author-banner
Benduls
Benduls
Author

Novel-novel oleh Benduls

Biarkan Aku Membantumu Nyonya

Biarkan Aku Membantumu Nyonya

Dava hanya ingin ijazahnya berguna dan bisa lanjut S2. Tapi CEO sekelas Reinhart memintanya melakukan hal yang tak masuk akal: Menghamili istrinya sendiri, Aurelia. Wanita dengan kecantikan yang menghancurkan logika pria itu kini menjadi 'tugas' harian Dava. Namun, saat tubuh saling berpaut dan rasa mulai tumbuh, Dava sadar bahwa ia bukan sekadar pembuat ahli waris, ia adalah pria yang siap merebut sang ratu dari istana CEO-nya.
Baca
Chapter: BAB 214: Tebusan Malam yang Penuh Rindu
Malam itu hotel kecil di pinggiran kota terasa sangat sunyi. Lampu kamar hanya menyala redup, cahaya kuning lembut menerangi dua orang yang saling memeluk di ranjang. Dava dan Aurelia berbaring saling menempel, tubuh mereka masih penuh memar dan luka, tapi pelukan itu adalah satu-satunya tempat mereka merasa aman. Aurelia mengangkat wajahnya dari dada Dava. Matanya masih merah karena menangis, tapi ada tekad yang berbeda di sana. Ia menatap Dava lama, tangannya mengusap pipi Dava yang memar dengan sangat lembut. “Dav…” suaranya pelan, hampir berbisik. “Aku sudah salah. Aku pergi ke Reinhart tanpa bilang kamu. Aku bikin kamu khawatir… bikin kamu terluka lagi. Aku mau menebus kesalahanku malam ini.” Dava menggeleng pelan, tangannya mengusap rambut Aurelia. “Lia, kamu nggak salah. Kamu lakukan itu karena takut kehilangan aku. Aku yang seharusnya lindungin kamu.” Aurelia meletakkan jari di bibir Dava, menghentikan kata-katanya. “Malam ini biarkan aku yang kasih kamu semua yang aku pun
Terakhir Diperbarui: 2026-04-20
Chapter: BAB 213: Titik Lemah yang Terungkap
Dava dan Aurelia berdiri di kamar hotel yang sempit, napas mereka tersengal karena ketegangan. Ponsel Aurelia masih hangat di tangan setelah panggilan Reinhart yang mengancam. Waktu yang tersisa hanya sekitar 25 menit sebelum batas akhir yang Reinhart berikan. Dava memandang Aurelia dengan mata penuh tekad meski tubuhnya masih sakit. “Kita nggak boleh menyerah, Lia. Aku punya satu harapan terakhir.” Ia mengambil ponselnya sendiri dan mencari nomor lama di daftar kontak. Nama yang muncul: Budi Santoso — teman lamanya yang sekarang menjadi polisi berpangkat inspektur di kepolisian kota. Dava pernah menolong Budi bertahun-tahun lalu ketika masih bekerja di dunia bawah tanah. Ia berharap hutang itu masih bisa ditagih. Telepon diangkat setelah nada dering ketiga. “Dav? Lama banget lo nggak telepon,” suara Budi terdengar surprise di seberang. “Budi, aku butuh bantuan lo sekarang. Darurat,” kata Dava cepat, suaranya tegang. “Reinhart kembali. Dia ancam bunuh aku dan ambil Aurelia.
