author-banner
Anna Naura
Anna Naura
Author

Novel-novel oleh Anna Naura

Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan

Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan

Sejak terjadinya wabah virus Dextron, para petinggi negara meluncurkan Program Kehamilan Massal dengan memaksa para wanita penyintas untuk dihamili beberapa lelaki sekaligus dan tinggal dalam Sanctuary Dome, satu-satunya wilayah steril. Rose, seorang penyintas di Wilayah Luar, harus hidup sembunyi-sembunyi karena siapapun yang menemukan wanita dan membawanya ke Sanctuary akan diberikan uang ratusan juta. Namun, dia justru bertemu empat pemuda Wilayah Luar yang awalnya saling berebut untuk menjualnya. Perjalanan panjang mereka menumbuhkan perasaan lain dalam diri keempat pemuda Tanpa sadar, mereka melupakan niat awal mereka dan mulai terikat dengan Rose. Mendapat perlindungan dari empat pria merupakan suatu keberuntungan bagi Rose. Namun, apakah nyawa Rose benar-benar dijamin akan selamat di tengah kejaran kelompok-kelompok bengis? Atau dia akan tetap berakhir sebagai mesin pencetak keturunan di Sanctuary Dome?
Baca
Chapter: BAB 161 - Bertemu
Melihat sosok Rose yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya, mata Cade pun melebar. Tubuhnya membeku, selagi bola matanya bergerak menyusuri setiap penampilan Rose. Badan terlihat ringkih, bibir pucat dan sedikit kering, kantung hitam tersemat di bawah mata, hingga rambut cokelat panjangnya terurai berantakan. Dia pasti belum makan dan minum selama berhari-hari.Kondisi Rose membuat hati kecil Cade mencelos. Penampilan Rose sekarang bahkan lebih parah daripada saat Cade pertama kali bertemu dengannya di Wilayah Luar. Dia mendekat pada Rose yang masih mematuhi di tempatnya. Raut wajah Rose seperti sedang melihat hantu, terkejut luar biasa melihat Cade yang seharusnya tak ada di hadapannya.“Cade …? Bagaimana kamu bisa ada di sini?” tanya Rose dengan suara bergetar, “bukannya … kamu … sudah ditangkap—”Cade menyentuh kedua pundak Rose, membuat mata keduanya bertemu. “Aku baik-baik saja, Rose. Dan Alan yang memanggilku kemari. Demi dirimu.”Rose terkesiap. Kepalanya memutar ingat
Terakhir Diperbarui: 2026-10-19
Chapter: BAB 160 - Masuk Ruangan Rose
Cade mengira dia dibawa ke laboratorium untuk sekedar melakukan pemeriksaan fisik lanjutan saja. Akan tetapi, Alan rupanya menjelaskan lebih lanjut terkait penelitian yang ingin para tenaga medis lakukan pada darah Rose. Termasuk bagaimana cara terbaik untuk mengambil sample darahnya dengan bantuan Cade.Di lorong yang panjang dan diterangi banyak lampu, Cade berjalan di antara penjaga keamanan yang mengawalnya. Dua di depan, dua di belakang. Suasananya begitu tegang, sampai-sampai Cade tak mampu untuk berdeham walau sekali saja. Sebelum dibawa pergi dari laboratorium, Cade diminta untuk berganti pakaian yang disediakan dari Sanctuary Dome. Beruntung bukan pakaian pasien rumah sakit seperti yang Cade bayangkan sebelumnya. Dia diberikan kaos hitam berlengan pendek dengan kerah sempit yang terlihat cukup ketat untuk tubuh kekarnya. Sementara celananya bermodel slim dan berwarna senada. Daripada peserta program, Cade merasa pakaian ini lebih seperti agen mata-mata.Sepanjang langkahn
Terakhir Diperbarui: 2026-10-17
Chapter: BAB 159 - Bertemu Cade
Alan tertegun mendengar pernyataan Vincent. Cade benar-benar berhasil sampai ke Sanctuary Dome sendirian. Tanpa perlu ditangkap oleh siapa pun. Sesuai dengan yang Shin ceritakan padanya.“Kata penjaga pos keamanan di gerbang, dia mengendarai motor.” Vincent melanjutkan. “Segera temui dia. Kamu yang harus menjelaskan semuanya.”Vincent langsung meraih tangan Alan dan menyeretnya keluar. Mereka berdua melewati lorong demi lorong bersama para penjaga keamanan lainnya, hingga sampai di pos pemeriksaan pertama. Yang merupakan tempat Alan berpisah dengan Rose beberapa hari yang lalu.Alan mematung sesaat setelah Vincent membawanya ke ruang tunggu di pos pemeriksaan. Cade duduk di bangku panjang, kepalanya menunduk dalam. Namun, begitu pintu dibuka, dia menengadah. Terlihat jelas wajahnya yang tampak lelah. Bekas lebam di pipinya belum pudar sepenuhnya. Goresan kecil di dekat pelipisnya pun masih terlihat, membentuk codet merah.“Cade ....” Alan berjalan cepat menghampiri Cade, lalu berh
