author-banner
Pipin
Pipin
Author

Novels by Pipin

Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

Syifa hanyalah mahasiswi teladan yang hidupnya hancur saat sang ibu kritis. Namun, Mansion Dewangga bukan tempat pengabdian biasa; itu adalah neraka yang dikuasai oleh si kembar Cleo dan Zero. ​Setelah malam jahanam yang menghancurkan harga dirinya, Syifa menyadari satu hal: Kepolosan tidak akan menyelamatkannya. Di rumah di mana kata-kata si kembar adalah hukum, Syifa memutuskan untuk berhenti menjadi mangsa. ​Di balik wajah polos dan seragam pelayannya, Syifa mulai menenun jaring manipulasi. Memanfaatkan kedinginan Zero dan kegilaan Cleo, ia mulai mengadu domba dua saudara itu demi satu tujuan: Keluar hidup-hidup dengan nyawa ibunya. ​Namun, bermain dengan dua iblis berarti harus siap terbakar. Saat obsesi si kembar berubah menjadi perang terbuka, Syifa tersadar bahwa ia mungkin telah menciptakan monster yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Siapakah yang akan menang? Sang pelayan yang licik, atau si kembar yang tak ingin berbagi?
Read
Chapter: Bab 141 - Surat Alya
Langit di atas pemakaman seolah ikut berduka, diselimuti mendung tebal yang menggantung rendah. Suasana di sekitar gundukan tanah yang masih basah itu penuh dengan isak tangis yang menyayat hati. Di sana, Zero berdiri mematung bagai patung tanpa nyawa. Tak ada lagi air mata yang mengalir di pipinya, tak ada pula suara yang keluar dari bibirnya. Sorot matanya kosong, menatap lurus pada papan nisan bertuliskan nama wanita yang menjadi separuh alasan hidupnya. Di sampingnya, berdiri Hans dan Elia—kedua orang tua Alya—dengan tubuh yang terguncang hebat oleh duka yang teramat dalam. "Kalau bukan karena ulahmu... anak perempuan saya pasti masih hidup sekarang! Dasar laki-laki hina!" teriak Hans tiba-tiba, suaranya parau dan pecah karena amarah yang bercampur dengan rasa kehilangan yang masif. Pria paruh baya itu tidak memedulikan tatapan orang-orang di sekitar pemakaman. Baginya, Zero adalah pelaku tunggal di balik kematian putrinya. Zero hanya diam. Ia sama sekali tidak bergerak, tidak
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Bab 140 - Selamat Tinggal, Al.
Pintu ruang operasi akhirnya digeser terbuka. Namun, tidak ada senyum lega dari tim medis. Dokter yang keluar hanya menundukkan kepala dalam-dalam, menepuk bahu Zero pelan sebelum membisikkan kalimat yang seketika merenggut seluruh paksa kewarasan pria itu. Alya tidak bisa diselamatkan. Tapi bayi mereka hidup. Zero dipaksa melangkah masuk ke dalam ruangan yang kini terasa begitu dingin dan asing. Tubuhnya lemas bukan main, seolah-olah seluruh tulang di raganya lolos begitu saja. Kakinya bergetar hebat, terseok-seok meniti lantai semen medis yang menyengat hidung. Zero tidak berteriak. Ia tidak mengamuk. Kehancuran yang sesungguhnya justru tidak menyisakan ruang untuk suara. Ia hanya berjalan lambat, memandangi sosok yang terbaring kaku di atas ranjang operasi dengan selembar kain hijau yang menutupi sebagian dadanya. Wajah itu begitu damai, terlalu damai hingga terlihat sangat kejam bagi Zero. "Al..." Panggil Zero lirih. Suaranya pec
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 139 - Titip anak kita, ya..
