author-banner
JemariAra
JemariAra
Author

Romane von JemariAra

Cinta Karena Ciuman

Cinta Karena Ciuman

Berawal dari sedikit menyentuh bibir Vino, Sally berakhir mendapatkan ciuman penuh gairah dari Vino, sahabat masa kecilnya. Gara-gara iseng bikin konten Viral, persahabatan Vino dan Sally menjadi canggung. Bagaimana gak canggung kalau konten itu konsepnya mencium sahabat cowok kamu sendiri. “Kiss Your Best Friend”
Lesen
Chapter: Bab 7: Momen Kebenaran
Koridor rumah sakit itu terasa begitu dingin, seolah-olah oksigen di sana telah membeku menjadi kristal es yang menusuk paru-parunya, mata Sally basah oleh air mata. Dia menangis sedari tadi di dalam taksi. Ia sudah membayangkan hal terburuk terjadi pada sahabatnya.“Kalau sampai sesuatu terjadi pada Vino, aku gak bisa maafin diriku sendiri”Sally berdiri mematung di bawah pendar lampu neon yang berkedip pucat. Setelah membaca pesan singkat dari Andrew—sebuah salam perpisahan yang terasa seperti vonis mati—ia memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas dengan tangan yang mati rasa.Di dalam tasnya, terselip sebuah amplop cokelat yang diberikan Andrew sesaat sebelum kekacauan ini dimulai. Andrew telah melunasi reservasi gedung pernikahan mereka untuk bulan depan. Harapan Andrew baru saja ia hancurkan demi sebuah "panggilan darurat" yang kini menghantarkan langkahnya ke ambang ketakutan yang nyata.Sally melangkah terburu-buru menuju bangsal UGD. Dari kejauhan, ia melihat Rian berdi
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-02
Chapter: Bab 6: krisis Pilihan
Andrew sengaja memilih sudut restoran yang paling tersembunyi. Hanya ada pendar cahaya lilin kecil dan denting denting piano yang samar di latar belakang. Ia mengabaikan hidangan di depannya, matanya hanya terfokus pada Sally yang tampak gelisah, sesekali memainkan ujung taplak meja. Andrew meraih tangan Sally, menggenggamnya dengan lembut namun pasti. Ia menarik napas panjang, mencoba menyingkirkan ego dan amarahnya yang meledak sore tadi. "Sal," panggilnya dengan suara rendah yang menenangkan. "Aku nggak mau kita terjebak di lingkaran yang sama terus. Pertengkaran, kecemburuan, dan orang-orang yang selalu berdiri di tengah kita. Aku capek kalau harus terus-terusan merasa seperti orang asing di hidupmu sendiri." Andrew menatap mata Sally, mencari kejujuran di sana. "Malam ini, aku cuma mau ada kita. Tanpa gangguan, tanpa nama lain yang disebut. Aku mau kita coba lagi, bener-bener dari nol. Bisa?" Sally tertegun. Ketulusan di mata Andrew hampir membuatnya luluh. Ada rasa bersa
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-02
Chapter: Bab 5: Batas yang Terang
Malam hari setelah Andrew pulang dengan dingin, sunyi hanya suara detak jam dinding. Sally berdiri di depan cermin riasnya, tergeletak kunci cadangan rumah Vino yang tadi ia bawa pulang, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengembalikan besok.Sally menatap pantulan diri nya. Ia terlihat berantakan_maskaranya sedikit luntur, matanya lelah. Ia memegang kunci itu, meremas erat sampai pinggiran besi kunci itu menekan telapak tangannya.“Sampai kapan, Sal? Sampai kapan kamu mau jadi pahlawan buat semua orang, tapi jadi penjahat buat diri kamu sendiri” Sally berbisik pada pantulannya di cermin. Ia tertawa getir, matanya berkaca-kaca.“Kamu takut Vino ngerasa terbuang? Atau kamu takut kehilangan rasa ’di butuhkan’ itu? Kamu tahu Andrew bener. Kamu tahu batasan itu perlu. Tapi kenapa rasanya kaya kamu lagi mutus urat nadi kamu sendiri?”“Andrew butuh bukti kalau dia prioritas. Vino butuh tahu kalau kamu bukan lagi anak kecil yang bisa dia jagain selamanya. Dan kamu…kamu butuh berhenti n
