LOGINSelama lima tahun pernikahan, Puspa Rahayu menjalani perannya sebagai Nyonya Wijaya dengan penuh dedikasi. Namun, tak sekalipun ia mendapat pengakuan dari pria yang menjadi suaminya, bahkan di depan orang lain. Ironisnya, hanya dengan sedikit manja dan senyum manis, wanita di hatinya sudah bisa menikmati semua perhatian, kasih sayang, dan tempat di sisinya. Lalu sebuah kecelakaan mobil mengubah segalanya. Saat maut mengintai, Indra memilih menyelamatkan orang ketiga itu. Hati Puspa benar-benar mati. Akhirnya ia memalsukan kematiannya dan berhasil keluar dari kehidupannya sebagai Nyonya Wijaya! Beberapa waktu kemudian, mereka kembali bertemu. Indra Wijaya, lelaki yang dulu begitu menjunjung gengsi dan citra kini berubah total. Dia jadi tampak seperti anak kecil yang ditinggalkan, kehilangan pegangan. Mata merahnya penuh panik, suara tersendat karena isak tertahan. “Sayang... pulanglah bersamaku, ya?”
View More“Ngapain kamu datang?” Nada Indra datar, suaranya tenang tanpa gelombang.Orang yang datang bukan siapa-siapa, melainkan Sonya.Sonya letakkan termos makanan yang dibawanya, suaranya lembut.“Aku antarin kamu makanan.”Indra berkata, “Bukannya aku sudah bilang, biar Cakra yang urus makananku. Lain kali, nggak usah antar lagi.”Sonya seperti nggak dengar penolakannya. Sambil buka kotak makanan, ia berkata perlahan, “Aku minta ahli gizi khusus siapkan makanan ini untuk kamu.”Indra jawab dengan nada dingin, “Nggak perlu.”Namun Sonya nggak ambil hati atas sikap dinginnya. Ia tetap berkata lembut, “Aku sudah telanjur siapkan. Sekarang makan saja dulu, yah? Habis ini aku nggak akan antar lagi, oke?”Indra menatapnya tanpa berkata apa-apa. Sonya sudah katakan kalimat itu berkali-kali, tapi pada akhirnya, tetap saja ia muncul dengan termos makanan di tangannya.Ia tahu, itu semua adalah niat baik. Tapi, itu nggak perlu.Indra berkata, “Bawa kembali saja makanannya.”Kali ini, ia nggak lembut
Ia nggak hanya buat sedikit kesalahan, tapi benar-benar parah salahnya, sampai-sampai buat ia kehilangan Puspa, kehilangan istrinya sendiri.Sakit di dadanya menusuk begitu hebat hingga ia sulit bernapas. Tubuhnya limbung dan jatuh, penglihatannya tiba-tiba kabur dan serasa melihat kabut. Dalam kabut putih itu, ia lihat sosok yang sangat ia kenal. Ia ulurkan tangan, panggil dengan suara gemetar, “Puspa, istriku.”Wira sama sekali nggak nyangka kalau kata-katanya tadi buat Indra pingsan. Keluar dari Vila Asri, ia langsung menuju rumah Tania.Karena orang yang hampir mati akibat kepergian Puspa nggak hanya Indra, Tania pun nggak kalah hancurnya.Dan justru karena ia peduli ke Tania, maka tadi ia ucapkan semua kata itu ke Indra. Karena keangkuhan, keegoisan, dan keras kepala Indra sendiri yang tuntun itu semua ke tragedi yang dialami Puspa, buat Tania ikut tanggung rasa sakit, bayar harga untuk kesalahan yang bukan miliknya.Di kamar, Wira menatap Tania yang matanya bengkak, wajahnya penu
Dorongan Indra barusan benar-benar nggak pakai belas kasihan, bahkan rasanya seperti luapan emosi yang tertahan. Sonya terhuyung dan jatuh ke lantai dengan sangat menyedihkan.Belum sempat ia sadar dari rasa sakitnya karena jatuh...BRAK! Pintu kamar sudah dibanting tertutup dari dalam, nggak ada keraguan sedikit pun.Tubuhnya terasa sakit di mana-mana, namun bagian yang paling sakit adalah hatinya.Air mata langsung penuhi matanya, kemudian meluber, jatuh ke lantai dan pecah seperti serpihan kaca.Bu Sekar yang datang karena dengar suara ribut-ribut, begitu masuk langsung melihat pemandangan Sonya menangis tersedu, rapuh seperti bunga yang dibasahi hujan.Bu Sekar melirik sekilas pintu kamar yang tertutup rapat. Sayang sekali, nggak ada satu orang pun yang hargai tangisannya.Jika Sonya penuh warna emosi, maka Indra hanya punya satu warna, wajah kelam seperti mayat hidup.Ketika Wira datang, yang ia lihat adalah Indra yang setengah mati. Berkumis panjang nggak terurus, baju kusut sepe
Kalau saja Puspa mau tunggu Indra satu malam saja, semua masalah di luar akan ia selesaikan. Keesokan harinya, ia bisa jemput Puspa keluar dan setelah itu, nggak akan ada siapa pun yang berani sakiti dia lagi. Namun ia terlambat selangkah. Ia nggak berhasil jemput Puspa.Kata-kata penuh rindu yang berbisik di telinga menusuk jantung Sonya satu per satu, buat ujung hidungnya terasa semakin panas dan masam.Tangan yang awalnya mencengkeram lengan baju Indra, perlahan naik melingkari pinggangnya.“Puspa, aku kangen kamu. Ayo kembali, yah?”“Puspa…”Tenggorokan Sonya bergerak naik-turun, dan dengan suara serak ia berkata, “Indra, ini aku, Sonya.”Ia bukan Puspa.Bisikan lembut di telinganya terhenti seketika. Dalam detik berikutnya, ia didorong keras hingga terjatuh ke lantai.Indra mengernyit tajam.“Ngapain kamu di sini? Pergi. Puspa nggak suka kamu. Jangan muncul di depannya lagi, dia bisa marah.”“Indra.”Wajah Sonya penuh luka dan kekecewaan.Ia ingin tanya gimana bisa Indra tega perl






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore