Salah Rayu Mr. Perfect
Mili datang ke Jakarta dengan satu tujuan: meraih pekerjaan impian demi kehidupan yang lebih baik. Namun, takdir berkata lain. Mimpi itu kandas di tengah jalan dan malah menyeretnya ke dalam situasi rumit yang tak pernah ia bayangkan.
Demi menyambung hidup, Mili nekat menerima pekerjaan konyol dari sahabatnya, menjadi penyamar dalam sebuah kencan perjodohan. Berbekal tanktop merah mencolok, rok leopard, dan riasan menor, Mili siap melancarkan aksi gila demi menggagalkan kencan tersebut.
Niat hati ingin membuat sang pria kabur ketakutan, takdir justru mempertemukannya dengan Jonathan. Pria kaya raya tampan yang konon memiliki masalah disfungsi seksual.
Tanpa Mili duga, kencan itu berubah menjadi bencana yang membawanya ke dalam persimpangan lingkungan baru dan hidup baru.
Lantas, bisakah Mili keluar dari jerat kencan dengan Jonathan yang penuh manipulasi? Atau justru ia rayu saja sekalian pria yang kabarnya impoten itu sampai takluk tak berdaya?
Ler
Chapter: bab 47“I'll be gentle, Mil. Aku akan melakukannya dengan perlahan,” bisik Jonathan serak tepat di depan bibir Mili.Sensasi embusan napas hangat pria itu mengirimkan gelombang getar yang membuat darahnya berdesir-desir hebat. Sebelum Mili sempat merespons, jemari panjang dan hangat Jonathan yang berada di pinggangnya mulai bergerak. Dengan satu usapan lembut namun tegas, Jonathan mengangkat tubuh Mili yang awalnya duduk menyamping di pangkuannya, memutarnya perlahan hingga kini Mili duduk menghadap lurus ke arahnya.Mili kikuk bukan main. Ia ingin turun saja, merasa risih berat karena posisi duduknya yang dirasa terlalu vulgar untuknya. Ia duduk di pangkuan Jonathan dengan kedua kaki melingkar di sisi tubuh pria itu.Apalagi saat ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana.“J-Jo … mau turun,” rengek Mili. Mendadak ngeri sendiri.“Turun kemana, hmm?” tanya Jonathan. Pria itu malah mengeratkan pelukannya di pinggang Mili.Tak ada jarak di antara keduanya. Dada mereka menempel satu
Última atualização: 2026-11-05
Chapter: bab 46"J-Jo!" jerit Mili tertahan, refleks memegangi bahu tegap Jonathan demi menjaga keseimbangan. Satu tangan besar Jonathan baru saja membelai lehernya dan hampir membuatnya terlonjak karena geli.Jonathan tersenyum tipis. Jemari Jonathan perlahan berpindah ke bahu, lalu menyusuri lengan hingga ke pinggang Mili. Kemudian, pria itu menarik tubuh Mili semakin merapat hingga tak ada celah di antara tubuh mereka. Tangan Jonathan yang satunya terulur pelan, menyingkap helai demi helai rambut Mili yang kini terurai bebas setelah ikat rambutnya dilepas. Sentuhan jemarinya yang hangat mengusap lembut garis rahang Mili, berpindah mengusap ceruk leher gadis itu hingga membuat bulu kuduk Mili semakin berdiri."Mau ke mana, hum?" bisik Jonathan serak tepat di depan bibir Mili, merasakan gerak gelisah setengah berontak gadis itu. Manik matanya yang pekat mengunci pandangan Mili, memancarkan gairah yang begitu kentara dan intens. "Napas kamu berantakan, Mili. Jantung kamu juga detaknya keras sekali di
Última atualização: 2026-11-04
Chapter: Bab 45Jonathan menatap Roy dengan wajah serius. Mulutnya terbuka dan tertutup. Seperti hendak bicara, tetapi tertahan, bingung harus bicara apa.“Katakan saja, Pak Jo, saya harus apa?” ucap Roy. Ia yang sudah ikut Jonathan cukup lama sudah paham setiap ekspresi pria itu.Jonathan berkacak pinggang, lalu menunjuk ponselnya. “Itu … Mili bilang sesuatu tadi. Dia kirim pesan yang yaaahh … hmmm…”“Spicy text, Pak Jo?” tebak Roy.“Aaahhh! Ya! Kurang lebih seperti itu. Tapi … dari mana kamu tahu kalau Mili kasih spicy text?” tanya Jonathan curiga.Roy pun terkekeh. “Bukankah hal lumrah bagi pasangan saling berkirim pesan yang menggoda? Apalagi suami istri? Dan Pak Jo terlihat bahagia setelah menerima pesan itu.”“Apa? Terlihat bahagia? Aku? Memangnya aku terlihat seperti itu?” tanya Jonathan bingung karena ia sendiri merasa biasa-biasa saja.“Bukan cuma bahagia, Pak Jo. Tapi juga bersinar-sinar,” sahut Roy santai, sama sekali tak gentar melihat sorot mata atasannya yang mendadak menajam.Jonathan
