Partager

bab 314

Auteur: Naiynana
last update Date de publication: 2026-06-02 22:38:48

Hamish kembali ke kamar untuk beristirahat dengan dua pemuda bersamanya. Dan dua pemuda itu kini menampilkan raut wajah yang bertolak belakang. Arsen yang murung sendu sedang William yang bercahaya berseri-seri. Luka-luka di wajahnya yang kuning tak mampu menutupi aura bahagia pemuda berkacamata itu.

Dan perbedaan air muka keduanya tentu saja disadari Hamish. Meski pria itu terlihat cuek dan menyebalkan, tetapi diam-diam mengamati. Ia memperhatikan semuanya.

“Kalian tidurlah. Jangan bicara ap
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (11)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
tau nih hamish..udh tunangkan saja dlu..ntr 4 th lagi bRu nikahin..atau nikah sekarang juga boleh hehehe
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
haha seru abizz pokoknya...seru dan abis wkwkk
goodnovel comment avatar
novelita
yaa Allah... ngakak pas steve ketemu willi..
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 316

    Shaynala dan William melongo kala kerumunan nenek-nenek itu perlahan pergi satu per satu. Ruangan seketika lengang. Bebas dari kebisingan. Mereka berdalih hendak buka kamar lagi, lalu beristirahat sejenak. Merebahkan tubuh-tubuh jompo mereka yang kelelahan akibat perjalanan Pattaya-Bangkok yang ditempuh dengan grasak-grusuk saking cemasnya pada William.Tak berapa lama, Stephen pun bangkit sambil memegangi perutnya. Mukanya meringis-ringis.“Papa mau kemana?” tanya William.“Mau nyari makan. Lapar. Papa abis operasi cito sampai sepuluh jam. Operasi yang rumit dan sampe sekarang papa belum makan. Gara-gara kamu!” jawab Stephen.“Papa mau cari makan kemana?” tanya William lagi.“Ya, sekitaran sini. Mungkin di resto hotel.”“Lalu aku?”“Maksudnya? Kamu lapar juga?”“Bukan, aku … ummm ….” William menengok ke arah Shaynala yang tengah duduk selonjoran di sofa. Meluruskan kakinya yang masih sakit gara-gara terkilir.“Aku sama Nala ….” Ucap William mengambang.“Oh, ya sudah kalian di sini. Ka

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 315

    "Tunangan apa! Tidak ada tunangan-tunangan! Mereka ini masih kecil, masih harus kuliah, berkarier, masa depan masih panjang!" Hamish langsung memotong heboh dengan suara baritonnya yang menggelegar, tangannya bergerak cepat menyilangkan dada membentuk tanda silang besar.Ling Ling berdecak, melambaikan tangan sutranya dengan malas. "Aiyaa, Hamish, zaman sekarang apa-apa harus cepat diikat. Toh, cuma tunangan dulu, kawinnya bisa nanti kalau Willy sudah lulus jadi dokter!""Tetap tidak bisa, Tante! Nala masih harus menghadapi ujian masuk universitas dan banyak lagi. Urusan cinta-cintaan begini bisa bikin fokusnya buyar," omel Hamish lagi, bersikeras menegakkan wibawanya sebagai kepala keluarga yang protektif.Di tengah perdebatan sengit dan penuh tawa antara Stephen, Ling Ling, dan Hamish yang berusaha mempertahankan bentengnya, suasana kamar hotel itu menjadi begitu ramai. William dan Shaynala sesekali bertukar pandang di sela-sela obrolan, saling melempar senyum canggung namun sarat

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 314

    Hamish kembali ke kamar untuk beristirahat dengan dua pemuda bersamanya. Dan dua pemuda itu kini menampilkan raut wajah yang bertolak belakang. Arsen yang murung sendu sedang William yang bercahaya berseri-seri. Luka-luka di wajahnya yang kuning tak mampu menutupi aura bahagia pemuda berkacamata itu.Dan perbedaan air muka keduanya tentu saja disadari Hamish. Meski pria itu terlihat cuek dan menyebalkan, tetapi diam-diam mengamati. Ia memperhatikan semuanya. “Kalian tidurlah. Jangan bicara apa pun lagi. Langsung tidur!” Hamish langsung memberi perintah untuk meminimalisir segala gesekan yang bisa saja terjadi antara kedua pemuda tersebut.“Kalian tidur di ranjang. Biar aku yang tidur di ekstra bed,” ujar Hamish.William dan Arsen menurut. Keduanya segera mencuci kaki dan tangan, lalu naik ke tempat tidur. Tanpa dikomando, dua-duanya spontan saling memunggungi.Hamish pura-pura bermain ponsel, padahal matanya masih sibuk mengawasi keduanya. Tampak bahwa dua pemuda itu mengalami hal y

