author-banner
Feyaa
Feyaa
Author

Romans de Feyaa

Bunga Biru

Bunga Biru

Ia adalah bulan yang pernah padam, ia adalah laut yang menampung cahaya dari langit yang retak. Dalam tatapan Neriel Calian Merovyn, Evelune Arséline D’Amour menemukan bahwa hidup bukan tentang melupakan luka melainkan belajar tumbuh di atasnya. Dan di antara kedalaman laut dan cahaya bulan, tumbuhlah satu bunga biru: Fleur Bleue cinta yang menumbuhkan jiwa yang nyaris mati.
Lire
Chapter: Chapter 10: Pria dan Laut
Evelune berhenti berjalan.Alira yang berada beberapa langkah di belakangnya mengikuti arah pandangannya.“Kenalanmu?” bisik Alira pelan.Evelune tidak langsung menjawab.Di saat yang sama, pria itu tampaknya mendengar suara langkah mereka. Ia menoleh perlahan.Mata mereka bertemu sekali lagi.Untuk sesaat, ekspresi pria itu berubah menjadi sedikit terkejut. Namun seperti kemarin, keterkejutan itu segera digantikan oleh senyum kecil yang tenang.“Pagi lagi,” katanya.Angin laut berembus di antara mereka.Evelune mengangguk ringan.“Pagi.”Alira memandang keduanya dengan rasa ingin tahu yang tidak ia sembunyikan terlalu baik.Evelune menoleh sedikit ke arahnya.“Ini Alira,” katanya singkat.Alira mengangkat tangan kecil sebagai salam.“Alira Calliste Vervelle.”Pria itu mengangguk sopan.“Senang bertemu denganmu.”Ia kemudian memandang Evelune lagi.“Aku tidak menyangka akan bertemu lagi secepat ini.”Evelune menatap laut sebentar sebelum menjawab.“Kami hanya lewat menuju pelabuhan.”
Dernière mise à jour: 2026-03-10
Chapter: chapter 9: Pelabuhan Clairhaven
Malam semakin dalam di Clairhaven.Setelah menutup toko, Evelune kembali ke rumah kaca yang berada tepat di belakang bangunan utama. Tempat itu selalu menjadi ruang paling tenang baginya, jauh dari suara kota meskipun jaraknya tidak benar-benar jauh.Ia membuka pintu kayu dengan hati-hati. Derit kecil dari engselnya terdengar akrab, seperti sapaan yang sudah terlalu sering ia dengar.Aroma tanah lembap langsung menyambutnya.Lampu kecil yang menggantung di tengah ruangan menyinari pot-pot bunga yang tersusun rapi. Bayangan daun dan kelopak bergerak pelan di dinding kaca setiap kali angin malam menyentuh permukaannya.Evelune menggantung mantelnya lalu berjalan menuju meja kayu di dekat jendela.Di sanalah mawar merah itu masih berada.Kelopaknya terbuka sedikit lebih lebar dibanding pagi tadi. Warnanya tetap pekat, kontras di antara bunga-bunga putih dan biru yang memenuhi rumah kaca.Ia mengganti air di dalam vas dengan yang baru, seperti yang selalu ia lakukan setiap malam.Gerakann
Dernière mise à jour: 2026-03-10
Chapter: Chapter 8: Toko Bunga
Pagi terus bergerak perlahan di Clairhaven. Cahaya matahari yang semakin tinggi menyelinap melalui kaca jendela toko, memantul pada vas-vas bening dan membuat kelopak bunga tampak lebih hidup dari biasanya.Evelune berdiri di meja kerja, menata beberapa tangkai peony putih yang baru saja ia keluarkan dari ruang penyimpanan. Tangannya bergerak pelan namun terlatih, seperti seseorang yang telah melakukan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun.Di sisi lain ruangan, Alira sedang membersihkan etalase depan. Ia mengelap kaca dengan kain lembut, sesekali bersenandung kecil tanpa melodi yang jelas.Suasana toko terasa tenang.Hanya ada suara batang bunga yang dipotong, kertas pembungkus yang digesek perlahan, dan angin pagi yang masuk melalui celah jendela.“Lun,” panggil Alira tiba-tiba.Evelune mengangkat wajah sedikit. “Ya?”“Aku baru ingat sesuatu.” Alira berhenti mengelap kaca. “Besok pagi ada pasar bunga di pelabuhan. Petani dari luar kota biasanya memb