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-02
Chapter: Bab 4: Serba Salah
Sally langsung bengong. Dia ga nyangka kalau Andrew bakal semurkah ini hanya masalah martabak dan perhatian Vino padanya. Padahal dari dulu Vino juga begini.“Sangat gak wajar, Sal!” Dumal Andrew lagi."Ya karena aku yang cerita sama dia tadi pas ngerjain tugas, Bang!" bela Sally, mulai merasa disudutkan."Lalu kenapa tidak cerita sama aku? Kenapa harus dia yang tahu lebih dulu?!""Bang... kita kan baru ketemu ini. AKu gak tahu Abang datang hari ini dan aku juga berniat mengajak Abang keluar makan sebentar lagi, tapi Abang langsung bahas soal Vino terus..."Andrew mengusap wajahnya kasar, napasnya memburu. "Aku juga tidak suka melihat dia keluar masuk rumahmu seperti itu, seolah-olah ini rumah dia sendiri! Tidak sopan!"Sally terdiam. Ia tidak bisa membantah kalimat itu karena memang begitulah kenyataannya. Sejak kecil, pintu rumahnya selalu terbuka untuk Vino, begitu juga sebaliknya. Sally bahkan punya kunci cadangan rumah Vino, dan ia sering membuatkan kopi untuk ibu Vino ta
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-02
Chapter: Bab 3: Cemburu
“Ada apa sayang, siapa yang menghubungi mu?” Tanya Andrew sembari menatap pada tas Sally “Ah, itu biasalah Bang, mungkin si Vino yang penasaran ingin segera melihat hasil editan vidio tadi” Dengan dada yang penuh debar dan wajah pucat pasi sally menjawab pertanyaan Andrew. Sally tahu jika Andrew bukan tipikal orang yang mudah percaya. “Vino lagi?” dengan sedikit wajah yang kurang ramah, nampak jelas tersirat wajah kesal Andrew. Baru saja bertemu sudah mengganggu lagi. Sally dapat melihat perubahan air muka tunangannya. Dia langsung merogoh tasnya mengambil ponsel dan mematikannya. “Abang marah?” tanya Sally lembut. "Marah? Apa aku pernah melarangmu?" Suara Andrew terdengar berat, ada nada getir yang tertahan di sana. "Aku tidak keberatan kamu pergi dengan Vino. Tapi saat aku ada di sini, bisa tidak fokusmu hanya untukku?" Sally menghela napas, merasa suasana mulai tidak enak. "Bang... kami tadi benar-benar hanya mengerjakan tugas. Tidak ada yang lain." "Aku percaya pad
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-02
Chapter: Bab 2: Galau
Lampu kota yang ditatap Vino dari jendela apartemennya adalah lampu yang sama yang mengiringi perjalanan taksi Sally menembus kemacetan Jakarta yang menyesakkan. Namun, bagi Sally, cahaya-cahaya itu tampak kabur, terbiaskan oleh lapisan air mata yang terus menggenang di pelupuk matanya. Di dalam kesunyian taksi, ia menyentuh bibirnya berkali-kali dengan jemari yang gemetar, seolah mencoba menghapus jejak panas dan sisa tekanan yang ditinggalkan Vino. Ia ingin sekali membenci Vino, menyalahkan pria itu atas impulsivitas yang gila. Tapi jauh di lubuk hatinya, Sally lebih membenci dirinya sendiri karena sebuah kenyataan pahit, ia tidak mampu menolak dengan cukup keras. Ada bagian dari dirinya yang justru terpaku, seolah jiwanya sedang mengkhianati komitmen yang selama ini ia agungkan. ​Namun, lamunan gelap itu pecah seketika saat taksinya berbelok memasuki pekarangan rumah. Dunianya yang baru saja jungkir balik dipaksa tegak kembali oleh sebuah realitas yang dingin. Di sana,
Zuletzt aktualisiert: 2026-03-02
Das könnte dir auch gefallen
Nafsu si perkasa
Nafsu si perkasa
Romansa · Blacksugar
999.4K Aufrufe
Gadis Penari Sang Presdir
Gadis Penari Sang Presdir
Romansa · juskelapa
999.3K Aufrufe
Salah Ranjang
Salah Ranjang
Romansa · Si Mendhut
982.2K Aufrufe
DIAMNYA ISTRIKU
DIAMNYA ISTRIKU
Romansa · RENA ARIANA
978.3K Aufrufe
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status