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 313

    Shaynala terdiam. Jawaban William membuat tubuhnya terasa membeku. Ia pun tak tahu harus memberi respon apa. Senangkah? Bingungkah? Yang pasti, ia tak bisa untuk tak biasa-biasa saja.Gadis itu menyadari, ada yang meletup perlahan dalam dadanya. Ada yang bersorai pelan di sudut hatinya. Ia … bahagia.“Seharusnya, pertanyaan tadi itu untukmu, Nala,” ucap William kemudian.“Maksudnya?” tanya Shaynala.“Empat tahun ini … selama ini. Apa kamu masih marah padaku? Apa kamu masih kecewa padaku, Nala?” William bertanya dengan perasaan was-was. Sepanjang empat tahun ini, ia selalu ingin tahu. Selalu bertanya-tanya apakah gadis itu masih menyimpan amarah dan kekecewaan padanya? Sebab selama ini, Shaynala benar-benar menutup segala akses bahkan sampai ke celah terkecil pun.William benar-benar tak diberi kesempatan untuk menyambung komunikasi. Ia selalu mencari tahu dari ayah dan ibunya tentang segala hal yang terjadi pada Shaynala.“Aku tak pernah membencimu, Will,” ucap Shaynala. “Aku memang m

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 312

    Hujan semakin deras. Hamish semakin kelimpungan mencari Shaynala dan William. Dua remaja itu belum juga ditemukan. Padahal semua orang sudah dikerahkan. Semua membantu menyisir. Baik dari pihak hotel, tim tinju, juga ia dan Arsen. Mereka sudah berkeliling dan berpencar. Memeriksa, keluar masuk satu per satu tempat makan dan café-café.“Sebaiknya lapor pada pihak berwajib,” usul Johan yang baru kembali bergabung dengan Hamish setelah mencari di salah satu jalan tak jauh dari hotel.“Tapi mereka baru hilang beberapa jam. Apa bisa diproses?” tanya Hamish bingung.“Orang-orang pasti menyangka aku berlebihan. Tak lihat tadi bagaimana respon orang hotel? Mereka menganggap mereka hanya sedang jalan-jalan cari angin cari makan. Akunya yang aneh dan parnoan.” Hamish mengeluh.“Saya percaya insting seorang ayah,” ucap Johan. Meyakinkan Hamish bahwa dirinya tak menyepelekan firasat buruk pria itu.“Ayo! Kita cari lagi!”Tengah malam dalam pekat hujan, mereka kembali menyusuri jalan-jalan untuk m

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 311

    William berlari sekencang mungkin. Jiwa muda dan ego remajanya bergolak. Tak terima melihat seseorang berani mengganggu Shaynala. Ia ingin memberi pelajaran pada pria itu dan merebut kembali tas tersebut. Meski dengan tanpa perhitungan yang matang.Pria bertato itu menoleh sebentar. Menatap William yang masih terus mengejarnya, sebelum akhirnya berbelok masuk ke sebuah gang sempit.William tak mau kalah. Terus merangsek maju dengan tanpa menurunkan kecepatan.Kaki-kaki panjang William bergerak begitu tangkas. Melompat dan berkelit dari berbagai aral melintang yang ada di gang sempit nan gelap itu.Pria jambret itu tak tahu kalau selama empat tahun ini William selalu rutin ikut marathon. Selalu memulai hari dari sejak gelap dengan berlari. “Sial!” William menggeram melihat pria bertato itu kembali menoleh dan melemparkan sebuah kotak kayu yang teronggok di sudut kelokan gang.Kotak kayu itu terbang, melambung dan hampir mengenai kepalanya. Beruntung ia cukup gesit menghindar hingga k

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 21

    Kalea menoleh pada Hamish. Tepat seperti yang diperkirakan pria itu, Kalea menatapnya dengan mata berkaca-kaca—hampir menangis.Hamish merundukkan kepala dan wajahnya hingga sejajar dengan gadis itu. Menunjuk ke tiga orang desainer yang sedang sibuk dengan komputernya masing-masing.“Kurang lebih,

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 222

    “Apa?” Sarah yang sedang menggendong Eldan menatap Hamish dan Elias bergantian. Anak dan cucu lelakinya itu mendekatinya dengan wajah-wajah serius.“Ma, Mama yakin mau tinggal di sini?” tanya Elias.“Kalo tak yakin buat apa bicara?” jawab Sarah.“Terus rumah Mama bagaimana? Kosong?” lanjut Elias.“

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 230

    “Papa?” Stephen terkejut melihat ayahnya yang sudah seperti ikan kehabisan air. Wajahnya merah padam, basah penuh keringat bercampur air mata dengan napas yang megap-megap.Sungguh memprihatinkan kondisi pria berambut tipis hampir botak dengan mata segaris itu.“Aiyaaaaa papanya Steve! Ginna yang m

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status