Chapter: HasutanAlexander membawa Seira untuk menjauh sebelum pertengkaran mengacaukan pesta.“Meladeni orang seperti mereka harus dengan cara lain. Nggak usah adu mulut. Yang ada kamu capek sendiri,” ujar Alexander. “Tapi aku kesel! Jordy terus nuduh aku. Padahal mereka yang selingkuh!” sungut Seira. Alexander mengelus pipi merah muda Seira. “Biar aku urus. Mereka pasti nggak bisa ngelak lagi.” “Gimana caranya?” tanya Seira.“sebarkan bukti perselingkuhan mereka, apalagi?” Alexander bicara dengan tenang, menyesap anggur merah di tangannya.Seira lesu, ia pikir Alexander punya cara lain. Kalau menyebarkan bukti perselingkuhan mereka, Seira tahu, andai saja video itu tidak musnah.“Tapi, video yang aku punya sudah hilang,” lirih Seira.Alexander terkekeh. “Kenapa kamu selalu fokus sama bukti yang sudah hilang? Harusnya cari bukti baru. Gampang kan?” Seira terdiam. Masalahnya akan sulit menemukan bukti mereka sedang melakukan hubungan badan. “Jangan dipikirin, biar aku yang urus.” Alexander meyaki
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: PestaMenikah?Alexander belum siap untuk menikahi Mauren. Ia masih ingin menikmati masa single nya. “Kenapa kamu nggak bilang kalau pertemuan ini untuk membahas pernikahan?” diluar, saat hanya ada mereka berdua, Alexander menyatakan keberatannya. Alexander mengusap kasar wajahnya. “Kamu tahu kan, kalo aku belum siap nikah! Kamu juga sudah setuju keputusanku?!” Mauren mengelus dada bidang Alexander, menenangkan pria itu. “Aku bisa apa, Alex? Mama sama papa aku minta kita nikah secepatnya.” “Tapi aku belum siap!” sentak Alexander.“Kenapa?” tanya Mauren. Usia sudah matang, finansial tidak perlu dikhawatirkan lagi. Meskipun mereka dijodohkan, nyatanya Alexander mau menjalaninya, hubungan mereka pun berjalan selayaknya kekasih pada umumnya. Sangat mesra.Alexander menggeleng. “Aku belum siap,” ucapnya. Entah kenapa hatinya mendadak ragu.Alexander pergi tanpa memberi alasan yang jelas pada sang tunangan. Mauren mengepalkan tangan, ia menyadari ada yang berbeda dari Alexander. “Aku harus
Terakhir Diperbarui: 2026-01-14
Chapter: Harus mengakhiri“Kamu mulai nakal, keluyuran sampai pagi?” Alexander berjalan mendekat. Ia menarik pinggul Seira kasar. “Siapa cowok itu?” Kedua alis Seira menyatu. Bingung, pria mana yang Alexander maksud.“Cowok yang barusan antar kamu pulang?” Jemari Alexander meremas kuat pinggul Seira. “Cowok baru kamu?” Seira terkekeh. “Oh, itu? Dia teman aku yang kerja di resto.” jawab Seira. Kedua tangannya melingkar di leher Alexander. “kenapa marah, cemburu?” Alexander berdecih. “Ingat perjanjian?” ucapnya tegas. “Selama sama aku, kamu nggak boleh dekat dengan cowok mana pun.”“Apa iya?” Seira lupa. Cengkareng Alexander makin kuat. “Kamu pura-pura lupa?” Seira nyengir. “Udah ya lepas. Dia cuma anter aku doang. Aku ngantuk, mau tidur.” Seira berusaha melepaskan diri dari belitan Alexander. “Aku sudah di sini kamu mau tidur?” tangan Alexander tidak mau lepas. Bibirnya sudah mulai merayapi leher Seira. “Aku kangen,” bisiknya.Seira menjauh, “ke mana saja kamu? Nggak ada kabar apa apa, sekarang datang mal
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: Sulit dihubungi“Saya nggak sengaja mbak!” Seira membela diri. Ia memang salah tidak jalan hati-hati. Tapi dengan kesadaran diri, ia langsung meminta maaf. “Saya sudah minta maaf! Mbak juga nggak jatuh kan?” “Heh! Kamu panggil aku apa?!” serunya marah. Mauren Gilbert. Model papan atas yang tengah naik daun. Seringkali menjadi brand ambassador merk ternama. “Sudah Mauren, jangan cari masalah. Ingat ini di tempat umum, banyak orang. Nama kamu bisa tercemar,” bisik Elsa— asisten Mauren mengingatkan untuk menyudahi perselisihan ini. Namanya sedang melambung, tidak baik jika tersandung gosip. Meskipun masih marah, Mauren menurut, meninggalkan Seira yang juga kesal dengan tingkah arogan Mauren. “Model apa sih? Bad attitude banget! Harusnya tadi aku rekam biar viral kelakuannya!” Seira terus menggerutu. Seira sudah menemukan desain gaun yang ia inginkan. Minggu depan ia datang lagi untuk fitting. Sudah dua hari di Vallas, Seira masih belum bisa menemui Alexander. Entah kemana pria itu pergi. “Sei,
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: Alexander sulit ditemuiSeira langsung menutup panggilan. “Siapa?” Seira meletakkan ponsel di dashboard. Ia pikir Alexander menghubungi balik setelah mengabaikan panggilan darinya. Tapi malah suara perempuan yang terdengar. “Mungkin temannya,” gumam Seira. Harusnya Seira pulang ke rumah, tapi ia teringat kalau stock pembalut di rumah habis. Seira sedang mendapat tamu bulanan. Seira berhenti di sebuah minimarket. Karena barang yang dibutuhkan tidak banyak, Seira tidak perlu berlama-lama. Ia segera mengantri di kasir. “Seira…” panggil seseorang yang berdiri di belakang Seira. Seira menolah. Sempat terkejut melihat mantan calon mertuanya. “Tante…” Diana memperhatikan Seira. “Ada yang mau tante bicarakan.”Seira mengangguk. Selesai membayar barang belanjaan, Seira dan Diana mencari tempat untuk bicara. Seira sudah siap bila Diana kembali mengungkit masalah yang menurutnya sudah usai meski Seira belum menemukan bukti untuk mengembalikan nama baiknya. “Ada apa tante?” Seira sudah duduk di hadapan Diana. D
Terakhir Diperbarui: 2026-01-04
Chapter: Sulit bertemu“Akh… tunggu!” Seira memang menyukai kegiatan dewasa bersama Alexander. Tapi Seira masih ragu untuk memberikan hal yang paling berharga pada pria ini. Kadang menggebu-gebu ingin lepas perawan, tapi kalau sudah di depan mata, Seira mendadak takut. Kemarin malam, nyaris saja ia memberikan mahkotanya pada Alexander. “Kenapa, hem?” Alexander mengecupi leher Seira. Tangannya bergerak liar di bawah sana. “Ini sudah basah.” “Jessica dan kak Andrew bentar lagi datang. Kita harus berhenti,” bisik Seira dengan suara serak. Matanya masih terpejam, menikmati gerakan halus jari Alexander. Alexander mengabaikan ucapan Seira, malahan terus menikmati payudara Seira yang menggantung indah di depannya. Seira blingsatan. Meremas kuat rambut Alexander. Mulutnya minta berhenti, tapi gerakan tubuhnya justru menerima, seolah sangat menikmati lumatan Alexander. “Alex, stop!” Seira meriah kaosnya yang tergeletak di lantai. Suara pintu terbuka membuat Seira cepat-cepat menghentikan kegilaan ini.“sial!
Terakhir Diperbarui: 2026-01-02