​Ciiittt! ​Ban mobil sport Zero mencicit keras, bergesekan dengan aspal saat ia mengerem mendadak tepat di lobi darurat Rumah Sakit Pusat. Zero langsung keluar dari pintu kemudi, memutari mobil dengan napas memburu dan jantung yang berdegup menggila. Tanpa menunggu bantuan brankar dari petugas yang berlarian, Zero langsung menerobos masuk, menggendong sendiri tubuh Alya keluar dari mobil. ​Darah. Napas Zero tercekat saat telapak tangannya yang menopang paha dan bagian bawah gaun Alya mendadak terasa basah dan hangat. Di bawah temaram lampu lobi, cairan merah kental mengalir deras, membasahi jok mobil dan kini mengotori kemeja putih yang dikenakan Zero. ​"Dokter! Suster! Tolong istri saya!" teriak Zero parau, suaranya menggema membelah keheningan koridor instalasi gawat darurat. ​Tubuh Alya sudah sepenuhnya lemas di dalam dekapannya, kepalanya terkulai pasrah di bahu bidang Zero dengan sisa kesadaran yang timbul tenggelam. P
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 138 - Tidak bisa berpura-pura
Setelah acara makan malam keluarga yang penuh tawa itu usai, Zero dan Alya berjalan beriringan menuju mobil di area parkir. Malam semakin larut, memayungi langkah keduanya yang perlahan. ​"Aku yakin, pernikahan mereka nanti akan jauh lebih konyol dari pernikahan mana pun di dunia ini," kekeh Zero sembari membukakan pintu mobil untuk istrinya. "Tapi aku bisa melihatnya sendiri tadi. Sepertinya Cleo benar-benar suka pada Aliya. Apa kamu menyadarinya juga, Al?" ​"Tentu saja..." jawab Alya dengan senyuman yang dipaksakan. ​Begitu duduk di kursi penumpang, Alya mendadak terdiam. Sejak berada di dalam rumah utama tadi, perut bagian bawahnya sudah terasa sangat tidak nyaman. Rasa mulas yang mencengkeram itu perlahan merayap naik menjadi rasa nyeri yang tajam, namun ia berusaha menahannya mati-matian agar tidak merusak suasana. ​‘Ya Tuhan... jangan sekarang. Apa aku tidak bisa meminta waktu sedikit lebih banyak lagi? Aku masih ingi
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 136 - Sebuah janji
Setelah Kakek Wijaya meninggalkan ruangan,Fares masih berdiri kaku di tempatnya, menatap lantai kayu seolah-olah ia baru saja dijatuhi vonis yang luar biasa besar. ​Avera mengembuskan napas panjang, lalu menoleh menatap asisten pribadinya itu dengan sorot mata bersalah. ​"Maaf, Fares... aku mengatakan hal gila tadi tanpa persetujuan atau sepengetahuanmu sebelumnya. Kamu pasti berpikir aku benar-benar sudah tidak waras, ya?" desah Avera lirih. Ia lelah terus menjadi beban, dan kini fokus utamanya hanyalah ingin hidup dengan damai, mengubur masa lalunya dalam-dalam. ​Fares tersentak dari lamunannya. Ia melangkah mendekat, lalu menunduk hormat dengan sikap profesional yang mati-matian ia pertahankan agar debaran di dadanya tidak terdengar. ​"Saya tidak keberatan, Nona... Sekalipun ucapan Anda tadi hanya trik untuk menenangkan hati Tuan Besar Wijaya agar beliau tidak berbuat nekat pada Z-Corp," sahut Fares rendah, mencoba bersikap realistis.
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 135 - Hidup Baru
BRAK! ​Pintu kamar terbuka lebar. Wijaya melangkah masuk,diatas ranjang, Avera menoleh. Tatapan sendu dan sisa-sisa trauma itu memang masih mengakar di bening matanya, tetapi berkat kegigihan dan ketelatenan Fares yang merawatnya tanpa kenal lelah, Avera kini bisa menyunggingkan senyuman tipis yang tulus untuk menyambut kakeknya. ​"Kakek..." panggil Avera, suaranya terdengar jauh lebih tenang dan waras. ​"Avera... Kakek tidak bisa tahan lagi melihat semua ini," ucap Wijaya, suaranya bergetar hebat saat ia duduk di tepi ranjang dan menggenggam jemari cucunya. "Izinkan Kakek menghancurkan mereka. Izinkan Kakek memberi 'hadiah' yang akan membuat bajingan bernama Zero itu membayar seluruh air mata dan harga dirimu yang runtuh!" ​Wijaya sakit. Jiwanya tercabik-cabik. Selama ini, konglomerat tua yang ditakuti di dunia bisnis itu mencoba bertahan dan menahan diri untuk tidak meruntuhkan keluarga Dewangga beserta seluruh lini bisni
Last Updated: 2026-05-22
Kesayangan Tuan Elian

Kesayangan Tuan Elian

Bagi Rinjani, pernikahan kontrak dengan Elian Baskara hanyalah cara untuk bertahan hidup. Namun di balik kemewahan mansion Baskara, ia diperlakukan tak lebih dari sekadar "properti" yang diabaikan dan disakiti. Elian yang masih terjebak bayang-bayang masa lalu menganggap Rinjani sebagai beban yang bisa ia kendalikan dengan kekuasaan dan kata-kata tajam. ​Puncak kesabaran Rinjani runtuh saat hinaan menjadi menu hariannya. Di saat Elian mulai terbiasa dengan kehadiran Rinjani, gadis itu justru memilih untuk pergi. Elian baru menyadari arti kehadiran Rinjani justru saat ia telah kehilangan harga diri di mata istrinya sendiri. Dulu Elian yang berkuasa, kini Elian yang memohon. Kesempatan kedua pun hanya ada di tangan Rinjani sekarang.
