Biarkan Aku Membantumu Nyonya

Biarkan Aku Membantumu Nyonya

last updateÚltima actualización : 2025-12-27
Por:  BendulsEn curso
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
No hay suficientes calificaciones
7Capítulos
6vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Dava hanya ingin ijazahnya berguna dan bisa lanjut S2. Tapi CEO sekelas Reinhart memintanya melakukan hal yang tak masuk akal: Menghamili istrinya sendiri, Aurelia. Wanita dengan kecantikan yang menghancurkan logika pria itu kini menjadi 'tugas' harian Dava. Namun, saat tubuh saling berpaut dan rasa mulai tumbuh, Dava sadar bahwa ia bukan sekadar pembuat ahli waris, ia adalah pria yang siap merebut sang ratu dari istana CEO-nya.

Ver más

Capítulo 1

BAB 1: Harga Diri di Ujung Sepatu

​"Saudara Dava Atmajaya? Silakan masuk. Bapak CEO sudah menunggu," suara sekretaris cantik dengan rok span ketat membuyarkan lamunannya.

​Dava mengerutkan kening. "CEO? Bukankah ini wawancara untuk posisi 'Management Trainee' dengan HRD?"

​Sekretaris itu hanya tersenyum tipis. "Pak Reinhart sendiri yang memilih berkas Anda. Silakan."

Dalam kebingungan, Dava melangkah mengikuti sekretaris itu.

Hari ini adalah pertaruhan terakhirnya.

​Di tas punggungnya yang sudah tipis, terselip surat tunggakan rumah sakit ayahnya dan lembar pendaftaran S2 yang hampir kedaluwarsa. Jika gagal mendapatkan pekerjaan ini, gagal pula kesempatan Dava untuk mengangkat derajat keluarganya dan melunasi hutang-hutang itu.

Maka, ​Dava melangkah dengan jantung berdegup kencang. Lift membawanya ke lantai paling atas. 

Begitu pintu terbuka, ia disambut oleh ruangan yang luas dengan pemandangan seluruh Jakarta dari balik jendela. Di tengah ruangan, duduk seorang pria dengan setelan jas tiga lapis yang tampak begitu mewah.

​Reinhart. Pria itu adalah definisi kesempurnaan maskulin. Rahangnya tegas, tatapannya sedingin es, dan auranya begitu mendominasi hingga kegugupan Dava semakin terasa.

​"Duduk," perintah Reinhart tanpa menoleh. Ia sibuk menatap tablet di tangannya.

​Dava duduk dengan kaku. "Terima kasih, Pak. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan wawancara ini-"

​"Aku sudah membaca riwayat hidupmu," potong Reinhart cepat. Ia akhirnya mendongak, matanya menyipit menilai Dava dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Lulusan terbaik, atletis, tidak memiliki catatan kriminal, dan... sangat butuh uang. Benar?"

​Dava menelan ludah. "Benar, Pak. Saya juga seorang pekerja keras, Pak. Saya bersedia melakukan apa saja untuk memajukan perusahaan ini."

​Reinhart menyeringai. "Bagus. Karena pekerjaan ini tidak ada hubungannya dengan 'memajukan perusahaan'."

Dava mengerutkan keningnya, sebuah refleks yang diutarakan atas ucapan Reinhart barusan.

​Reinhart berdiri, berjalan mengitari meja dan berdiri tepat di depan Dava. Ia jauh lebih tinggi dari yang terlihat di majalah. 

"Aku tidak butuh otakmu untuk berpikir di sini. Aku punya ribuan orang untuk itu. Aku butuh fisikmu. Kesehatan reproduksimu,” jelas Reinhart.

​Dava tertegun. Ia betul-betul tidak mengerti maksud pria itu.

"Maaf, Pak? Saya tidak mengerti."

​Reinhart mencondongkan tubuh, membisikkan sesuatu yang membuat darah Dava seolah berhenti mengalir. "Istriku, Aurelia. Dia cantik, bukan? Kau pasti pernah melihat fotonya di berita sosialita.”

