author-banner
Kim Sierra
Kim Sierra
Author

Novels by Kim Sierra

CEO Galak itu Mantan Kekasihku

CEO Galak itu Mantan Kekasihku

Satya adalah CEO galak yang menderita "trauma jatuh cinta" gara-gara melihat mantan kekasihnya, Ghea, bersantai di kafe dengan pria lain. Ghea yang tidak tahu bahwa bos barunya adalah sang mantan, syok berat di hari pertama kerja. Satya yang gengsi tinggi langit berusaha bersikap profesional meskipun hatinya copy-paste deg-degan seperti zaman kuliah. Situasi menjadi kacau ketika si sepupu muncul lagi di kantor untuk menjemput Ghea, membuat Satya nyaris meledak karena cemburu buta yang salah alamat (lagi).
Read
Chapter: Pengakuan Wijaya
Lampu remang basement apartemen Satya memantulkan bayangan sunyi malam itu. Satya berjalan dengan langkah berat, melonggarkan ikatan dasinya yang terasa mencekik sejak rapat maraton tadi siang.Baru saja ia mengeluarkan kunci akses mobil dari sakunya, sebuah bayangan pria paruh baya keluar dari balik pilar beton.Langkahnya tergesa-gesa, wajahnya yang biasa angkuh kini tampak kuyu dan dipenuhi keringat dingin. Itu Wijaya, pemilik Wijaya Grup sekaligus ayah Clarissa.“Satya! Tunggu, Sat. Saya butuh bicara sama kamu,” panggil Wijaya dengan suara yang serak, kehilangan wibawa yang biasanya ia pamerkan di lantai bursa.Satya menghentikan langkahnya, tangannya masih memegang gagang pintu mobil. Ia menatap pria di depannya tanpa ekspresi, seolah-olah yang berdiri di sana hanyalah angin lalu. “Malam, Pak Wijaya. Maaf, tapi urusan kita di kantor tadi siang sudah selesai secara legal.”“Tolong, Satya. Kasih saya waktu sebentar. Kita bicara empat mata, jangan di sini,” mohon Wijaya, matanya ber
Last Updated: 2026-05-15
Chapter: Tidak Sedang Mencari Kemenangan
Sinar matahari pagi yang menerobos masuk lewat jendela kaca besar di lobi kantor Adhitama Group tidak mampu mencairkan suasana dingin yang dibawa oleh Rani Adhitama.Dengan langkah kaki yang menghentak keras, suara sepatunya bergema di lantai marmer layaknya detak jam kematian. Wajahnya tertutup riasan tebal, namun gurat kemarahan di matanya tidak bisa disembunyikan.“Ghea mana?!” bentak Rani begitu sampai di depan meja resepsionis lantai eksekutif.Staf administrasi yang sedang merapikan berkas tersentak kaget hingga menjatuhkan pulpennya. “Maaf, Bu Rani... Bu Ghea belum terlihat sejak jam masuk tadi. Absensinya masih kosong.”Rani mendesis, tangannya mencengkeram pinggiran meja. “Lalu Satya? Jangan bilang dia juga nggak ada di ruangannya.”“Pak Satya... kami juga tidak tahu, Bu. Beliau tidak bisa dihubungi sejak tadi malam. Di apartemennya juga katanya kosong saat orang suruhan Ibu mengecek ke sana,” jawab staf itu dengan suara bergetar ketakutan.Rani membalikkan badan, napasnya me
Last Updated: 2026-05-14
Chapter: Pernyataan Tegas Satya
Aula utama Hotel Grand Mulia malam itu disulap menjadi lautan kemewahan. Kristal-kristal lampu gantung membiaskan cahaya keemasan ke seluruh ruangan, memantul di atas gaun-gaun mahal dan jas custom para tamu undangan.Rani Adhitama berdiri di tengah kerumunan, memegang gelas kristal berisi wine putih, tertawa anggun bersama beberapa rekan bisnis dari konsorsium bank. Ia tampak seperti ratu yang baru saja memenangkan wilayah jajahan baru—tenang, berkuasa, dan sangat puas.Satya memperhatikan ibunya dari kejauhan. Jas tuksedo hitam yang ia kenakan terasa mencekik, bukan karena ukurannya yang salah, tapi karena kepalsuan udara di ruangan ini. Ia melangkah tenang, membelah kerumunan hingga berdiri tepat di samping Rani.“Mama kelihatan senang banget malam ini,” sindir Satya pelan, suaranya teredam musik klasik yang dimainkan orkestra di sudut aula.Rani menoleh, senyumnya tidak luntur sedikit pun saat menatap putranya. “Tentu saja. Ini malam besar kita, Satya. Tiga puluh tahun Adhitama be
