author-banner
Naiynana
Author

Romans de Naiynana

Mencuri Hati Tuan Hamish

Mencuri Hati Tuan Hamish

“Jangan pernah berani menyimpan perasaan untukku atau aku kirim lagi kamu pada ayahmu yang Iblis itu!” Bagi Hamish Elias Adhirajasa, seorang miliarder berhati dingin berusia tiga puluh lima, wanita hanyalah sebuah objek yang bisa dibeli, disentuh, lalu dibuang sesuka hati. Cinta? Ketulusan? Ia tak pernah percaya dua hal itu. Sumpahnya hanya satu: tidak akan pernah terikat, tidak akan pernah menikah. Lalu Kalea datang. Gadis rapuh yang ia beli dari ayah kandungnya sendiri yang seorang penjudi kejam. Seharusnya Kalea hanya menjadi pelayan tak terlihat di rumah megahnya. Namun, kepolosan dan tatapan lugu gadis itu adalah anomali yang perlahan meruntuhkan dinding es yang Hamish bangun selama bertahun-tahun. Peringatan keras yang ia berikan pada Kalea justru menjadi jerat paling mematikan bagi dirinya sendiri. Semakin ia mendorong, semakin kuat hatinya yang beku ditarik mendekat. Ketika seorang pria yang terbiasa menghancurkan dihadapkan pada satu-satunya jiwa murni yang pernah ia temui, pilihan mana yang akan ia ambil? Menjadi iblis yang lebih kejam demi melindungi hatinya, atau mengambil risiko hancur demi merasakan cinta untuk pertama kalinya?
Lire
Chapter: Bab 272
“Pa, kamu berjaga. Kalau misal lihat ada yang janggal cepat kasih kode.” Ling Ling memberi perintah pada suaminya.“Gak aku aja yang turun, kamu yang jaga?”“Aiyaaa! Pinggang dan kakimu sering cekot-cekot. Mana bisa kamu harus turun ke pinggir sungai sana. Jalannya banyak batu.”Leo akhirnya setuju.Ling Ling yang keluar lebih dulu dari persembunyian. Berjalan membungkuk-bungkuk, mengendap, menuju nampan sesajen di bawah obor yang cahaya apinya menyala meliuk-liuk tertiup angin.Tak lama, Martha ikut turun setelah membuang sepatu princess-nya dan menggulung celana panjangnya. Ia rela tak beralas kaki demi menemani Ling Ling.Setelahnya, kawan-kawan yang lain ikut turun satu per satu.“Cepaaat! Ambil saja semua!” bisik Martha seraya membuang penutup sangkar yang menaungi nampan sesajen tersebut.“Ini kita bawa pulang?” tanya Donna yang rebutan ayam hitam yang sudah disembelih dengan Maria.“Aiyaa! Kenapa dibawa pulang? Memang mau kau bikin sop, hah? Buang saja.”“Kemana?”“Ke sungai!”
Dernière mise à jour: 2026-04-23
Chapter: Bab 271
Gwen sudah sangat bertekad. Ia lawan dinginnya air sungai. Tetap tenang berendam di cekungan. Duduk bersila di batu yang ada di dasar.Gwen memejamkan matanya. Berusaha memusatkan seluruh pikiran pada apa yang tengah diinginkannya.Hamish.Wanita itu menginginkan Hamish pergi selamanya dari muka bumi. Ia ingin Hamish membayar semua perbuatan buruk yang pernah dilakukan padanya. Ia ingin Hamish dikirim ke neraka. Mati menderita.Dendam kesumat menyala-nyala dalam dada Gwen. Kenangan demi kenangan masa lalu berkelebatan. Dari mulai kenangan manis nan indah, hingga memori-memori buruk yang sampai sekarang pun masih sukses membuatnya gemetaran.“Aku ingin pria iblis itu mati! Dia tak berhak bahagia! Dia harus tersiksa! Dia harus merana seperti halnya aku.” Gwen benar-benar sudah dibutakan dendam serta kebencian.“Kau mau Hamish mati seperti apa?” Sayup-sayup, ia merasa ada sebuah suara membisiki. Suara itu jenis suara yang berat, suara laki-laki.“Katakanlah dan aku akan mengabulkannya.”
Dernière mise à jour: 2026-04-23
Chapter: Bab 270