“Tentu saja, Pak-”

“Aku ingin kau membuatnya hamil,” potong Reinhart. “Berikan aku ahli waris, dan aku akan membayar biaya S2-mu di kampus mana pun di dunia ini, ditambah sepuluh miliar rupiah tunai."

​Dava tersentak berdiri. Rencana S2-nya… Reinhart tahu? Namun bukan itu yang terpenting sekarang.

"Ini gila! Bapak bercanda, kan?" tukas Dava tidak percaya.

​"Aku tidak pernah bercanda soal bisnis," jawab Reinhart dingin. "Aku mandul. Keluarga besarku menuntut keturunan dalam satu tahun ini atau jabatan CEO-ku dicopot. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku butuh pria berkualitas, muda, dan 'bersih' untuk mengisi posisiku di tempat tidur."

​Dava mengepalkan tangannya. "Saya bukan pria bayaran, Pak! Saya datang ke sini untuk melamar kerja!"

​"Dan ini adalah pekerjaan, Dava. Pekerjaan dengan bayaran paling tinggi yang bisa didapatkan seorang 'fresh graduate' sepertimu." Reinhart berjalan ke arah jendela kaca. "Pikirkan ayahmu yang sedang sakit. Pikirkan masa depanmu."

Dava mengerjap. Dari mana pria itu tahu tentang ayahnya?

​Tepat saat itu, pintu ruangan terbuka.

​Seorang wanita masuk. Waktu seolah melambat bagi Dava.

​Itu adalah Aurelia.

​Wanita itu mengenakan gaun sutra berwarna merah marun yang sangat ketat, memeluk setiap lekuk tubuhnya yang spektakuler. Pinggangnya ramping, namun pinggul dan dadanya memberikan siluet yang mampu membuat pria mana pun kehilangan akal sehat. 

Rambut hitamnya tergerai indah, dan bibirnya yang merah merekah sedikit terbuka saat melihat ada orang asing di ruangan suaminya.

​Aurelia tidak hanya cantik, dia memiliki aura seksualitas yang alami namun elegan. Saat dia berjalan, gerakan pinggulnya menciptakan irama yang memabukkan.

​Mata Aurelia dengan cepat beralih ke Dava. Ia menatap Dava dari atas ke bawah, ada binar keingintahuan yang nakal di matanya. Ia mendekat, aroma parfum vanilla dan jasmine yang mahal langsung menyerbu indra penciuman Dava.

​"Jadi..." Aurelia menyentuh lengan jas suaminya, namun matanya tetap tertuju pada Dava. "Pria ini yang kamu ceritakan itu?"

​Reinhart memegang bahu istrinya, namun matanya menatap Dava dengan penuh kemenangan. "Ya. Namanya Dava. Dia yang akan menjagamu dan membantumu memberikan apa yang kita inginkan."

​Aurelia berjalan mendekati Dava. Jarak mereka hanya beberapa sentimeter. Dava bisa melihat betapa halusnya kulit wanita itu, dan betapa rendahnya potongan kerah bajunya yang memperlihatkan keindahan yang dicarikan setiap pria.

​Aurelia mengulurkan tangan, ujung jarinya dengan kuku merah panjang menyentuh dada Dava, tepat di atas jantungnya yang berdegup liar.

​"Tampan," bisik Aurelia pelan, hampir seperti desahan. "Tapi, apakah dia cukup kuat untuk bertahan denganku, Sayang?”

​Dava membeku. Di satu sisi, ia merasa terhina. Namun di sisi lain, melihat Aurelia sedekat ini, mencium aromanya, dan melihat bagaimana pakaian itu hampir tidak sanggup menahan bentuk tubuhnya... sesuatu di dalam diri Dava mulai memberontak.

Bagaimanapun, ia pria normal!

​Reinhart tersenyum tipis. "Itu tugasmu untuk mengujinya, Aurelia."

​Dava menatap Aurelia yang kini tersenyum penuh rahasia padanya, lalu menatap kontrak di meja.

​Reinhart menatap Dava kembali. "Kontraknya ada di meja. Tanda tangani sekarang, dan sore ini uang muka satu miliar akan masuk ke rekeningmu. Atau silakan keluar, dan biarkan ayahmu mati tanpa perawatan yang layak."

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
7 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status