Terakhir Diperbarui: 2026-10-16
Chapter: BAB 138 - Dia Datang
“Sample dari mana?” tanya Miller, “kamu sempat mengambil sample dari penduduk yang terinfeksi? Jika sesuai dugaan kita, bukannya mereka akan bertingkah tak karuan seperti orang gila atau bahkan zombie?”“Memang itu yang terjadi pada petunjuk Danshire.” Alan menunjuk botol kaca virus itu. “Tapi, yang ini aku ambil tubuh Rose saat dia terinfeksi.”Kelima teman Alan sudah berebutan mengambil botol itu untuk melihat lebih dekat. Elliot mengingatkan agar hati-hati membawanya. Jika botolnya sampai jatuh dan pecah, bisa gawat. Sirius menganga, “Ini ... benar-benar virusnya? Kok, bisa lolos pemeriksaan?”“Yah, aku juga tak menyangka bisa lolos pemeriksaan. Hanya itu yang bisa kubawa dari semua peralatan medisku setelah diserang Riders saat itu. Aku berpikir itu adalah yang paling berguna nanti. Dan benar saja, kita membutuhkannya sekarang,” cerita Alan.Jonathan menimpali, “Apa skenario yang ada di kepalamu, Alan? Kita tak mungkin membuat skenario palsu dengan sengaja menyebarkan ini di
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: BAB 137 - Diskusi Tenaga Kerja
Alan menatap layar komputer di hadapannya dengan kedua tangan bertumpu di meja. Di sekelilingnya, beberapa tenaga kesehatan lain sibuk memeriksa kertas berisi data Rose yang telah mereka dapatkan dari pos pemeriksaan depan. Mereka belum mendapatkan sampel darah Rose, tapi data pemeriksaan fisik Rose bisa menjadi pertimbangan di awal.Sesuai dugaan Alan, hasil pemeriksaan fisik Rose yang kini terpampang di komputer menunjukkan bahwa sel telur Rose termasuk yang subur. Bukti inilah yang menyelamatkan Rose, sekaligus menjadi jalan bagi Alan agar bisa mendatangkan Cade kemari.“Apa yang Vincent diskusikan denganmu waktu itu? Kudengar, Rosalia Gringer masih diperbolehkan tinggal di sini meski belum menjalankan program dengan siapa pun.” Sirius mendekati Alan, menarik kursi untuk duduk di sebelahnya. Matanya turut mencermati hasil pemeriksaan Rose di komputer. “Aku bilang padanya kalau kenal seseorang yang bisa membuat Rose mau menjalankan program ini. Dia orang yang pernah kuceritakan
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: BAB 156 - Kabur
“Cade!” Barulah ketika Shin mencoba menaikkan nada bicaranya, Cade menoleh padanya.Beruntung tidak ada yang mendengarnya. Setengah berbisik, Shin memberitahu Cade soal pisau tersebut dan menyuruhnya membuka borgolnya sendiri. Seolah-olah baru mendapat tenaganya kembali, Cade bergerak perlahan mengambil pisau tersebut dengan hati-hati.Leon dan Shin bernapas lega bersamaan saat Cade berhasil meraihnya. Dengan pisau di tangannya, Cade bisa mencoba membuka borgol secara paksa. Agak sulit memang, tapi melihat kekacauan yang makin menjadi, mereka tak perlu khawatir. Tidak akan ada orang yang menyadari perbuatan mereka.Tak sampai lima menit, tangan Cade terbebas dari borgol. Segera saja dia menghampiri Leon dan Shin yang sudah ingin lepas dari tadi. Dalam diam, Cade berusaha membuka borgol kedua temannya. Sementara Shin dan Leon terus memperhatikan Riders yang saling berseteru. Berjaga-jaga jika ada yang melihat mereka.“Selesai!” Cade berseru kecil. “Ke mana kita harus pergi sekaran
Terakhir Diperbarui: 2026-10-12
Mantan Ketua Bayangan : Kembali Beraksi Demi Anak

Mantan Ketua Bayangan : Kembali Beraksi Demi Anak

Amanda, seorang ibu tunggal anak satu, tampak seperti ibu biasa pada umumnya. Mengantar-jemput anak sekolah, pergi ke warung, hingga bekerja dari rumah. Tak ada yang tahu kalau dahulu, Amanda merupakan pemimpin organisasi gelap pemerintah, Red Eyes, yang bertugas memberantas para pejabat kriminal dalam bayang-bayang. Amanda kira, dia bisa hidup tenang setelah resign. Namun, seseorang rupanya telah mencarinya sejak lama untuk memberikan pelajaran bagi Amanda yang telah berani mengusik kehidupan gelap para pejabat. Mereka sampai menyeret Clara, putri semata wayang Amanda, ke dalam masalah tersebut. Demi keselamatan anaknya, Amanda harus memutuskan satu dari dua pilihan. Antara menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib, atau kembali menghadapi masa lalunya untuk menyelesaikan semuanya sendiri.
