LOGIN"Hanif menawarkanmu di ranjangku sebagai imbalan karena aku sudah memberinya promosi jabatan. " "Itu tidak mungkin!" Kimmy menggeleng tidak percaya. "Kami sudah bertunangan, kami akan menikah, tahun depan." "Dia hanya menawarkan mu untuk satu hari satu malam." Tristan mendekat. "Sebenarnya itu bukan masalah, kau cukup menemaniku sampai aku selesai dan kau boleh pergi, dia juga akan tetap menikahi mu." Baru kali ini Kimmy benar-benar ingin menangis. "Ini akan menyenangkan dan cukup hanya kita berdua yang tahu, " bisik Tristan ketika mereka ternyata sudah cukup dekat. "Tinggal kau tanggalkan pakaianmu dan aku juga akan melakukan hal yang sama."
View MoreHanif, Kimmy, dan Tristan duduk di beranda sambil menyaksikan anak-anak yang sibuk bermain dengan kuda poni. Al juga sudah lama tidak bertemu Sofia, nampaknya mereka juga sudah sangat rindu hingga sepertinya belum mau berpisah ketika Hanif hendak mengajak putrinya untuk pulang. "Menginaplah, Bang, mereka sudah lama tidak bertemu biarkan lebih puas bermain dulu." Tristan juga menawarkan kamar tamu yang dekat dengan kamar putranya di lantai dua, karena Al juga merengek ingin tidur bersama bang Hanif. Dulu Kimmy memang sering membiarkan putranya menginap di tempat Bang Hanif jika dirinya sedang bepergian untuk pekerjaannya. Meski bukan darah dagingnya sendiri tapi Hanif tetap menyayangi Al seperti putranya dan bocah laki-laki itu juga sudah biasa bermanja-manja padanya sejak bayi. Bang Hanif akhirnya setuju untuk kembali ke hotelnya beso
Menjelang akhir musim semi udara malam terasa semakin hangat, bercinta bisa menjadi kegiatan yang semakin menyenangkan karena mereka tidak perlu merasa khawatir bakal menggigil kedinginan meskipun tidur tanpa pakaian sampai pagi. Tristan sengaja membuka semua pintu balkon dan membiarkan udara malam ikut masuk menemani mereka berdua bergelung dalam gairah. Kimmy sudah terasa begitu lembut dan manis, menyambut dengan antusias setiap sentuhannya dengan begitu menyenangkan. Lenguhan rendahnya terlalu menggoda untuk di abaikan, Tristan tahu di mana wanita itu paling suka untuk di sentuh dan di manjakan. Tristan kembali menekan pinggul Kimmy yang sedikit terangkat karena sama-sama sedang tidak sabar ingin segera diselesaikan."Sabar, Sayang." Tristan baru saja hendak memasukinya ketika tiba-tiba Kimmy menjentikkan jari menyuruhnya untuk berhenti.
Sudah hampir tengah malam ketika hujan akhirnya reda, Kimmy dan Tristan sampai harus mengendap-ngendap masuk kerumah mereka sediri seperti pencuri yang takut tertangkap basah. Tristan membawa Kimmy melewati tangga putar dari samping menara ruang kerja kakeknya. Dari situ ada lorong sempit yang akan berujung pada pintu darurat dari kamarnya. Bahkan Kimmy sendiri tidak tahu jika ada pintu keluar lain dari kamar mereka. Karena jarang di lewati jadi lorongnya gelap tanpa penerangan dan agak berdebu. Belum apa-apa Kimmy sudah terbersin-bersin dan membuat Tristan menciumnya kemudian tertawa."Jangan berisik nanti kita ketahuan" seolah mereka berdua benar-benar remaja nakal yang sedang menyusup keluar dari kamar.Kimmy terbersin lagi dan Tristan menciumnya sekali lagi sebelum buru -buru menarik Kimmy melewati lorong.
"Siapa Arneta Seymour?" tanya Tristan pada Philippe yang baru duduk di depannya. "Maaf Tuan, apa maksud Anda?" Kelihatanya Phillippe langsung panik dengan pertanyaan mengejutkan tersebut, apa lagi dengan cara Tristan menatapnya kali ini. Mereka sedang berada di ruang kerja tuan Murai yang pastinya Tristan juga tidak sedang main-main sampai sengaja memanggilnya kemari. "Wanita yang dimakamkan tepat di sebelah kakekku." "Dia putri Sharlote," gugup Phillippe. "Apa hubungannya dengan kakekku?" Tristan tidak bodoh dan tahu jika kakeknya tidak akan menempatkan orang sembarangan di sebelahnya. Philippe merasa jika dirinya semak
Kimmy langsung di ijinkan pulang karena memang dia sama sekali tidak mengalami cidera serius. Bang Hanif juga langsung balik ke Singapore sore harinya karena pekerjaanya juga sedang tidak bisa di wakilkan pada siappaun. Tiap kali memikirkan bang Hanif
Kimmy baru menyadari ada sesuatu yang aneh ketika taksi yang ditumpanginya berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit. Ia kembali memeriksa kartu nama di tangannya. Alamatnya benar. Tetapi... Ini bukan kantor. Kimmy mendongak perlahan. Gedung itu menjulang tinggi dengan fasad kaca ber
BAB 4 PHK Pagi itu Kimmy datang ke kantor dengan perasaan yang aneh. Baru semalam ia berada di sebuah klub elite yang dipenuhi orang-orang sukses, lampu kristal, pakaian mahal, dan percakapan tentang proyek bernilai miliaran rupiah. Lalu pagi ini... Ia kembali duduk di kursi kerjanya yang mulai
BAB 3 PESTA Kimmy berdiri di depan cermin untuk ketiga kalinya. Berputar memperhatikan gaun merah yang membalut tubuhnya. Entah kenapa ia masih merasa tidak yakin akan berani keluar dengan gaun seperti itu. Gaun satin itu sederhana, tetapi potongannya sangat pas di tubuh, sehingga menonjolkan ti






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore