginya, te
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 51. DilemaJasmine terus memohon supaya abinya tidak mengusir Juan. Akan tetapi, kyai Maulana tampaknya tidak mengindahkan ucapan putrinya itu, dengan putrinya bersikap seperti itu, itu justru membuat kyai Maulana sangat membenci Juan dan tidak ingin Juan mendekati putrinya lagi, karena menurut kyai Maulana Juan membawa pengaruh buruk untuk Jasmine.Dan sebagai tokoh yang sangat disegani masyarakat kyai Maulana tidak mau Jasmine mencoreng nama baiknya. Jadi lebih baik kyai Maulana tidak mengizinkan lagi Jasmine untuk bertemu dengan Juan."Sudah saya bilang kan, saya gak mau lihat kamu lagi!" ujar Kyai Maulana murka terhadap Juan karena Juan tampaknya menghiraukan ucapan Kyai Maulana tempo hari.Padahal tempo hari kyai Maulana sudah benar-benar memberikan peringatan kepada Juan jika Juan tidak boleh datang lagi ke rumahnya dan bertemu dengan Jasmine."Maaf, Abi. Tapi say—""Saya gak mau dengar penjelasan kamu, sekarang kamu pergi dari sini!" perintah kyai Maulana kepada Juan, meminta Juan segera
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 50. DiusirDengan cepat Juan membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kepada orang yang sudah menarik mundur dirinya.Tatapan tajamnya seketika berubah menjadi tatapan jengkel ketika dia melihat Ustad Rayyan adalah pelaku tersebut.“Mau apa kamu?” tanya Ustadz Rayyan kepada Juan.Juan mengernyit tidak suka dengan keberadaan Ustadz Rayyan di hadapannya itu. Dia merapikan sedikit bajunya yang agak kusut karena tarikan dari Ustadz Rayyan tadi.“Bukan urusanmu. Pergilah dan jangan ganggu aku,” ucap Juan berniat kembali melangkah mendekati pintu rumah Kyai Maulana. Dia masih harus menjelaskan apa yang terjadi kepada Jasmine karena itu jauh lebih penting dari pada berdebat dengan Ustadz Rayyan.Namun lagi-lagi tubuhnya dipaksa mundur oleh Ustadz Rayyan yang menariknya sekali lagi. Juan yang kesal kembali menatap ke arah Ustadz Rayyan. “Kamu mau apa sih?” tanya Juan dengan kesal.Ustadz Rayyan tidak suka melihat Juan yang segigih itu karena ingin bertemu dengan Jasmine. Dia sudah bertekad ingin menjaga J
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 49. Cemburu ya?"Jadi ternyata dia bertemu dengan wanita seksi ini?” gumam Jasmine pelan sembari terus menatap ke arah layar ponselnya yang masih memperlihatkan foto berserta video ketika Juan memeluk wanita dengan tubuh seksi itu.Jasmine memejamkan matanya sejenak. Entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya secara tidak langsung.“Aku nggak harus melihat ini terus,” ucap Jasmine lalu menutup layar ponselnya.Dia meletakkan ponselnya itu di atas nakas dan duduk di pinggir kasur dengan tatapan yang menatap lurus ke depan.Hatinya kembali merasa gelisah yang tidak karuan. Dia penasaran dan ingin tahu apakah video tadi benar adanya atau ada alasan di balik video itu.“Aku telepon aja kalau gitu.” Jasmine akhirnya kembali meraih ponselnya dan mencari nomor kontak milik Juan untuk dihubunginya.Setelah menemukan nomor Juan, tangannya masih mengambang di atas layar ponselnya. Dia masih ragu untuk menghubungi Juan atau tidak.Tapi karena rasa penasarannya jauh lebih besar, Jasmine tanpa berpi
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 48. Naomi?Juan mengerutkan keningnya, mencoba berpikir siapa wanita yang dimaksud oleh kepala pelayan di restoran mamanya itu. "Wanita seksi?" gumam Juan.Karena merasa sangat penasaran Juan pun segera ke luar dan melihat siapa wanita seksi itu. Baru saja Juan keluar dia langsung dipeluk oleh wanita itu Juan yang lagi itu langsung mendorong wanita itu dengan kasar.Wanita itu kaget karena Juan langsung mendorongnya dengan begitu kasar tapi Juan jauh lebih kaget karena tiba-tiba dia dipeluk oleh wanita yang tidak ia kenali sebelumnya karena belum melihat wajahnya."Juan!" Tegur wanita itu saat Juan mendorongnya.Saat itu pula Juan bisa melihat wajah wanita itu yang ternyata adalah Naomi. Juan mengerutkan keningnya merasa bingung karena Naomi datang ke restoran mamanya dan mencari dirinya.Juan bisa melihat Naomi yang sangat cantik dan seksi, iya tertegun saat melihat Naomi di mana dulu Juan sangat menyukai wanita itu dan sangat terobsesi pada wanita itu.Tapi entah kenapa sekarang dia merasa tid
Last Updated: 2025-12-20
Chapter: 47. Siapa Wanita Itu?"Mama, ada apa?" Juan cukup terkejut saat melihat Marina yang sedang menangis sesenggukan di sofa ruang tamu.Bergegas ia melangkah cepat, menghampiri sang mama yang tengah tertunduk, lalu ia pun segera duduk berlutut di hadapan mamanya."Mama, apa yang terjadi? Kenapa mama menangis?" tanya Juan dengan suara bergetar, karena sungguh ia tak pernah tega jika melihat wanita yang sangat dicintainya itu sampai menitikkan air matanya.Perlahan Marina mengangkat wajahnya, kemudian menatap pada Juan dengan mata yang masih terlihat memerah. Wajahnya terlihat basah, karena air mata yang terus mengalir di sana."Juan, papa kamu ….""Kenapa, Ma? Apa yang dilakukan sama papa?" tanya Juan kian tak sabarnya."Papa kamu marah-marah dan ngamuk sama mama. Lihat, dia melempar semua barang-barang ini. Mama benar-benar kecewa sama papa kamu," jawab Marina di sela isak tangisnya."Apa yang dilakukan papa, Ma? Kenapa papa melakukan semua ini?"Marina kembali terdiam, namun tak lama ia kembali menatap pada J
Last Updated: 2025-12-20