Baca
Chapter: Harapan Amanda
“Eh, Paman Viktor? Kenapa Paman di sini? Nggak ikut pelantikan?” tanya Clara sembari melepas pelukannya.Viktor tersenyum tipis. “Aku mengundurkan diri. Red Eyes akan dibangun kembali. Kalau aku terus di anggota parlemen, akan mudah dilacak. Jadi, lebih baik aku melakukan hal lain untuk menutupi pekerjaan asliku.”“Oh, begitu, ya.” Clara kemudian beralih ke Amanda. “Omong-omong, kalau Mama bekerja sebagai Red Eyes secara resmi lagi, apa aku akan tetap di Janvel seterusnya?” Amanda mengusap kepala Clara pelan tanpa memudarkan senyumnya. “Nggak, kok. Clara akan tetap tinggal bersama Mama.”“Memangnya nggak bahaya?” tanya Clara, masih ingat betul kejadian yang menimpa dirinya dan Amanda di rumah aslinya dulu.“Tenang saja. Red Eyes nanti akan membangun markas baru, dan kita akan punya bagian sendiri di sana untuk tempat tinggal. Jadi, Mama bisa membersamaimu dan Red Eyes sekaligus. Soal berangkat sekolah, akan kami bangun akses tersembunyi yang nggak diketahui siapa pun,” tutur Ama
Terakhir Diperbarui: 2026-09-23
Chapter: Pertemuan
“Berita Nasional terbaru hari ini, hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Santara akhirnya resmi diumumkan. Berikut kami tampilkan hasil akhir perolehan suara dari ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden.” Suara pemberitaan yang menggema di setiap sudut stasiun membuat Clara sempat mendongak sekilas.Matanya bergerak menatap layar besar yang terpampang di tengah-tengah peron. Layar yang seukuran TV itu terdapat empat buah, terpasang di masing-masing sisi sebuah pilar. Biasanya layar itu menampilkan program stasiun TV yang berbeda-beda. Tapi berhubung hari ini adalah hari istimewa bagi rakyat Santara, semuanya sengaja diatur untuk menampilkan berita.Clara kembali menatap layar ponselnya setelah menonton berita beberapa detik. Bukan karena dia tidak tertarik dengan hasil pemilu presiden, tapi ada yang lebih penting darinya. Hari ini juga hari istimewanya, di mana dia akan bertemu dengan ibunya yang sudah lama sekali tidak bertatap muka.Meski tampak tak peduli, C
Terakhir Diperbarui: 2026-09-23
Chapter: Datang Kembali (2)
Melihat Viktor yang berdiri tanpa ragu menggantikan posisinya, Amanda tertegun. Entah dari kapan Viktor bersiap-siap akan hal ini. Pria itu tidak terlihat kaku, bicaranya lugas dan tegas di hadapan anggota lain. Dia benar-benar menggantikan posisi Amanda dengan baik. “Dengar semua.” Viktor berseru lantang untuk mengheningkan ruangan yang sempat ramai oleh desas-desus para anggota. “Kita masih mendapat sedikit bukti untuk perdagangan manusia, organ tubuh, dan obat keras. Untuk kasus narkoba dan uang palsu lebih mudah didapat, juga untuk penyusup di tim sukses sudah ditemukan. Artinya, kita masih perlu menjalankan strategi yang sama untuk beberapa hari ke depan. Sesuai arahan Nyonya Amanda, kita baru bisa melaju ke langkah berikutnya jika bukti sudah sangat cukup.” Dia mengimbuhkan, “Tidak perlu terburu-buru, ingat kata-kata Red One. Daripada salah langkah karena terlalu agresif, lebih baik berjalan perlahan dengan tetap waspada. Kita masih punya waktu lebih dari cukup sampai pemilu
Terakhir Diperbarui: 2026-09-20
Chapter: Datang Kembali
