author-banner
Nasri Suju
Nasri Suju
Author

Novels by Nasri Suju

Saat Aku Berhenti Kamu Malah Mengejarku

Saat Aku Berhenti Kamu Malah Mengejarku

Dulu, Nareswari adalah "peri penolong" yang rela mengemis perhatian Nakula Pandawara, meski hanya dibalas tatapan remeh dan dijadikan bahan taruhan balap liar. Hancur dan muak, Nareswari memilih mundur. Ia menciptakan sandiwara gila dengan mengaku salah orang dan beralih mencintai Sadewa—kembaran Nakula yang lebih dingin dan menyambut baik niatnya. ​Nareswari pikir pelariannya berhasil. Namun, saat ia mulai nyaman dalam lindungan Sadewa, Nakula justru murka. Cowok yang dulu membuangnya itu kini terbakar cemburu, mengejar Nareswari.
อ่าน
Chapter: Bab 30
Ruang Karantina Olimpiade. Hanya ada Nakula saat Nareswari masuk, dia terlihat santai, melihat ke jendela, tak mengerjakan soal-soal Olimpiade. Mungkin sudah. Pikir Nareswari. Nareswari memilih duduk di dekat jendela, barisan Nakula di baris ketiga.Nakula bisa melihat dengan jelas rambut Nareswari yang terkena sinar matahari, rambutnya jadi kemerahan, rambutnya kini biasa tergerai. Dulu Nareswari selalu mengikat rambutnya, kini matanya yang anggun bak angsa di sungai sekarang bisa dilihat siapa saja, pukauan tersembunyi seolah adalah daya tariknya. Suasana sangat hening, hanya ada suara ac yang menjalankan tugasnya. "Ugh,"Nakula tak terbiasa dengan keheningan ini, dia yang terbiasa mendengar suara perhatian Nareswari, melihat Nareswari yang bahkan hanya sejarak meja saja sekarang, tapi mereka seperti sangat berjauhan. Seolah Nareswari tidak menganggapnya ada tapi tidak dengan sebaliknya, Nakula selalu merasakan kehampaan itu. Nareswari fokus mengerjakan soal-soal dengan san
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-15
Chapter: Bab 29
Suasana hening, Nareswari berusaha agar tidak terus terang memperhatikan Sadewa, menunjukan dirinya memakai make up saja sudah terasa memalukan. Kenapa aku harus menerima tawaran Tirta buat di make up sih. Tirta melirik lalu berpaling cepat saat tahu Sadewa memperhatikannya, dia berusaha fokus melihat pemandangan dari bawah, dia bisa merasakan dari sudut matanya, Sadewa seperti tengah tersenyum, seperti bunga yang baru saja tumbuh, merekah. Nareswari mengibas-ngibas wajahnya yang terasa panas dengan tangannya. Suasana canggung baginya, tapi Sadewa nampak menikmatinya. "Cantik, aku lupa ngomong gitu."Ucap Sadewa sambil menangkup dagunya di tangan, matanya fokus pada Nareswari seperti pemandangan sore pun kalah oleh paras Nareswari kali ini. Kapan lagi kan Sadewa liat Nareswari dandan seserius ini. Nareswari yang mendengar itu rasanya ingin menghilang saja di telan angin yang semakin lama semakin dingin. Mata Sadewa tidak mengalihkan apapun dari dirinya. "Bisakah kamu berhenti
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-15
Chapter: Bab 28
"Kemana!" Tanya Nareswari matanya terbuka lebih jelas, wajah polosnya terlihat seperti daya pikatnya yang tersembunyi. Sadewa memegang dadanya berusaha menahan diri agak tidak melakukan apa-apa pada Nareswari, bisa saja kan Sadewa menggigitnya karena saking menggemaskannya Nareswari. "Aku mau ngasih kejutan," Bisik Sadewa tepat di telinga Nareswari, sebelum berbisik Sadewa meminta maaf untuk menyeka rambut Nareswari. Sadewa membuka sedikit ruang di tangannya, meminta Nareswari agar menggandengnya, dan Nareswari dengan kikuk menerima gandengan itu. Grep! Tangan Nareswari dan lengan Sadewa saling tersambung, meski kata Sadewa dia bau keringat, justru Nareswari mencium semerbak parfum beraroma lembut dan sopan. Jantung Nareswari rasanya berhenti berdetak, nafasnya pendek, dan tangannya yang menaut dengan lengan Sadewa rasanya seperti kayu yang tak bisa bergerak. Ada mata yang melihat itu dengan tatapan hampir frustasi, Nakula, matanya terbuka lebar namun menyimpan bunga y
