LOGINAlex mendapati Bagaskara, salah satu karyawan di perusahaannya melakukan penggelapan dana. Dan ternyata, Naraya, gadis berpenampilan cupu yang menjadi sekretarisnya menerima aliran dana hasil penggelapan tersebut. Mendapati kenyataan tersebut bukannya marah Alex justru merasa ini kesempatan baginya untuk mencari tahu alasan dibalik tatapan penuh kebencian yang selama ini gadis itu tunjukkan padanya. Tapi terlepas itu dari itu semua, Alex juga menemukan obat penyembuh bagi penyakit yang diidapnya sejak bertahun-tahun yang lalu. Bersama Naraya, gadis kumal yang berpenampilan cupu, "aset berharga" Alex yang selama ini tertidur akhirnya bisa bangun kembali.
View MoreTepat jam makan siang rapat yang dilakukan bersama para pemegang saham akhirnya selesai. Di dalam ruangan Alex, Raya sudah mempersiapkan makan siang untuk atasannya itu sesuai dengan apa yang dia pesan sebelumnya.“Siang, Tuan. Semua sudah tersedia sesuai dengan yang Anda pesan.” Raya melapor pada Alex saat pria itu melewati meja kerjanya untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.“Bagus. Apa Theo belum ada kabar juga?” Tanya Alex serius.Ketegangan yang terjadi di ruang rapat membuat Alex enggan menguji mental sekretaris cupunya.“Baru saja tiba, Tuan. Dia sudah menunggu Anda di dalam.”Tanpa menjawab apapun Alex berjalan cepat menuju ruangan. Bahkan pria itu menutup pintu dengan setengah membanting saking sudah tidak sabarnya untuk mendengar berita yang akan disampaikan oleh asistennya itu. Raya yang masih berdiri di tempatnya hanya bisa mengelus dada.“Jadi, informasi apa yang kau bawa padaku Theo?”“Maaf atas keterlambatan saya, Tuan. Ini semua data yang An
Alex meneguk kembali minuman beralkohol di tangannya. Entah sudah gelas keberapa yang dihabiskannya, tapi sama sekali belum mampu menghilangkan kesadaran pria itu. Hingar bingar musik yang berdentum pun tidak membuatnya merasa pusing, seolah kondisi seperti ini adalah hal yang biasa baginya.Di samping kanannya, seorang wanita yang berpakaian kurang bahan bergelayut manja sambil mengelus dadanya yang entah sejak kapan terbuka. Dua kancing teratas kemejanya sudah terlepas. Sementara di sebelah kirinya, seorang wanita dengan pakaian yang tak kalah minim tengah menciumi telinga Alex sambil tangannya meraba paha pria itu.Alex kembali meneguk minumannya. Di seberangnya, Reynald, teman yang datang bersamanya ke klub ini sudah asyik bercumbu dengan seorang wanita yang Alex yakini baru ditemui pria malam ini. Alex menggelengkan kepala melihat Reynald yang sudah tenggelam dalam pusaran gairah dengan gadis yang baru saja ditemuinya.“Kamu nggak ingin seperti mereka, beib?” Wanita
Raya mengerjapkan mata perlahan. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali. Suasana yang gelap membuatnya kesulitan untuk menyesuaikan penglihatan. Tangannya meraba-raba untuk mencari keberadaan ponsel. Saat tak juga menemukan benda pipih itu Raya menegakkan tubuhnya, memaksa kesadarannya untuk segera pulih. Suara getaran menjadi petunjuk baginya untuk menemukan keberadaan ponselnya. Tapi belum sempat Raya menerimanya, panggilan itu sudah lebih dulu mati. Raya mengerang saat melihat jam yang menunjukkan hampir pukul setengah sembilan malam. Kedua tangannya memukul pelan kepala, merutuki kecerobohannya. Seingatnya, tadi sebelum tidur dia baru keluar dari ruangan atasannya. Astaga! Apa bosnya sudah pulang? Kalau melihat situasi kantor yang sudah gelap dan sepi, pastilah bosnya itu sudah tidak berada di ruangannya. Apa bosnya itu melihatnya tertidur? Berapa lama dia tertidur? Kenapa bosnya tidak membangunkannya? Tega sekali pria itu. Dan apa petugas yang menjaga gedung ha
Alex berjalan cepat memasuki ruangannya. Asisten pribadinya, Theo, mengikuti langkahnya dengan tergesa di belakang. Begitu sampai di ruangan Alex menghempaskan tubuh ke kursi kebesarannya. “Apa penyebabnya?” Suara bariton Alex terdengar. “Kecurangan yang dilakukan orang dalam, Tuan. Ada selisih data yang besar di laporan yang mereka sampaikan. Tim audit baru saja memastikannya.” “Kurang ajar!” Ucap Alex. Rahangnya mengeras. Matanya tampak mengkilap, memancarkan kemarahannya yang begitu besar. Tangan Alex yang tadi memegang dagu kini mengepal kuat. Siapapun bisa melihat kalau pemilik sekaligus pemimpin Lexaya Group itu sedang marah. “Seberapa besar kerugian perusahaan?” Tambahnya. “Untuk saat ini tim audit melaporkan angka selisih sebesar satu setengah milyar rupiah.” Jawab asistennya cepat. “Namun mereka masih terus melakukan pengecekan untuk memastikan jumlah pastinya.” Satu setengah milyar? Dahi Alex berkerut heran. Bukan soal nominalnya. Alex bisa memastikan kalau per
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.