Chapter: Bagian 5: Datangnya Sang Gadis SuciKeesokan paginya, kediaman keluarga Count Andreas menjadi jauh lebih ramai dari biasanya. Para pelayan berlarian dari satu tempat ke tempat lain. Suara langkah kaki terdengar hampir di setiap sudut lorong. Bahkan halaman depan pun dipenuhi oleh beberapa kereta kuda yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan seseorang. Elya berdiri di balik jendela kamarnya sambil memandang semua keributan itu. Hari ini. Akhirnya hari itu tiba. Hari ketika tokoh utama dalam novel yang telah ia baca akan memasuki kediaman keluarga Count Andreas. Sarah. Sang gadis suci. Elya menyandarkan dagunya pada telapak tangan. Kalau mengikuti alur novel, setelah Sarah datang, kehidupan Elyra akan mulai berubah. Perlahan tapi pasti, semua perhatian akan tertuju kepada gadis itu. Ayah akan menyayanginya. Para bangsawan akan memujinya. Para pria yang sebelumnya berada di sekitar Elyra akan mulai mendekatinya. Dan pada akhirnya... Elyra akan kehilangan semuanya. Elya tersenyum puas.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-08
Chapter: Bagian 4: Cerita yang Tak Lengkap(2)"Aku sudah tak lagi menyukainya." "Benarkah?" "Benar." Raphael memiringkan kepala. "Sejak kapan?" Elya terdiam. Sial. Pertanyaan macam apa itu? "Sejak... tadi." "Tadi?" "Ya." "Karena dia pergi?" Elya menghela napas. "Dia tidak pergi. Aku yang mengusirnya." Raphael mengangguk. "Apa dia mengganggumu?" "Tidak juga." Raphael semakin menyipitkan mata. "Kakak bertengkar dengannya?" "Tidak." "Dia melakukan sesuatu?" Elya terdiam lagi. Bagaimana caranya dia menjelaskan bahwa dia bahkan baru mengenal pria itu hari ini? "Raphael." "Hm?" "Evander biasanya datang ke kamarku untuk apa?" Raphael menatap kakaknya dengan kebingungan. "Bukankah itu seharusnya aku yang bertanya?" "Kenapa?" "Kakak tidak terlihat kaget sama sekali saat aku menanyakan tentang duke." Elya mematung. Jadi harusnya Raphael tidak tahu? "Sejak kapan kau tahu?" Raphael tersenyum. "Entah kapan pastinya. Yang jelas aku memergoki yang mulia duke melompat ke dalam j
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: Bagian 3: Cerita yang LengkapElya mengunci pintu kamarnya dan duduk di atas sofa lebar dengan kesal. Ia memang baru pertama kali ini bertemu dengan Evander. Namun, entah mengapa wajah itu membuatnya sebal. Diantara semua tokoh laki-laki, Evander bisa dibilang adalah yang paling menyebalkan. Memang benar dijelaskan bahwa perasaan Elyra terhadap Evander bertepuk sebelah tangan, namun sepanjang cerita, Evander tak pernah benar-benar menolak Elyra. Tak seperti putra mahkota yang tegas, Evander justru bersikap membingungkan. Ia tak pernah mengusir Elyra yang menempel padanya, tak pernah menyusir Elyra yang bertamu ke kediamannya, tak pernah juga menepis setiap sentuhan Elyra. Namun, sang duke juga tak pernah menyambut perasaan Elyra. Bahkan di akhir cerita, Evander masih beberapa kali mengunjungi Elyra di penjara sebelum kemudian dieksekusi. menurut Elya, pemikiran Evander adalah yang paling rumit diantara tokoh lainnya. Cerita itu juga tak pernah berganti sudut pandang sama sekali, sehingga yang ia
Terakhir Diperbarui: 2026-09-06
Chapter: Bagian 2: Bertemu Sang DukeElya memandang Raphael dengan kagum. Di dalam buku 'Kelahiran Sang Gadis Suci' memang berkali-kali dijelaskan bahwa Raphael, bahkan diusia remajanya, adalah seorang anak ajaib. Ahli pedang. Ahi strategi. Dan murid akademi militer paling potensial di kerajaan. Namun, melihatnya sendiri rasanya sangat berbeda. Anak 16 tahun itu terlihat berkali-kali lebih keren saat mengayunkan pedang. "Sayang sekali kami saudara kandung," gumam Elya. Tiba-tiba, sesuatu terlintas di otaknya. Ia mulai berdiri dan mendekat ke arah Raphael. Raphael yang menyadari kehadiran Elya hanya menatap dengan bingung. "Ajari aku berpedang." Raphael tercengang. "Apa?" Elya menyambar pedang kayu yang sejak tadi dipakai oleh adiknya. "Ajari aku cara berpedang." Elya mengulangi lagi perkataannya. Raphael semakin terlihat bingung. "Kenapa tiba-tiba?" ujarnya sambil merebut kembali pedang kayu dari tangan Elya. "Memang kenapa? Tidak boleh?" Raphael berjalan ke tepi lapangan. Elya mengikutinya dari belaka
Terakhir Diperbarui: 2026-09-06
Chapter: Bagian 1: Kelahiran Sang Gadis SuciBrakk Elya membanting buku novel setebal 500 halaman itu ke atas meja. Alisnya mengerut kesal. "Novel sampah!" ujarnya marah. "Sekarang tuh emang lagi laku-lakunya tokoh utama menye-menye deh. Gak jelas banget perasaannya ke siapa. Bisanya cuma mewek. Ini kalau dilihat juga masih bagusan si tokoh villain!" Elya berjalan ke dapur. Ia mengambil segelas jus jeruk dari dalam lemari pendingin dan menenggaknya dalam sekali minum. "Sayang banget villainnya mati di pertengahan cerita. Tapi meskipun begitu.., kalau bisa masuk ke dalamnya, aku tetep pengen jadi Elyria sih, dari pada si cengeng Sarah." Elya melirik jam dinding. Sudah hampir tengah malam. Dengan tenang ia berjalan menaiki tangga, ke arah kamar tidurnya. Satu langkah.. Dua langkah.. Tiga langkah.. Lalu entah pada langkah keberapa, Elya terpeleset bungkus plastik yang mungkin lupa ia buang. Jantungnya berdetak kencang, namun tangannya tak sempat menggenggam pinggiran tangga. Tubuhnya kehilangan keseimbangan. Dunia be
Terakhir Diperbarui: 2026-09-06