author-banner
Rabecca Keegan
Rabecca Keegan
Author

Novelas de Rabecca Keegan

Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi

Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi

Selalu dihina mandul dan tak pernah disentuh selama tiga tahun menikah, Nadia malah memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Tidak terima harga dirinya diinjak-injak , Nadia mendatangi Sagara, dokter kandungan sekaligus mantan kekasihnya di masa lalu. Sagara membongkar fakta mengejutkan, bahwa rahim Nadia sehat, masalahnya dia hanya tidak pernah terpuaskan di ranjang. "Aku mau cepat hamil, Sagara," isak Nadia. "Kalau begitu, mari kita lakukan sekarang. Aku akan berikan kepuasan yang suamimu abaikan," balas Sagara, mengunci tubuh Nadia di atas ranjang periksa."
Leer
Chapter: Bab 61 Hukuman Kecil Nadia
Aku merasa bahwa kehadiran Sagara masih memengaruhiku lebih dari yang ingin kuakui. Aku segera mengalihkan pandangan. Berusaha mengabaikan pikiran itu sebelum akhirnya nanti berkembang lebih jauh. Malam sudah semakin larut. Udara malam terasa lebih dingin dibanding sebelumnya. Namun anehnya, aku tidak terlalu merasakan dinginnya udara malam ini. Mungkin karena sejak tadi aku berada dalam gendongan Sagara. Atau mungkin karena pikiranku yang terlalu sibuk memikirkan banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Perjalanan menuju apartemen dilalui dalam keheningan. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada candaan. Hanya suara langkah kaki Sagara yang terdengar teratur di sepanjang koridor menuju gedung apartemen. Sesekali aku mencuri pandang ke arah wajah Sagara. Pria itu terlihat tenang. Bahkan terlalu tenang. Seolah kejadian yang baru saja terjadi hanyalah gangguan kecil yang tidak perlu dipikirkan. Namun aku tahu itu tidak benar. Aku masih mengingat bagaimana rahangnya me
Última actualización: 2026-06-16
Chapter: Bab 60 Aksi Penyelamatan
Sagara.Aku hampir tidak mengenalinya.Biasanya pria itu selalu terlihat santai.Kadang menyebalkan.Kadang seperti anak kecil yang tidak pernah serius menghadapi apa pun.Namun saat ini berbeda.Sorot matanya dingin.Sangat dingin.Pria yang tadi menggodaku masih mengumpat sambil memegangi dahinya yang berdarah."Ayo keluar! Jangan sembunyi kayak pengecut!"Sagara melangkah maju dari balik kerumunan.Setiap langkahnya terasa berat.Tatapannya tidak pernah lepas dari pria itu."Aku yang lempar."Suasana mendadak hening.Pria itu menatap Sagara dari atas ke bawah lalu tertawa mengejek."Oh, pahlawan datang ternyata."Sagara tidak menjawab.Ia hanya berhenti beberapa langkah di depanku.Posisinya seolah sengaja menutupi tubuhku.Melindungiku."Pergi."Suaranya datar.Namun justru itu yang membuat bulu kudukku meremang.Pria tersebut mendengus."Kalau nggak mau gimana?"Sagara menatap darah yang mengalir di kening pria itu."Lain kali yang kena bukan batu."Kerumunan mulai berbisik-bisik
Última actualización: 2026-06-16
Chapter: Bab 59 Digoda Pria Asing
Disebut pacar oleh Sagara membuatku tersenyum kecil. Meski begitu, hingga saat ini aku masih belum benar-benar tahu mana Sagara yang sebenarnya. Apakah dia yang dewasa dan selalu bersikap tenang? Atau Sagara yang terkadang berpikiran mesum dan suka menggodaku? Atau justru Sagara yang seperti anak kecil, yang selalu membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya?Aku menikmati suasana di sini. Selain karena tempat ini menyimpan banyak kenangan masa sekolahku, di sinilah aku merasa bisa menjadi diriku sendiri tanpa perlu berpura-pura menjadi siapa pun.Sagara yang tidak pernah membandingkanku dengan siapa pun membuatku merasa nyaman berada di dekatnya. Bersamanya, aku tidak perlu menjadi sempurna.Sayangnya, realita kehidupan kembali menyeretku pada kenyataan yang tidak bisa kuhindari.Aku sudah memiliki suami."Kenapa harus seperti ini, Tuhan?" batinku lirih. "Kenapa perasaan yang seharusnya tidak pernah ada justru membuatku berjalan semakin jauh?"Aku memandang punggung Sagara yang berdir
