LOGINNiatnya ingin membuat kejutan pada sang tunangan, justru Seira yang terkejut mendapati tunangannya tidur dengan wanita lain di apartemen. Tidak hanya pengkhianatan yang Seira terima, tuduhan dan hinaan menambah rasa sakit malam itu. Seira berjanji akan membuktikan kalau dia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih segalanya dari mantan tunangannya itu. Seira meminta bantuan pada teman kakaknya. Membujuk Alexander agar mau membantunya, menjadi kekasih sementara. Seira pikir Alexander pria baik yang mudah diajak kerjasama. Nyatanya, Alexander lebih berbahaya dan brengsek melebihi mantan tunangannya. Hidup Seira makin rumit saat terjerat oleh gairah Alexander.
View More“Batal nikah?!”
Seira mengangguk mantap di depan 4 pasang mata yang kini memandangnya dengan penasaran. Mereka adalah orang tua dan calon mertuanya. “Iya, Pa! Ma, Om, Tante. Aku mau mengakhiri pertunanganku dengan Jordy.” Seira menegaskan kembali bahwa keputusannya sudah bulat. Hati Seira sudah tidak karuan sejak beberapa hari lalu memergoki Jordy berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Sekarang, Seira memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya. “Ada apa, Nak? Apa alasannya?” tanya Diana dengan dahi berkerut. Bukan hanya calon ibu mertuanya yang penasaran dengan keputusan Seira. Semua yang ada di ruangan ini pun ingin mendengar penjelasan Seira. Seira memang sengaja mengundang mereka datang ke rumahnya, berniat membicarakan hubungan pertunangannya dengan Jordy. “Kalian akan menikah sebentar lagi. Kalau hanya masalah kecil, tolong bicarakan baik-baik,” tambah Irina— ibu Seira. Calon ibu mertuanya ikut mengangguk. “Satu bulan lagi, loh, Sei. Ada apa sebenarnya?” Seira tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya, tanpa menangis. Mengatakan alasannya akan membuat air matanya kembali tumpah. ‘Rasanya menjijikkan, menangisi lelaki brengsek seperti Jordy!’ batin Seira tak rela. Seira menatap mereka satu per satu. Mencoba memberitahu kenyataan pahit itu. Seira menghela napas. “Jordy nggak pernah cinta sama Seira.” Semuanya masih menunggu Seira menyelesaikan kalimatnya. Memberikan alasan yang masuk akal untuk membatalkan pertunangan yang sudah terjalin lama. Apalagi selama ini hubungan Seira dan Jordy terlihat baik-baik saja. Tak lagi mungkin menutupi borok Jordy, Seira pun langsung menggelar kenyataan yang terjadi di depan matanya. “Jordy selingkuh, Ma!” tukas Seira tak kuasa membendung air matanya. Seolah kilasan malam itu kembali terputar di depan matanya. “Dia tidur sama temen Seira!” raung Seira lagi, di sela tangisan yang akhirnya meledak. “Dia selingkuh sama Luna!” Mendengar itu, keluarga calon mertuanya terlihat sangat terkejut. “Bohong kamu, Seira!” Seira bisa melihat wajah calon ibu mertuanya itu murka. Mungkin kalau tidak dicegah oleh suaminya, Seira yakin suaranya sudah meledak di ruangan ini. Seira menggeleng sambil mencoba menyeka wajahnya yang sudah basah. “Aku nggak bohong!” Suasana semakin tidak terkendali. Namun, Seira tidak ingin semua orang menyalahkannya karena telah menuduh Jordy berselingkuh. Masih sambil terseok karena isakannya, Seira melanjutkan, “Aku lihat sendiri dengan mataku! Jordy … Luna—hngh!” Seira tak sanggup melanjutkan ucapannya. Rasanya seperti disayat-sayat, kalau mengingat lagi kejadian yang meruntuhkan dunianya dalam sekejap itu. Sang ayah mencoba tenang dan berusaha mengendalikan suasana yang sudah tegang. Pastinya, tidak ada yang mau anaknya dituduh seperti ini tanpa ada bukti. Ia pun mencoba bicara dengan Seira. “Nak, kamu yakin dengan yang kamu bilang ini?Kamu nggak bohong, kan?” Seira mengangguk tanpa suara, walau tangisannya mulai reda. “Nggak, Pa! Seira nggak bohong!” Pengakuan Seira belum cukup meyakinkan semua orang. Terutama kedua orang tua tunangannya yang tidak terima putra mereka disudutkan. Seira mendesah kasar. “Aku sempat ambil video mereka. Ada di HP-ku. Tapi Jordy membantingnya dan sekarang rusak.” Seira bisa melihat jelas raut wajah calon ibu mertuanya yang marah dan tidak terima. Begitu pula dengan kedua orang tuanya yang hanya diam seolah ucapannya hanya omong kosong belaka. Sekali lagi Seira menegaskan. “Aku bicara jujur apa adanya. Jordy selingkuh dan buktinya ada di HP yang Jordy hancurkan.” “Bohong!” seru Jordy yang baru saja datang. Jordy membawa dua pria tak dikenal yang mengikuti di belakangnya. Ia datang dengan tujuan menyangkal tuduhan Seira. Ia sudah menduga Seira akan mengadukan masalah ini pada keluarga besar mereka. Lagi, Jordy menuduh Seira dengan lantang. “Justru Seira yang selama ini sering selingkuh!” Ketegangan mulai bertambah ketika Jordy membalikkan keadaan. Seira yang sudah berhenti menangis pun melotot tajam ke arah Jordy. ‘Bajingan! Jordy benar-benar lelaki sialan!’ “Aku punya buktinya!” ucap Jordy sambil menyeringai ke arah Seira. Mimiknya yang licik hanya ditunjukkan pada Seira. Jordy beralih pada kedua orang tua Seira. “Seira yang selama ini kalian banggakan, ternyata cewek yang sering jual diri.” “Jaga ucapanmu!” Sebagai ayah, tentu saja ia tidak terima putrinya direndahkan. “Kalau memang kamu nggak suka Seira, jangan menuduh Seira!” “Seira saja menuduhku tanpa bukti, Om!” tukas Jordy semakin berani. Seira menangis sejadi-jadinya. Semua orang mempercayai ucapan Jordy. Terlebih pria itu memberikan bukti yang menguatkan tuduhan. Dari foto yang berhasil Jordy rekayasa, lalu dua pria yang sengaja Jordy bawa untuk memberikan pengakuan palsu. Tega sekali Jordy menuduhnya, padahal pria itu yang telah berkhianat. “Perjodohan ini batal! Kami nggak sudi memiliki menantu seperti Seira!” Diana mengambil keputusan tanpa meminta persetujuan dari suaminya. “Ayo pah, kita pulang! Kita sudah nggak ada urusan lagi dengan keluarga ini.” Kedua orang tua Seira tidak bisa membela diri. Seira sudah terbukti berkhianat. “Pah, mah—“ Seira menatap nelangsa kepergian kedua orang tuanya. Mereka pasti kecewa padanya. Sekarang hanya tinggal Seira dan Jordy di ruangan ini. “Tega ya kamu, nuduh aku begini?!” Seira gemetar saking marahnya. “Kamu yang sudah selingkuh sama Luna, bukan aku!” Jordy kembali menyeringai, menantang Seira. “Mana buktinya?” Tidak mungkin Jordy membiarkan Seira mencoreng namanya. Jordy akan melakukan segala cara supaya Seira yang disalahkan. Dia tidak mau ayahnya marah dan menyita segala fasilitas yang ia nikmati karena sudah mempermalukan keluarga. Ditantang begitu, Seira terdiam. Jordy tahu benar, kalau bukti yang dia punya ada di ponsel yang sudah rusak. “Nggak perlu pura-pura lagi, semua orang berhasil kamu bohongi.” Seira mengusap air matanya. “aku membencimu, Jordy! Aku menyesal sudah bertunangan dengan mu!” Jordy terkekeh pelan, pria itu berjalan mendekat. “Ini semua salahmu, kalo saja kamu memberikan apa yang aku mau, mungkin aku nggak akan berpaling,” bisiknya. Seira mengepalkan kedua tangan. “Beruntung aku nggak pernah ngasih apa yang kamu mau! Kamu cowok paling brengsek yang pernah aku kenal!” “Seira, Seira. Di dunia ini, semua cowok sama sepertiku. Mana bisa tahan punya pacar yang kolot sepertimu!” Jordy tersenyum remeh. “Cowok butuh kepuasan bukan kata-kata romantis yang terdengar menggelikan.” Jordy semakin berani mengungkapkan rasa kesalnya ketika menjalin hubungan dengan Seira. “Aku yakin, selain aku, nggak ada cowok satupun yang mau berhubungan dengan mu.” “Lihat, berkaca sedikit Seira, penampilanmu nggak menarik sama sekali!” Ucapan Jordy sungguh membuat Seira terkesiap. “Selamat tinggal, Sei,” ucap Jordy disertai seringaian. Kemudian pergi dari rumah mantan tunangannya. Pria itu merasa puas. ‘aku akan membuatmu menyesal, Jordy!’Alexander membawa Seira untuk menjauh sebelum pertengkaran mengacaukan pesta.