Chapter: BAB 12Alex duduk di balkon penthouse miliknya. Di tangannya tab miliknya sedang terbuka, menampilkan email yang baru saja dia terima dari Theo.Alex membaca dengan seksama file yang berisi informasi tentang Raya yang tadi dimintanya pada Theo. Sama sekali tidak ada hal yang spesial di sana.Isinya sama persis seperti yang Theo ceritakan tentang gadis itu sebelumnya. Tinggal di kamar kost kumuh yang jauh dari pusat kota tanpa memiliki satu pun kerabat yang masih hidup. Rasanya Alex tidak percaya ada orang dengan kehidupan semalang itu.Membaca file itu benar-benar membosankan bagi Alex. Dia sempat berpikir, apa gadis itu tidak bisa menikmati hidup? Jadwal kesehariannya benar-benar hanya kantor dan kost. Apa dia sama sekali tidak punya teman? Miris sekali hidupnya.Baru sedetik yang lalu Alex mengasihani hidup Raya, pemikiran pria itu berubah seketika saat mengingat kalau hidup Raya tidak semenyedihkan itu. Alex lupa kalau Raya mungkin terbiasa bersama Bagaskara.Meski t
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: BAB 11Raya mengetuk pelan pintu ruangan dokter Andrew. Saat terdengar suara yang mempersilahkannya untuk masuk, Raya membuka pintu dan mendorongnya pelan.“Duduk, Raya.” Dokter Andrew mempersilahkan Raya untuk duduk di depannya.Tatapan dokter Andrew tertuju pada kertas-kertas di tangannya yang Raya yakini rekam medis milik Aurel. Raya memperhatikan mimik dokter Andrew yang tampak serius. Seketika rasa khawatir menyergap Raya. Apa sesuatu yang buruk telah terjadi.Dokter Andrew menutup lembaran kertas di tangannya, atensinya kini terfokus pada Raya. Sebelum berbicara, dokter Andrew berdehem sesaat.“Begini, Raya…” Dokter Andrew menjeda kalimatnya. “Seperti yang kita tahu, kardiomiopati yang diderita Aurel merupakan kardiomiopati dilatasi. Dan itu merupakan jenis kardiomiopati yang terparah. Dimana bilik kiri jantung membesar sehingga kemampuan jantung memompa darah menjadi berkurang yang berpotensi menyebabkan gagal jantung, gangguan katup jantung, penggumpalan darah di ja
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: BAB 10Di dalam toilet Raya membersihkan dirinya dari sisa-sisa cairan yang tadi dia keluarkan. Rasa lengket di bagian bawah sana membuatnya merasa tidak nyaman. Setelah selesai Raya merapikan kembali pakaiannya.Raya menatap wajahnya pada pantulan cermin. Dia baru menyadari lipstiknya berantakan. Matanya juga sembab. Pantas saja tadi Theo memandangnya dengan penuh kebingungan. Kemudian dia mencuci wajahnya dan memoleskan lipstik kembali agar tidak tampak pucat. Raya menatap cermin sekali lagi. Memastikan penampilannya sudah tidak kacau seperti sebelumnya.Raya menarik nafas pelan sebelum keluar dari toilet. Berharap dirinya tidak akan kembali berpapasan dengan Theo di depan lift. Terlebih Alex. Dia belum siap untuk bertemu pria itu. Bukan karena dia takut atau lemah. Bukan. Tapi karena dia masih muak dengan atasannya itu.Raya berjanji pada dirinya sendiri tidak merutuki kebodohannya lagi. Dia juga tidak akan menangisi kejadian tadi lagi. Tidak akan. Apalagi setelah dia berhas
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: BAB 9Alex menatap takjub wajah Raya saat gadis itu tengah diliputi kepuasaan. Kepalanya yang mendongak dengan bibir yang terbuka, entah kenapa tampak sangat menakjubkan di mata Alex. Nafas Raya masih memburu, dadanya naik turun. Menambah kesan seksi gadis itu di mata Alex.Alex tahu, sejak dulu dibalik dandanan cupu gadis itu tersimpan kecantikannya yang luar biasa. Tapi dia sama sekali tidak menyangka kalau kecantikan Raya bisa meningkat berkali-kali lipat saat gadis itu tengah dilanda gelombang orgasme.Alex menelan ludah. Rasanya dia ingin kembali menciumi seluruh bagian wajah Raya sekarang. Melanjutkan permainan mereka lebih dari ini. Dia membayangkan akan seperti apa rasanya miliknya yang setelah sekian lama tertidur menemukan kembali tempat untuk dimasuki. Akan seperti apa rasanya jika dia terbenam di dalam pusat Raya? Pasti akan luar biasa. Dia akan membisikkan di telinga gadis itu betapa cantiknya dia saat berada di tengah gelombang kepuasan usai mereka selesai melakukann
Last Updated: 2026-02-17
Chapter: BAB 8Pegangan Alex pada rambut Raya terlepas, berganti dengan menahan tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka. Sebelah tangannya lagi menahan punggung gadis itu, membuat tubuh mereka semakin menempel.Raya yang diperlakukan seperti ini oleh Alex terus berontak, mencoba melepaskan diri dari atasannya yang entah sedang kerasukan apa. Tapi tenaganya yang tidak sebanding dengan Alex membuat semua gerakannya seolah sia-sia. Bukannya melepaskan Raya, Alex justru memperdalam ciuman mereka.Ciuman Alex kasar, penuh tuntutan dan emosi. Digigitnya kasar bibir bawah Raya yang membuat gadis itu melenguh. Kesempatan itu digunakan Alex untuk memasukan lidahnya ke mulut gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka. Lidah Alex menjelajahi mulut Raya, mengabsen deretan gigi gadis itu tanpa memberi kesempatan baginya itu untuk bernapas.Tubuh Raya yang semula memberontak pun sekarang melemas. Dia menyerah dengan semua perlakuan Alex padanya. Ditambah dengan nafasnya yang hampir habis, m
Last Updated: 2026-02-16
Chapter: BAB 7Di kamar yang baru saja ditinggalkan Alex, Bianca berteriak kencang. Selalu saja seperti ini. Seharusnya dia tidak perlu percaya pada Alex yang meminta maaf padanya. Seharusnya sejak awal pria itu mengangkat tubuhnya ke atas pangkuannya dia menampar pria itu. Tapi bukannya marah dia malah dengan murahannya menuruti perintah Alex.“Bajingan!” Desisnya.Sampai kapanpun dia tidak akan pernah melupakan kejadian ini. Selama ini dia memang mengejar Alex, tapi baru kali ini dia bertingkah seperti jalang di hadapan pria itu. Hanya karena Alex meminta maaf dan tiba-tiba melakukan kontak fisik dengannya dia langsung bergerak liar. Memalukan!Dia memang bukan gadis perawan. Tapi merendahkan diri dihadapan pria seperti tadi tidak pernah Bianca lakukan sebelumnya. Justru para pria lah yang mengejar-ngejarnya selama ini. Tapi tidak ada satupun dari pria-pria itu yang bisa membuat Bianca menginginkan mereka selama ini. Selain kepuasan yang mereka berikan tentu saja.Mengingat kepua
Last Updated: 2026-02-15