로그인Violet, pembuat game VR Beast Dominion, masuk ke dalam game sebagai tester untuk uji coba terakhir sebelum peluncuran. Namun sebuah error fatal terjadi—menu logout menghilang, dan sistem justru menandainya sebagai unit langka: Living Pheromone. Di dunia beastmen, aroma manusia murni mampu menenangkan para jantan yang kehilangan kendali. Keberadaan Violet segera memicu ketegangan antar wilayah, hingga dibentuklah Dewan Perlindungan. Terdiri dari 4 jantan terkuat dari berbagai spesies yang semuanya resmi menjadi suaminya demi menjaga perdamaian. Terjebak dalam dunia yang seharusnya hanya permainan, Violet harus bertahan hidup di tengah insting liar empat suaminya. Akankah Violet berhasil keluar dari dunia game, atau ada rahasia lain di balik terjebaknya di dunia itu?
더 보기Violet duduk di kursi ruang tengah, masih membisu sejak mendengar kabar tentang kelompok Anti Manusia Murni. Para suaminya bergantian menatapnya, tidak ada yang berani bicara lebih dulu."Sudah berapa lama kabar tentang mereka muncul? Aku baru mendengarnya," tanya Violet.Dylan segera menjawab. "Mungkin beberapa minggu yang lalu."Violet menarik napas sambil memijat pangkal hidungnya. Padahal dia baru ingin beristirahat setelah berhasil mengangkat kutukan Dylan."Aku akan menemui mereka," kata Violet memutuskan.Ignis mengerutkan kening. "Siapa?""Kelompok itu. Aku akan jelaskan kesalahpahaman ini," jelas Violet.Zero melangkah maju dan langsung membantah. "Tidak.""Tapi Zero—""Tidak," ulang Zero. "Kamu tidak akan pergi ke mana pun."Dylan ikut angkat bicara. "Dia benar, permata. Kelompok itu tidak akan mau mendengarkan penjelasanmu. Mereka sudah punya pendapat sendiri tentangmu.""Tapi jika aku tidak melakukan apa pun, mereka akan terus menebar kebencian," balas Violet, sedikit bers
"Kamu bilang apa, ikan?" Ignis mendesis geram.Dylan mengangkat bahu dengan santai. "Itu memang fakta, benar kan permata?"Dylan menatap Violet dalam pelukannya untuk mendapat jawaban. Tapi Violet hanya menunduk malu dengan perkataan Dylan.Zero melangkah maju, dengan energi es di tangannya yang mulai muncul, seolah siap menyerang Dylan kapan saja."Dasar tak tahu terima kasih. Seharusnya aku membiarkanmu mati saja."Dylan membalas. "Apa hubungannya dengan itu? Aku hanya melayani istriku."Mereka saling menatap, seperti dua kubu yang hendak berperang. Tapi dengan cepat Violet melerai."Kalian bertiga," katanya, suaranya tidak keras tapi tegas. "Aku lelah setelah perjalanan kemari. Jika kalian bertengkar, aku tidak akan bicara dengan kalian selama sebulan."Ignis terdiam. Zero tidak bergerak. Dylan hanya tersenyum tipis."Kalian mengerti?" tanya Violet."Iya," jawab mereka bertiga bersamaan.Violet mengangguk puas. Ia menoleh ke sekitar ruangan."Leo di mana?"Ignis menunjuk ke atas. "
"Jangan katakan hal yang memalukan seperti itu," gerutu Violet, tak menyangka Dylan akan berbicara senakal itu.Sudut bibir Dylan terangkat membentuk seringai lebar."Kalau begitu, kamu yang memulai," kata Dylan menatap penuh hasrat. Tangannya dengan nakal bergerak terus menyentuh area sensitif Violet yang mulai basah.Violet menelan ludah menatap milik suaminya yang besar dan panjang sudah berdiri tegak menyentuh perutnya."Baiklah..." gumam Violet akhirnya setuju. Ia pun sudah merasa gelisah karena sentuhan Dylan membuat airnya naik.Violet duduk tegak, rambut panjangnya tergerai menutupi sebagian punggung. Dengan napas yang mulai memburu, ia mulai menggerakkan pinggulnya turun.Benda tumpul itu menerobos masuk, membuat Violet tanpa sadar mendesah pelan."Ahh..."Alis Dylan mengernyit. Tangannya memegang pinggang Violet, tidak memaksa, hanya membantu Violet sampai memasukkannya semuanya."Pelan-pelan saja, permata."Violet menarik napas. Menunduk dan mencengkram pundak Dylan sambil
"Lakukan saja."Tiba-tiba, terdengar suara seekor koala gendut muncul di hadapan Violet.Bobo menyunggingkan seringai nakal dan berkata. "Kalian suami istri, bukan pengantin baru lagi, untuk apa ragu? Lagi pula hanya itu satu-satunya cara. Kamu harus membalas kebaikan Dylan yang sering menolongmu dari kejauhan."Wajah Violet memerah. Dia menunduk dan bersembunyi di balik tubuh kekar Dylan yang memeluknya.'Dia hanya muncul saat seperti ini saja. Di mana dia saat aku kesulitan dan dalam bahaya? Dasar sistem bodoh!' geramnya dalam hati.Namun perkataan Bobo memang benar. Berkali-kali nyawa Violet yang terancam berhasil diselamatkan berkat kalung kerang pelindung dari Dylan.Violet menghela napas panjang dan perlahan melepas pelukan."Dylan..."Dylan yang terlihat kembali sehat dan bugar, menatap Violet dengan mata berbinar."Iya, permata?" sahutnya dengan nada lembut.Violet menelan ludah, dan akhirnya berbicara."Ada satu kutukan lagi yang masih bersarang di tubuhmu. Dan, satu-satunya
Bibir mereka hampir bertemu, hanya tinggal satu sentimeter lagi. Tapi tiba-tiba—Kryuuk!Suara keras memecah keheningan. Mereka berdua membeku di tempat, saling menatap dengan wajah kaget.Violet merapatkan bibir, wajahnya memer
"Ignis, bertahanlah sebentar," ucap Violet berusaha menenangkan.'Kenapa harus kambuh sekarang?' pikir Violet sendiri tak tenang.Napas Ignis memburu di sela-sela erangan sakit. Tubuhnya masih berdiri, namun jelas sedang berjuang melawan efek kebangkitan yang menyiksa.Violet sedikit panik. Dalam h
Kilatan listrik muncul di tangan Leo. Tatapannya penuh aura membunuh."Leo, jangan," bisik Violet, segera memegang tangan Leo, tak peduli terasa sengatan dari energi Leo. "Dia hanya ingin memancingmu."Leo menatap Violet, api amarah masih membara di matan
Violet menelan ludah. Dalam hati, ia membulatkan tekad, lalu merangkul Ignis."Malam ini aku milikmu," bisiknya pelan.Akal sehat Ignis putus dan tak membuang waktu kembali menyerang bibir Violet. Ciuman mereka kali ini penuh hasrat yang sudah lama tertahan.Lidah Ignis






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기