Terakhir Diperbarui: 2026-04-20
Chapter: BAB 212: Kabur ke Tempat Sementara
Pagi berikutnya datang dengan suasana yang semakin berat. Rumah gang kecil itu terasa seperti sangkar yang semakin menyempit. Dava bangun lebih dulu, tubuhnya masih penuh memar dan sakit, tapi matanya penuh tekad. Ia duduk di tepi ranjang, memandangi Aurelia yang masih tidur dengan wajah pucat dan memar di lehernya. Pesan Reinhart semalam masih terngiang jelas di kepala Dava. Waktu yang diberikan hanya sampai sore hari ini. Dava tahu mereka tidak bisa menunggu lagi. “Lia…” Dava mengusap pipi Aurelia dengan lembut. “Bangun, sayang. Kita harus bicara.” Aurelia membuka mata perlahan. Begitu melihat wajah Dava yang serius, ia langsung duduk dengan cemas. “Dav… ada apa?” Dava memegang kedua tangan Aurelia erat. “Kita nggak bisa tinggal di sini lagi. Reinhart sudah ancam terlalu jelas. Kalau kamu pergi ke sana sore ini, aku nggak yakin kamu akan kembali dengan selamat. Dan kalau kamu nggak pergi, dia akan datang ke sini untuk membunuh aku. Kita harus kabur. Sekarang.” Aurelia menggelen
Terakhir Diperbarui: 2026-04-19
Chapter: BAB 211: Rahasia yang Tak Lagi Bisa Disembunyikan
Malam itu rumah gang kecil terasa seperti kuburan. Lampu ruang tengah menyala redup, hanya satu bohlam kuning yang masih bertahan. Aurelia duduk di sofa dengan tubuh gemetar, selimut tebal menutupi bahunya. Memar baru di leher, pergelangan tangan, dan pinggulnya terlihat jelas meski sudah ditutup salep. Air matanya sudah kering, tapi matanya masih merah dan kosong. Dava duduk di lantai tepat di depan Aurelia, tangannya memegang kedua tangan Aurelia dengan erat. Wajahnya penuh luka lama dan baru, bibirnya pecah, rusuknya masih sakit setiap kali bernapas. Tapi matanya hanya tertuju pada Aurelia. “Lia… cerita yang sebenarnya,” kata Dava pelan, suaranya serak. “Kamu pergi ke Reinhart pagi tadi… sendirian. Kamu bilang mau urusan sebentar. Tapi pulangnya… seperti ini.” Aurelia menunduk. Air mata jatuh lagi ke punggung tangan Dava. “Aku… aku terpaksa, Dav. Semalam dia kirim pesan. Kalau aku nggak datang sendiri hari ini, dia akan bunuh kamu. Aku takut… aku nggak mau kehilangan kamu.”
Terakhir Diperbarui: 2026-04-19
Chapter: BAB 210: Pergi Tanpa Sepengetahuan
Pagi itu Aurelia terbangun lebih awal dari Dava. Cahaya matahari yang menyusup lewat celah tirai masih samar. Tubuhnya masih sakit, memar di leher dan pinggul terasa panas setiap kali bergerak. Ia menatap Dava yang tidur di sampingnya dengan napas pelan. Wajah Dava penuh luka dan memar, bibirnya pecah, rusuknya naik-turun dengan susah payah. Aurelia mengusap pipi Dava dengan sangat lembut, air matanya jatuh pelan. Pesan Reinhart semalam masih terngiang jelas di kepalanya: “Besok sore pukul 17.00, Aurelia harus datang ke tempatku sendiri. Sendirian. Kalau kamu datang dengan Dava… aku akan bunuh dia di depan matamu.” Ia tahu Dava tidak akan pernah mengizinkan. Dava akan melawan, akan mencoba melindunginya, dan itu justru bisa membuatnya mati. Aurelia tidak sanggup kehilangan Dava. Setelah semua yang mereka lewati — kematian Nadia, Reza, dan sekarang Reinhart — ia memutuskan untuk pergi sendiri. Dengan hati-hati agar tidak membangunkan Dava, Aurelia bangkit dari ranjang. Ia menulis p
Terakhir Diperbarui: 2026-04-18
Chapter: BAB 209: Suara Reinhart yang Masih Bergema
Pagi itu rumah gang kecil terasa lebih dingin dari biasanya. Cahaya matahari yang masuk lewat jendela tidak mampu menghangatkan suasana yang berat. Aurelia masih berbaring di ranjang, tubuhnya meringkuk di bawah selimut tipis. Memar di leher, dada, dan pinggulnya terlihat jelas meski sudah diolesi salep. Setiap gerakan kecil membuatnya meringis. Dava duduk di tepi ranjang, tubuhnya sendiri penuh luka dan memar dari pukulan kemarin. Ia memegang kain hangat, membersihkan luka di lengan Aurelia dengan gerakan sangat hati-hati, seolah takut menyentuh terlalu kuat. Mereka hampir tidak bicara. Aurelia sudah menceritakan semuanya tentang Reza semalam — photoshoot, video call, hubungan intim yang dipaksa, dan ancaman pindah. Dava mendengarkan dengan hati hancur, tapi pagi ini mereka tidak lagi membahas Reza. Hari ini, yang mendominasi pikiran mereka adalah Reinhart. Aurelia menatap langit-langit kamar dengan mata kosong. Air matanya sudah kering, tapi wajahnya masih pucat. “Dav… aku m
Terakhir Diperbarui: 2026-04-18
Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya

Istri Kontrak CEO yang Menyembunyikan Anak Kandungnya

Demi menyelamatkan anaknya yang sakit, Alena menerima tawaran gila dari seorang CEO dingin: menjadi istri kontrak selama enam bulan. Masalahnya, pria itu adalah mantan kekasih yang meninggalkannya lima tahun lalu dan ayah kandung dari anak yang selama ini ia sembunyikan. Ia tidak mengenalinya. Ia tidak tahu masa lalu. Dan ia sama sekali tidak tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh anak itu adalah miliknya. Pernikahan palsu ini penuh aturan. Tidak boleh jatuh cinta. Tidak boleh menyentuh masa lalu. Namun, setiap hari bersama justru membuat rahasia itu semakin sulit disembunyikan. Apa yang terjadi jika CEO dingin itu tahu… seluruh pernikahan ini dibangun di atas kebohongan terbesar?
