MasukVivienne, omega wanita yang mencintai kebebasan, tiba-tiba dinyatakan hamil oleh benih kasta Alpha yang hanya dimiliki tiga penguasa paling berbahaya di kerajaan. Ia kini terpaksa bermain api dengan Pangeran Mahkota Sebastien yang gila, Marquiss Natan sang pengamat dingin, dan Duke Benjamin yang haus kepemilikan mutlak. "Lari saja sesukamu, tapi pada akhirnya, hanya aku yang membuatmu bertekuk lutut," bisik Sebastien tepat di telinganya. Akankah dia berhasil menaklukkan para penguasa sebelum rahasianya terbongkar?
Lihat lebih banyak"Sekarang mulailah bergerak."Kelopak mata Vivienne yang terbuka setengah, meruncing tajam. Pelan-pelan dia mulai menaik-turunkan tubuhnya."Mnh... ah..."Udara terhisap patah-patah dari celah bibirnya yang dikulum. Tangannya menekan paha Benjamin, dan dadanya mendongak ke depan, hingga putingnya menggesek ujung bibir pria itu."Aku akan tertidur jika kamu terus bergerak seperti siput," kata Benjamin memainkan kedua pucuk payudara wanitanya di antara dua jarinya.Vivienne tidak langsung menjawab. Dia memutar pinggulnya sembari mengetatkan dinding senggamanya, hingga keluhan tersebut melebur menjadi geraman berat."Sepertinya kamu yang tidak terbiasa," cicitnya memperhatikan ekspresi wajah Benjamin yang mengerut cemas.Benjamin terkekeh pendek mendengar pernyataan Vivienne. Dia membenarkan posisi tubuhnya yang sedikit melorot, lalu tangannya kembali pada pantat bulat wanitanya itu—merenggangkan lipatannya sembari membukanya."Kamu benar." Dia menampar tumpukan lemak itu dengan keras.S
"Milik kamu sudah tegang banget, Benjamin..."Di sela kecupan yang masih berlabuh disepanjang garis leher hingga payudara yang telah terekspos sebagian, senyum samar terbentuk di salah satu sudut bibir Benjamin. Dia berhenti, mengangkat wajahnya hingga matanya kembali bertaut dengan sang kekasih."Kenapa?" Napas hangatnya mengembun menjadi kabut tipis. "Ingin menyentuhnya?"Vivienne tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya memandang lekat-lekat, seolah sedang mengukir setiap goretan di wajah Benjamin ke dalam nadinya. Kemudian, jemarinya yang semula bertumpu di pinggang pria itu, perlahan menyusuri lipatan kain, melepaskan lapis demi lapis kaitan hingga permukaan kulit telapaknya bisa merasakan hangat kejantanan yang mengeras bagai batu di balik celana pendeknya.Benjamin tidak menghentikannya. Dia justru membiarkan jemari kekasihnya menyentuh apa pun yang dia sukai. Namun sebelum belaian menjelma menjadi remasan, dia melingkarkan tangan di pinggang ramping itu. Lalu dalam satu ge
Di tengah pagutan bibir yang tak kunjung terurai, hingga nyaris merenggut napas. Kening Vivienne mengernyit halus, ketika angin yang berhembus kencang mengungkap aroma alkohol yang masih tertinggal di pakaian Benjamin. Namun bukan hal itu yang mengganggunya, melainkan jejak feromon lain yang jelas bukan miliknya.Vivienne menarik wajahnya—memutus ciuman mereka secara sepihak. Lalu mengangkat pandangannya, menelisik lekat-lekat wajah kekasihnya.Sementara Benjamin yang bingung atas perubahan suasana di antara mereka yang begitu mendadak, menatap kekasihnya dengan alis bertaut tipis."Ada apa?" tanyanya.Vivienne tidak segera menjawab. Tatapannya masih menyelam ke dalam mata yang menangkap cahaya hingga berkilau bagai serpih emas."Apa ada yang salah?" Benjamin bertanya sekali lagi."Semalam kamu minum?" Akhirnya, setelah beberapa detik menimbang-nimbang keyakinannya sendiri, Vivienne membuka mulut.Benjamin mengangguk. "Sedikit, untuk menyegarkan pikiran.""Bersama seorang wanita? Aku
Di antara malam yang masih enggan melepas kuasanya, dan angin dingin yang menggigit jiwa, Vivienne sudah menantang Thanatos—Sang Dewa kematian. Dia berdiri di bibir jalur batu di sisi luar bangunan istana, yang tidak lebih lebar dari telapak kaki anak usia delapan tahun."Sialan, kenapa aku harus menyusahkan hidup hanya demi secuil ketenangan," gerutu Vivienne menempelkan dada pada tembok."Jika bukan karena Benjamin, aku tidak akan membahayakan nyawaku seperti ini."Jemarinya meraba dan mencengkeram celah-celah batu kapur yang dapat dijadikan pegangan, sementara kakinya bergerak setapak demi setapak ke samping. Beberapa kali nyaris tergelincir, tetapi dengan cepat dia menyesuaikan diri.Sebenarnya, kamar Lady Clarisse dan kamar Sebastien hanya bersebelahan. Namun Vivienne tidak pernah menduga, jarak yang tampak dekat dari dalam, justru begitu jauh ketika ditempuh melalui jalan ini.Begitu balkon kamar Sebastien berada dalam jangkauannya, dia melompat—memindahkan pijakan kakinya pada s
Duduk di tepian gerobak pedagang gandum dengan kaki menggelantung, dan jemari mencekam erat papan kayu yang memikul bekas perjalanan waktu. Sepanjang perjalanan ke Chantilly, pikiran vivienne belum benar-benar beranjak dari pertemuannya dengan Nathan. Kalimat-kalimat ganjil yang diucapkan pria itu t
BUG!BUG!Baru saja Sebastien bangkit, sudah jatuh terduduk lagi. Mengusap darah di sudut bibirnya, dia menatap Kaisar yang kembali menjatuhkan pukulan.“Kalian berdua benar-benar memalukan,” murka Kaisar.Sebastien diam, membiarkan pukulan-pukulan lain menghancurkan wajahnya. Sampai saat rahangnya
Setelah melalui kurang lebih enam jam perjalanan melewati hutan dan desa kecil tanpa istirahat, Vivienne dan Benjamin saat ini sudah berada di markas besar. Tepatnya di kamar Benjamin, di sebelah ruang kerjanya."Sebenarnya apa yang terjadi di dalam tadi?" tanya Vivienne mengawali pembicaraan perta
Vivienne seperti lupa bagaimana cara bernapas setelah mendengar kata-kata Natan. Hawa dingin menjalar dari tulang punggung hingga batang otaknya—melunturkan keberanian yang dia pertahankan sejak kemarin.“Kamu pikir apa yang membuatku kembali, jika bukan karena buah cinta kita...” Dengan lembut jer












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak