Chapter: Bagian 97: Pelangi di Rumah SakitEmpun pagi mulai menyentuh kaca jendela ruangan VVIP tak sebanding dengan kehangatan yang diperoleh Alana ketika bisa kembali ke rumah sakit untuk menemani putranya kembali. Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. Ia sudah terlihat segar bugar. Membersihkan sisa bekas luka di tubuhnya dan menyembunyikan tas yang berisi bukti kunci itu jauh di paling bawah dan ia kunci supaya aman. "Selamat pagi, kesayangan Mama," sapa Alana ketika melihat Leo sudah membuka mata seutuhnya sambil mencium hidung mungil Leo.Leo langsung memberikan senyum paling teduh yang bisa ia berikan untuk Alana. Senyum yang seolah menghapus seluruh trauma nya di ruang bawah tanah beberapa jam lalu. "Selamat pagi Mama ku tersayang. Muach," Leo membalas ciuman Alana di hidung Alana juga. Alana tertawa lepas, suara tawa yang tak lama terdengar. Perlahan, ia membantu Leo untuk duduk dan menyuapi bubur hangat pada Leo dengan penuh kasih sayang. Tak ada wajah ketakutan dan tak ada mata sembap. Di depan Leo, Alan
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bagian 96: Bayangan di Balik Rak AnggurPemandangan yang ia lihat di parkir rumah sakit terus menghantuinya sepanjang perjalanannya menuju kediaman Laurent. Setiap ia memejamkan matanya, bayangan Adrian yang menyerahkan tas hitam pada pria bertato kalajengking terus berputar-putar di kepalanya. Apa isi tas itu? Segepok uang tutup mulut atau bayaran untuk sebuah nyawa yang belum sepenuhnya dieksekusi? Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, Alana turun dari taksi yang memang ia suruh berhenti beberapa ratus meter sebelum gerbang utama. Ia berpikir, kalau masuk lewat pintu utama sama saja dengan menyerahkan hidupnya pada meja pengadilan. Dengan bantuan koordinat dari pesan nomor tak dikenal, ia perlahan menyusuri pagar belakang yang hanya ditumbuhi dengan tanaman merambat yang penuh dengan duri. "Lupakan semua ketakutan mu sejenak, Alana. Kau harus tetap bangkit, demi Leo dan demi Rayyan juga yang sedang berjuang di luar sana untuk sembuh." Bisiknya pada dirinya sendiri sambil menahan rasa perih ketika tang
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bagian 95: Apa isi Tas Itu?Ruang VVIP tempat Leo dirawat suhunya sudah sangat dingin. Ditambah lagi dengan pertanyaan terakhir Alana pada Clara yang menyentil sanubari Clara. Sedangkan, Clara mematung dan genggamannya pada sandaran kaki tempat tidur Leo sangat kuat, sehingga buku-buku jarinya memutih. Dalam hitungan detik, ketenangan yang dibangun Clara runtuh."Apa yang kau maksud ruang bawah tanah?" Suara tawa yang mencoba dipaksakan oleh Clara, namun tak bisa dipungkiri tawa itu sangat datar. "Sepertinya, kau terlalu banyak nonton film misteri. Rumah Laurent itu tergolong rumah zaman kuno. Pasti punya ruang bawah tanah. Beberapa pengawal yang kau lihat masuk ke ruang bawah tanah mungkin sedang memeriksa pipa air yang bocor." Tegas Clara.Alana bangkit dari duduknya dan perlahan mendekati Clara hingga jarak mereka hanya beberapa jengkal. "Betulkah? Memangnya, pipa air yang bocor itu sampai harus di diskusikan dengan rahasia dan rencana untuk besok pagi? Sepertinya kau lupa, Clara. Aku memang pernah kau bodohi
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bagian 94: Bisik Dinding Rumah SakitSuasana lorong rumah sakit Sentara terasa sangat dingin dan steril. Akan tetapi, aroma obat-obatan yang sangat mengganggu dan tidak mampu menenangkan suasana kacau yang sedang menyelimuti Alana. Ia masih menggenggam jam tangan mainan dengan sangat erat, bagaikan benda itu merupakan amunisi terakhirnya untuk membalas balik para serigala yang ada di rumah Laurent.Suara dalam rekaman itu terus bergema di kepalanya. 'Ruang bawah tanah dan panti asuhan lima tahun lalu.'Alana menumpukan kepalanya pada dinding marmer yang sangat dingin. Ia memejamkan kelopak matanya sebentar dan mencoba merangkai kepingan puzzle yang selama ini hilang entah kemana. "Terus, pembakaran panti asuhan yang menyebabkan Rayyan tertuduh sebagai tersangka bukan sekadar hal yang tidak disengaja atau murni memang kekejaman Adrian? Lalu, apakah Clara ada sangkut-pautnya tentang kebakaran itu?"Di tengah rasa kecamuknya pikiran Alana. Suara langkah kaki terdengar mendekat ke arahnya. Dengan sigap, Alana segera memasuk
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: Bagian 93: Sandiwara sang Hantu KecilClara melangkah dengan penuh hati-hati ke dapur kecil di lantai dua. Ia melirik ke sana-sini memastikan tidak ada maid yang melintas. Dalam genggamannya, botol mungil berisi cairan pekat itu ia tuangkan dalam gelas susu hangat yang akan diberikan oleh Leo. "Tidur nyenyak lah nyamuk kecil," bisik Clara yang hampir tak terdengar ketika menyerahkan gelas itu pada seorang maid.Setelah segelas susu itu diambil oleh maid dan maid meninggalkan dapur kecil bergegas menuju kamar Leo. Bagi Clara, cara ini sangat efektif untuk mengusir Alana dari rumah ini. Jika Leo sudah sakit tepat ketika Alana sedang bersama Adrian, maka Alana dianggap sebagai Mama yang tak pecus merawat anak.Ketika suara langkah kaki mendekati pintu kamar Leo, dengan gerakan gesit Leo segera bangkit dari duduknya dan berlari ke atas ranjangnya. Mengamankan jam tangan yang dapat merekam suara itu ke dalam nakas. Ia bertingkah seolah anak kecil polos yang sedang butuh bantuan. Suara ketukan pintu terdengar. Perlahan, maid
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: Bagian 92: Kekacauan di Tengah MalamSuara dentuman pelan yang meninggalkan gema di dada Alana akibat pintu jati tertutup. Hal itu mengisyaratkan bahwa kebebasan yang telah ia perjuangkan sia-sia saja. Kamar inti keluarga Laurent masih terlihat sama seperti beberapa tahun yang lalu sebelum ia tinggalkan. Luas, dingin dan dominasi aroma maskulin Adrian yang sangat menyiksanya.Mengetahui kehadiran Alana, Adrian langsung bangkit dari kursinya dan melangkah perlahan mendekati Alana. Netranya menelisik setiap inci tubuh Alana yang sangat menggoda di matanya. Sorot matanya dipenuhi dengan hasrat yang sangat mengerikan, seolah-olah seorang pemburu yang akhirnya mendapatkan kembali mangsanya."Masih tetap sama. Indah dan menggoda," bisik Adrian yang berusaha menggoda Alana. Tangannya yang cukup dingin mulai menyentuh tengkuk Alana, menyibakkan helaian rambut yang dibiarkan tergerai. "Kenapa harus melalui pertumpahan darah dan ancaman nyawa anakmu dulu, baru kau patuh kembali?" Adrian mencium tengkuk Alana, berusaha untuk merang
Last Updated: 2026-04-27