Baca
Chapter: Mahkota yang Baru
Malam itu, kediaman Mahesa yang kembali tenang ternyata hanya ilusi sementara. Dua hari kemudian, Ravindra dan Alena sedang duduk di ruang keluarga saat Krisna masuk dengan wajah tegang. Di tangannya ada map dokumen tebal yang baru saja dikirim dari kantor pengacara pusat kota. “Tuan, ini faks yang masuk malam itu. Rencana B Nyonya Widya… sudah aktif.” Ravindra membuka map itu. Isinya surat pernyataan resmi yang ditandatangani Widya jauh sebelum penangkapannya. Dokumen itu mengalihkan 40% saham Mahesa Group kepada Arjuna Wicaksana — saingan bisnis terbesar keluarga yang selama ini diam-diam menjadi sekutu Widya. Selain itu, ada bukti transfer dana rahasia yang menyiratkan Widya telah membocorkan rahasia perusahaan ke Arjuna selama bertahun-tahun. Di lampiran terakhir, sebuah catatan tulisan tangan Widya yang dingin: “Jika aku jatuh, Mahesa akan ikut runtuh bersamaku. Arjuna akan menyelesaikan apa yang kubangun. Selamat tinggal, Putraku.” Alena memegang perutnya yang sudah semaki
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: SANG RATU KEMBALI
Suasana kediaman Mahesa berubah mencekam sejak fajar menyingsing. Para pelayan bekerja dalam diam, seolah-olah suara gesekan kain pel di lantai marmer adalah sebuah dosa besar. Ravindra telah menyulap sayap kanan rumah menjadi unit perawatan intensif yang privat namun terlihat "menyedihkan" bagi mata yang tidak terlatih. Cahaya matahari dihalangi oleh tirai beludru tebal, hanya menyisakan keremangan yang menyesakkan. ​Di tengah ruangan, Alena berbaring. Wajahnya dipulas dengan bedak berwarna porselen pucat, dengan sedikit rona ungu di bawah mata untuk menciptakan kesan kelelahan yang kronis. Adrian berdiri di sampingnya, memeriksa monitor jantung yang telah dimodifikasi frekuensinya agar terdengar tidak teratur. ​"Detak jantungmu stabil, Alena. Tapi ingat, saat dia masuk nanti, kau harus mengatur napasmu agar terlihat sesak," bisik Adrian. Tangannya sedikit gemetar saat merapikan selimut Alena. "Aku mempertaruhkan seluruh karier dan nyawaku di sini." ​Alena meraih tangan Adrian, me
Terakhir Diperbarui: 2026-01-16
Chapter: DALANG DI BALIK JUBAH PUTIH
Kecurigaan Ravindra bukanlah sekadar bumbu cemburu buta. Sebagai seorang pria yang membangun imperium bisnis dari reruntuhan intrik, ia memiliki insting yang tajam terhadap sesuatu yang terasa "terlalu sempurna". Kedatangan dr. Adrian di saat kritis, keahliannya yang luar biasa, hingga sejarah masa lalunya dengan Alena, semuanya terasa seperti potongan puzzle yang sengaja diletakkan oleh tangan yang tak terlihat. ​Malam itu, di saat Alena sedang tertidur lelap di bawah pengawasan ketat perawat, Ravindra memanggil Krisna ke ruang kerjanya di kediaman Mahesa. Ruangan itu hanya diterangi satu lampu meja, menciptakan bayangan panjang yang menambah kesan dingin. ​"Sudah ketemu?" tanya Ravindra tanpa basa-basi. ​Krisna meletakkan sebuah map tebal di meja. "Sudah, Tuan. Hasil penyelidikan tim intelijen kita di Jerman menunjukkan hal yang janggal. Riset fetomaternal dr. Adrian selama tiga tahun terakhir dibiayai oleh sebuah yayasan medis bernama Aurora Foundation. Yayasan itu tidak pern
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: BENALU DARI MASA SILAM
