Chapter: Bagian 106: Kebahagiaan yang TerusikRaut wajah Rayyan yang tadinya sumringah, mendadak pucat pasi dalam hitungan detik. Senyum manis yang baru saja tersungging pada Alana lenyap seketika, terganti oleh tatapan mata yang sangat dingin hingga mengubah suasana. Ia mengambil ponselnya dengan jemarinya bergerak secepat kilat dengan menekan tombol darurat yang langsung terhubung dengan satelit pusat Vanguard. Alana yang tubuhnya masih dibalut selimut bisa merasakan perasaan khawatir Rayyan. "Ada apa, Rayyan. Apa maksud pesan itu? Kenapa dengan Leo?" Suara Alana terdengar bergetar hebat. "Tidak. Kamu tetap disini, jangan kemana-mana sampai aku kembali ke ruangan ini. Mengerti!" Suara Rayyan terdengar sangat tegas, seolah tak menerima penolakan. Ia bergegas memakai kemejanya dengan tidak karuan dan mengambil pistol yang ia taruh di bawah laci meja kerjanya. Rayyan berlari keluar ke halaman belakang. Pikirannya terus dipenuhi oleh foto Leo yang di potret dari jarak jauh. Rayyan yakin, itu bukan sekadar kebetulan. Melainkan it
最終更新日: 2026-05-04
Chapter: Bagian 105: Pagi yang Cukup MembahagiakanAlana masih terpaku di kursi, menatap punggung Rayyan yang perlahan menghilang di balik pintu kayu jati ruang kerjanya. Pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan tentang kunci perak yang terjatuh. Akan tetapi, rasa tidak percaya nya membuat Alana mengabaikan itu semua. Ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri untuk memberikan semua kepercayaan nya pada Rayyan. Pria yang sudah bertaruh nyawa untuknya dan putra semata wayangnya.Untuk mengusir rasa curiganya pada Rayyan, Alana melangkah ke halaman belakang, mengawasi Leo yang sedang tertawa riang mengejar beberapa kupu-kupu yang singgah bersama bibi pengasuh. Tawa Leo membuat Alana merasa separuh bebannya luruh. Alana membiarkan Leo bersenang-senang setelah beberapa pekan terlibat pertikaian serius dengan ayahnya. Alana sendiri menyusul Rayyan. Bukan untuk mencari tau, tapi karena hatinya sudah sangat merindukan pria itu setelah berpisah lama.Alana mengetuk pintu ruang kerja Rayyan perlahan. Karena tak ada jawaban setelah ditunggu lama, i
最終更新日: 2026-05-03
Chapter: Bagian 104: Sisa Kenangan IndahRayyan memapah Alana pelan kembali masuk ke dalam rumah. Begitu pintu teras tertutup, suasana dari rumah ditambah api unggun menambah kehangatan di rumah sederhana itu. Rayyan tidak langsung melepaskan Alana, melainkan menuntun pelan ke kamarnya yang terletak di samping kamar Leo."Silakan, istirahat yang nyenyak, Alana. Karena aku tidak ingin melihat wajah mu seperti zombie besok pagi." Perintah Rayyan sambil memutar knop pintu kamar yang sudah tertata rapi.Begitu Alana masuk, bau lavender yang menenangkan pun menelusuri indra penciuman nya. Menenangkan kondisi saraf-saraf nya yang sempat tegang berhari-hari. Alana kemudian duduk di tepi ranjang yang sangat empuk. Netranya menelusuri setiap inci tubuh Rayyan yang saat ini sedang sibuk memeriksa kunci jendela dan memastikan pemanas dalam kamar berfungsi sebagaimana mestinya. Perhatian kecil itu membuat Alana semakin merasa diperlakukan selayaknya manusia."Ray," panggil Alana pelan.Sang empunya pun menoleh, menghentikan sejenak semu
最終更新日: 2026-05-03
Chapter: Bagian 103: Perhiasan MalamMobil SUV hitam yang ditumpangi keduanya pun berhenti di depan sebuah rumah bergaya kolonial yang terletak di lokasi tersembunyi di balik rimbunnya pohon pinus di pinggiran kota Sentara. Rumah ini bukan mansion milik Laurent, melainkan rumah kedua milik Rayyan dimana yang mengetahui lokasi rumah ini hanyalah orang-orang kepercayaan Vanguard.Rayyan dengan lembut mengecup kening Alana. "Sudah sampai, Sayang," bisik Rayyan lembut.Mendapat perlakuan tersebut, Alana membuka matanya perlahan. Tubuhnya masih terasa lemas, tapi beban yang dipikulnya seolah menguar ketika melihat gerbang kayu rumah terbuka. Rayyan turun terlebih dahulu, kemudian menghampiri mobil tenaga medis yang membawa Leo dengan gerakan yang sangat lembut. Waktu itu, kondisi Leo sudah terlelap tidur.Rayyan mengabaikan kondisi nya sendiri akibat luka yang diperoleh nya beberapa waktu lalu, ia justru mengulurkan tangan satunya untuk membantu Alana keluar dari mobil. "Masuk dulu ya. Aku sudah minta bibi untuk menyiapkan a
最終更新日: 2026-05-02
Chapter: Bagian 102: Tanda pada Pergelangan Tangan"Sebaiknya, turunkan senjatamu, Rayyan. Kau tidak menginginkan Leo melihat ayahnya menjadi pembunuh tepat di depan matanya, bukan?" Suara Adrian terdengar sangat tenang dan tanpa beban. Meski Laras pistol anak buah Rayyan masih lurus ke jantung pasukannya. Ia tak bergerak sedikitpun untuk membalas provokasi tersebut. Ia justru melirik Leo yang masih mematung di antara keduanya. Wajah kecilnya tampak kebingungan dan ketakutan. Rayyan tak bergeming. Netranya menatap tajam Adrian dengan kebencian yang mendalam. Akan tetapi, pandangannya seketika melemah ketika beralih pada Leo. Dengan menarik napas panjang, Rayyan memberikan isyarat pada semua pasukan Vanguard untuk menurunkan senjata mereka. "Aku datang hanya untuk menjemput apa yang seharusnya menjadi milik ku. Bukan untuk bermain denganmu," desis Rayyan dan langkahnya perlahan maju. Adrian hanya tersenyum, justru ia melangkah mundur. Gestur itu sangat jarang ditunjukkan Adrian. "Silakan, bawa saja mereka. Tapi, ingat Rayyan. Kali
最終更新日: 2026-05-02
Chapter: Bagian 101: Sandiwara di Ujung MalamSuara raungan mesin mobil sport hitam membelah kesunyian hutan, menerjang pagar rumah tua dengan hantaman cukup keras sehingga pagar itu terpental. Mobil itu melakukan drift tajam dan berhenti tepat di antara Alana dan pengacara, seolah menghalangi pandangan mereka dengan kumpulan debu. Pintu mobil perlahan terbuka ke atas. Adrian keluar dengan langkah tenang dan aura kemarahan nya terasa menguasai seluruh hutan. Pandangannya lurus menatap sang pengacara yang tampak tegang. "Adrian?" Gumam Alana. Ia masih mematung dan jantungnya berdegup kencang.Pengacara itu tertawa kaku ia berusaha menutupi kegugupannya. "Nekat sekali kau datang sendiri, pecundang. Apa kau tidak melihat moncong senjata komandan tim B yang ada di belakangku dan mengarah ke kau? Dengan sekali perintah, akan kupastikan istrimu seperti panti asuhan!"Adrian tak bergeming. Ia justru menatap mobil SUV dimana komandan tim B bersama Leo di dalam mobil. Adrian hanya mengangkat tangannya, bukan menyerah, melainkan memberi
最終更新日: 2026-05-01