author-banner
Ahmad Rifa. I
Author

Novels by Ahmad Rifa. I

Rahasia Sang Kuda Hitam

Rahasia Sang Kuda Hitam

Dia mewarisi sebuah peternakan tua yang sunyi, tempat legenda dan rahasia lama bersembunyi. Di antara kuda-kuda liar, satu selalu berbeda mata gelapnya penuh misteri, langkahnya menegangkan, dan aura yang membuat semua orang menjauh. Sejak hari pertama, ada sesuatu tentang kuda itu yang tak bisa dijelaskan. Seseorang… atau sesuatu… seakan menunggu, memperhatikan, dan menantang batas keberanian. Hanya dia yang merasa terikat pada makhluk itu, penasaran hingga tak bisa menoleh ke lain arah. Setiap malam di peternakan terasa berbeda. Angin membawa bisikan, bayangan bergerak, dan hati berdetak lebih cepat dari yang biasa. Sesuatu yang kuat, liar, dan memikat menuntun dirinya ke tarikan yang sulit dijelaskan antara takut, ingin, dan penasaran yang membara. Rahasia lama, legenda yang terlupakan, dan perasaan yang tak bisa dihindari mulai menyatu. Satu keputusan bisa mengubah hidupnya. Satu malam bisa mengubah segalanya. Dalam dunia ini, cinta bisa muncul di tempat yang tak terduga… dan rasa penasaran bisa menjadi awal dari sesuatu yang tak terlupakan.
Read
Chapter: Malam yang Dijaga
Aroma sup hangat kembali memenuhi ruangan.Kali ini Ayla jauh lebih berhati-hati saat duduk di meja makan.Ia bahkan sempat melirik karpet yang tadi hampir menjatuhkannya.Kuda Hitam yang melihat itu hanya menggeleng pelan."Kau mengawasi karpet sekarang?"Ayla mendengus."Karpet itu berbahaya.""Itu karpet biasa.""Bagimu mungkin."Untuk pertama kalinya malam itu, pria itu menghela napas seperti seseorang yang menyerah untuk berdebat.Ayla akhirnya mulai makan.Dan baru setelah beberapa suapan, ia menyadari betapa laparnya dirinya.Sup hangat itu terasa sederhana.Namun cukup membuat tubuhnya yang lelah mulai terasa lebih ringan.Sementara itu, Kuda Hitam duduk di seberangnya.Ia juga makan.Namun berbeda dengan Ayla.Matanya tidak pernah benar-benar santai.Sesekali tatapannya mengarah ke jendela.Lalu ke pintu.Kemudian kembali ke ruangan.Seolah selalu memastikan tidak ada sesuatu yang mendekat.Ayla memperhatikannya beberapa saat."Kau selalu seperti itu?"Pria itu mengangkat pan
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Malam yang Terlalu Sunyi
Malam telah turun sepenuhnya.Dari jendela kamar yang diberikan kepadanya, Ayla bisa melihat cahaya biru dari menara di seberang danau masih berkilauan di kejauhan. Cahaya itu menjadi satu-satunya hal yang mengingatkannya bahwa dunia ini benar-benar nyata.Atau setidaknya... cukup nyata untuk membuatnya tidak bisa tidur.Ayla duduk di tepi tempat tidur.Tangannya memeluk lutut.Pikirannya masih dipenuhi terlalu banyak hal.Pilar Ketiga.Orang tuanya.Sembilan Gerbang Dewa.Peninggalan yang hilang.Dan sosok pria yang sekarang berada di rumah ini.Rumahnya.Entah kenapa bagian terakhir itu membuat Ayla semakin gelisah.Ia melirik ke arah pintu kamar.Meski pria itu telah memberinya kamar sendiri, tetap saja mereka hanya berdua di rumah asing yang berada di dunia yang bahkan tidak ia kenal."Aku benar-benar gila kalau dipikir-pikir..." gumamnya.Tok.Tok.Tok.Ayla langsung menegakkan tubuh.Suara ketukan terdengar dari balik pintu."Ayla."Suara pria itu."Apa kau masih bangun?"Ayla s
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Gerbang Pertama
malam semakin larut.Cahaya biru dari menara di seberang danau masih terlihat melalui jendela besar rumah itu, berdenyut perlahan seperti jantung yang tidak pernah berhenti berdetak.Ayla dan pria itu masih duduk berhadapan di meja kayu panjang.Di antara mereka terbentang beberapa lembar peta tua yang baru saja dikeluarkan dari sebuah peti penyimpanan.Ayla memandangi garis-garis aneh yang membentang di atas kertas kusam itu.Sebagian wilayah diberi tanda dengan simbol yang tidak ia kenali.Sebagian lainnya bahkan tampak sengaja dicoret."Dunia ini lebih besar daripada yang kau bayangkan," kata pria itu.Ayla mengangkat pandangan."Seberapa besar?"Pria itu terdiam sesaat."Lima benua.""Mirip duniaku.""Tidak."Ia menggeleng."Lima benua. Puluhan kerajaan. Ratusan klan. Dan ratusan ras."Ayla berkedip."Ras?"Pria itu menunjuk salah satu wilayah pada peta."Manusia."Lalu bergeser ke wilayah lain."Kaum Batu."Kemudian ke tempat lain."Kaum Kabut."Ayla mengernyit."Kaum Kabut?""Me
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Peninggalan yang Hilang
Air dari rambut Ayla masih menetes pelan ketika ia keluar dari kamar mandi.Pakaian yang dipinjamkan oleh pemilik rumah itu terasa sedikit longgar, namun cukup nyaman. Setelah kejadian memalukan dengan tanaman aneh tadi, pikirannya akhirnya sedikit lebih tenang.Setidaknya untuk sementara.Namun begitu ia kembali memasuki ruang utama rumah itu, semua pertanyaan yang sejak tadi berputar di kepalanya kembali muncul.Rumah itu terasa sunyi.Tidak seperti rumah manusia pada umumnya.Tidak ada jam yang berdetak.Tidak ada suara aktivitas.Hanya cahaya lembut berwarna kebiruan yang masuk dari jendela besar di sisi ruangan.Di dekat perapian batu yang tidak menyala, pria berambut hitam itu sedang berdiri sambil memandang keluar.Seolah ia sudah tahu Ayla akan datang."Aku sudah selesai."Pria itu menoleh.Tatapan gelapnya singgah sesaat pada Ayla sebelum kembali tenang seperti biasa."Bagus."Ayla menarik kursi kayu terdekat lalu duduk.Untuk beberapa detik, ia hanya memandangi ruangan itu.
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Rumah di Ujung Kabut
Kesadaran datang perlahan.Ayla merasakan sesuatu yang lembut di bawah tubuhnya sebelum akhirnya membuka mata.Langit-langit kayu.Bukan kamarnya.Bukan rumahnya.Ia langsung menegang.Tubuhnya refleks bangkit setengah duduk sambil memandangi ruangan asing di sekelilingnya.Dinding batu gelap.Jendela tinggi dengan cahaya keunguan yang masuk dari luar.Perabotan sederhana yang tampak tua namun terawat.Semuanya terasa aneh.Dan yang paling aneh—ia masih berada di dunia itu."Aku..."Ayla memegang kepalanya.Ingatan tentang pilar, orang tuanya, dan pengakuan bahwa dirinya adalah pewaris Pilar Ketiga masih terasa seperti mimpi buruk yang belum selesai.Pintu ruangan terbuka pelan.Ayla langsung menoleh.Sosok pria berambut hitam itu masuk sambil membawa sebuah gelas.Tatapan mereka langsung bertemu."Kau sudah bangun."Suaranya tetap tenang seperti biasa.Namun kini, setelah melihatnya dalam wujud manusia, Ayla merasa jauh lebih sulit bersikap biasa."Aku pingsan...""Ya."Jawaban sing
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Beban yang Terlalu Besar
Keheningan menyelimuti reruntuhan kuno itu Tidak ada suara selain desir kabut yang bergerak perlahan di antara pilar-pilar batu yang retak dimakan waktu.Ayla berdiri membeku.Tatapannya masih tertuju pada pria di depannya.Namun sebenarnyaia tidak lagi benar-benar melihatnya.Karena pikirannya sedang berusaha mencerna satu kalimat yang terus bergema tanpa henti."Kau adalah pewaris Pilar Ketiga berikutnya."Kalimat itu berulang.Lagi.Dan lagi.Seolah menolak pergi.Napas Ayla mulai terasa pendek.Tidak teratur.Dadanya naik turun lebih cepat dari sebelumnya.Ia menggeleng pelan."Tidak..."Suaranya hampir tidak terdengar."Itu tidak mungkin."Pria itu tidak membantah.Tidak juga mendesak.Ia hanya berdiri diam, membiarkan Ayla menghadapi kenyataan yang baru saja menghantam seluruh hidupnya.Ayla mundur satu langkah.Lalu satu langkah lagi.Pilar.Penjaga.Gerbang.Dunia lain.Kematian orang tuanya.Semua informasi itu datang terlalu cepat.Terlalu banyak.Terlalu besar."Aku bukan
Last Updated: 2026-05-31
You may also like
Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
Romansa · Nychinta
453.4K views
RAHASIA TIGA HATI
RAHASIA TIGA HATI
Romansa · Lis Susanawati
452.4K views
Tante, mau kan jadi Mamaku?
Tante, mau kan jadi Mamaku?
Romansa · Amih Lilis
451.6K views
Mantan Suamiku Seorang Tentara
Mantan Suamiku Seorang Tentara
Romansa · Queen Moon
450.3K views
Dinodai CEO Kejam
Dinodai CEO Kejam
Romansa · Mommykai22
444.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status