"Sampai jumpa, Mama!” Clara berseru dari di depan kereta, melambai-lambaikan tangan pada Amanda. Di sebelah kanan-kirinya, Lukas dan Miria ikut melambai serta mengucapkan selamat tinggal. Mereka semua membawa koper besar dan tas ransel. Sementara Amanda berada beberapa meter dari mereka, menyaksikan mereka masuk ke kereta tanpa dirinya. “Jaga dirimu, Clara! Kita akan bertemu lagi nanti,” balas Amanda dengan senyum terlebarnya. Amanda tidak berhenti melambai sampai Clara dan orang tuanya menghilang dari pandangannya, sekalipun mereka sudah di dalam kereta dan memandanginya untuk terakhir kali. Hari ini mereka memang berpisah, tapi itu sama sekali tidak meninggalkan kesedihan dalam hatinya. Karena dia tahu, perpisahan sementara ini adalah jalan terbaik agar hidup Clara tetap terjamin aman. Beberapa malam sebelumnya, Amanda sudah membulatkan tekad setelah berdiskusi berkali-kali dengan Lukas dan Miria. Demi keselamatan Clara, mereka akan mengungsikan Clara ke Janvel, kota di s
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: Sama-sama Berharga
Pernyataan Clara sangat tepat sasaran, membuat hati Amanda terasa dihunjam tombak berkali-kali. Tapi dia tak mau mengakuinya. Tidak di hadapan Clara. Dia takut Clara akan kecewa dan merasa tidak diprioritaskan. Apalagi, dia sudah berjanji untuk menjamin hidup Clara tetap aman.Clara menatap Amanda sendu, menyadari bulir-bulir air mata bertumpuk di pelupuk mata ibunya. Dia meraih tangan Amanda, menggenggamnya penuh kehangatan. Dengan memosisikan diri di hadapan sang ibu, Clara kembali bicara.“Mama tahu, waktu aku melihat Mama berdiskusi dengan para anggota Red Eyes di markas ... aku merasa Mama sangat keren. Sangat berwibawa, membuatku percaya kenapa Mama bisa sampai menjadi ketua. Dan bagiku itu sangat membanggakan. Aku bangga punya ibu yang berjasa besar bagi negara,” tutur Clara, “selain itu, aku tahu kalau Mama menganggap mereka bukan sekedar bawahan atau rekan kerja. Sekali lihat saja kelihatan.”Senyum manis di wajah Clara tersemat selagi dia menambahkan, “Jadi, kalau Mama m
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Mengunjungi Makam Cole
Amanda mengulum bibir, tak mampu berkata-kata setelah mendengarkan penuturan Liliana. Entah apa yang sudah Tiana bicarakan dengan keluarganya sampai adiknya berbesar hati menerima keadaan seperti ini. Tak mudah untuk meyakinkan orang lain tentang pekerjaan berbahaya ini, itulah mengapa banyak anggota Red Eyes yang dulu menyimpan rahasia pekerjaannya seperti Amanda. Kalau Liliana dan keluarga Tiana lainnya dapat menerima kondisi Tiana dengan lapang dada, artinya visi keluarga mereka pun tak bertentangan dengan apa yang selama ini Tiana yakini. Padahal, Amanda kira dia akan dicaci-maki dan disalahkan, tapi kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. “Kami tahu pekerjaan Kak Tia memang sangat berbahaya, tapi dia menyukainya dan selalu bekerja dengan sungguh-sungguh. Meski penuh bahaya, kami paham betapa berjasanya dia dan rekan-rekannya seperti Anda dalam menjaga negeri ini.” Liliana bicara kembali. “Pahlawan dalam bayang-bayang. Itu yang Kak Tia ucapkan setiap kali menceritakan pekerja
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Anda juga akan menyukai
Melawan Suami dan Mertua
Melawan Suami dan Mertua
Romansa · Meisya Jasmine
76.0K Dibaca
Touch Me if You Dare
Touch Me if You Dare
Romansa · Cathalea
76.0K Dibaca
Balikan Dengan Mantan
Balikan Dengan Mantan
Romansa · Love Queen
75.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status