Read
Chapter: Bab 237 - Kosong
"Loh Sayang, ini kenapa murung?" tanya Jonathan lembut saat melihat putrinya murung. Karin menghela napas berat, jemarinya memainkan ujung bantal sofa dengan gelisah. "Yah... besok ulang tahunnya Saka.""Terus, kenapa?" tanya Jonathan santai, nadanya memancing. "Bukannya dari awal kamu emang nggak suka ya sama dia? Kok belakangan ini, sejak nggak ada kabar dan gangguan dari dia, kamu malah jadi melow begini? Mana sifat cuek anak Ayah yang biasanya?"Karin hanya terdiam, menggigit bibir bawahnya seraya menunduk. Ia tidak tahu harus menjawab apa karena hatinya sendiri pun sedang kacau bukan main. Jonathan mengusap pundak Karin dengan tangan besarnya yang hangat. "Dan soal undangan itu... kalau kamu emang nggak niat atau ngerasa terbebani buat datang, ya nggak usah datang. Nggak ada yang maksa. Ayah nggak mau lihat anak Ayah pergi ke pesta tapi mukanya kayak mau pergi melayat begitu."Karin menoleh, menatap ayahnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Tapi Yah... Saka bilang, aku ini
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 236 - Undangan
Sebulan lamanya didiamkan oleh Saka, dan di sisi lain terus didekati oleh Gio, akhirnya Karin membulatkan suaranya. "Aku suka Gio. Dia nggak lembek, bisa diandalkan, dan kami juga punya hobi yang sama, suka buku," batin Karin, mencoba meyakinkan hatinya sendiri yang entah kenapa terasa kian hambar setiap harinya. Pagi itu di koridor kampus, langkah kaki Karin dan Saka saling bertentangan dari arah berlawanan. Jarak mereka mengikis, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Saka menghentikan langkahnya tepat di depan Karin. Cowok itu merogoh tasnya, lalu menyerahkan selembar undangan elegan berwarna hitam-emas. "Kalau lo nggak sibuk, lo bisa datang, kan? Walau bagaimanapun, kita tetap teman," ucap Saka. Nada suaranya terlampau tenang, tidak ada lagi getaran gugup seperti dulu. Karin menerima undangan itu. Undangan ulang tahun Saka. Di bawah kacamata besarnya, Karin menatap tulisan nama Saka di undangan tersebut, dan tanpa sadar, sorot matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Bab 235 -Dinding pembatas
Beberapa hari kemudian, suasana di koridor kampus terasa sangat berbeda bagi Karin. Langkah kakinya melambat saat dari kejauhan, ia melihat kerumunan mahasiswa, khususnya mahasiswi, yang tampak heboh di dekat area loker. Di pusat kerumunan itu, berdiri Saka. Untuk pertama kalinya dalam sekian bulan terakhir, Saka kembali menjadi sosok yang dulu selalu dibicarakan orang-orang di kampus ternama ini. Cowok populer, tampan, dan ramah yang selalu dikerubungi cewek-cewek cantik. Saka tampak tertawa lepas meladeni candaan seorang mahasiswi modis di sebelahnya, bahkan dengan santai membantu membawakan beberapa buku milik cewek lain. Tidak ada lagi Saka yang berdiri sendirian untuknya dengan tampang bodoh, dan tidak ada lagi cowok nekat yang rela mengabaikan harga dirinya demi menunggu balasan pesan teks dari seorang gadis cuek. Saka yang sekarang adalah pangeran kampus yang kembali ke takhtanya. Karin menghentikan langkahnya tepat di jalur yang a
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Bab 234 - Saran mantan preman