Última atualização: 2026-11-03
Chapter: Bab 44Mili terbangun dan mendapati dua tangan kekar melingkar di bahunya. Embusan napas hangat pun terasa menyapu leher. Dan ia bisa merasakan dada Jonathan menempel di punggungnya, lengkap dengan detak jantung yang berdegup teratur.Mili melepas hati-hati tangan Jonathan, lalu berguling menjauh. Ia tatap sejenak Jonathan yang terlihat damai tentram dalam tidurnya.Gadis itu menghela napas. Sampai detik ini, ia masih saja tak percaya jika Jonathan adalah suaminya.“Sampai kapan pernikahan ini akan berlangsung?” gumam Mili. Baginya, status pernikahannya tertap saja seperti bukan pernikahan sesungguhnya.Ia pun bergegas turun dari tempat tidur. Hari ini ia harus bekerja. Izin tak masuk sudah terlalu lama. Meski Puspa memberikan kelonggaran, tetapi ia tetap merasa tak enak dan tak profesional.Pagi buta, Mili sudah pergi ke supermarket di lantai paling dasar tower apartemen. Menyiapkan sarapan dan aneka makanan untuk Jonathan yang akan ditinggalnya. Tak lupa berbagai perlengkapan dari mulai a
Última atualização: 2026-11-02
Chapter: Bab 43Roy memilih balik kanan. Buru-buru kabur dari sana. Antisipasi takut jadi tumbal perseteruan suami istri.Sementara itu, tanpa berpikir panjang, Mili mengerahkan seluruh tenaga di kedua tangannya untuk mendorong dada bidang Jonathan sekuat-kuatnya.BRUK! "AAAGHH! KAKIKU!"Jonathan terpelanting, lalu ambruk terlentang di lantai. Kaki kanannya yang terkilir terbentur keras pada kaki sofa, memicu rasa nyeri luar biasa yang membuat wajah pria itu seketika pucat pasi dan meringis menahan sakit.Mili yang hendak merepet memarahi Jonathan terdiam. Ia yang tadinya sibuk menutupi dadanya dengan napas memburu dan muka membara, sontak terperangah melihat Jonathan tergeletak di lantai mendadak memejamkan mata rapat-rapat. Napasnya terengah-engah lambat, tubuhnya tampak lemas seperti orang pingsan."Jo?! Jonathan!” Mili buru-buru menghampiri Jonathan.“Jo? Ya Tuhan! Kamu pingsan? Jangan pingsan! Pak Roy?” Mili memekik panik, ia berharap meminta tolong pada Roy, tetapi pria itu sudah menghilang.“
Última atualização: 2026-11-01
Chapter: Bab 42Mili masih sesenggukan saat naik ke mobil. Jonathan tak menegurnya sama sekali. Membiarkan gadis itu menangis sepuas hati, mengeluarkan seluruh rasa sedihnya. Tangis gadis itu bertambah pecah saat Roy mulai melajukan mobil dan Aminah muncul di pintu.Aminah menatap dari ambang pintu sambil menyeka matanya. Melambai perlahan pada mobil yang sudah mulai melaju.“Pak Roy! Stop! Stop!” seru Mili.Roy pun menghentikan mobil.Mili membuka pintu dan bergegas keluar. Berlari kembali ke rumah sambil menangis.“Neneeek!”Mili menyongsong sang nenek dan memeluknya erat-erat.“Aku janji aku gak akan kecewain Nenek lagi. Aku janji, Neeek. Ini terakhir kali aku buat Nenek sedih. Aku janji!” Mili berkata disela derai tangisnya.Aminah membalas pelukan Mili. Tangannya mengusap-usap punggung cucunya tersebut.“Sudah! Sudah! Nenek maafkan. Sudah jangan menangis lagi,” ucap Aminah. Meminta Mili berhenti menangis, tetapi ia sendiri tak kuasa menahan air mata yang perlahan membasahi pipi keriputnya.“Suda
Última atualização: 2026-10-31

Mencuri Hati Tuan Hamish
“Jangan pernah berani menyimpan perasaan untukku atau aku kirim lagi kamu pada ayahmu yang Iblis itu!”
Bagi Hamish Elias Adhirajasa, seorang miliarder berhati dingin berusia tiga puluh lima, wanita hanyalah sebuah objek yang bisa dibeli, disentuh, lalu dibuang sesuka hati.
Cinta? Ketulusan? Ia tak pernah percaya dua hal itu. Sumpahnya hanya satu: tidak akan pernah terikat, tidak akan pernah menikah.
Lalu Kalea datang. Gadis rapuh yang ia beli dari ayah kandungnya sendiri yang seorang penjudi kejam. Seharusnya Kalea hanya menjadi pelayan tak terlihat di rumah megahnya. Namun, kepolosan dan tatapan lugu gadis itu adalah anomali yang perlahan meruntuhkan dinding es yang Hamish bangun selama bertahun-tahun.
Peringatan keras yang ia berikan pada Kalea justru menjadi jerat paling mematikan bagi dirinya sendiri. Semakin ia mendorong, semakin kuat hatinya yang beku ditarik mendekat.
Ketika seorang pria yang terbiasa menghancurkan dihadapkan pada satu-satunya jiwa murni yang pernah ia temui, pilihan mana yang akan ia ambil? Menjadi iblis yang lebih kejam demi melindungi hatinya, atau mengambil risiko hancur demi merasakan cinta untuk pertama kalinya?
Ler
Chapter: bab 324“Papi. Aku mau penuhi janji pada Nala. Aku sudah bawa cincin asli.”Semua orang di ruang private itu langsung terdiam. Canda gurau keluarga yang tadinya meramaikan suasana seketika senyap. Perhatian mereka kini tertuju sepenuhnya pada William yang duduk tegak dengan sebuah kotak beludru kecil di tangannya.Hamish melotot, tubuh kekarnya langsung menegang. “Apa-apaan kamu?”“Papi, maafkan aku. Tapi aku sudah berjanji pada Shaynala,” ucap William tenang, meski jakunnya naik-turun menahan gugup.“Tiga tahun lalu aku memberikannya cincin perak suvenir di Thailand. Dan aku bilang padanya kalau aku akan membawakannya cincin asli jika aku sudah mampu. Sekarang, aku sudah memenuhi syarat. Kuliahku sudah selesai. Aku sudah masuk dunia kerja. Walaupun memang belum mapan secara mandiri, tetapi aku sudah bisa diperhitungkan. Aku cerdas dan pekerja keras. Lagipula aku anak dari pemilik rumah sakit swasta terbesar di negara ini. Sepertinya itu privilege juga. Aku tak akan kekurangan lahan untuk bela
Última atualização: 2026-06-16
Chapter: bab 323Alih-alih menjawab pertanyaan Kalea, Hamish malah tertawa. Pria itu merangkul bahu sang istri dan membantu menerima buket bunga besar itu dari Eldan. “Maaf, jarang mengunjungi Mami,” ucap Eldan. “Ya Tuhan, tak apa, El. Yang penting kamu sehat, semua urusanmu lancar. Astaga, kamu sudah semakin tinggi rupanya.” Kalea mendongak kala Eldan mendekat untuk memeluknya. “Kamu besar sekali sekarang. Sudah mirip papimu,” ucap Kalea seraya mengusap-usap lengan Eldan. “Lihatlah bisep ini,” ucapnya lagi meraba otot-otot Eldan yang terasa bertonjolan. Rasa haru mendadak merekah dalam dadanya. Bayi ringkih sebesar botol yang ia susui dan dirawatnya dulu kini sudah tumbuh begitu sehat. Eldan pun tertawa dan menggandeng satu lengan Kalea. Mereka pun berjalan menuju ruang private yang sudah disediakan khusus. “Tapi, sebenarnya ada apa ini?” Kalea bingung. Sejak tadi ia disuguhi hal-hal tak seperti biasanya. “Apa ini kejutan darimu, El? Kamu mau datang kesini pun tak bilang-bilang,” lanjutnya. El
Última atualização: 2026-06-15
Chapter: Bab 322Tiga tahun berlalu. Shaynala tengah sibuk-sibuknya dengan dunia perkuliahan. Sementara itu, Kalea juga tengah gencar mengembangkan Lunare.Hari ini, Lunare tengah mengadakan sayembara langsung untuk para perancang muda. Memberi kesempatan luas bagi para designer berbakat yang baru lulus kuliah agar bisa bergabung ke Perusahaan.“Sayaaangg!” Hamish bersedekap di ambang pintu. Memperhatikan Kalea yang sejak tadi mengabaikannya.“Apa belum selesai?” tanyanya. Dia pun memutuskan untuk menghampiri Kalea yang masih sibuk koordinasi dengan timnya.“Sebentar lagi. Ada apa memang?” Kalea mendadak merasa bingung melihat Hamish yang tiba-tiba mendatanginya ke Lunare di jam kerja. Rela menunggu pula.“Bukankah kita ada janji makan siang?”“Makan siang? Kapan? Aku perasaan gak ada janji itu.” Kalea akhirnya mendatangi Hamish.“Ada.” Hamish meyakinkan. Tetapi, Kalea masih tak ingat sama sekali. Dari beberapa hari lalu ia bahkan sudah memberi tahu suaminya itu bahwa dirinya akan sangat sibuk pekan i
Última atualização: 2026-06-14
Chapter: Bab 321Kalea menyambut kepulangan suami dan anaknya dengan penuh sukacita. Tak hanya karena mendengar prestasi yang berhasil diraih Shaynala, tetapi juga karena mendapat kabar bahwa putrinya itu telah berbaikan dengan William.Bagaimana mungkin tak senang, ia dan Ginna selama empat tahun terakhir merasa ikut lelah dengan drama anak-anak mereka. Tak bisa lagi pergi berlibur bersama, tak bisa saling kumpul-kumpul dengan bebas, dan banyak hal lagi.Maka, pertanyaan pertama yang terlontar pun tak jauh-jauh dari seputar kabar perkembangan hubungan Shaynala dengan William. Seakan-akan kemenangan tinju Shaynala menjadi skala nomor dua.“Apa kalian jadian?” tanya Kalea menahan senyum.Shaynala tak buru-buru menjawab. Gadis itu hanya tertunduk seraya memainkan garpu di meja makan, menyembunyikan rona bahagia di wajahnya.“Heey, kalo diam berarti iya. Betul, kan?” Kalea kini tak bisa menahan senyumnya lagi. Baru kali ini melihat Shaynala yang tersipu malu-malu.Sementara Hamish, pria itu hanya mencibi
Última atualização: 2026-06-12
Chapter: Bab 320Hamish memapah Shaynala di tengah hiruk pikuk Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Hari ini, semua orang akan kembali. Tim tinju, Stephen, juga geng Nenek Ling Ling hendak pulang ke Indonesia. Sementara Arsen ke Amerika. Dan William, pemuda itu akan bertolak ke Jepang. “Kamu kuliah di mana nanti?” tanya William pada Arsen. Kedua pemuda itu berjalan di paling belakang rombongan.“Entah. Mamaku menyuruhku di Amerika saja. Tapi, Papa menyuruhku masuk univ negeri di Indonesia biar gampang katanya. Entah apa yang dimaksud gampang papaku. Aku juga gak paham. Tapi, Papi Hamish lain lagi. Dia tak menyuruhku di sana di sini. Dia malah menyuruhku menggali dulu apa yang paling membuatku tertarik. Menyuruhku melihat apa yang sekiranya ingin aku raih.” Arsen menjawab dengan dua tangan masuk ke saku jaket baseballnya.“Hah? Apa tadi? Papi Hamish? Sejak kapan kamu panggil Papi?” William mengernyit.Arsen menyeringai, lalu mengangkat dagunya dengan sombong.“Mulai sekarang, aku juga memanggilnya Papi. Dia
Última atualização: 2026-06-11
Chapter: Bab 319Dari sejak makan malam dimulai, Hamish tak henti memperhatikan interaksi Shaynala dan William. Matanya begitu tajam pada setiap gerak-gerik keduanya, sekecil apa pun itu.Gara-gara ucapan Shaynala tentang perasaannya pada William sebelumnya, membuat Hamish menjadi gelisah sendiri.Dari sejak pulang jalan-jalan sore itu, Hamish mencium aroma-aroma konspirasi masa muda yang sangat mencurigakan di antara keduanya. Apalagi saat ia mendapati sebuah cincin perak yang asing telah melingkar di jari manis putrinya.“Apa mereka jadian? Jangan-jangan mereka pacarana di belakangku! Diam-diam? Hah? Hmmm!” Hamish bicara dalam hati sambil mengawasi William juga Shaynala.Ia sampai tak fokus pada makan malam perpisahan di restoran hotel tersebut. Ia juga beberapa kali tak menanggapi obrolan Johan seputar Shaynala gara-gara terlalu konsentrasi pada dua anak muda itu.Dan sepertinya, hanya ia saja yang tak menikmati makan malam itu tak peduli selezat apa menu-menu yang tersaji. Padahal, semua orang ten
Última atualização: 2026-06-09