
Awas! Jangan Diganggu! Master Supranatural Membongkar Aibmu
Riana, sang jenius metafisika, bertransmigrasi ke dalam novel Aibmu Bakal Terbongkar sebagai putri palsu yang terkenal bodoh di kalangan sosialita Ibu Kota. Agar bisa tetap hidup, Malaikat Maut memberinya dua misi utama: menjadi penyelamat Tuan Muda Haris, pewaris yandere (posesif dan gila) dalam waktu dua tahun, serta mengumpulkan 10.000 poin pahala melalui keahlian meramal, menangkap hantu, dan membongkar rahasia orang.
Awalnya, para haters mencibir keras dan menganggap mustahil Riana bisa menaklukkan Haris. Namun, mereka dibuat terkejut saat melihat pewaris kaya raya itu justru setia menemani Riana membuka lapak ramalan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Setiap haters yang mencoba menjatuhkannya langsung kena mental oleh ucapan siaga satu Riana. Ketika dituduh dukun palsu, Riana mengungkap bahwa hater itu akan dihantui akibat memakai sambungan rambut orang mati. Saat disumpahi cepat mati, ia meramal hater tersebut akan masuk ke dalam keranda mayat gaib malam itu juga. Bahkan saat diejek lebih pantas bekerja di kelab malam, Riana membongkar fakta bahwa ibu tiri si pengejek adalah mantan pemandu lagu yang diam-diam sedang meracuni keluarganya hingga lumpuh.
Semua ramalan Riana terbukti akurat! Ketakutan, para haters kompak berbalik arah menjadi penggemar garis keras. Puncaknya, saat misi Riana selesai dan ia bersiap pergi, para mantan haters ini justru bersatu membantu Haris mengepungnya di bandara. Mereka memohon agar Riana tidak pergi sambil menyodorkan dana crowdfunding seratus miliar, menegaskan bahwa mereka dan Haris tidak bisa hidup tanpanya!
Read
Chapter: Bab 37 : Bapak Bakal Mati Di Tangan Mereka Di sebuah kamar rusun sederhana yang jauh dari hiruk-pikuk pusat bisnis Ibu Kota, Riana duduk bersila di atas lantai beralaskan tikar. Aroma dupa herbal yang menenangkan menguar di udara. Di depannya, terdapat kuas kecil dan tinta merah yang ia gunakan untuk menggambar segel-segel perlindungan tingkat tinggi. Gadis berwajah murni itu menghentikan goresan kuasnya sejenak. Ia mengangkat kepalanya, menatap ke arah jendela yang menyuguhkan pemandangan kerlap-kerlip lampu gedung pencakar langit di kejauhan. "Manusia," gumam Riana dengan senyum tipis yang sarat akan ironi, "selalu saja mudah dibutakan oleh nafsu dan ilusi kasih sayang palsu. Mereka lebih suka memeluk iblis berwajah malaikat daripada mendengar kebenaran yang menyakitkan." Mata batin Riana berkedip pelan. Sebagai seorang Master Metafisika tingkat dewa, ia bisa merasakan benang energi spiritual yang terhubung dengan Jimat Pelindung yang baru saja ia berikan kep
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: Bab 38 : Dia Adalah Dewa Yang Menahan Nyawaku Dari Pintu Neraka!Doni membenamkan wajahnya ke leher wanita itu, dan bertanya dengan napas memburu dan nada sangat merendahkan, "Si tua bangka penyakitan itu... dia beneran udah setuju nikah resmi sama kamu?" Ningsih mengelus dada pemuda itu sambil terkekeh genit dan licik. "Tentu aja. Si tolol itu udah sepenuhnya tunduk dan bucin buta sama aku. Jumat minggu depan dia bakal ngajak ngurus surat ke KUA. Habis resmi nikah sebulan dua bulan, aku bakal nyewa pelacur buat dikirim diam-diam ke ranjangnya waktu dia tepar, terus ngejebak dia seolah-olah dia yang selingkuh dan KDRT. Habis itu aku bisa langsung gugat cerai ke pengadilan agama dan nuntut setengah harta gono-gini dari aset ruko sama apartemen ini! Kita bakal kaya raya, Sayang!" Remaja berandal itu mencengkeram dagu si wanita dan mencium bibirnya dengan buas. "Bagus. Dua tahun ini aku bener-bener muak! Harus pura-pura jadi anakmu yang penurut, terus manggil kamu 'Ibu' di depan si bangka itu bikin aku mau muntah. Kal
Last Updated: 2026-08-24
Chapter: Bab 36 : Rahasia Mematikan Apa yang Sebenarnya DisembunyikanRiana mengambil ponsel itu. Begitu mata batinnya fokus pada layar digital yang menampilkan wajah pasangan ibu dan anak tersebut, keraguan di benak Riana seketika terjawab. Seringai dingin mengembang di bibirnya. Ternyata begitu faktanya, batin Riana sinis. Pantas saja aku melihat aura malapetaka besar yang mengancam nyawa merayap di seluruh Istana Nasib bapak ini! Ini bukan pernikahan, ini penyembelihan berencana. Di mata batin Riana, wajah Ningsih dan bocah laki-laki di foto itu memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat, beracun, dan licik. Aura hitam itu menjulur layaknya tentakel lintah, melilit erat leher dan dompet Pak Darmawan di dalam foto tersebut. Riana meletakkan ponsel itu kembali ke atas kardus. Ia menatap tajam langsung ke mata Pak Darmawan. "Pak," ucap Riana dengan nada perintah mutlak yang tak bisa diganggu gugat. "Saya sarankan Bapak pulang sekarang, kemasi barang mereka, lalu secepatnya usir dan putu
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: Bab 35: Berjalan Menuju Jurang Kematian Di bawah terik matahari siang yang menembus atap polikarbonat JPO Pusat Bisnis di jantung Ibu Kota, Riana duduk dengan postur santai layaknya seorang ratu yang tengah mengamati rakyat jelata. Mata rusanya yang jernih dan tajam menatap pria paruh baya yang kini berdiri ragu di depan lapak kardusnya. Pria itu bernama Pak Darmawan. Dari energi yang menguar di sekitarnya, Riana bisa membaca sekilas profil pria ini: seorang pekerja keras, cerdas, dan menempati posisi strategis. Setidaknya, setingkat pemimpin redaksi di sebuah surat kabar ternama di kota metropolitan ini. Meski tidak memancarkan aura 'Bohir' atau triliuner, guratan nasib di wajah Pak Darmawan menunjukkan bahwa berkat kerja kerasnya dari titik nol, pria ini telah berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan yang sangat solid; memiliki apartemen mewah yang luas dan beberapa unit ruko di kawasan bisnis yang nilainya fantastis.
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: Bab 34 : Gue Nggak Peduli Siapa Elo SebenarnyaMendengar peringatan rasional namun mematikan itu, ibu Luna menangis tertahan dan menyetujui syarat itu dengan suara gemetar. Setelah bertukar nomor telepon pribadi, Riana menutup panggilan tersebut. Dengan gerakan cepat yang terlatih, Riana menghapus riwayat panggilan dari ponsel Luna agar gadis busuk itu tidak curiga. Ia kemudian menyerahkan ponsel retak itu kepada Farel yang baru saja bergabung mendekat. "Farel, tolong balikin HP ini ke Luna ya. Kasih ke satpam rumahnya atau gimana terserah lo, yang penting sampai ke tangannya tanpa jejak." Farel yang sudah siap menerima titah langsung mengangguk patuh. "Siap, Bos! Laksanakan! Oh iya, Bos Riana, gue dateng ke sini nyusul soalnya ada hal penting banget yang mau gue sampein ke elo." "Ini soal Dion si Pangeran Sial itu, kan?" potong Riana santai, kembali duduk di kursinya. Farel membelalak syok, matanya melotot. "Gila! Ini juga lo bisa
Last Updated: 2026-08-22
Chapter: Bab 33: Perhitungan Ilmu Arah dan Waktu Di salah satu sudut Jembatan Penyeberangan Orang di pusat distrik bisnis Kota A, debu jalanan dan deru mesin kendaraan di bawah sana seolah menjadi latar musik bagi sebuah pertunjukan takdir. Dari kejauhan, tersembunyi di balik pilar reklame, Farel menarik lengan kemeja Haris agar tetap menunduk. Sebelumnya, Farel sengaja mendatangi rusun untuk mencari Riana. Setelah mendapat informasi dari Bu Yanti bahwa bos sakti mandragunanya itu sedang membuka lapak ramalan di JPO, ia berniat datang sendirian untuk menyetor muka. Namun secara mengejutkan, Haris yang biasanya anti keramaian dan anti Riana tiba-tiba beralasan ingin keluar membeli sesuatu, sehingga mereka akhirnya berakhir memantau bersama dari jarak sepuluh meter. Melihat Riana yang duduk dengan tenang di atas kursi plastik, mematahkan kesombongan Yuda dan menguliti rahasia kelam Luna dengan begitu lancar dan presisi, mulut Farel ternganga. "Gila..." g
Last Updated: 2026-08-22