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-15
Chapter: Bab 27
"Kamu mau ngapain Tirta?"Tanya Nareswari masih belum bisa mencerna, yah memang tidak peka saja. Tirta memasang wajah datar dan sebal karena Nareswari tidak mengerti. "Intinya aku bakal dandanin kamu,""Bu-buat apa?""Hah, tadi kan aku udah bilang Nares, kamu kan nanti mau dijemput Sadewa, penampilannya harus oke dong."Ungkap Tirta, gelagat nya seperti seorang sales yang sudah menyelesaikan s2 marketingnya. Dan Nareswari adalah pembeli bodoh yang mudah termakan barang promo. "Oke, ayo kita mulai!"Semangat Tirta membara seperti api unggun di acara pramuka. Dia memperhatikan wajah Nareswari, dia seperti terpukau dengan wajah Nareswari yang. "Kamu punya wajah bersih, gak keliatan pori-pori atau apapun yang mengganggu make up kena kulit sekalipun."Tirta dengan intonasi cepat seperti seorang yang tengah nge rap di panggung cochlea. Nareswari rasanya kikuk tidak biasa dia dipuji soal fisiknya. Nareswari terbiasalah mengikat rambutnya seperti ekor kuda yang jatuh, orang dari kejau
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-15
Chapter: Bab 26
"Aduh udahan mesra-mesraannya~"Ibu kepala sekolah menegur kecil dua sejoli itu, Nareswari dengan cepat menghindari Sadewa, dan Sadewa nampak tidak senang, Ibu Risa yang melihat itu hanya menggeleng kepala. Sadewa, dulu bahkan dia sangat kesulitan mengekspresikan dirinya sendiri, namun berkat Nareswari. "Sukses kalian di Olimpiade,""Bu Dayu akan mengajarkan kalian soal-soal Olimpiade setelah selesai kelas, jangan bolos jika ingin menang."Ibu Risa memberi nasihat netranya penuh dengan rasa percaya pada dua siswa-siswinya itu. Nareswari mengangguk, Sadewa tak peduli dan hanya fokus melirik Nareswari diam-diam. Ibu Risa yang lagi-lagi memperhatikan detail kecil itu hanya bisa pasrah. Udah bucin akut. Nareswari memperhatikan jalan Ibu Risa sampai jejaknya menghilang. "Intens banget natapnya,"Bisik Sadewa, matanya menyimpan sesuatu yang sebenarnya bisa Nareswari tebak, tapi Nareswari akhir-akhir ini tidak peka. Sudah seminggu lebih mereka berpacaran, ini adalah minggu ke dua dan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-15
Chapter: Bab 25
Nakula pulang ke rumah, suasana terasa kosong, rumah dengan cat biru samar terlihat minimalis hampa menyisakan barang-barang rumah saja. Sejak kapan ya, aku jadi seperti ini. Nakula merenung, dadanya terasa sesak menelan semua rasa hambar yang akhir-akhir ini ia rasakan. Semua perhatian yang harusnya Nakula syukuri hilang akibat kelakuan dirinya sendiri yang menganggap itu bukan sebuah rezeki yang harus diterima. Bahkan tempo hari lalu dia melihat Sadewa sangat dekat dengan Ibunya. Tidak seperti biasanya. "Ugh,"Tap! Tap! Suara langkah kaki, Nakula berhenti sejenak, itu adalah Sadewa yang sibuk dengan ponselnya, bisa Nakula tebak dengan siapa Sadewa bercengkrama. Nareswari. Nakula memasang wajah tertekuk menyedihkan, dia memberikan raut betapa lelah dirinya juga muak, karena penyesalan menghantuinya. Sadewa menatap Nakula datar, lalu kembali sibuk dengan ponselnya. "Selamat pulang, Nakula."Tukas Sadewa lalu masuk ke kamarnya. "Cih,"Nakula mengusap wajahnya, matanya sepert
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-13
บางทีคุณอาจจะชอบ
NAIK LEVEL JADI ISTRI DUDA
NAIK LEVEL JADI ISTRI DUDA
Romansa · Arin Akazuma
3.2K views
Kelana Nirbatas
Kelana Nirbatas
Romansa · Asep Kuma
3.2K views
Sunset is Love
Sunset is Love
Romansa · Alfianita
3.2K views
TAWANAN HASRAT SANG MAFIA
TAWANAN HASRAT SANG MAFIA
Romansa · Farsheed Mo
3.2K views
Love Story Nadira
Love Story Nadira
Romansa · Clarissa
3.2K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status