Última actualización: 2026-06-12
Chapter: Bab 58 Menikmati Suasana Pagi
Sagara tertawa melihatku seperti ini. Cairannya keluar tepat di depan wajahku, membuatku langsung memejam refleks sambil menggerutu kesal. Aku buru-buru mencari tisu di sekitar ranjang. Tanganku meraba meja kecil di samping tempat tidur hingga akhirnya menemukan sekotak tisu yang entah sejak kapan berada di sana. Dengan cepat aku membersihkan wajahku yang terasa lengket. Sialnya, sedikit cairan Sagara malah menempel ke bibirku. Tanpa sadar aku menjilatnya pelan. Asin. “Dasar…” gerutuku lirih sambil meringis jijik. Sagara malah tertawa semakin keras melihat ekspresiku yang kacau seperti itu. Aku lalu bangkit dari ranjang lalu berjalan cepat menuju toilet. Wajahku kubasuh berkali-kali dengan air dingin sampai rasa lengket itu perlahan menghilang. Namun entah kenapa, wajahku justru terasa semakin panas saat mengingat kejadian barusan. Memalukan sekali. Setelah merasa sedikit lebih tenang, aku keluar dari toilet sambil mengusap wajah menggunakan handuk kecil. Sagara masih berada
Última actualización: 2026-05-26
Chapter: Bab 57 Hampir
“Kamu gila, Saga,” ucapku sambil menghempaskan tubuh Sagara pelan. Sagara langsung manyun mendengar ucapanku. Entah kenapa ekspresi itu malah terlihat lucu di mataku. Sangat berbeda dengan sikap dingin dan dominannya selama ini. Kalau sudah seperti ini, dia benar-benar terlihat seperti anak kecil yang tidak dituruti keinginannya. Tanpa banyak bicara, Sagara kembali menggendongku dan membawaku naik ke atas ranjang. Gerakannya cepat, seolah takut aku kembali kabur darinya. Aku memekik pelan ketika tubuhku kembali jatuh di atas kasur empuk itu. Sagara langsung mendekat, mencium bibirku tanpa memberi kesempatan untuk protes. Ciumannya dalam dan menuntut, membuat hasrat yang sedari tadi kutahan perlahan mulai runtuh. Aku menggigit bibir bawahnya pelan. “Sakit, Nad,” keluhnya sambil melepaskan ciuman kami beberapa detik. Aku hanya terkekeh kecil melihat wajah protesnya. Jujur saja, aku tidak ingin mengulangi kesalahanku lagi. Cukup hubungan terlarang yang selama ini kami lakukan dia
Última actualización: 2026-05-21
Chapter: Bab 56 Permintaan Sagara
Aku kembali menunduk, memainkan sendok di dalam mangkuk soto yang kuahnya mulai dingin. Entah kenapa suasana di ruangan ini terasa aneh bagiku. Tenang… tapi juga membuat jantungku berdetak tidak karuan. Sagara masih duduk di depanku sambil memperhatikanku diam-diam. Tatapannya tidak lagi setajam tadi, namun aku tahu laki-laki itu masih menahan emosinya. “Aku jadi pengen mukul suamimu,” gumamnya tiba-tiba. Aku langsung menatapnya cepat. “Jangan aneh-aneh deh, Saga! Nanti malah jadi masalah.” Sagara hanya mendengus kesal. Ia bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju balkon dan membuka pintunya lebar-lebar. Udara malam langsung masuk, dingin dan menusuk kulit. Namun anehnya, keberadaan Sagara justru membuat hawa dingin itu terasa lebih hangat. “Jangan sampai aku tahu kamu sakit hati lagi gara-gara suamimu, Nad,” ucapnya sambil membelakangiku. “Aku nggak peduli kalau nantinya aku harus baku hantam sama dia karena kamu nangisin dia lagi.” Aku menatap punggungnya yang lebar. Bahun
Última actualización: 2026-05-21
También te puede gustar
Tobat Terakhir Istri Kedua
Tobat Terakhir Istri Kedua
Urban · Hawa Hajari
4.5K vistas
DERITA IBUKU SAAT AKU MENJADI TKW
DERITA IBUKU SAAT AKU MENJADI TKW
Urban · Jingga Rinjani
4.5K vistas
Gembel Elit
Gembel Elit
Urban · Mas pur
4.5K vistas
Madu Membawa Racun
Madu Membawa Racun
Urban · ShilaKurnia
4.4K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status