Keadaan Alena yang sempat kritis memaksa Ravindra untuk mencari bantuan medis terbaik di negeri ini. Melalui koneksi pribadinya, ia berhasil mendatangkan seorang dokter spesialis konsultan fetomaternal yang baru saja menyelesaikan riset panjangnya di Jerman. Dokter tersebut dikenal sebagai "tangan dingin" dalam menangani kehamilan berisiko tinggi. ​Namun, Ravindra tidak pernah menyangka bahwa malaikat penyelamat yang ia panggil justru akan menjadi duri baru dalam ketenangan jiwanya. ​Pagi itu, pintu ruang perawatan intensif terbuka. Seorang pria jangkung dengan jas putih yang sangat rapi masuk. Wajahnya memiliki garis rahang yang tegas namun dibalut dengan keramahan yang tenang. Matanya yang cerdas berbinar saat menatap papan informasi medis di ujung ranjang Alena. ​"Alena?" suara pria itu lembut, namun memiliki nada akrab yang membuat Ravindra, yang sedang duduk di samping ranjang, langsung menegakkan punggungnya. ​Alena yang baru saja terbangun, mengerjapkan matanya. "Adrian? Ka
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: DI AMBANG RAPUH
Dinding putih rumah sakit terasa seolah menghimpit Ravindra. Bau antiseptik yang tajam menusuk indranya, mengingatkannya pada malam-malam kelam saat Leo berjuang demi nyawanya. Namun kali ini, yang terbaring lemah di balik pintu unit perawatan intensif adalah Alena—pusat semestanya, wanita yang baru saja ia temukan kembali di antara puing-puing rahasia. ​Dokter spesialis kandungan keluar dengan wajah letih. "Tuan Mahesa, kondisi Nyonya Alena sangat kritis. Tekanan darahnya melonjak drastis akibat stres yang ekstrim—kita menyebutnya preeklampsia dini. Janin dalam kandungannya masih sangat muda, baru memasuki minggu ke-14. Jika Nyonya Alena bergerak sedikit saja atau mengalami tekanan emosional lagi, kita bisa kehilangan keduanya." ​"Apa yang harus saya lakukan?" suara Ravindra parau, nyaris tak terdengar. ​"Bed rest total. Setidaknya untuk satu bulan ke depan. Nyonya Alena tidak boleh menyentuh ponsel, tidak boleh mendengar berita kantor, dan tidak boleh memikirkan hal lain selain n
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: BAYANG-BAYANG DARI MASA LALU YANG KELAM
Kebahagiaan di kediaman Mahesa seolah menjadi kanvas indah yang baru saja selesai dilukis. Namun, bagi mereka yang hidup di puncak piramida kekuasaan, ketenangan sering kali hanyalah jeda sebelum badai yang lebih besar datang menerjang. Di saat Alena mulai menikmati perannya sebagai istri, ibu, sekaligus direktur yang disegani, sebuah ancaman baru merayap dari celah-celah masa lalu yang belum sepenuhnya tertutup. ​Pagi itu, suasana di kantor Mahesa Logistik terasa tegang. Alena baru saja menyelesaikan rapat koordinasi mingguan ketika Krisna masuk ke ruangannya dengan wajah yang sangat pucat. Ia tidak membawa laporan keuangan atau jadwal pertemuan, melainkan sebuah map hitam tanpa identitas pengirim. ​"Nyonya, ada seseorang yang mengirimkan ini ke meja resepsionis secara langsung. Dia tidak meninggalkan nama, tapi dia berpesan bahwa ini adalah 'hadiah pernikahan' yang tertunda untuk Anda dan Tuan Ravindra," lapor Krisna dengan nada cemas. ​Alena mengerutkan kening. Ia membuka map te
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Anda juga akan menyukai
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.5M Dibaca
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M Dibaca
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M Dibaca
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M Dibaca
Sang Dewa Perang
Sang Dewa Perang
Urban · Kata Memecah Venice
3.9M Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status