Dernière mise à jour: 2026-03-09
Chapter: Chapter 7: Keluarga Vervelle
Pintu toko kembali terbuka beberapa saat setelah pelanggan terakhir pergi.Lonceng kecil berdenting pelan.Evelune tidak langsung menoleh. Ia masih merapikan beberapa tangkai hydrangea di meja kerja, menyusun kelopak-kelopak yang sedikit jatuh agar kembali terlihat rapi.Namun langkah kaki yang masuk terdengar sangat familiar.Ringan, sedikit cepat, dan selalu berhenti tepat dua langkah dari meja kerja.“Kalau kau merapikan bunga sepelan itu, kita bisa tutup toko sebelum semuanya selesai.”Suara itu membuat Evelune akhirnya menoleh.Alira Calliste Vervelle berdiri di dekat pintu dengan senyum tipis di wajahnya. Rambut cokelatnya yang panjang diikat sederhana, dan keranjang kecil berisi beberapa tangkai bunga liar tergantung di lengannya.“Pagi,” ujar Alira santai.“Pagi,” jawab Evelune.Alira berjalan masuk lebih jauh ke dalam toko, meletakkan keranjangnya di meja kerja tanpa banyak bicara. Ia mulai mengeluarkan bunga-bunga kecil berwarna ungu
Dernière mise à jour: 2026-03-07
Chapter: Chapter 6: Fleur Bleue
Jalan setapak yang menurun menuju Clairhaven masih sepi ketika Evelune berjalan pulang. Matahari mulai naik perlahan, mengubah kabut tipis menjadi cahaya lembut yang menyelimuti kota. Rumah-rumah kecil dengan atap batu tampak mulai hidup satu per satu. Beberapa jendela terbuka, dan suara langkah orang-orang yang memulai hari mereka mulai terdengar dari kejauhan. Namun pikiran Evelune masih tertinggal di tebing. Bukan pada percakapan mereka. Melainkan pada kesunyian yang terasa berbeda dari biasanya. Ia sudah sering datang ke sana, sering berdiri sendiri memandang laut tanpa ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Laut selalu menjadi tempat ia menyimpan pikirannya yang paling sunyi. Tapi pagi ini, seseorang berdiri di sana bersamanya. Dan anehnya, ia tidak merasa perlu pergi. Langkahnya melambat ketika ia memasuki jalan utama kota. Aroma roti hangat dari toko roti di sudut jalan menyebar ke udara. Seorang anak kecil berlari melewati dengan tas sekolah yang hampir terlalu
Dernière mise à jour: 2026-03-06
Chapter: Chapter 5: Fajar Laut
Langkah Evelune menyusuri jalan berbatu yang mengarah ke tebing terasa lebih ringan dari biasanya. Pagi masih muda; cahaya matahari belum sepenuhnya menghangatkan kota kecil Clairhaven. Kabut tipis menggantung di antara rumah-rumah, seolah menunda dunia untuk benar-benar terjaga. Udara laut membawa aroma asin yang lembut. Setiap kali ia berjalan ke arah ini, Evelune selalu merasa seperti sedang mendekati sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Bukan sekadar laut. Lebih seperti ruang luas tempat pikirannya bisa bernapas. Suara ombak mulai terdengar lebih jelas ketika ia tiba di jalan kecil yang menanjak menuju tebing. Rumput-rumput liar di sisi jalan masih basah oleh embun, dan angin pagi membuat ujung-ujungnya bergetar halus. Ia berhenti sejenak di puncak. Laut terbentang luas di hadapannya, berwarna biru pucat yang perlahan berubah terang saat matahari naik lebih tinggi. Permukaan air tampak tenang, hanya sesekali terpecah oleh gelombang kecil yang bergerak menuju ba
Dernière mise à jour: 2026-03-06
Vous vous intéresseriez aussi à
Tiba-Tiba Menikah!
Tiba-Tiba Menikah!
Romansa · PHANTOM
9.7K Vues
Can is mine
Can is mine
Romansa · AkaraLangitBiru
9.7K Vues
Gadis Yang Kunodai
Gadis Yang Kunodai
Romansa · Purwa ningsih
9.7K Vues
Taken By You
Taken By You
Romansa · Yuyun Batalia
9.7K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status