Last Updated: 2026-05-13
Chapter: Ketenangan Sebelum Badai Terakhir
Kabut pagi di sekitar danau perlahan terangkat, menyisakan hawa dingin yang masih menusuk kulit. Di dalam kamar hotel, suasana yang tadinya penuh kehangatan kini berubah menjadi kesibukan yang tegang.Satya dan Ghea bergerak dalam diam, mengemas barang-barang mereka dengan gerakan yang terukur namun cepat. Tidak ada lagi tawa atau gombalan ringan; udara di antara mereka kini sarat dengan antisipasi akan apa yang menunggu di Jakarta.Satya baru saja selesai memakai kemejanya saat ponselnya kembali bergetar di atas meja kayu. Ia membacanya singkat, lalu menghela napas panjang yang terdengar seperti beban berat yang dilepaskan.“Kenapa, Sat? Ada kabar buruk lagi?” Ghea bertanya sambil merapikan tas kecilnya. Matanya terus memperhatikan gerak-gerik Satya.Satya memasukkan ponsel ke saku celana, wajahnya tampak lebih kaku dari biasanya.“Haris baru kirim pesan singkat. Mama sudah tanda tangan surat pembekuan wewenangku sebagai CEO per pagi ini. Mereka juga sudah nyiapin gugatan perdata soa
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Mimpi di Bawah Selimut
Keheningan yang menyusul setelah badai gairah itu terasa begitu magis. Hanya ada suara deru napas yang perlahan mulai teratur dan detak jantung yang masih berpacu di balik dada mereka yang bersentuhan.Satya menarik selimut putih hotel yang tebal untuk membungkus tubuh polos mereka, menciptakan kepompong hangat di tengah udara pegunungan yang kian menggigit di luar sana.Mereka berbaring berdampingan, menatap langit-langit kamar yang disinari remang lampu nakas. Jemari Satya menyusup ke sela-sela jari Ghea, menggenggamnya erat seolah takut jika ia melepaskannya sedikit saja, wanita itu akan menguap bersama kabut.“Aku serius sama omonganku tadi, Ghe,” suara Satya memecah kesunyian, terdengar berat namun penuh keyakinan. “Aku ingin menikah denganmu. Secepatnya.”Ghea menarik napas panjang, matanya masih menatap kosong ke atas. “Menikah itu kata yang berat buat orang kayak kita sekarang, Sat. Kita bahkan nggak tahu besok pagi masih bisa sarapan dengan tenang atau nggak.”“Justru karena
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Mabuk dalam Asmara
Di dalam kamar hotel yang terkunci rapat dari bisingnya dunia luar, suhu udara yang dingin di luar jendela seolah tak mampu menembus panas yang mulai membakar di atas ranjang.Satya menatap Ghea dengan intensitas yang nyaris membuat napas Ghea terhenti. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi sekat antara atasan dan bawahan. Yang ada hanyalah dua jiwa yang sudah terlalu lama mati rasa karena rindu.Satya memajukan wajahnya, menyambar bibir Ghea dalam sebuah ciuman yang membara. Lidah mereka saling melilit dengan rakus, seolah sedang berebut pasokan oksigen yang kian menipis. Ghea merespons dengan tarikan yang sama kuatnya, jemarinya menyusup ke rambut Satya, menarik pria itu untuk semakin tenggelam dalam pagutan yang dalam.Tangan Satya bergerak cekatan, menanggalkan satu per satu penghalang yang memisahkan kulit mereka. Kemeja Satya terlempar ke lantai, disusul oleh pakaian Ghea yang kini sudah tak berarti apa-apa.Di bawah temaram lampu nakas yang kekuningan, keduanya kini berada da
Last Updated: 2026-05-11
You may also like
Mantan Istri CEO
Mantan Istri CEO
Romansa · DKris
228.6K views
AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
Romansa · Aura_Aziiz16
227.3K views
Terjerat Hasrat
Terjerat Hasrat
Romansa · Frank R
225.3K views
Nafkah Istri Pertama
Nafkah Istri Pertama
Romansa · Silla Defaline
225.0K views
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Romansa · Jovita Tantono
224.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status