“Meladeni orang seperti mereka harus dengan cara lain. Nggak usah adu mulut. Yang ada kamu capek sendiri,” ujar Alexander. “Tapi aku kesel! Jordy terus nuduh aku. Padahal mereka yang selingkuh!” sungut Seira. Alexander mengelus pipi merah muda Seira. “Biar aku urus. Mereka pasti nggak bisa ngelak lagi.” “Gimana caranya?” tanya Seira.“sebarkan bukti perselingkuhan mereka, apalagi?” Alexander bicara dengan tenang, menyesap anggur merah di tangannya.Seira lesu, ia pikir Alexander punya cara lain. Kalau menyebarkan bukti perselingkuhan mereka, Seira tahu, andai saja video itu tidak musnah.“Tapi, video yang aku punya sudah hilang,” lirih Seira.Alexander terkekeh. “Kenapa kamu selalu fokus sama bukti yang sudah hilang? Harusnya cari bukti baru. Gampang kan?” Seira terdiam. Masalahnya akan sulit menemukan bukti mereka sedang melakukan hubungan badan. “Jangan dipikirin, biar aku yang urus.” Alexander meyaki
Menikah?Alexander belum siap untuk menikahi Mauren. Ia masih ingin menikmati masa single nya. “Kenapa kamu nggak bilang kalau pertemuan ini untuk membahas pernikahan?” diluar, saat hanya ada mereka berdua, Alexander menyatakan keberatannya. Alexander mengusap kasar wajahnya. “Kamu tahu kan, kalo aku belum siap nikah! Kamu juga sudah setuju keputusanku?!” Mauren mengelus dada bidang Alexander, menenangkan pria itu. “Aku bisa apa, Alex? Mama sama papa aku minta kita nikah secepatnya.” “Tapi aku belum siap!” sentak Alexander.“Kenapa?” tanya Mauren. Usia sudah matang, finansial tidak perlu dikhawatirkan lagi. Meskipun mereka dijodohkan, nyatanya Alexander mau menjalaninya, hubungan mereka pun berjalan selayaknya kekasih pada umumnya. Sangat mesra.Alexander menggeleng. “Aku belum siap,” ucapnya. Entah kenapa hatinya mendadak ragu.Alexander pergi tanpa memberi alasan yang jelas pada sang tunangan. Mauren mengepalkan tangan, ia menyadari ada yang berbeda dari Alexander. “Aku harus
“Kamu mulai nakal, keluyuran sampai pagi?” Alexander berjalan mendekat. Ia menarik pinggul Seira kasar. “Siapa cowok itu?” Kedua alis Seira menyatu. Bingung, pria mana yang Alexander maksud.“Cowok yang barusan antar kamu pulang?” Jemari Alexander meremas kuat pinggul Seira. “Cowok baru kamu?” Seira terkekeh. “Oh, itu? Dia teman aku yang kerja di resto.” jawab Seira. Kedua tangannya melingkar di leher Alexander. “kenapa marah, cemburu?” Alexander berdecih. “Ingat perjanjian?” ucapnya tegas. “Selama sama aku, kamu nggak boleh dekat dengan cowok mana pun.”“Apa iya?” Seira lupa. Cengkareng Alexander makin kuat. “Kamu pura-pura lupa?” Seira nyengir. “Udah ya lepas. Dia cuma anter aku doang. Aku ngantuk, mau tidur.” Seira berusaha melepaskan diri dari belitan Alexander. “Aku sudah di sini kamu mau tidur?” tangan Alexander tidak mau lepas. Bibirnya sudah mulai merayapi leher Seira. “Aku kangen,” bisiknya.Seira menjauh, “ke mana saja kamu? Nggak ada kabar apa apa, sekarang datang mal
“Saya nggak sengaja mbak!” Seira membela diri. Ia memang salah tidak jalan hati-hati. Tapi dengan kesadaran diri, ia langsung meminta maaf. “Saya sudah minta maaf! Mbak juga nggak jatuh kan?” “Heh! Kamu panggil aku apa?!” serunya marah. Mauren Gilbert. Model papan atas yang tengah naik daun. Seringkali menjadi brand ambassador merk ternama. “Sudah Mauren, jangan cari masalah. Ingat ini di tempat umum, banyak orang. Nama kamu bisa tercemar,” bisik Elsa— asisten Mauren mengingatkan untuk menyudahi perselisihan ini. Namanya sedang melambung, tidak baik jika tersandung gosip. Meskipun masih marah, Mauren menurut, meninggalkan Seira yang juga kesal dengan tingkah arogan Mauren. “Model apa sih? Bad attitude banget! Harusnya tadi aku rekam biar viral kelakuannya!” Seira terus menggerutu. Seira sudah menemukan desain gaun yang ia inginkan. Minggu depan ia datang lagi untuk fitting. Sudah dua hari di Vallas, Seira masih belum bisa menemui Alexander. Entah kemana pria itu pergi. “Sei,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews