author-banner
My MJ
My MJ
Author

Novels by My MJ

Ayah Anakku, di Antara Tiga Penguasa

Ayah Anakku, di Antara Tiga Penguasa

Vivienne, omega wanita yang mencintai kebebasan, tiba-tiba dinyatakan hamil oleh benih kasta Alpha yang hanya dimiliki tiga penguasa paling berbahaya di kerajaan. Ia kini terpaksa bermain api dengan Pangeran Mahkota Sebastien yang gila, Marquiss Natan sang pengamat dingin, dan Duke Benjamin yang haus kepemilikan mutlak. "Lari saja sesukamu, tapi pada akhirnya, hanya aku yang membuatmu bertekuk lutut," bisik Sebastien tepat di telinganya. Akankah dia berhasil menaklukkan para penguasa sebelum rahasianya terbongkar?
Read
Chapter: Bab 8. Rencana tidur bersama
Bibir Vivienne terkatup rapat. Wajahnya memerah, bukan karena malu atau marah, tapi karena menahan napas lebih lama dari yang ia mampu tahan. Sebastien benar-benar pria bajingan, dia dengan sengaja membiarkan pahit aroma Rosemary dan logam karat yang tajam dari hewan di dalam dirinya mengotori tubuhnya.Tanpa perlu bernapas. Tanpa perlu menyentuh lebih jauh. Vivienne dapat dengan jelas merasakan bagaimana keinginan terdalam pria itu berniat menghancurkannya.Keinginan yang merayapi setiap inci kulitnya dengan kedalaman yang memabukkan, dan perlahan mengguncang kesadarannya dalam jebakan yang beracun: antara akal manusia dan hasrat primalnya."Yang mulia..." Vivienne membuka mulut berniat meraup sedikit udara, namun keputusannya salah.Sebastien yang duduk di atasnya, merapatkan tubuh hingga ia dapat merasakan barang sialan milik pria itu yang mengeras dan hanya tertutup sehelai kain merah menekan perutnya yang malang."Ada apa, kelinci kecilku?" jawab Sebastien, dengan lembut dia me
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: Bab 7. Ciuman selamat pagi
“Kamu yang akan dibunuh Dax terlebih dulu,” timpal Teressa, memperhatikan jam di tangannya yang menunjukkan pukul 9:20.“Kita sudah sangat terlambat. Segera ganti bajumu jika tidak ingin gajimu dipotong lagi.” Tanpa menatap Vivienne, Teressa mengambil satu set pakaian dari lemari mereka, lalu melemparkannya ke wajah kusut sahabatnya itu.Vivienne mendengus. Bukan suatu hal yang aneh jika pak tua pemilik akademi tempat ia bekerja itu akan memotong gajinya lagi bulan ini.Namun bukan hal itu yang dipikirkan Vivienne saat ini, ada hal lain yang lebih mendesak dan membutuhkan perhatiannya, yaitu ayahnya.Ia tidak peduli jika seluruh dunia ingin mengarak kepalanya yang terpenggal di sepanjang jalan ibu kota Tapi jika itu ayahnya, dia tidak akan mengampuninya bahkan dalam kematiannya. Dan ia tahu apa yang akan terjadi setelah ia menginjakkan kaki di luar rumah tampungan."Selamat pagi, Lady Vivienne. Tolong ikut saya, Duke meminta Anda untuk menemuinya saat ini juga."Panggilan kematian
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 6. Permainan Yang Mulia
“Ahh..!”Vivienne tidak lagi mampu menahan desahannya ketika pria berambut biru abu-abu itu mengisap payudaranya.Tangan besarnya memutar ujung lembut itu dengan tekanan yang membuat tubuhnya menggeliat dalam belenggu yang akan menjadi akhir dari kebebasannya.“Aromamu benar-benar membuatku gila.”Vivienne meremas seprai dengan kuat saat gelombang aneh yang tidak bisa ia pahami sebelumnya perlahan menjalar liar di dalam tubuhnya.Napasnya tersenggal, tertahan di ujung tenggorokan, dan kabut panas mulai menelan kesadarannya.“Tutup mulutmu,” desis Vivivenne, kesal dengan kelambanan si pria.Dengan gelisah tangannya mengusap di sepanjang bahu kokoh itu, mengikuti garis tegang otot yang terasa hangat menyengat permukaan kulitnya.Lalu perlahan jemarinya menyelinap di antara surainya, membelai dengan kedalaman yang menggetarkan jiwa, sebelum kemudian menariknya kasar hingga wajah tegas itu jatuh ke dalam dekapannya.“Lakukan saja tugasmu,” bisiknya nyaris sensual.Kedua kakinya melingkari
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Bab 5. Pernyataan cinta
Sudut bibir Vivienne mencibir. "Benarkah, Yang Mulia?" Nada bicara si pangeran mahkota itu terdengar angkuh sekali.Mengelap sisa darah dari gunting ke lengan baju, sejalan melangkah mundur sampai beton pembatas menyentuh punggungnya. Vivienne mengunci tatapan pada sorot biru Sebastien yang terbakar gelora amarah, siap membakarnya kapan pun dalam kematiannya. Dan jika tangan itu sekali lagi akan menjadi akhir baginya, maka kali ini ia pastikan segalanya tidak akan berjalan mudah untuknya. “Saya sangat menantikannya.”Lalu dalam satu tarikan napas panjang, Vivienne membiarkan tubuhnya jatuh ke belakang.“Tidak!” suara Sebastien pecah di penghujung napas, dia berjalan menuju pagar dalam ketakutan yang menggerogoti pikiran.TIDAK! Jangan lagi...Mata Sebastien bergetar melawan teror yang perlahan membakar kewarasannya. Dia melihat ke bawah dan tenggorokannya yang sedetik lalu mencekik rapat, seketika menarik masuk udara kasar begitu melihat wanitanya mendarat di tanah dengan kedua kaki
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Bab 4. Pesta pertunangan pangeran mahkota
“Istri? tidak masuk akal!"Peduli apa Vivienne dengan kesopanan. Kata ‘istri’ menjadi perhatian penting baginya.“Hari ini, adalah hari pertunangan kita," lontar Sebastien, melanjutkan pembicaraan.Kakinya bergerak lagi, tapi bukan pada Vivienne, melainkan membuka kunci pintu balkon dan mempersilahkan wanitanya untuk masuk terlebih dulu. Dan dia mundur tiga langkah saat Vivienne memberi tanda untuk menyingkir.Vivienne melangkah tanpa melepaskan pandangan dari pria itu. Ia berdiri di balik pagar pembatas, melihat ke bawah, di mana begitu banyak bangsawan dari berbagai ras makhluk berkumpul menikmati segelas sampange, di halaman kastil yang kini menjelma bagaikan langit kedua.“Dari banyaknya omega di bawah sana yang tampil menawan dalam balutan gaun mewah mereka." Vivienne memutuskan mengikuti permainan Sebastien. Setidaknya untuk sekarang “Mengapa Anda justru memilih saya?”“Mengapa tidak?” timpal Sebastien.Mengamati bagaimana angin berhembus menguraikan rambut putih berombak wanita
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Bab 3. Pria misterius
Rembulan telah sepenuhnya merajai semesta ketika Vivienne menjejalkan selembar uang kertas 50 euro ke dalam kaleng seorang pengemis di depan toko roti. Senyuman pak tua itu merekah sampai pada batas tidak terlihat—dipenuhi syukur dan nikmat tiada tara.Berdiri di bawah lampu penyeberangan dengan memeluk sekantung besar roti, Vivienne menyesali keputusannya pergi dari bar setelah perdebatannya dengan Lucien.Dia berniat menanyakan lebih lanjut maksud dari perkataan Natan tentang malam tiga bulan lalu. Namun kekesalannya membuatnya lupa akan hal itu. Dan ketika ia kembali ke sana, kedua pria itu sudah meninggalkan tempatnya.“Lihat itu, ibu!”Lamunan Vivienne terbuyarkan oleh suara anak perempuan di dekatnya.Mengikuti arah anak itu menunjuk, ia melihat butiran-butiran putih dari langit menari-nari di depan wajahnya.Mengamati reaksi orang-orang di sekitarnya, mendengarkan bagaimana mereka bersorak menyambut datangnya musim dingin. Vivienne mengulurkan tangan dan butiran es mencair kare
Last Updated: 2026-04-17
You may also like
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO
Fantasi · Gauche Diablo
191.4K views
Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi
Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi
Fantasi · Junaidi Al Banjari
184.1K views
ILMU TUJUH GERBANG DEWA
ILMU TUJUH GERBANG DEWA
Fantasi · Junaidi Al Banjari
180.8K views
Reinkarnasi Dewa Terkuat
Reinkarnasi Dewa Terkuat
Fantasi · Efrianto H.
177.4K views
Legenda Kitab Surgawi
Legenda Kitab Surgawi
Fantasi · ACANKUN
171.6K views
Menantu sang Jendral Besar
Menantu sang Jendral Besar
Fantasi · MN Rohmadi
170.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status