Gwen tercengang saat mendengar syarat-syarat yang harus dipenuhinya. Wanita itu menatap Mbah Ageng, berharap bisa mendapat kemudahan, tetapi Mbah Ageng hanya bisa menggeleng.“Ini belum seberapa. Ini sudah diambil yang paling mudah buatmu. Sudah mbah bilang, pikirkan masak-masak soal ini. Lihatlah sekarang! Kamu malah jadi ragu-ragu. Dan seperti yang mbah katakan sebelumnya, sekali kamu terjun, maka tak ada lagi jalan kembali. Kita Sudah sepakat itu, kan?”Gwen tercenung beberapa saat, memikirkan segala resiko yang mungkin akan ditanggungnya. Namun, kemudian ia kembali menganggukkan kepala.“Saya akan menerimanya, Mbah. Saya akan lakukan semua ritualnya. Lalu, kapan kita mulai, Mbah?” Gwen benar-benar sudah tak sabar“Satu jam lagi,” ucap Mbah Ageng.“Nanti, kamu akan berendam di dekat hulu Sungai tak jauh dari sini sampai tengah malam. Jangan keluar dari sana apa pun yang terjadi sebelum mbah beri instruksi.”Gwen menangguk.“Mungkin nanti kamu akan mendapat gangguan. Tapi kamu harus
Dernière mise à jour: 2026-04-22
Chapter: Bab 269
“Mati?” Pria tua itu mengerutkan alisnya.“Ya. Saya ingin dia mati.” Gwen berkata mantap, menatap sungguh-sungguh pria tua yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Ageng.Dulu, ia memang memuja dan begitu mencintai Hamish. Tapi kini, yang tersisa hanya dendam dan ketakutan yang tak berkesudahan.Gwen ingin mengakhiri segalanya. Ingin terbebas dari kungkungan kecemasan akan kehadiran Hamish. Ia ingin Merdeka. Lepas seutuhnya. Dan baginya, untuk mereguk kebebasan itu adalah dengan tidak ada Hamish di dunia ini.“Buat dia mati dengan cara paling menderita, yang paling menyakitkan, dia harus juga merasakan apa itu sakit. Apa itu menderita. Aku ingin dia tersiksa,” ucapnya dengan tangan mengepal. “Buat dia mati sesegera mungkin, Mbah.”Mbah Ageng tampak berpikir lama, lalu mengerjap seraya mengusap janggut tipisnya yang berwarna keperakan.“Kamu yakin?” tanyanya.“Tentu saja. Saya sudah jauh-jauh kesini, Mbah.”“Urusan nyawa itu sulit, loh. Bayarannya mahal. Sangat mahal,” ucap Mbah Ageng.
Dernière mise à jour: 2026-04-21
Chapter: Bab 268
Gwen sudah seperti buronan. Berlari dengan kepala tak henti menengok ke kiri dan kanan, depan serta belakang.Wanita itu menuju mobil rental yang disewanya dari sejak melarikan diri dari rumah. Sengaja sekali ia tak menggunakan mobil pribadinya. Dari pengalaman yang telah lalu-lalu, ia kini berbuat lebih waspada. Takut jika seseorang akan dengan mudah melacak keberadaannya.Ia juga sudah mengganti ponselnya lengkap beserta nomornya. Untuk sementara waktu, ia akan benar-benar menyembunyikan diri dari semuanya termasuk dari Roy.“Dasar tak berguna!” geramnya mengingat Roy yang sama sekali tak bisa diandalkan. Percuma sekali ia bisa menikahi seorang pejabat, tetapi di saat genting tak ada uluran tangan sama sekali. Gwen marah karena harus kembali mengulang pengalaman ketika menjadi seorang pelarian seperti dulu.Sebelum mengemudi, dia memakai masker, topi, dan kacamata hitam. Ia berusaha menutupi segala jati dirinya.Sementara itu, Ling Ling tengah melakukan percakapan grup sambil menyet
Dernière mise à jour: 2026-04-20
Chapter: Bab 267
Stephen saling lirik dengan Ginna. Mereka sedang makan makanan perayaan penyambutan kepulangan William di meja makan, tetapi kuping keduanya terus tertuju pada suara Ling Ling.Wanita itu tengah asyik bertelepon di ruangan sebelah. Namun, karena memang suara Ling Ling yang selalu heboh, hingga seluruh isi percakapan pun bisa didengar dengan jelas dan lengkap.“Aiyaaa! Iya, looh! Hotel punya menantunya Koh Lim itu, loh. Iya, loh. Yang dekat rumah sakit. Aiyaa! Tolong, ya.”“Jangan salah, begitu-begitu, dia punya banyak channel. Banyak istri-istri pengusaha besar yang temenan sama Mama. Entah juga, kenapa mereka mau temenan sama emak-emak cerewet berisik kayak Mama.” Stephen berbisik.“Eh, Mama itu menyenangkan, loh. Pembawaannya ceria. Wajar kalau banyak temannya.” Ginna membela sang mertua.“Terus itu bagaimana caranya Mama lacak si Gwen? Emang Mama mau pake cara apa? Polisi saja sampai sekarang gagal terus nangkap si Gwen, meski yaaa … memang pasti kongkalikong sama Roy yang pejabat
Dernière mise à jour: 2026-04-20
Vous vous intéresseriez aussi à
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status