Jonathan meletakkan kunci mobilnya di atas meja. Lalu berkata. "Dari restoran, nyari angin. Kamu kenapa? Tumben mukanya ditekuk kayak cucian belum disetrika gitu?" Tanyanya santai. Melihat ekspresi tak biasa putrinya, Jonathan ikut duduk di sofa sebelah Karin. Merasa tidak bisa memendamnya sendiri, Karin akhirnya menceritakan semua kejadian di mal tadi tanpa ada yang dikurangi. Tentang Saka yang marah, dan tentang bagaimana dia membawa Gio ke tengah-tengah kencan mereka. Jonathan mendengarkan dengan saksama sambil manggut-manggut. "Jadi... pemuda yang namanya Saka itu marah besar?" "Ya gitu," Karin bersedekap, mencoba membela diri. "Tapi Yah, kalau aku mau bicara atau akrab sama siapa aja kan bebas. Lagian Saka itu bukan siapa-siapanya aku. Udah ditolak berkali-kali tapi masih ngeyel, makanya akhirnya aku kasih jurus jitu pakai Gio biar dia kapok." Jonathan terkekeh pelan, menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keras kepal
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Bab 233 - Ucapan selamat tinggal
"Apaan sih lo, cupu. Sana pergi, nggak usah ikut campur," usir Saka ketus. Matanya menatap Gio dengan kilatan permusuhan. Enak saja cowok asing ini datang-datang langsung merusak suasana dan melabelinya sebagai penguntit. "Apaan sih, Saka! Kamu aja yang pergi kalau nggak suka. Gio, ayo gabung duduk di sini," potong Karin cepat. Suaranya terdengar tegas, membela Gio tanpa ragu sedikit pun. Gio tersenyum tipis, tampak dengan senang hati menarik kursi kosong di sebelah Karin lalu duduk. Setelah memesan minuman pada pelayan yang lewat, Gio kembali memfokuskan perhatiannya pada Karin. Sesekali ia melemparkan senyum hangat yang langsung dibalas dengan anggukan ramah oleh gadis itu. Dalam waktu singkat, obrolan santai dan mengalir langsung tercipta di antara keduanya. Mereka membahas soal buku, lingkungan kompleks rumah baru mereka, hingga dosen-dosen di kampus. Semuanya terasa begitu nyambung. Pemandangan itu berbanding terbalik 180 derajat saat Karin bersamanya. Bersama Gio, Karin terl
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: Bab 232 - Mengusir Benalu
"Ah, akhirnya hari ini datang juga," batin Saka, sesekali mencuri pandang pada gadis incarannya yang berjalan dengan langkah santun namun tegas di sampingnya. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya, sebuah sensasi asing yang ia rasakan hanya pada Karin. Saka berdeham kecil, mencoba memecah keheningan. "Makasih ya, lo akhirnya mau menerima ajakan jalan gue hari ini."Karin hanya mendesah singkat, wajahnya tetap sedatar papan tulis. Setelah puluhan kali menolak ajakan cowok itu, ia akhirnya menyerah juga hari ini. Bagaimana bisa dia membiarkan pemuda di depannya ini terus-menerus mengganggu ketenangannya di kampus? Mulai dari membuntutinya di koridor, sampai sengaja mengintipnya dari balik jendela perpustakaan saat dia sedang belajar.Karin kadang heran, apakah Saka ini terlalu banyak waktu kosong atau memang tidak punya kerjaan? Padahal mereka satu angkatan di semester lima, dan tugas kuliah harusnya sudah menumpuk setinggi gunung. Tapi nyatanya, Saka tetap saja jadi co
Last Updated: 2026-05-20
You may also like
Aku Tak Sebodoh yang Kau Kira
Aku Tak Sebodoh yang Kau Kira
Romansa · Ria Abdullah
37.6K views
Hati yang Tersakiti
Hati yang Tersakiti
Romansa · Poepoe
37.6K views
Miss C
Miss C
Romansa · nura0484
37.6K views
Perawan Rasa Janda
Perawan Rasa Janda
Romansa · Mastuti Rheny
37.5K views
JEJAK HASRAT
JEJAK HASRAT
Romansa · Irbapiko
37.5K views
Menikahi Mayat Palsu CEO
Menikahi Mayat Palsu CEO
Romansa · Runayanti
37.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status